News

Pendidikan merupakan hal paling utama yang harus didapatkan oleh anak-anak. Tapi, di sekitar kita, masih ada anak yang terkendala untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Alasan yang sering kita temukan adalah kurangnya biaya, salah satu nya untuk membeli perlengkapan sekolah. Alhamdulillah Griya Yatim & Dhuafa, telah memberikan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Yatim & Dhuafa. Laznas Griya Yatim & Dhuafa melalui program Bantuan Perlengkapan Sekolah terus membantu anak-anak yang tidak dapat bersekolah karena tidak memiliki perlengkapan sekolah. Sehingga dapat membangkitkan semangat anak-anak untuk tetap belajar dan mencapai cita-citanya. Salah satu anak yang menerima bantuan adalah Dewi Yuliani. Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Yatim & Dhuafa Dewi Yuliani (10 thn), anak yatim semenjak 2 tahun lalu, meski hidup serba kekurangan, cita-citanya tak pernah padam “aku ingin jadi guru” jawabnya setelah pak Romadi pengurus asrama cabang Solo bertanya apa cita-cita Dewi. Hobby nya membaca dan bermain badminton di halaman rumah kontrakannya. Semenjak ditinggal ayahnya 2 tahun lalu, Ibu Dewi berjuang menafkahi Dewi seorang diri. Ibunya mengais rezeki dengan menjadi tukang jahit, tetapi semenjak pandemi corona ini, penghasilan Ibu Dewi semakin menurun sehingga untuk membelikan perlengkapan sekolah Dewi sangat sulit, ditambah harus memikirkan membayar rumah kontrakan. Untuk makan sehari-hari pun Dewi dan Ibunya sulit, karena pesanan jahit terus berkurang.“Makan daging sudah lama gak, hari raya kemarin juga gak” ucap Dewi. Melihat hal demikian, alhamdulillah pak Romadi selaku pengurus asrama Griya Yatim & Dhuafa (GYD) cabang Solo menyalurkan bantuan berupa : tas dan perlengkapan sekolah lainnya ditambah paket makanan anak. “Terima kasih dermawan sama Griya Yatim & Dhuafa” ucapnya singkat.

Baca Juga : Bantuan Pangan Yatim & Dhuafa

Dewi tinggal dirumah kontrakan yang sederhana di Kp. Semanggi, Kel. Semanggi Kec. Pasar Kliwon-Surakarta. Dewi, hanya sebagian anak yatim yang mengalami nasib memprihatinkan, ada banyak Dewi yang lain yang memiliki kisah sama. Senyum bahagia Dewi untukmu sahabat dermawan, bantuanmu mampu hadirkan senyum untuk Dewi. Yuk sahabat dermawan, terus dukung kegiatan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Yatim & Dhuafa, Kami dalam berbagi dengan anak-anak yatim dan dhuafa, semoga doa dan senyum mereka hadirkan kebahagiaan untuk kita semua. Aamiin

