News

Sedekah (shodaqoh) sudah menjadi umum bagi semua kalangan, pelakunya disebut sebagai orang yang baik. Tahukah Anda bahwa sedekah merupakan bukti keimanan seseorang? Lihat saja akar katanya, sedekah berasal dari kata ash-Shidiq yang berarti jujur.

Di antara kebaikan yang akan bermanfaat bagi seorang manusia kelak di akhirat adalah shadaqah yang dia berikan ketika dia hidup di dunia. Allah ta’ala berfirman:

“Dan barang-barang baik yang engkau semua nafkahkan itu adalah untuk dirimu sendiri dan engkau semua tidak menafkahkannya melainkan karena mengharapkan keridhaan Allah, juga barang-barang baik yang engkau semua nafkahkan itu, niscaya akan dibalas kepadamu dan tidaklah engkau semua dianiaya.” (Al Baqarah: 272)

Sedekah Bukti Keimanan Kita

Tahukah sahabat apa saja bukti Keimanan kepada Allah? 

Salah satu bukti keimanan seorang muslim adalah shadaqah. Ini ditunjukkan dalam hadits dari sahabat Al Harits bin Ashim Al Asy’ari, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanallah walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, shalat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti keimanan.”⠀(HR. Muslim)⠀

Baca Juga : Murah Hati di Bulan Suci Ramadhan

Kenapa shadaqah disebut sebagai bukti keimanan? Hal ini karena harta adalah perkara yang dicintai oleh jiwa kita. Berat bagi diri kita untuk melepaskannya. Sehingga ketika seseorang merelakan hartanya tersebut di jalan Allah, maka ini adalah bukti yang menunjukkan kecintaannya kepada Allah subhanahu wata’ala. 

Maka kita lihat sendiri, semakin tinggi keimanan seseorang, semakin banyak pula dia bershadaqah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling tinggi keimanannya. Beliau tidak pernah tanggung-tanggung dalam bershadaqah. Pernah beliau menyedekahkan kambing beliau. Apakah satu ekor, atau dua ekor saja? Tidak. Beliau bershadaqah dengan satu lembah kambing.

Tentang hakikat kebaikan, Allah ungkap dalam salah satu firman-Nya,

“Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian infakkan apa yang kalian cintai.” (Surat  Ali Imran: 92)

Keutamaan Bersedekah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

  • “Sedekah dengan rahasia bisa memadamkan murka Allah.” (Shahih at-Targhib, 888)
  • “Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api.” (Shahih at-Targhib, 866)
  • “Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari Kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (Silsilah as-Shahihah, 3484).
  • “Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (Shahih At-Targhib, 744).
  • “Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah’, sementara malaikat satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit.’ ”(HR. Bukhari dan Muslim).
  • “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Sahabat dermawan mudahkan mengamalkannya? ⠀

Ayo sahabat, jangan ragu kita dalam beramal, salah satunya bersedekah apalagi sedekah di bulan penuh berkah pahala pasti bertambah⠀

Walau hari ini #DirumahAja semua kebaikan masih bisa kita lakukan⠀

Sahabat dermawan, #Dirumahaja tidak membuat Nada Faizah anak asuh binaan Asrama Cabang Cibubur sepi berkarya, Nada begitu panggilannya mengisi Learning from Home (LFH) dengan aktifitas yang cukup, bantu memasak, olahraga dan mengasah minat Kaligrafinya. ⠀

kaligrafi Adalah suatu corak Tulisan Bermotif atau bentuk seni menulis indah dan merupakan Sebuah keterampilan tangan. 

Kaligrafi Banyak Yang Menyamakan Dengan Tulisan tulisan Arab. Padahal tidak. Semua tulisan tangan yang indah dan rapih bisa juga disebut kaligrafi. Mungkin karena bahasa indonesia yang tidak mempunyai keaksaraan yang kuat, sehingga tulisan indah dalam bahasa Indonesia hampir tidak ada.

