News

Sahabat Dermawan, membaca merupakan sarana untuk mendapatkan sebuah informasi. Dimana informasi yang diperoleh inilah yang akan mempengaruhi kualitas hidup si pembaca. Membaca terbukti ampuh dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, pemerintah melalui program pendidikannya telah melatih siswanya agar memiliki kemampuan membaca sejak kecil. Sehingga ketika dewasa nanti, tidak ada lagi yang mengalami buta huruf, bahkan bodoh karena tidak mau membaca. Maka yuk kita simak artikel tentang Ketahuilah Pentingnya Membaca.

Cendekiawan-cendekiawan bangsa juga terlahir dari lingkungan pendidikan yang didalamnya tidak terlepas dari baca membaca. Para pakar melalui penelitiannya juga mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat literasi sebuah bangsa, akan semakin tinggi pula tingkat peradaban bangsa tersebut.

Perintah Untuk Membaca

Islam adalah agama ilmu. Ayat perdana yang Diturunkan Allah subhanahu wa ta’ala adalah perintah untuk berilmu melalui aktivitas membaca. Salah satu rahasia kejayaan peradaban Islam telah Allah paparkan melalui ayat, “Baca lah, dengan Nama Rabb-mu Yang Menciptakan.” (QS. 96: 2).

Ketahuilah Pentingnya Membaca

Sahabat, ketika kita banyak membaca maka kita akan mendapat ilmu pengetahuan yang dapat kita terapkan di dalam kehidupan kita kak. Perlu kita ketahui di dalam ayat tersebut ada kata “iqra” yang dapat digunakan untuk objek apapun. Kita disuruh oleh Allah untuk membaca apa saja yang tertulis maupun yang terhampar, yang buruk ternyata juga boleh kita baca selama motivasinya adalah untuk membedakan antara yang haq dan bathil.

Sahabat, maka sudah seharusnya kita penuhi tuntutan Allah yang memerintah kan kita untuk membaca dan mensyukuri anugerah Nya dengan menjalankan apa yang Allah perintahkan. Dia memerintahkan RasulNya dan juga untuk umatNya.  

Baca Juga : Perbanyaklah Membaca Istighfar

Sedangkan ilmu mendahului ucapan dan amal, termasuk amalan agung yakni tauhid. Allah berfirman, “Ilmuilah! Sesungguhnya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah.” [QS. 47: 19]. Ayat ini mendorong Imam Bukhâri untuk menyusun bab khusus berjudul Al-’Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali (ilmu sebelum berkata dan beramal).

Tidak sembarang membaca. Dalam Islam, membaca adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah. Bacaan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah banyak sekali. Namun apabila diurutkan, maka yang pertama dan utama adalah Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi yang shahih dan hasan. Setelah itu Sirah Nabi, kemudian pembahasan aqidah, kitab-kitab fiqih dan tazkiyatun nafs dan pengetahuan ilmu lainnya yang sangat banyak sekali. Membaca adalah salah satu pintu ilmu, yang dapat menghantar kan kita kepada surgaNya Allah.

Sahabat, Yuk kita mulai gemar membaca karena banyak sekali anjuran dan manfaat yang akan di dapat dari membaca.         

⁣Yuk Kak kita hindari sifat malas, sebab malas merupakan sifat yang tercela. Terlebih lagi malas untuk menafkahi diri sendiri maupun keluarga.⁣ Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah bersabda : “Seseorang cukup dikatakan berdosa jika ia melalaikan orang yang ia wajib beri nafkah.” (HR. Abu Daud, no. 1692.).⁣ ⁣Daripada kita bermalas-malasan, yuk kita giat mencari nafkah yang halal dan baik.⁣ Maka Yuk Jangan Jadi Pemalas, kita harus produktif selalu ya.