Ibadah merupakan kewajiban seorang hamba terhadap Rabbnya. Dalam Islam, salah satu ibadah yang diwajibkan adalah shalat yang lima waktu, yaitu Isya, subuh, zuhur, ashar, dan maghrib. Dalam keadaan sesibuk apapun, kita tidak boleh untuk meninggalkan kewajiban shalat yang 5 waktu tersebut. Sahabat Griya Yato, & Dhuafa, Alhamdulillah Bantuan Peralatan Ibadah sudah direalisasikan untuk masyarakat, semoga bermanfaat. Namun, kita masih bisa lihat di sekeliling kita, masih terdapat orang yang meninggalkan shalatnya karena sibuk bekerja. Di sisi lain, kita juga melihat saudara kita yang tetap mendirikan shalat di dalam kesibukannya, dan dengan peralatan yang seadanya. Dalam hal ini, Griya Yatim & Dhuafa mengadakan program Bantuan Peralatan Ibadah untuk membantu saudara kita yang membutuhkannya. Bantuan Peralatan Ibadah Sahabat, Pak Edi Suwarno (44 th), asal Gunungkidul, DIY, memiliki 2 orang anak, istri beliau tinggal di kampung, daerah Jombang-Jatim. Pekerjaan yang dilakoni pak Edi sehari-hari merupakan buruh serabutan. Selama di Solo beliau berusaha menjaga ibadah seperti shalat dan membaca Al-Qur’an. Meskipun dalam keadaan sempit. Selama tinggal di Solo, beliau menempati masjid untuk tidur sehari-hari. Beliau juga salah satu dari masyarakat yang terdampak oleh wabah virus corona ini. Sebab, semenjak pandemi, pekerjaannya sebagai buruh serabutan semakin tidak pasti dan penghasilan yang didapat semakin tidak menentu. Melihat hal demikian, pak Romadi (pengurus) asrama cabang Solo menyalurkan bantuan berupa makanan dan perlengkapan ibadah seperti sarung, sajadah dan Al-Quran.  “Beliau rajin shalat, semoga sarung ini bisa buat ganti-ganti” ujar pak Romadi. “Terima kasih sudah memberikan saya bantuan ini, saya senang” ucapnya singkat.

Baca Juga : Realisasi Program Batuan Sarana Ibadah (BSI)

Sahabat dermawan, masih banyak saudara-saudara kita diluar sana yang membutuhkan dorongan untuk tetap melaksanakan ibadah di dalam keadaan yang sangat sempit sekalipun. Dengan program Bantuan Peralatan Ibadah ini, Griya Yatim & Dhuafa menyalurkan kepedulian Sahabat dermawan, untuk memberikan bantuan perlengkapan ibadah. Yuk Sahabat, terus dukung untuk mewujudkan Yatim & Dhuafa yang rajin beribadah dan tetap mendirikan shalat meskipun di keadaan yang sempit. Semoga, dengan donasi yang Sahabat berikan dapat menjadi manfaat, bagi diri kita dan juga mereka. Aamiin…

Guru ngaji merupakan orang yang tidak hanya sekedar mengajar (ta’lim) tapi dia juga mendidik (tarbiyah), dan membangun karakter anak-anak didiknya. Selain itu, guru ngaji berjuang di jalan Allah untuk menciptakan generasi Qur’ani, rela berkorban dan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan mendidik dan mengajarkan Al-Qur’an kepada murid-muridnya. Alhamdulillah Griya Yatim & Dhuafa telah menyalurkan Bantuan Pangan Untuk Guru Ngaji.

Mengajar Ngaji ditengah Kekurangan

Tidak sebanding dengan perjuangannya, fenomena memprihatinkan terjadi terhadap guru ngaji yang saat ini sebagian kurang mendapatkan kesejahteraan hidup. Ditengah serba kekurangan, Pak Ust Ikhsan tak surut mengajar mengaji, rumahnya sangat sederhana, tak beralas keramik, bertiang kayu kurus, genteng mulai menghijau sebagian, dan bagian samping rumah tembok tak bercat, sehingga batu bata merah nampak jelas.

Bantuan Pangan Untuk Guru Ngaji

Itulah kondisi tempat tinggal Pak Ust Ikhsan yang memiliki 6 orang anak, beliau tinggal di Kp. Sempu Kelapa Hendep, Cipari-Serang Banten. Sehari-hari beliau (65 thn) mengajar mengaji anak-anak di kampungnya, sekitar 15 anak. Tempat beliau mengajar mengaji persis didepan pintu masuk (ruang tamu) berukuran kecil, sehingga anak-anak diatur saat duduknya, setiap hari suara anak-anak terdengar melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.

Beliau bercerita, setiap malam Rabu jadwal hafalan dan setiap malam minggu khusus belajar tajwid. Wajahnya tenang saat menyambut kedatangan tim relawan Laznas Griya Yatim & Dhuafa (GYD) Bpk Kusnadi, sambil mempersilahkan duduk.