Seni Kaligrafi Adalah seni menulis indah yang dibentuk dengan mengutamakan keindahan yang terdapat pada bentuk huruf yang telah dimodifikasi atau digayakan sehingga mempunyai nilai estetika

Baca Juga : Rutinitas Tadarus Al-Quran Anak Asuh Pada bulan Ramadhan

Dia juga menambahkan seni seperti ini  akan memunculkan suatu kreativitas yang dimiliki siswa untuk mengembangkan bakat yang mereka miliki dalam pembuatan Kaligrafi. “Dengan seni kaligrafi akan menambah kecintaan mereka terhadap ajaran agama Islam,”pungkasnya.

Kreasi Kaligrafi Anak Asuh Binaan Griya Yatim & Dhuafa (GYD)⠀

                                          Foto Dokumentasi Anak Asuh

Nada bilang, “Meskipun kegiatan kita di rumah, kita harus tetap semangat untuk menjalani kewajiban kita sebagai pelajar.”⠀

Adapun manfaat mempelajari kaligrafi yang di antaranya adalah:

  • Menjaga Al-Qur’an dan sunnah
  • Untuk menyalurkan kemampuan seni seorang muslim
  • Memudahkan dalam menghafal Al-Qur’an
  • Melatih Kesabaran
  • Menambah Kecintaan terhadap Ayat Qur’an
  • Membuat ayat Al-Qur’an, Sunnah, dan Bahasa Arab Tersampaikan dengan Benar
  • Meningkatkan Kreatifitas

Ayo sahabat dermawan tetap semangat dalam menjalankan aktifitas, selalu berdo’a & bertawakkal⠀

Semoga Nada dan jutaan anak Indonesia lainnya terus bisa berkarya untuk kemajuan bangsa & negara, aamiin⠀

Bulan Ramadhan ini sangat identik dengan bulan puasa. Ini dikarenakan setiap umat islam diwajibkan untuk berpuasa satu bulan penuh. Seperti yang telah kita ketahui, berpuasa merupakan salah satu dari rukun islam. Itu artinya kewajiban untuk berpuasa sama dengan shalat fardu. Puasa yang di maksud adalah kewajiban berpuasa dibulaan Ramadhan. 

Meninggalkan puasa Ramadhan tanpa ada uzur yang jelas maka hukumnya dosa. Jika memiliki uzur untuk tidak berpuasa maka wajib untuk menggantinya dengan berpuasa di luar bulan puasa. Jadi, puasa wajib dibulan Ramadhan sangatlah penting dan tidak bisa ditinggalkan.

Di bulan yang suci ini kita diperintahkan untuk berpuasa. Dalam menjalani puasa kita diperintahkan untuk menahan haus dan lapar, menahan amarah, mengendalikan nafsu dan lainnya yang dapat membatalkan puasa. Pada bulan Ramadhan inilah kita dilatih untuk menjadi muslim yang lebih baik lagi. Kita dilatih dalam satu bulan penuh, untuk diterapkan di sebelas bulan setelahnya. Itulah salah satu tujuan  dari bulan Ramadhan ini.

Hikmah dalam menjalankan puasa ada banyak. Selain sebagai sarana untuk mengendali kan nafsu, kita juga dilatih untuk mencegah diri kita dari perbuatan maksiat. Rasulullah bersabda : “Bukanlah puasa itu sebatas menahan dari lapar dan haus, tetapi hakikat puasa itu ialah menahan diri dari perbuatan yang sia-sia dan ucapan-ucapan yang tidak layak (rafats).” (HR. Ibnu Majah). Menjauhi perbuatan yang sia-sia dan ucapan yang tidak layak merupakan bagian dari berpuasa.

Baca Juga : Murah Hati di Bulan Suci Ramadhan

Menjaga lisan bukanlah suatu perkara yang mudah. Menjaga lisan kita dari perkataan yang buruk sangat sulit dilakukan jika belum terbiasa. Oleh karena itu dengan datang nya bulan Ramadhan ini, kita dilatih untuk terbiasa menjaga lisan kita, terlebih lagi dari perkataan yang dusta. 

Menjaga Lisan ketika Berpuasa

 

Karena pada saat kita berpuasa kita tdiak boleh berdusta, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”. (HR. Bukhari).