⁣Sahabat, ketahuilah ketika kita bekerja atau mencari nafkah Allah menilainya sebagai ibadah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :⁣ “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi).” (HR. Muslim no. 995).⁣

⁣Imam An-Nawawi mengatakan, “Nafkah kepada keluarga itu lebih afdal dari sedekah yang hukumnya sunnah”.⁣ Yuk Kak kita tunaikan kewajiban wajib dan sunnah kita, semoga Allah meridhai kita semua. Aamiin⁣

Inilah Tips Agar kita tidak malas bekerja, diantaranya yaitu :

Yuk Jangan Jadi Pemalas

  1. Ketahuilah bahwa setiap orang akan mendapatkan rezekinya sampai ia meninggal dunia.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda : ““Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah, 8:129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).

Baca Juga : 3 Cara Mengatasi Malas

Dan di dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman : “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6).

  1. Cari Pekerjaan yang Halal

Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Allah menyuruh kepada kita untuk mencari rezeki yang baik dan halal. Agar ketika kita beribadah dan berdoa kepadaNya terkabulkan.

Sahabat, yuk jangan jadi pemalas, kita harus semangat dalam mencari nafkah,  bekerjalah ,dan carilah rizki dengan cara yang baik dan halal.

Sahabat Dermawan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan maklumat kepada kita semua. Agar tetap melaksana kan tiga amalan dan dianjurkan untuk tidak meninggalkannya, sebab Rasulullah pun tidak pernah meninggalkan amalan tersebut, karena keutamaannya begitu banyak dan bermanfaat bagi kita kak..

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :Abu Hurairah berkata, “Kekasihku, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, berwasiat dengan tiga hal, (sholat) witir sebelum tidur, puasa tiga hari di setiap bulan, dan salat dhuha.

Dalam pembahasan kali ini kita akan bercerita tentang keutamaan dan kemuliaan orang yang melaksanakan shalat dhuha. Diriwayatkan di dalam hadits Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).

Yuk Kita Shalat Dhuha

Sahabat Dermawan, perlu kita ketahui bahwa amalan-amalan tersebut, merupakan suatu amalan yang bernilai bersedekah atas tulang persendian yang kita miliki kak, ada beberapa amalan juga yang bisa membantu kita untuk menunaikan sedekah atas tulang persendian kita. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad).

Baca Juga : Inilah Keutamaan Waktu Dhuha

Sahabat, sesungguhnya Allah Ta’ala akan melipat gandakan bagi siapa yang mau melaksanakan shalat dhuha, bahkan pada rakaat yang dikerjakan memiliki pahala tersendiri, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barang siapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barang siapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia di selamatkan di hari itu. Barang siapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barang siapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di syurga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Yuk kak,dhuha dulu Insya Allah dengan shalat dhuha, setiap urusannya dipermudah, rezekinya berlimpah dan hatinya jauh dari gundah sebab selalu dekat dengan Sang Maha Pencipta Allah Ta’ala yang Maha memberikan yang terbaik untuk setiap hambaNya.

Tetap semangat beraktivitas ya kak. Semoga setiap urusannya berada dalam kelancaran. Aamiin

Sahabat Dermawan, mencari rezeki merupakan sebuah tuntutan kehidupan yang tidak mungkin seseorang dapat menghindar darinya. Dan tidak ada satu pun manusia yang tidak suka terhadap harta dan tidak senang jika rezekinya melimpah. Namun di dalam mencari sebuah rezeki, hendaknya kita memperhatikan halal dan haramnya kak.

Allah Yang Maha Mengetahui telah menguraikan jati diri manusia dalam firmanNya :“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (Qs. Al-Fajr : 89:20).

Cinta harta dan dunia adalah sifat dasar manusia, dan yang menjadi pembeda adalah keimanan dan ketakwaan yang tersimpan dalam dada. Seberapa jauhkah kita bisa mengendalikan diri dalam mencarinya. Seberapa kuat bisa memimpin diri dalam memperolehnya. Banyak manusia yang mengadu nasib demi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan cara semaunya, tanpa peduli apakah cara itu mengundang ridha Allah Azza wa Jalla atau tidak?

Mencari harta yang halal

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah menganyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram” (HR. Ibnu Majah).