Keadaan yang dibilang serba kekurangan tidak membuat surut semangatnya mengajar mengaji anak-anak di kampungnya.Kebutuhan sehari-hari beliau, didapatkan dari upah mengurus kebersihan Madrasah dan kebun milik Pak Haji setempat.

 

 “Alhamdulillah sebulan sekali dapat 200 rb” tuturnya, “ngurus kebersihan, semoga ada pahala dan barokah” tambahnya lagi.

 

Sahabat, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, tidak terkecuali guru ngaji seperti Pa Ust Ikhsan. Bisa jadi kesuksesan kita hari ini tidak lepas dari peran dan kontribusi mereka para guru ngaji. 

 

“Pak Ust, alhamdulillah ada sedikit rezeki dari dermawan Griya Yatim & Dhuafa” ucap Pak Kusnadi sambil menyerahkan bantuan paket sembako, “semoga bantuan ini dapat membantu kebutuhan sehari-hari Pak Ust” tambahnya lagi “Terima kasih kepada dermawan Laznas Griya Yatim & Dhuafa atas bantuannya, saya dan keluarga sangat senang mendapat bantuan ini, semoga menjadi barokah buat semua” ucap Pak Ust Ikhsan.

 

Wajah bahagia Pak Ust Ikhsan untukmu sahabat dermawan, yang tidak pernah lelah berbagi dengan sesama. Semoga Allah melipat gandakan pahala sahabat dermawan. Aamiin.

Baca Juga : Bantuan Peralatan Ibadah

Mari bantu meringankan guru ngaji agar terus semangat dan bertambah keikhlasannya dalam menciptakan generasi Qur’ani. Anda berdonasi untuk guru ngaji, anda pun turut andil dalam menduniakan generasi Qur’ani yang berkualitas. Usia boleh berakhir, tapi pahala harus terus mengalir.

Karena urusan pendidikan merupakan urusan semua orang. Saya, kamu, dan kita bisa bantu untuk memajukan pendidikan bagi anak-anak pelosok negeri. Dukung Bisa berdonasi Bantu Pangan untuk Guru Ngaji.

Ayo sahabat, terus dukung kegiatan Laznas Griya Yatim & Dhuafa (GYD) menyalurkan Bantuan Pangan Untuk Guru Ngaji, semoga Allah memberkahinya menebar manfaat, memberdayakan ummat dan mewujudkan cita-cita yatim & dhuafa.

Di masa transisi wabah virus corona yang sering disebut juga masa dengan New Normal ini seharusnya kita makin giat bersedekah. Karena keadaan yang sempat begitu buruk sebelumnya, terbukalah kepedulian orang-orang terhadap sesama. Dengan kondisi yang hanya sedikit mereda ini, jangan sampai kita menutup kembali kepedulian kita, dan hanya mementingkan diri sendiri lagi seperti sebelum corona mewabah. Berbagi  juga harusnya menjadi bagian dari New Normal yang mesti diterapkan. Alhamdulillah Griya Yatim & Dhuafa telah memberikan Bantuan Pangan Yatim & Dhuafa.

Kali ini Griya Yatim & Dhuafa menyalurkan kepedulian dari Sahabat Dermawan, kepada salah satu warga yatim & dhuafa, yaitu Salman.Suasana haru dan bahagia menyelimuti keadaan hari itu, saat relawan kami, Pak Herman (pengurus) asrama Cileungsi bersilaturahim ke rumah Salman, tempat tinggal yang bisa dibilang sangat apa adanya, bangunan gubuk dengan sebuah gerobak tua. Usianya menginjak 11 tahun, anak yang periang dan murah senyum, seakan mengajarkan kepada kita kondisi apapun harus selalu bersyukur, jauhi mengeluh dan harus menampakkan bahagia walau kenyataan begitu pahit.