Menurut Izzudin bin Abdis Salam dalam kitab Maqashidus Shaum, Ia mengatakan : “Puasa memiliki beberapa faidah; meningkatkan kualitas iman, menghapus kesalahan, mengendalikan syahwat, memperbanyak sedekah, menyempurnakan ketaatan, meningkatkan rasa syukur, dan mencegah diri dari perbuatan maksiat.”.  

Puasa yang sah adalah puasa yang diterima oleh Allah, puasa yang diterima adalah puasa yang maksudnya tercapai. Lalu apa maksud dari puasa itu? Adalah berakhlak dengan akhlak yang baik. Maka, jika dengan berpuasa dia dapat memperbaiki akhlaknya, puasa yang ia lakukan diterima oleh Allah.

Banyak faidah dari berpuasa, tapi kebanyakan orang berpuasa hanyalah pada bulan Ramadhan saja. Padahal dengan menjalankan puasa-puasa sunnah diluar bulan Ramadhan kita dapat lebih melatih diri. Seorang Ahli puasa pasti memiliki tutur kata yang baik. Karena ia telah terbiasa untuk tidak mengeluarkan perkataan yang tidak layak. Itu sebagai hasil dari latihan atau terapi yang dijalaninya ketika ia berpuasa.

Oleh karena itu, di bulan suci Ramadhan ini, kita harus bisa memperbaiki akhlak kita dan menjadi muslim yang lebih baik. Jangan sampai apa yang kita lakukan pada bulan Ramadhan ini langsung memudar ketika kita keluar dari bulan Ramadhan ini. Maksudnya adalah kita tidak lagi bisa menerapkan apa yang telah kita latih di bulan Ramadhan, pada bulan-bulan selanjutnya. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik ketika kita keluar dari bulan Ramadhan ini. Aamiin…

Pada saat ini, kita berada di tengah-tengah wabah virus corona. Kita dianjurkan untuk sebisa mungkin tetap berada didalam rumah sampai wabah virus corona ini mereda. Sejak kita dianjurkan untuk tetap berada di rumah, kita melakukan rutinitas yang relatif sama tiap harinya. Jadi kita harus sebisa mungkin membuat skema rutinitas yang efektif, meskipun kita hanya berada dirumah.

Terutama di bulan Ramadhan ini, kita perlu menyeimbangkan kegiatan kerja kita, dengan kegiatan ibadah. Jangan sampai kita melalaikan salah satunya, karena keduanya cukup penting. Maka dari itu kita harus mengatur kegiatan harian kita agar jadi lebih efektif.

Rutinitas Tadarus Al-Qur'an Anak Asuh Griya Yatim & Dhuafa Selama Ramadhan

Begitu pula anak-anak asuh Griya Yatim & Dhuafa, memasuki bulan suci Ramadhan anak-anak asuh Griya Yatim & Dhuafa mulai fokus untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Selain sudah menjadi rutinitas tahunan di bulan turunnya Al-Qur’an ini, ini menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat sebagai rutinitas harian kita ditengah wabah virus corona ini. Hali ini juga membuat anak-anak asuh binaan Griya Yatim & Dhuafa bersemangat saling berlomba dalam mengkhatamkan Al-Qur’an. 

Baca Juga : Perbaiki diri, Luruskan Niat

Walaupun menjadi sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akibat ada wabah virus corona, namun mereka masih tetap semangat. “Meskipun Ramadhan tahun ini berbeda suasananya karena sedang ada wabah, tapi kita tetap harus menjaga semangat membaca Al-Qur’an di bulan mulia ini ka.” Ujarnya. 

Mereka juga berdoa kepada Allah agar wabah virus corona ini mereda sebelum Hari Raya, sehingga mereka dapat merayakannya seperti tahun-tahun sebelumnya. “Semoga sebelum lebaran nanti Allah angkat wabah ini, dan kita bisa merayakan Hari Raya seperti tahun-tahun sebelumnya. Aamiin.” Tutur dia.