Sebab jika seseorang mencari harta yang tidak halal, maka itu merupakan salah satu penyebab Allah murka dan akan dilemparkan kedalam neraka jahanam. Sebagaimana Rasulullah ahallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barang siapa mendapatkan harta dengan cara yang berdosa lalu dengannya ia menyambung silaturrahmi atau bersedekah dengannya atau menginfakkannya di jalan Allah, ia lakukan itu semuanya maka ia akan dilemparkan dengan sebab itu ke neraka Jahanam” (HR. Abu Daud).

Sahabat, jika seseorang memakan dari harta yang haram maka ia akan terhalang dari syurganya Allah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak akan masuk syurga sebuah jasad yang diberikan dengan yang haram” (HR. Abu Ya’la). Maka setiap dari kita hendaknya jauhilah dari harta yang haram.

Baca Juga : Kekalkan Harta Dengan Bersedekah

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah : 168).

Kak, mencari harta (makanan) yang halal merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qudamah : “Ketahuilah bahwa mencari nafkah (rezeki) yang halal adalah fardhu atas setiap muslim”

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya” (QS. Al-Maidah : 88).

Yuk Kak, senantiasa kita berusaha mencari harta yang halal agar hidup kita berkah.

Sahabat Dermawan, hari jum’at adalah hari yang paling utama dari semua hari dalam sepekan. Terdapat banyak hadits yang menjelaskan agar umat Islam melakukan ibadah-ibadah wajib maupun sunnah, sehingga bisa meraih pahala yang besar dan ganjaran yang banyak. Berikut Adapun beberapa sunnah yang harus dilakukan pada hari jum’at, sebagai berikut.

Pertama, berpakaian bersih dan memakai wangi-wanigan. Dari Salman radhiyallahu anhu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mandi pada hari jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua jum’at.” (HR. Bukhari). 

Dan Allah juga memerintahkan didalam firmanNya : “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap memasuki masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf : 31).

Amalan-Amalan Pada Hari Jum’at

Kedua, menghentikan aktivitas jual beli dan menyegerakan ke masjid. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari jum’at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli yang demekin itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Jumu’ah : 9).

Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata, “Kami berpagi-pagi menuju shalat jum’at dan tidur siang setelah shalat jum’at.” (HR. Bukhari). 

Ketiga, shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat jum’at. Abu Hurairah radhiyallahu anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian datang untuk shalat jum’at, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim). 

Keempat, membaca surat Al-Kahfi. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR. Hakim, 3349). 

Baca Juga : Tunda Mudik Segerakan Sedekah

kelima, memperbanyak shalawat. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat dan malam Jumat.” (HR. Baihaqi).

Dan yang terakhir Memperbanyak doa. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.” (HR. Abu Dawud)

Sahabat, sudah sepantasnya seorang Muslim memanfaatkan hari yang mulia dan penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya, dan jangan sampai kita melewatkannya dengan hal-hal yang sia-sia.

Sahabat Dermawan, dalam kehidupan akan selalu dihadapi oleh ujian. Ujian datang dengan bentuk yang berbeda-beda, terkadang ujian itu berupa kenikmatan dunia yang membuat kita lalai dalam menjalankan perintah Allah. Namun, terkadang juga ujian itu berupa suatu kesulitan dalam hidup, seperti kemiskinan, penyakit, bencana alam dan lainnya yang sulit kita prediksi.

Namun hanyalah kesabaran yang dapat memberikan sensasi yang positif bagi diri kita kak,  Sabar merupakan  sebuah kunci  di dalam menjalankan sebuah ujian. Namun sabar adalah hal yang sangat sulit untuk diimplementasikan dalam kehidupan.

Maka dari itu, Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk bersabar. “Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik.” (QS. Al-Ma’arij 70 : 5).

Di dalam ayat tersebut menyuruh kepada kita untuk selalu bersabar dengan kesabaran yang baik. Kesabaran yang baik itu adalah kesabaran yang tidak ada kesedihan dan juga keluh kesah terhadap keadaan tersebut. Kesabaran dalam keadaan yang sempit merupakan ladang pahala bagi kita, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala buat mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10).