Bantuan Pangan Yatim & Dhuafa

Salman, semenjak kedua orangtuanya meninggal, ia tinggal bersama bibinya di kampung Sawah Dusun Cileungsi Kidul Kec. Cileungsi Kab. Bogor Jawa Barat, sehari-hari mengais rezeki dengan mencari barang-barang bekas bersama bibinya.  Salman bercerita saat obrolan semakin hangat dengan Pak Herman, bahwa ia berucap “Kalo makan daging, alhamdulillah masih bisa pas hari raya, kalo daging ayam kalo pas ketemu aja”.

Baca Juga : Bantuan Pangan untuk Lansia Dhuafa

Sahabat, diluar sana banyak mengajarkan kepada kita, bahwa semangat berbagi harus terus berlanjut. “Terima kasih sahabat dermawan Griya Yatim & Dhuafa, semoga semakin berkah” ucapnya, saat menerima bantuan paket sembako dan uang tunai. Senyum Salman untukmu #SahabatDermawan yang tidak pernah lelah berbagi dengan sesama.

Melalui program Bantuan Pangan Yatim & Dhuafa, GYD terus menyalurkan kepada masyarakat  Yatim & Dhuafa. Untuk memberikan kebahagiaan kepada mereka,Mari sahabat dermawan, terus berbagi, Semoga Salman dan ribuan anak yatim dan dhuafa lainnya terbantukan karena adanya uluran tangan kita. Aamiin

Sahabat, kondisi perekonomian saat ini masih terdampak pandemi sehingga menyebabkan masyarakat menengah kebawah terdampak, tidak terkecuali Ibu Samniar (69 th), seorang lansia yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Semenjak pandemi, penghasilannya semakin tidak menentu sehingga menyebabkan kebutuhan sehari-hari beliau semakin tidak pasti. Alhamdulillah Griya Yatim & Dhuafa sudah distibusikan Bantuan Pangan untuk Lansia Dhuafa.

Melalui program sembako untuk Lansia Laznas Griya Yatim & Dhuafa (GYD) terus menyalurkan bantuan. Laznas Griya Yatim & Dhuafa (GYD) melalui program sembako untuk Lansia secara bertahap dan terkoordinir terus menyalurkan bantuan ini.

Bantuan Beras untk Lansia

(Foto Dok. Penerimaan Beras untuk Lansia)

Melihat hal demikian, Griya Yatim & Dhuafa (GYD) memberikan bantuan pangan untuk Lansia seperti Ibu Samniar di Kel. Aur Kuning Bukittinggi-Sumatera Barat. 

“Terima kasih sama dermawan Griya Yatim & Dhuafa, bingung dari kemarin karena beras sdh tidak ada” ucapnya.

Tujuannya untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia terdampak wabah virus corona. Semoga dengan bantuan sembako ini mengurangi beban hidup para Lansia dan semoga bantuan ini bisa meringankan kebutuhan sehari-harinya.⠀

“Alhamdulillah bantuan sahabat dermawan telah kami didistribusikan, semoga bantuan ini membantu beliau, dan Allah membalas kebaikan sahabat dermawan” tutur Pak Imat selaku Kepala asrama cabang Bukittinggi.

Semoga dengan semua usaha yang kita lakukan dalam Bersama Lawan Corona dapat menjadi berkah bagi mereka dan juga bagi kita semua.  Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan juga berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar wabah virus corona ini cepat diangkat dan kita bisa beraktifitas seperti biasa, terutama agar kita dapat beribadah di bulan ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya. Aamiin…

Yuk sahabat dermawan bahu membahu membantu memberi Bantuan Pangan untuk Lansia Dhuafa, mereka yang kesulitan dalam keadaan pandemi ini dengan klik Donasi Sekarang dibawah ini, semoga dengan kita membantu mereka harta dan rezeki kita diberkahi dan dibalas oleh Allah swt.Yuk sahabat terus berbagi dengan sesama, dengan bersama kita kuat.

Berdonasi ataupun bersedekah merupakan suatu kegiatan yang terpuji dan banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Dan salah satu tujuan untuk berdonasi yang sering menjadi pilihan adalah yayasan/panti asuhan. Bentuk dari donasi tersebut bisa berupa uang tunai maupun berbentuk barang. Alhamdulillah Griya Yatim & Dhuafa menerima Bantuan Kebutuhan  Asrama dari Bank Indonesia.