Yuk bersama LAZNAS Griya Yatim & Dhuafa kita berdoa kepada Allah “Ya Allah, segera angkat wabah virus corona dari bumi ini ya Allah agar kami semua dapat beraktivitas kembali. Aamiiin aamiiin yaa Rabbal ‘Alamiiin.” 

Dalam mengoperasikan sebuah alat, atau untuk membuat sesuatu, agar sesuai dengan yang kita inginkan, kita membutuhkan yang namanya pedoman. Begitu juga dengan menjalani kehidupan ini, kita membutuhkan sebuah pedoman, pedoman yang telah mencakup segala aspek kehidupan, yaitu Al-Qur’an. 

Namun hanya dengan Al-Qur’an saja tidak cukup, karena ada beberapa hal yang tidak tercantum dalam Al-Qur’an. Untuk itulah kita membutuhkan pedoman yang lain, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, atau yang bisa kita sebut juga sebagai panutan dan tauladan.

Sahabat dermawan, betapa luhur akhlak Rasulullah, begitu luhur akhlaknya sampai-sampai Allah abadikan keluhuran akhlaknya dalam Al-Quran. Dalam Al-Qur’an disebutkan : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab : 21). 

Oleh karena itu, untuk menjalani kehidupan, kita harus mengikuti pedoman kita yaitu Al-Qur’an dan juga mengikuti teladan kita yaitu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, agar kita mendapatkan ridho Allah dan selamat di dunia dan akhirat.

Murah Hati di bulan Suci Ramadhan

Terutama di bulan Ramadhan ini, kita harus menjalaninya dengan semaksimal mungkin. Karena hanya Allah yang tahu apakah kita akan berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan yang selanjutnya. Pada bulan Ramadhan ini setiap amalan dilipatgandakan, ini adalah alasan kenapa kita harus lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah dan meningkatkan ketakwaan kita. Oleh karena itu kita harus melakukan segala hal nya lebih baik lagi ketika dibulan Ramadhan.

Mungkin kita amat jarang untuk shalat malam ketika di luar bulan Ramadhan. Maka kita harus lebih rajin bangun untuk mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan ini. Kita juga mungkin membaca Al-Qur’an hanyalah sekedarnya saja, dibulan Ramadhan ini kita harus lebih semangat lagi untuk membaca Al-Qur’an, paling tidak kita dapat mengkhatamkam Al-Qur’an sekali di bulan Ramadhan. Dan begitu juga dengan amalan-amalan sunnah yang jarang kita lakukan, kita mesti mencoba untuk lebih sering mengamalkannya di bulan Ramadhan ini.

Baca Juga : Berbuat Kebaikan Agar Beruntung

Diantaranya yang sangat penting adalah memperbanyak sedekah.  Kita harus mencontoh Rasulullah dalam hal ini, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah orang paling murah hati. Ia semakin murah hati di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Demikianlah sosok Rasulullah yang merupakan teladan bagi kita semua. Seorang pribadi yang penuh dengan segala macam kebaikan.

Bulan Ramadhan yang dipenuhi dengan semangat berbagi ini adalah moment yang paling tepat untuk berbagi, karena begitu banyak keberkahan dalam berbagi. Kita mestinya ikut berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan mencoba utuk menjadi lebih murah hati. Allah berfirman : “… Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan…” (QS. Al-Baqarah : 148). Dengan berbagi kita dapat menciptakan kegembiraan bagi orang lain.

Terlebih lagi disaat pandemi virus corona ini, banyak sekali saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akibat terdampak pandemi virus corona ini. Kita seharusnya tidak menutup mata dari keadaan yang seperti saat ini. Kita harus membantu mereka dengan apa yang kita bisa lakukan untuk mereka.

Laznas Griya Yatim & Dhuafa (GYD) kini menampung donasi dari Sahabat Dermawan untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak oleh wabah virus corona ini. GYD juga melakukan berbagai program sosial yang berkaitan dengan hal ini. Ini merupakan wujud kepedulian kita terhadap sesama.

Yuk sahabat, ikut berdonasi di donasiberkah.id dalam program bersama lawan corona. Jangan sampai ketinggalan nih menjadi murah hati di bulan suci.

