Griya Yatim & Dhuafa

3 Amalan Sunnah Wasiat Rasulullah Pada Abu Hurairah

admin

Rasulullah tidak hanya menyeru kepada umatnya untuk mengerjakan ibadah wajib. Namun Rasulullah juga menghimbau kepada umatnya untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah. Rasulullah mengajarkan kita dengan mencontohkannya. Banyak riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling tekun dan rajin mengerjakan ibadah sunnah. Bahkan Rasulullah pun terkadang khawatir bila umatnya mengaggap ibadah sunnah tersebut merupakan ibadah wajib. Inilah 3 Amalan Sunnah Wasiat Rasulullah Pada Abu Hurairah.

Kekhawatiran Rasulullah adalah bentuk kebijaksanaannya. Rasulullah menyadari betul kondisi umatnya dan tidak mau terlalu membebani mereka.Bahkan, dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah juga pernah menegur seorang sahabat lantaran beribadah secara berlebihan, yang pada akhirnya menyiksa dirinya sendiri. Semisal teguran Rasulullah kepada sahabat yang berpuasa tiap hari.

Diantara banyaknya ibadah sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah. Terdapat amalan sunnah yang Rasulullah secara langsung mewasiatkannya kepada Abu Hurairah.Abu Hurairah berkata, “Rasulullah berwasiat dengan tiga hal : shalat witir sebelum tidur, puasa tiga hari setiap bulannya, dan shalat dhuha”Ketiga ibadah tersebut merupakan wasiat langsung dari Rasulullah kepada Abu Hurairah. Tiga amalan sunnah tersebut masing-masing memiliki keutamaan yang besar.

Berikut penjelasan secara singkat mengenai keutamaan dari 3 Amalan Sunnah Wasiat Rasulullah Pada Abu Hurairah:

3 Amalan Sunnah Wasiat Rasulullah Pada Abu Hurairah

  1. Witir sebelum tidur

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah adalah witir (ganjil), dan mencintai witir.” (HR. Abu Dawud). Sehingga dianjurkan untuk melakukan sesuatu, termasuk wudhu dengan jumlah witir. Artinya mengulangi rukunnya sebanyak 1 kali atau 3 kali. 

Begitupun shalat sunnah, sebaiknya kita akhiri dengan jumlah ganjil, itulah yang disebut shalat witir. Shalat witir adalah shalat tiga raka’at (berjumlah ganjil) yang merupakan shalat sunnah penutup shalat-shalat lainnya. Maka dari itu, disunnahkan untuk melaksanakannya sebelum tidur, setelah melaksanakan shalat sunnah lainnya. 

Witir sebelum tidur merupakan sunnah yang selalu Rasulullah lakukan. Hingga beberapa orang pun menganggapnya sebagai amalan fardhu (wajib). Mengenai hal ini, Ali bin Abi Thalib menjelaskan : “Witir bukan keharusan seperti sholat wajib kalian, akan tetapi ia adalah sunnah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. An Nasa’i).

Shalat sunnah witir ini pun disebut sebagai penyempurna shalat-shalat sunnah yang kita lakukan. Dengan mengakhiri shalat sunnah dengan raka’at yang ganjil, maka kita telah menyempurnakan shalat sunnah kita.

  1. Puasa tiga hari tiap bulannya (Puasa Ayyamul Bidh)

Puasa ayyamul bidh adalah puasa yang dilakukan setiap bulannya, sebanyak tiga hari. Lebih tepatnya, puasa ayyamul bidh dilakukan pada pertengahan bulan, yaitu pada tanggal 13, 14, 15 tiap bulannya (bulan hijriyah).

Keutamaan dari puasa ayyamul bidh ini adalah seperti puasa sepanjang tahun. Rasulullah bersabda : “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari).

Selain itu, puasa sunnah ayyamul bidh ini merupakan rutinitas bulanan yang baik untuk kesehatan. Sudah tidak asing lagi, bahwa berpuasa dapat memberikan efek baik pada kesehatan, terlebih lagi jika dilakukan secara rutin.

  1. Shalat dhuha

Waktu dhuha memiliki banyak keutamaan. Begitu pula sunnah untuk mendirikan shalat pada waktu dhuha. Shalat diwaktu dhuha merupakan sunnah yang jangan sampai kita tinggalkan. 

Shalat dhuha merupakan kunci rezeki. Sebagaimana Rasulullah bersabda : Dalam sebuah hadist qudsi, Allah berfirman: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (yakni shalat dhuha), nanti akan Kucukupi kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR. al-Hakim). 

Baca Juga : Inilah Sunnah Rasulullah Adab Makan dan Minum

Shalat dhuha juga merupakan bentuk sedekah kita pada pagi hari. Rasulullah bersabda: “Hendaklah masing-masingmu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka, tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Kak, yuk kita hidupkan sunnah-sunnah Rasulullah. Semoga kita mendapatkan keberkahan dari Allah sebab mendirikan sunnah-sunnah RasulNya. Aamiin…

205 views