Allah Menjanjikan Banyak Pahala untuk HambaNya yang Bersabar

Sahabat, maka sudah sepatutnya kita untuk bersungguh-sungguh dalam bersabar. Karena ketika seorang hambaNya mau untuk bersabar dalam menjalankan kehidupan, maka Allah akan memberikan kesabaran tersebut. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Siapa yang sungguh-sungguh untuk bersabar, maka Allah akan mudahkan kesabaran baginya. Dan tidaklah seseorang di anugerhkan (oleh Allah Shubhanahu wa Ta’ala) pemberian yang lebih baik dan lebih luas keutamaannya) dari pada sifat sabar” (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah Ta’ala menyuruh kepada setiap hambaNya untuk bersabar dan lapang dada di dalam melakukan segala hal. Serta mintalah pertolongan kepad Allah dengan bekal sabar dan shalat dalam menangani semua urusan hidup. Begitu pula bahwa sabar menjadi sebab hamba bisa meraih kenikmatan yang abadi yaitu surga.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman kepada penduduk surga, “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian” (QS. Ar- Ra’ad : 24). Allah juga berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.” (QS. Al Furqaan [25] : 75).

Di dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman : “Dan bersabarlah. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al-Anfal : 46). Ada beberapa hal yang Allah berikan karunianya kepada Orang yang bersabar, dan tidak diberikan kepada selain mereka.

Baca Juga : Bersabarlah dengan Kesabaran yang Baik

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al-Baqarah : 157).  

“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dan apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.s. An-Nahl: 96)

Dan Allah pun menjanjikan pahala yang besar bagi hambaNya yang bersabar. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menguatkan hati kita dan memberikan kita kesabaran.

Sahabat Dermawan, di antara hak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disyari’atkan Allah subhanahu wa ta’ala atas ummatnya adalah agar mereka mengucapkan shalawat dan salam untuk beliau. Allah subhanahu wa ta’ala dan para Malaikat-Nya telah bershalawat kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada para hamba-Nya agar mengucapkan shalawat dan taslim kepada beliau.

Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56).

Kemuliaan Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam pun telah di buktikan dengan ayat diatas bahwa Allah Shubhanahu wa ta’ala dan para malaikat memberikan shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penghormatan kepadaNya.

Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam

Sahabat, tidaklah ada keraguan bahwa membaca shalawat merupakan bagian dari penghormatan, maka ketika kita di perintahkan oleh Allah untuk membaca shalawat, sama halnya kita mendoakan Nabi Muhammad. Maka wajib atas Nabi Muhammad melakukan hal yang sama yaitu mendoakan kepada orang yang bershalawat kepadNya.

Sebagaimana Allah Shubhanahu wa Ta’ala berfirman : “Maka lakukanlah penghormatan dengan penghormatan yang lebih baik atau kembalikanlah penghormatan itu” (QS. An-Nisa : 86). Doa dari Nabi inilah yang disebut dengan syafaat.

Selain perintah bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah di dalam nash Al-Qur’an. Allah subhanahu wa ta’ala juga akan membalas setiap umat Islam yang bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sepuluh kali pada setiap sekali shalawat.

Baca Juga : Pesan Nabi Kepada Umatnya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, : “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408).Kata Al-Qadhi Iyadh sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (4: 116) menyatakan bahwa yang di maksud yaitu Allah akan memberikan ia rahmat dan akan dilipat gandakan karena setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh yang semisal.

Sahabat dermawan, shalawat juga adalah bukti cinta kita salah satunya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka sudah sepatutnya kita menyempatkan untuk bershalawat kepada Beliau atau ketika mendengar nama Beliau di sebutkan.

Sahabat Dermawan, banyak sekali pembahasan mengenai tuntunan menghadapi kematian. Tentunya kita mengetahui kapan Allah akan memerintah kan malaikat izrail untuk mencabut nyawa kita, kematian merupakan suatu hal yang pasti akan terjadi dan itu masih menjadi sebuah misteri, sebab Allah telah merahasiakan itu semua. Kematian tidak mengenal tempat, usia tua maupun muda, tidak mengenal jabatan , tinggi rendahnya kedudukan seseorang, sebab semua yang bernyawa akan mengalami kematian.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa di jauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” (QS Ali Imran: 185).