Niat merupakan hal yang paling penting dari setiap hal yang ingin kita lakukan. Setiap urusan yang kita lakukan di dunia ini harus diawali dengan sebuah niatan. Niatan bisa dalam arti tujuan yang ingin dicapainya, sebab tanpa tujuan kita tidak akan mencapai apapun. 

Definisi niat secara Istilah adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, beliau berkata, “Niat adalah maksud dalam beramal untuk mendekatkan diri pada Allah, mencari ridha dan pahalaNya.” (Bahjah Quluubil Abraar wa Qurratu ‘Uyuunil Akhyaar Syarah Jawaami’ul Akhbar hal. 5).

Begitu juga dalam hal selain beribadah, kita juga membutuhkan niat untuk menjalaninya, niat sebagai bentuk keseriusan dalam menjalani hal tersebut. Tanpa adanya niat yang kuat, kita tidak akan mencapainya apapun melainkan hanya rasa lelah saja di akhirnya. Agar lelah yang kita alami dapat membuahkan hasil dan berarti dihadapanNya, Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata,“Jika engkau tidak ikhlas maka jangan engkau berletih-letih”. (Bada’iul Fawaid 3/235).

Baca Juga : SUJUD, Tawakal Seorang Hamba Menghindari Wabah Virus Corona

Dari Umar radhiallahu‘anhu, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Semua amal itu tergantung niatnya dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena dunia yang ingin ia dapatkan  atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadist tersebut disebutkan bahwa setiap urusan itu memiliki niatan di dalamnya, maupun itu baik atau buruk perbuatannya pasti diiringi dengan niat didalamnya. Kemudian, apa yang dia dapat adalah apa yang telah dia niat kan. Bila berniat untuk kebaikan, maka dia dapat mendapatkan kebaikan, sebaliknya jika berniat untuk keburukan maka dia akan mendapat keburukan. Setiap amalan sangat tergantung pada niat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung niat, dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai apa yang dia niat kan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Perbaiki Diri, Luruskan Niat

Yang harus kita benar-benar yakin adalah bahwa Allah mengetahui apa yang kita niatkan dalam hati kita. Allah berfirman : “Sungguh, Allah mengetahui yang ghaib (tersembunyi) di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati” (QS. Fatir : 38). Jadi, Allah akan memberikan ganjaran yang sesuai dengan apa yang kita niatkan.

Yang mengetahui niat pada diri kita hanyalah Allah dan diri kita sendiri. Namun, niatan yang buruk akan dimaafkan oleh Allah jika kita belum melakukannya. Untuk mencapai sesuatu yang kita tuju, kita harus meluruskan niat kita terlebih dahulu. Sebaik-baiknya niat adalah niat yang ikhlas hanya karena Allah semata. Tidak hanya dalam hal beribadah, tapi di setiap urusan yang kita lakukan dan hadapi.

Setiap situasi yang sulit termasuk wabah virus corona ini tentu menguras banyak energi dan konsentrasi baik materil dan moril. Oleh karena itu, keikhlasan dalam melakukan hal apapun itu sangat lah diperlukan jika benar-benar ingin menggapai sesuatu.

Sahabat dermawan, ternyata kunci agar lelah tak sia-sia adalah niat yang lurus dan ikhlas semata-mata mengharap ridhoNya. Oleh karena itu kita harus meluruskan kembali niat kita, yaitu niat yang ikhlas hanya mengharapkan Allah Subhanahu Wata’Ala.

Kita telah disampaikan kepada bulan Ramadhan lagi, yaitu bulan yang penuh kebaikan dan juga semangat berbagi. Setiap orang berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Allah SWT berfirman : “…Berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan…” (QS. Al-Baqarah : 148). Dalam masalah akhirat kita memang seharusnya untuk berlomba-lomba, kita jangan hanya berlomba dalam masalah dunia. Itu semua karena pada bulan yang suci ini segala kebaikan akan dilipat gandakan. 