Memberikan donasi dalam bentuk uang terkadang menjadi pilihan banyak orang karena bisa dibilang cukup simpel. Namun ada juga orang yang ingin mendonasikan sebagian hartanya dalam bentuk barang agar memberikan kesan yang lebih bagi penerima. Bentuk dari barang yang didonasikan pun bermacam-macam.

Umumnya berdasarkan kebutuhan anak-anak asuh di Yayasan Griya Yatim & Dhuafa, memerlukan kebutuhan dan perlengkapan yang bisa menunjang anak-anak asuh agar bisa terus belajar, tidur dengan nyenyak. seperti kebutuhan alat tulis, ranjang tidur, komputer, mesin cuci, kasur dan lain sebagainya.

Bantuan Kebutuhan & Perlengkapan Asrama dari Bank Indonesia

Dalam kesempatan ini Bank Indonesia wilayah Kalimantan Selatan, yang diwakili oleh Bapak Rahmat telah memberikan bantuan perlengkapan ranjang besi, kasur, mesin cuci dan komputer, untuk menunjang kebutuhan anak-anak asuh di asrama Griya Yatim & Dhuafa.(Jum’at 12/06/2020)

“Alhamdulillah kami ucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberi bantuan perlengkapan asrama untuk anak asuh yatim & dhuafa, semoga bisa bermanfaat dan akan dibalas dan diberkahi oleh Allah SWT“. tutur Pak Budi Hendri, selaku Kepala Asrama cabang Banjarmasin.

Dengan adanya bantuan ini diharapkan Griya Yatim & Dhuafa dapat mengelola dan merawat dengan baik, dan dapat digunakan pada mestinya. Dan untuk anak-anak asuh dengan adanya komputer baru semoga semakin semangat belajarnya.

Baca Juga : Inilah 47 Cabang LAZNAS Griya Yatim & Dhuafa

Sahabat dermawan, Griya Yatim & Dhuafa telah memiliki 47 Cabang yang tersebar di seluruh Nusantara, sehingga butuh juga kebutuhan perlengkapan asrama untuk cabang lainya. Yuk sahabat bersama kita bantu memenuhi kebutuhan anak-anak asuh di asrama.

Semoga rezeki Bantuan Kebutuhan Asrama dari Bank Indonesia yang telah berikan kepada Yayasan Griya Yatim & Dhuafa dibalas dan diganti dengan yang lebih besar aamiin ya rabb.

 

Islam merupakan agama yang penuh dengan kasih sayang, oleh sebab itu seorang muslim itu identik dengan kebaikan. Rasulullah memisalkan seorang muslim itu bagaikan lebah. Rasulullah bersabda : “Perumpamaan seorang Mukmin seperti lebah, apabila ia makan maka ia akan memakan suatu yang baik. Dan jika ia mengeluarkan sesuatu, ia pun akan mengeluarkan sesuatu yang baik. Dan jika ia hinggap pada sebuah dahan untuk menghisap madu ia tidak mematahkannya.” (HR. Al-Baihaqi). Yuk kita simak artikel tentang Setiap Perbuatan Baik Adalah Sedekah.

Setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh seorang muslim itu terhitung sebagai sedekah. Rasulullah bersabda : “Setiap perbuatan baik adalah sedekah” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, untuk bersedekah tidak perlu menunggu hingga kita kaya. Tapi, setiap orang itu bisa bersedekah dengan kadarnya masing-masing. Allah tidak melihat banyaknya harta yang kita keluarkan untuk bersedekah, namun Allah melihat keikhlasan kita dalam bersedekah.