Berbicara seputar tuntunan mengenai perihal menghadapi kematian mungkin sudah banyak orang tahu, perlu kita ketahui ada satu hal dimana tidak banyak orang yang mengetahui hal ini. Ada dua hari dan dua malam setelah kematian, dimana kala itu saat-saat yang mengerikan melanda. Ketegangan yang begitu dahsyat menyelimuti setiap insan yang telah mengalami kematian, tidak seorang pun mengetahui hebatnya kengerian dua hari dan dua malam itu.

Dua Hari dan Dua Malam yang Mengerikan

Malam Yang Mengerikan

Dikatakan oleh Imam Hasan Al-Bashri dalam kitabnya, Ahwal Ahlil Qubur, mengatakan : “Ada dua malam dan dua hari yang tak pernah seorang pun mengetahui kengerianya.  Dua malam itu adalah malam pertama di alam kubur dan malam di mana keesokan harinya terjadi kiamat. Dua hari itu adalah hari di mana datangnya pemberi kabar dari Allah yang mengabarimu, apakah engkau masuk syurga atau neraka. Dan hari ketika diberikannya catatan amalmu, apakah dari kanan atau dari kirimu.”⁣

Sudah jelaskah penuturan imam al bashri mengenai dua hari dua malam yang mengerikan tersebut. Pelajaran terbesar bagi kita semua mengenai hal ini agar senantiasa memperbanyak amal sholeh agar allah swt memudah di setiap fase perjalanan  yang akan dilalui setelah kematian, sebab amal sholeh lah yang akan menjelma sebagai penuntun dan petunjuk bagi siapa yang memiliki banyak amal sholeh.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan di kembalikan kepada keluarganya dengan gembira. Dan adapun orang yang menerima catatannya di berikan dari sebelah belakang, maka dia akan berteriak, “celakalah aku!”, dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala” (QS. Al-Insyiqaq : 7-12)

Baca Juga : Lima Waktu Yang Dilarang Untuk Tidur

Sungguh sangatlah mengerikan sekali, dengan apa yang akan terjadi saat kita telah berada di fase tersebut dimana dua hari dua malam yang begitu dahsyat mengerikan nya, tidak ada satupun orang yang mengetahui nya.

Maka dari itu, selagi kita masih hidup. Yuk Kak, mari kita tingkatkan amal dan ibadah kita sebagai bekal di akhirat kelak, dan senantiasa selalu meminta ampunan kepada Allah Ta’ala, karena tidak ada yang dapat menolong ketika kita terjerumus kedalam jurang api neraka melainkan pertolongan Allah Ta’ala. Di kerenakan amal ibadah yang kita lakukan dan Allah pun ridha sehingga dapat menolong kita semua dari dahsyatnya fase perjalanan yang mengerikan tersebut.

Sahabat Dermawan, manusia adalah makhluk yang lemah. Tidak ada satupun manusia yang dapat menyebabkan suatu kemudharatan dan tidak ada  manusia yang bisa memberikan manfaat tanpa seizin Allah. Manusia juga tidak ada dapat memberikan perlindungan dan manfaat, hanya Allah yang dapat memberikan perlindungan dan manfaat. Meskipun terkadang melalui perantara manusia atas seizinNya.

Maka sangat tidak pantas bagi seorang makhluk untuk meminta perlindungan selain kepada Sang Khalik. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui” (QS. Al-Ankabut : 41).

Di dalam ayat tersebut mengajarkan kepada kita bahwa setiap ada  sesuatu maka hendaknya berharap hanya kepada Allah, jangan kepada manusia karena manusia tidak mempunyai kekuatan. Jika kita mengharap kepada manusia, kalau dia pergi maka akan ada rasa kecewa. Akan tetapi kalau kita hanya berharap pada Allah Ta’ala, Rabb tidak akan pernah pergi dari hambaNya yang mau berharap kepadaNya.