Dalam berbuat kebaikan, mestinya kita memiliki niat yang ikhlas hanya karena Allah SWT. Sebab, berbuat kebaikan yang tidak dibarengi dengan keikhlasan, dan sebaliknya malah dibarengi dengan riya’, itu akan menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT.

Maksud dari kata riya’ adalah ingin mendapatkan pujian dan imbalan selain dari Allah SWT dengan amalan akhirat yang di lakukannya, seperti puasa, sedekah, shalat, membaca Al-Qur’an, haji, dan lainnya. 

Semua amalan yang kita lakukan hanyalah karena hanya Allah SWT yang dapat memberikan kita pahala dan ganjaran kepada kita di akhirat. Orang-orang yang Riya’ akan berpikir bahwa dengan sedekah akan mengurangi hartanya jika tidak ada keuntungan di dalamnya. Sebagai orang yang beriman, tidak boleh kita memiliki sikap yang seperti itu.

Berbuatlah Kebaikan Agar Beruntung

Begitu pula dengan berbuat baik kepada orang lain. Kebaikan itu bukanlah untuk siapapun melainkan untuk dirinya sendiri. Allah SWT berfirman : “Jika kamu berbuat kebaikan, kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri (QS Al-Isra : 7). 

Dalam kehidupan yang hanya sementara ini, kita memang perlu untuk memperbanyak berbuat kebaikan sebagai bekal kita di akhirat nanti. Orang yang menggunakan akalnya, akan memilih bekal yang diperlukannya dan meninggalkan hal-hal yang tidak diperlukannya.

Baca Juga : Bersabarlah dengan Kesabaran Yang Baik

Allah SWT telah mengisyaratkan kepada kita bagaimana kita harus berbuat baik. Allah SWT berfirman : “Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah SWT telah berbuat baik kepadamu” (QS. Al-Qasas : 77). Yang di maksud dari ayat tersebut adalah, yaitu sebagaimana Allah SWT telah memberikan rezeki kepada kita tanpa balasan, begitu pula dengan kita yang seharusnya berbuat baik tanpa meminta balasan. Berbuat kebaikan bisa dalam hal apapun, bisa dengan pikiran, perbuatan, dan juga harta.

berbuat baik dengan pikiran adalah dengan tidak berprasangka buruk terhadap hal-hal yang belum pasti, kita harus berprasangka baik terhadap sesama muslim. Allah SWT berfirman : “…Jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa…” (QS. Al-Hujurat : 12). Banyak sekali aplikasi dari berbuat kebaikan dengan perbuatan misalnya pada kondisi pandemi virus corona ini adalah membantu orang yang sedang terdampak corona, atau menjadi relawan dalam program bantuan sosial dan yang lainnya.

Berbuat baik dengan harta adalah dengan sedekah, sedekah memiliki banyak sekali keutamaan terlebih lagi disaat bulan Ramadhan dimana pahalanya akan dilipat gandakan. Juga pada situasi wabah virus corona ini dimana bersedekah dapat menolak bala. Rasulullah bersabda : “Bersegeralah kalian untuk mengeluarkan sedekah, karena sungguh bencana tidak dapat mendahului sedekah”. (HR. Thabrani).

Griya Yatim & Dhuafa sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional telah dipercayai menyalurkan donasi-donasi yang terkumpul untuk program-program sosial guna membantu masyarakat terdampak wabah virus corona sebagi bentuk aksi nyata Bersama Lawan Corona

Sahabat dermawan, Yuk ikut berbuat kebaikan di bulan yang juga penuh dengan kebaikan ini, dengan cara berdonasi di donasiberkah.id. Allah SWT berfirman : “Wahai orang yang beriman, rukuklah, sujudlah dan sembahlah Allah SWT Rabbmu dan berbuatlah Kebaikan agar kamu beruntung”. (Qs. Al-Hajj : 77). Semoga Allah SWT membalas kebaikan-kebaikan kita dengan kebaikan yang lebih baik. Aamiin…

 

Sahabat dermawan, dampak penyebaran wabah virus corona tengah dirasakan oleh masyarakat di Indonesia. Tak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga berdampak terhadap perekonomian, khususnya ekonomi para pedagang kecil dan pekerja serabutan harian. Alhamdulillah Griya Yatim & Dhuafa melakukan Bantuan Sembako untuk Pedagang di Lingkungan Asrama Bukittinggi.

