ADAB-ADAB TERHADAP YATIM & HAK-HAK NYA

 

Artinya : Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar. Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). QS.4/9-10)

Rosulullah bersabda : Orang yang mengasuh anak yatim miliknya(anaknya)atau anak orang lain, maka aku dan dia seperti dua jari ini di surga.

Malik (salah seorang perawi hadits ini) ber isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.(HR.Muslim.).

Diantara Adab-adab terhadap anak Yatim adalah sbb. :

  1. Tanamkan aqidah dan akhlaq yang baik serta benar sejak dini.

Rasulullah Saw.bersabda kepada Ibnu Abbas saat masih kecil : “Wahai anak, sungguh aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat: Jagalah perintah-perintah dan larangan larangan Allah Swt.niscaya Allah akan menjagamu”(HR.At-Tirmidzi)

Artinya : Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(Qs.31/13)

Rosulullah Saw.bersabda.:

Wahai anak, bacalah nama Allah Ta’ala, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah maknanan yang terdekat denganmu”(Hadits Shoheh)

  1. Tidak berlaku kasar dan menyakiti

Artinya : Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu Berlaku sewenang-wenang.( surat Adhuha/ 93: 9 )

Qotadah rahimahullah berkata : “Terhadap anak Yaim, jadilah    engkau sebagai ayah yang penuh kasih.

  1. Menunaikan hak-hak yatim dengan baik.

Hadits Nabi : “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” Lalu Nabi menjalinkan jari-jemarinya kedua tangannya. (HR.Imam Bukhari)

“Barang siapa melapangkan penderitaan seorang muslim, maka Allah Ta’ala akan melapangkan penderitaannya pada hari kiyamat.”(HR. Muslim)

“Orang yang tidak punya kasih sayang tidak akan disayangi. (Allah Ta’ala). (HR.Buhkai dan Muslim)

Apa hak haknya anak Yatim ?   Diantaranya ialah :

  1. Mendapat kasih sayang dan kebaikan.
  2. Mendapat perlindungan dan pengasuhan serta pendidikan.
  3. Mendapatkan pemberian dari shadaqoh

Artinya : Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya.(Qs.2/215)

Artinya : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.(Qs.2/177)

Artinya : Ketahuilah, Sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, Maka Sesungguhnya seperlima untuk Allah, rasul, Kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan,

Yaitu di hari bertemunya dua pasukan. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs.Al-Anfal/Qs.8: 41

  1. Hartanya harus dijaga dengan baik.

Artinya : Dan ujilah[269] anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), Maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. dan janganlah kamu Makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, Maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan Barangsiapa yang miskin,

Maka bolehlah ia Makan harta itu menurut yang patut. kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, Maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu)./Qs.4/6)

  1. Tidak boleh menahan wanita yatim untuk menikah dengan orang lain

Artinya :Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang Para wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran (juga memfatwakan) tentang Para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahuinya.(Qs.4/127)

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Tafsir
  2. Al-Qur’an & Tafsirnya – Kementrian Departemen Agama, Ikrarmandiri Abadi Jakarta cetakan 2011.
  3. Ali bin Abu Thalhah, Tafsir Ibnu Abbas, Pustaka Azzam Jakarta, 2014
  4. Ash-Shabuni, Tafsir Ayat Ahkam, PT Bina ILmu, Surabaya tahun 1985
  5. Muhammad Fuad Abdul Baqi, Al-Mu’jam al-Mufahras Li alfadzi al-Qur’an Al-Karim, Dar Al Fikr, Beirut Libanon.
  6. Munawwir AW.Kamus AL-Munawwir Arab – Indonesia, Pustaka Progressif, cetakan ke 14, tahun 1997
  7. Sayyid Kutb, Fi Zhilalil Qur’an, Gema Insani Jakarta, 2002
  8. Shihab Quraish, Tafsir Al-Mishbah, Lentera Hati Jakarta 2002.
  9. Shoheh & Dahlan, Asbaabun Nuzul, Diponegoro ,Bandung Edisi ke II tahun 2000M/ 1420H
  10. Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Wasith, Gema Insani, Jakarta 2012
  11. Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir, Gema Insani Jakarta 2016

 

  1. Al-Hadits
  2. Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shoheh Bukhari, Diponegoro – Bandung, tanpa tahun
  3. Imam Muslim, Shoheh Muslim, Dar Al-Ihya Al-Kutub Al-Arabiyyah Indonesia, tanpa tahun
  4. Muhammad bin Allan Al-Sidiqi Al-Syafii Al-Asy’ari Al-Maki, Al-Riyadusholihin, Al-Quddus cetatakan Pertama tahun 1429H/2008 M.
  5. Al-Imam Al-Hafidz Abi Abdurrahman Ahmad bin Syueb bin Ali Al-Karasani Al-Nasai, Sunan Al-Nasai, Daarul Kutub Al-Ilmiyyah, Beirut Libanon, 1433H/2012M
  6. Al-Imam Abu Abdullah Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Darul Kutub Islamiyyah, Beirut Libanon, edisi ke 3, tahun 1433H/ 2012M.
  7. Ahmad Zahro, Fiqih Kontemporer, Qof Media Kreativita cetakan I, tahun 2016
  8. Ahmad Munif Suratmaputra, Hukum Islam Problematika dan Solusinya, Penerbit Pustaka Firdaus, cetakan I, tahun 2016
  9. Abdul Wahhab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqih, Pustaka Amni Jakarta, cetakan ke XI, tahun 1977M
  10. Erwandi Tarmizi, Harta Haram, Penerbit Berkat Mulia Insani, cetakan Pertama tahun 2012M
  11. Asy-Syaikh As-Sayyid Al-Hafizh Shohibul Faroji Azmatkhan, The Return of Dinar Dirham, Kembalinya Pondasi Kemakmuran, Khalif Fermark Nusantara, cetakan I, tahun 2014M.
  12. Ibrahim Muhammad Al-Jamal, Fiqih Wanita, tahun 1402H/1981M.
  13. Sulaiman Rasyid, Fiqih Islam, Sinar Baru Al-Gesindo Bandung, cetakan ke 41, tahun 2008.
  14. Musthafa Kamal Dkk, Fiqih Islam, Citra Karsa Mandiri, cetakan pertama tahun 1422H/ 2002M.
  15. Abdul Mujib Mabruri Thalhah Syafi’ah, Kamus Istilah Fiqih, Pustaka Firdaus Jakarta, cetakan Pertama tahun 1994M.

 

  1. Lain-lain.
  2. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah & Team, dan Lajnah Daimah Lil Buhuth al-Ilmiyah wal Ifta, jilid 2.Fatwa-Fatwa Terkini.
  3. Majalah An-Najah , Menegakkan Kalimah Allah. Edisi 136, No.2/XII/Maret 2017, Zakat Pendapatan, Penerbit PT.Pena Ummah, Sukoharjo.

2 Responses

Leave a Reply