Jangan Pernah Berharap Kepada Makhluk

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “ Dan kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap” (QS. Al-Insyirah : 8). Dan di dalam ayat yang lain : “dan hanya kepada Allah hendakNya kamu bertawakal jika kamu bener-bener orang yang beriman” (QS. Al-Maidah : 23).

Sebagai manusia, maka sudah sepantasnya kita hanya berharap kepada Allah Ta’ala. Bila kita terlalu berharap pada pada makhlukNya, kita akan menemukan kekecewaan yang amat teramat mendalam. Makhluk pun memiliki berbagai kekurangan yang belum tentu bisa membantu serta menyelesaikan masalah kita kak.

Sebagaimana yang di katakan oleh Syaikh Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata : “Demi Allah, seandainya engkau benar-benar putus asa dari makhluk hingga engkau tidak berharap sedikitpun dari mereka, niscaya Allah akan memberimu semua yang engkau inginkan.”

Baca Juga : Dengan Sedekah Memudahkan Segala Urusan

Sahabat, maka mulai saat ini jangan pernah berharap apapun dari makhluk. Karena sesungguhnya Allah lah yang tahu segala aktivitas kita, segala apapun keinginan dan apapun yang terbaik untuk kita. Orang tidak akan bisa membawa manfaat kecuali atas izin Allah Ta’ala, mau ngapain berharap-harap ke makhluk.

Yuk Kak, jangan pernah berharap kepada makhluk, karena akan ada muncul rasa kecewa ketika ia telah pergi.

Sahabat Dermawan, bercanda memang telah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Tidak peduli seberapa tinggi jabatannya atau setua apakah ia, hampir setiap orang pernah bercanda dengan keluarga, teman atau bahkan orang yang baru dikenalnya. Yuk kita simak Inilah Adab Bercanda Dalam Islam.

Dalam Islam, interaksi antara individu memiliki batasan tertentu yang mesti dipahami. Termasuk soal bercanda pun ada adabnya. Apa sajakah itu? Simak selengkapnya berikut ini.

Inilah Adab Bercanda Dalam Islam yang perlu kamu ketahui,diantaranya yaitu :

Inilah Adab Bercanda Dalam Islam

 

  • Tidak Berbohong atau Berdusta

 

Apabila seorang bercanda dengan kedustaan, ia telah keluar dari batasan mubah (boleh) kepada keharaman. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Celakalah orang yang bercerita lalu berdusta untuk membuat tawa manusia, celakalah ia, celakalah ia,” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim dari Mu’awiyah bin Haidah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah menyatakannya hasan dalam Shahih al-Jami’).

 

  • Tidak Tertawa Berlebihan

 

Dalam bercanda juga dilarang untuk tertawa secara berlebihan hingga menimbulkan suara yang keras dan kebisingan tersendiri. Larangan tertawa berlebihan dalam Islam. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Janganlah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.” (Shahih Al Jami’ no. 7435, dari Abu Hurairah)

 

  • Tidak Bercanda dengan Ayat-ayat Al-Quran

 

Tidaklah diperkenankan seseorang bermain-main dengan ayat-ayat Al-Quran. Sehingga mengakibat kan bisa merendahkan ayat-ayat suci Al-Quran yang mulia.

Sedangkan ayat-ayat Al-Quran adalah firman Allah. Lalu bagaimana apabila mempermainkan firman-firman Allah? maka sama saja dengan mempermainkan yang pencipta alam semesta ini.

 

  • Tidak Mengolok-olok Lewat Candaan

 

Cukuplah satu firman Allah dalam Al-Quran ini sebagai dalil larangan mengolok-olok walaupun lewat candaan sehingga mengakibat kan adanya permusuhan dan pertengkaran antar sesama.

Baca Juga : Tanamkanlah Akhlak Pada Anak sejak Dini

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah beriman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim,” (QS. Al-Hujarat : 11).

Itulah ulasan tentang adab bercanda dalam Islam yang perlu diketahui. Semoga kita termasuk hamba yang memiliki sifat orang yang bertakwa sehingga bisa senantiasa melakukan berbagai perbuatan dengan menjadikan sudut pandang Islam sebagai pertimbangannya. Aamiin.