Para pedagang kecil/pekerja serabutan harian saat ini paling merasakan dampak dari wabah wabah virus corona ini. Seperti pedagang sayur, penjual telor, driver ojek online,sopir angkot, petugas kebersihan, tukang bagunan dan lainnya, yang tak hanya rentan dari sisi ekonomi, namun juga rentan dari sisi kesehatan. Jangankan memikirkan untuk membeli masker dan hand sanitizer atau physical distancing, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja mereka masih sangat kesulitan.

Bantuan Sembako untuk Pedagang di Lingkungan Asrama Bukittinggi

Melihat situasi seperti ini Laznas Griya Yatim & Dhuafa (GYD) terus bergerak dalam program Bersama Lawan Corona membantu para pedagang terdampak wabah virus corona ini.

“Alhamdulillah bantuan kepada para pedagang telah tersalurkan, semoga bisa membantu meringankan kebutuhan sehari-hari pada pedagang tersebut” Kata Bapak Imat Selaku Relawan Griya Yatim & Dhuafa Wilayah Bukittinggi”

Saat ini kebutuhan sehari-hari mereka sangat bergantung pada hasil berjualan. Akibat dampak wabah virus corona ini, kini jualan mereka sepi pembeli.

“Terima kasih banyak Griya Yatim & Dhuafa atas bantuan sembako ini” Ucap para pedagang.

Bagaimanapun dampak dari wabah virus corona ini adalah masalah yang harus  dihadapi bersama – sama. Wabah ini bukan saja berdampak pada kesehatan, tapi juga ekonomi masyarakat.

Sahabat Dermawan, Yuk bersama Griya Yatim & Dhuafa kita bantu masyarakat yang terdampak wabah virus corona khususnya para pedagang . Dengan Bantuan Sembako untuk Pedagang di Lingkungan Asrama Bukittinggi yang Sahabat berikan akan membantu meringankan beban yang ditanggung oleh mereka sehari-hari nya. 

Dengan berdonasi di donasiberkah.id kita dapat membantu ekonomi para pedagang dari dampak akibat dari wabah virus corona.

Ayo, Kita Bantu Mereka Semua..

Baca juga :

Sahabat dermawan, membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang mulia dan memiliki keutamaan yang besar terlebih bila dilakukan di bulan suci Ramadhan. Maka yuk Jadikan Al-Qur’an Sebagai Teman Harian Ramadhan.

Al-Qur’an memiliki hubungan erat dengan bulan suci Ramadhan karena Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan. Keutamaan suatu hari atau bulan biasanya disebabkan adanya peristiwa yang terjadi pada hari atau bulan tersebut.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)⠀(QS. Al-Baqarah ayat 185).

Ramadhan sebagai bulan istimewa penuh rahmat, berkah dan magfirah yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, kitab mulia yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam dan di malam termulia (malam al-Qadar) serta di bulan yang termulia. Oleh sebab itu, Rasulullah lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an pada bulan ini di bandingkan bulan-bulan lainnya. 

Inilah ada beberapa tips untuk semakin intens berteman dengan Al-qur’an di bulan Ramadhan, diantaranya: 

  1. Mengenali Al-Qur’an

Untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an kita perlu mengenalnya terlebih dahulu. Kita dapat mengenainya dari pengajian-pengajian yang membahas apa itu Al-Qur’an, bagaimana sejarah Al-Qur’an, apa keistimewaan dari Al-Qur’an, serta pahala seperti apa yang diberikan Allah untuk orang yang senang berteman dengan Al-Qur’an. 

  1. Dapat membaca Al-Qur’an dengan baik

Sebagai seorang muslim tentu saja hal yang kedua adalah bisa membaca setiap ayat Al-Qur’an dengan baik. Tidak perlu khawatir jika diantara kita belum terlalu baik dalam membaca Al-Qur’an, Maka di bulan Ramadhan inilah waktunya untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan baik.  Tips kedua ini bisa diaplikasikan dengan belajar membaca kepada orang yang handal dan kompeten dalam membaca Al-Qur’an, entah kepada ustadz-ustadz atau lewat media internet untuk belajar membaca Al-Qur’an.