Setiap Perbuatan Baik Adalah Sedekah

Bentuk sedekah yang disebutkan dalam hadits

Sedekah yang kita ketahui secara umum adalah berhubungan dengan uang maupun harta. Namun, karena setiap perbuatan baik itu dihitung sedekah, maka sedekah tidak hanya terpaku oleh suatu yang berbentuk pemberian material saja. Rasulullah menyebutkannya dalam beberapa hadits, hal-hal yang dihitung sebagai sedekah. Antara lain :

  1. Rasulullah bersabda : “Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit. (1) Kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah. (2) Kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah. (3) Setiap langkah kakimu menuju tempat shalat juga dihitung sedekah. (4) Dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim).
  2. Rasulullah bersabda : “(5) Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau berbuat ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah.(6) Engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah.(7) Engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedeka.Menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan merupakan sedekah. (8) Dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi).
  3. Rasulullah bersabda : (9) “Perkataan yang baik adalah sedekah” (HR. Bukhari dan Muslim).
  4. Rasulullah bersabda : “Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri. (10) Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan menjadi shadaqah.” (HR. Ibnu Majah).

Jika kita urutkan dari 4 hadits tersebut, terdapat 10 macam perbuatan yang merupakan sedekah. Yaitu :

(1). Mendamaikan dua orang yang berselisih,

(2). Menolong seseorang naik/turun dari kendaraannya, atau menaik/turunkan barang bawaannya,

(3). Langkah kaki menuju masjid,

(4). Menyingkirkan duri dan batu dari jalan,

(5). Senyum kepada saudara,

(6). Menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat,

(7). Menuntun orang yang penglihatannya buruk,

(8). Menuang air dari ember kita ke ember teman,

(9). Perkataan yang baik,

(10). Menafkahi diri sendiri, keluarga, anak, dan pembantu.

Sahabat, segala perbuatan baik itu merupakan sedekah seperti yang disebutkan dalam hadits. Rasulullah bersabda : “Setiap perbuatan baik adalah sedekah” (HR. Bukhari). Namun secara rinci, Rasulullah menyebutkan 10 hal tersebut yang merupakan sedekah. Maknanya adalah, sedekah bukanlah suatu yang rumit, tapi merupakan hal yang sangat sederhana.

Baca Juga : Sedekah Yang Paling Utama

Sahabat, oleh karena itu lah, selagi kita masih diberikan kesempatan hidup di dunia ini. Maka, marilah kita isi dengan perbuata-perbuatan baik dan juga bersedekah. jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal karena tidak bersedekah selagi hidup di dunia. Dalam Al-Qur’an disebutkan, Mereka berkata,”Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematianku) sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih” (Qs. Al-Munafiqun : 10).

Sahabat, Yuk kita segerakan bersedekah…

Anak-anak adalah seorang penerus bangsa. Pendidikan yang tepat harus diberikan pada anak-anak agar memiliki karakter dan kepribadian yang baik. Pendidikan yang harus ditanamkan kepada anak-anak adalah pendidikan islam. Dimana dalam proses pendidikannya terdapat enam pokok pendidikan anak.

Ada banyak isyarat di dalam Al-Qur’an yang harus diperhatikan oleh setiap muslim tentang pokok-pokok pendidikan anak. Salah satunya kisah tentang Luqman as. yang berhasil dalam mendidik anaknya. Cara Luqman as. dalam mendidik anaknya menjadi dasar yang mesti diterapkan oleh setiap muslim untuk mendidik anaknya.

Enam Pokok Pendidikan Anak

Enam pokok pendidikan anak yang Luqman as. antara lain :  

  1.       Menanamkan tauhid, Iman atau aqidah yang mantap

Tauhid harus ditanamkan sejak dini. Seseorang yang sempurna tauhidnya akan memiliki akhlak yang mulia, Rasulullah bersabda : “Mukmin yang sempurna imannya, bagus akhlaknya.” (HR. Tirmidzi). Menanamkan tauhid merupakan cara Luqman as. untuk mendidik anaknya. Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’.” (QS. Luqman : 13).

  1.       Berbuat baik kepada orang tua

Allah memberikan kita perintah agar berbuat baik kepada kedua orang tua. Allah berfirman : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orangtuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka akan Aku beritahukkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman : 14-15).

Kita harus selalu hormat kepada orang tua kita. Baik dalam perbuatan dan perkatan. Di depan atau di belakangnya.  Terlebih lagi ketika orang tua kita sudah lanjut usia. Bahkan Allah melarang kita berkata ‘ah’ kepada orang tua kita.

Baca Juga : Sedekah untuk Pendidikan Yatim & Dhuafa

Allah berfirman : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Isra : 23).

  1.       Rasa tanggung jawab

Setiap hal yang manusia perbuat di dunia pasti akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Allah berfirman : “…Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Isra : 36). Dengan menanamkan rasa tanggungjawab pada anak di usia dini, mereka akan tumbuh menjadi seseorang yang dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

  1.       Membiasakan shalat

Kebiasaan untuk mendirikan shalat harus di tanamkan sejak kecil. Allah memfirmankan nasihat Luqman as. pada anaknya : “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”  (QS. Luqman : 17)

  1.       Mencontohkan untuk menyeru kepada amar ma’ruf dan nahi munkar

Rasulullah bersabda : “Barangsiapa melihat kemungkaran , hendaklah dia mencegah dengan tangannya, bila tidak mampu hendaknya dia mencegah dengan lisannya, bila tidak mampu juga, hendaknya dia mencegahnya dengan hatinya, itulah selmah-lemahnya iman.” (HR. Muslim). Mencontohkan untuk menyeru kepada amar ma’ruf dan nahi munkar kepada anak bertujuan agar dia mengikutinya. Ketika dia menyeru untuk amar ma’ruf dan nahi munkar, dia memiliki tanggung jawab untuk melakukannya terlebih dulu.

  1.       Menanamkan sifat sabar

Dengan bersabar, kita dapat menghadapi segala macam cobaan yang Allah berikan. Menanamkan kesabaran pada anak membuatnya menjadi pribadi yang kuat dan dapat menghadapi segala macam ujian hidup ketika kelak dewasa. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153).

Enam pokok pendidikan ini telah diterapkan untuk anak-anak di asrama Griya Yatim & Dhuafa. Yuk sahabat, kita bantu didik anak-anak kita ini sebagaimana Luqman as. mendidik anaknya. Dengan cara berdonasi di donasiberkah.id agar mereka dapat menjadi masa depan islam yang makmur.

Bagi anak-anak yatim dan dhuafa, mungkin tak terbayangkan lebaran seperti apa yang akan mereka rasakan ditengah wabah corona ini. Segala puji bagi Allah, hadiah lebaran bagi mereka tahun ini hadir dengan begitu indahnya.⁣⁣

Ditengah wabah corona ini telah mempengaruhi semua sektor, khususnya sektor informal yang menjadi salah satu sektor yang paling terpukul karena pandemi ini.

Zilingo adalah platform teknologi dan perdagangan di industri mode. Melihat hal tersebut, Zilingo mendukung kampanye Keluarga Asuh milik Kitabisa.com, yang bertujuan untuk membantu para pekerja informal dan keluarga dengan kebutuhan pokok hingga tiga bulan ke depan.

Untuk mendukung kampanye ini, Zilingo juga telah mengimbau para pelanggannya untuk turut serta dalam kampanye mulia tersebut, dengan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.

Alhamdulillah 8000 Baju lebaran dari Zilingo adalah kado indah untuk anak-anak yatim dan dhuafa, kejutan yang tak mereka sangka ditengah wabah, yang membuat mereka tersenyum indah.⁣⁣

“Alhamdulillah, Terima Kasih banyak kepada Zilingo yang telah berbagi 8000 Baju lebaran, anak-anak yatim & dhuafa senang bisa mendapat hadiah di lebaran ini” Ujar Pak Arif Bukhori, selaku Pengurus Griya Yatim & Dhuafa.

Dari lubuk hati terdalam, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Zilingo yang telah menghadirkan kebahagiaan dan keceriaan lebaran bagi anak-anak yatim dan dhuafa di tengah wabah virus corona.⁣⁣

Kami mendoakan agar keberkahan, keberkahan, dan keberkahan selalu Allah limpahkan kepada @zilingoid @zilingoshoppingid @kitabisacom dan semua Orang Baik atas kepeduliannya kepada yatim dan dhuafa.⁣⁣

Teman baik yang juga ingin menyumbang atau menjadi penggalang dana masih dapat mengunjungi kampanye utama ‘Keluarga Asuh’ di laman https://kitabisa.com/campaign/keluargaasuh hingga 30 Juni 2020.

Sahabat, kita harus meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini merupakan hanya milik Allah saja. Allah berfirman : “Dan kepunyaannya (Allah) apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi…”  (QS An-Najm: 31). Segala yang ada pada diri kita, anak, harta, dan lainnya, hanyalah titipan dari Allah. Allah menguji orang-orang yang beriman dengan segala yang dimilikinya. Karena belum termasuk orang-orang yang beriman ketika ia belum mendapatkan ujian dari Allah. Yuk kita Bersihkan Harta Kita dari Hak Orang Lain.

Allah berfirman : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,’Kami telah beriman’, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabut : 2-3).

Bersihkan Harta Kita dari Hak Orang Lain

Ujian yang Allah berikan datang dari segala arah, termasuk dari harta kita. Allah menitipkan harta kepada kita sebagai ujian, karena harta yang kita miliki akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah. Rasulullah bersabda : “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan di mana ia keluarkan dan (4) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi).

Dalam harta yang dititipkan oleh Allah pada kita, terdapat hak-hak orang lain di dalamnya. Allah berfirman : “Bahwa dalam setiap harta terdapat hak orang lain (orang yang meminta-minta dan orang yang tidak meminta-minta).” (QS. Adz-Dzaariyat : 19). Oleh karena itu, kita harus membersihkan harta kita dari hak-hak orang lain, karena kita akan dimintai pertanggungjawaban atas hal tersebut.

Untuk mensucikan harta kita dari hak-hak orang lain, kita diperintahkan untuk menunaikan zakat. Zakat itu akan disalurkan kepada mustahik yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk (1) orang-orang fakir,(2) orang-orang miskin, (3) pengurus-pengurus zakat,(4) para mu’allaf yang dibujuk hatinya,(5) untuk (memerdekakan) budak, (6) orang-orang yang berhutang, (7) untuk jalan Allah dan (8) untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”  (QS. At-Taubah : 60).

Baca Juga : Amalan Sedikit Terus Menerus Lebih Dicintai Allah

Diluar kewajiban untuk menunaikan zakat, jika kita memiliki kelebihan, maka tidak baik bagi kita untuk bersifat bakhil. Allah berfirman : “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali-Imran : 180).

Maka bersedekahlah, karena selain dapat membantu saudara kita yang membutuhkan, bersedekah juga memiliki berbagai macam keutamaan. Seperti, menjauhkan bala bencana, membuka pintu rezeki, menghindari penyakit, dan lainnya. Kita tidak boleh khawatir harta kita akan berkurang dan habis, karena pada dasarnya harta itu merupakan titipan dari Allah.

Rasulullah juga bersabda : “Ada tiga hal yang aku bersumpah atas ketiganya, yaitu tidak akan berkurang harta mereka karena bersedekah, tidak ada seorang hamba pun yang dizalimi kemudian ia bersabar, pasti Allah akan menambahkan kemuliaan, dan tidak ada seorang hamba pun yang membuka pintu meminta-minta, kecuali Allah akan membukakan baginya pintu kefakiran.” (HR. At-Tirmidzi).

Yuk sahabat, kita bersihkan harta kita dari hak-hak orang lain dan jangan lah kita bersifat bakhil atas harta yang telah Allah titipkan kepada kita. Semoga Allah ringankan hati kita untuk menunaikan zakat dan juga bersedekah. Aamiin…