  1. Memahami isi Kandungan Al-Qur’an. 

Memahami isi kandungan serta makna Al-Qur’an juga bisa menjadi salah satu hal pemicu mendekatnya seseorang kepada Al-Qur’an, dengan memahami maka pikiran dan hati akan merasakan bagaimana indahnya berbicara dengan Al-Qur’an yang tentu saja kita pun dapat dengan mudah menangkap pesan-pesan yang disampaikan oleh Allah melalui perkataan-Nya yang tertuang di dalam Al-Qur’an tersebut. 

  1. Mengikuti karantina Tahfizh Al-Qur’an.

Matanya akan selalu tertuju kepada ayat-ayat Al-Qur’an, telinganya senantiasa mendengar lantunan Al-Qur’an serta tangannya juga senantiasa menyentuh dan membawa Al-Qur’an. Di Indonesia sendiri biasanya bulan ramadhan adalah ajang bagi lembaga-lembaga tahfizh dengan membuka sebuah karantina untuk orang-orang yang ingin menghafal Al-Qur’an, baik dengan jangka waktu setengah bulan saja maupun sampai satu bulan. 

  1. Mengajarkan Al-Qur’an.

Seseorang yang menjadi guru Al-Qur’an juga sedikit banyaknya harus bersinggungan dengan kitab suci ini. Mengajarkan Al-Qur’an adalah skill atau anugerah yang diberikan oleh Allah terhadap hamba-Nya untuk selain mengamalkan Al-Qur’an bagi dirinya sendiri, namun juga orang lain, agar kebagian juga dapat mengamalkan dan ngalap berkahnya. 

Itulah beberapa tips yang berhasil dirangkum dari beberapa pengalaman menarik. Semoga kita dapat melaksanakannya dengan baik di bulan suci yang penuh dengan berkah ini dan semoga di bulan Al-Qur’an ini kita dapat dengan mudah berteman dan bersahabat bersama Al-Qur’an. Sahabat dermawan, yuk hiasi rumah kita, kantor, masjid dengan bacaan Al-Qur’an dengan berharap pahala dari Allah Subhanahu Wata’ala⠀.

Baca Juga :

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keistimewaan. Salah satunya adalah Allah memberikan pahala yang berlipat ganda. 

Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa, di dalam bulan Ramadhan terdapat amalan-amalan yang hanya ada/biasa dilakukan pada saat bulan Ramadhan. Sahabat, Yuk simak sama-sama.

Inilah Beberapa Amalan pada Bulan Ramadhan yang perlu kita maksimalkan :

  1.   Berpuasa

Bulan Ramadhan sangat identik dengan sebutan bulan puasa. Ini karena hanya pada bulan Ramadhan kita di wajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Perintah untuk berpuasa disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 ­­yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”.

Berpuasa bukanlah hanya sekedar menahan haus dan lapar saja, tapi berpuasa juga menahan nafsu dari perbuatan dan ucapan yang tidak layak. Rasulullah bersabda : “Bukanlah puasa itu sebatas menahan dari lapar dan haus, tetapi hakikat puasa itu ialah menahan diri dari perbuatan yang sia-sia dan uacapan-ucapan yang tidak layak(rafats).” (HR. Ibnu Majah)

Inilah Beberapa Amalan pada Bulan Ramadhan

  1. Shalat tarawih

Amalan sunnah yang hanya ada pada bulan Ramadhan adalah shalat tarawih. Shalat tarawih dilakukan setelah shalat isya. Shalat tarawih dilakukan sebanyak 8 atau 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Dalam hadits, shalat tarawih disebut dengan Qiyam, atau Qiyam Ramadhan. Rasulullah bersabda : “Barang siapa yang (menjalankan) qiyam Ramadan semata-mata beriman dan mengharapkan pahala dari Allah Swt, maka dosa-dosanya (yang kecil) yang telah lalu akan diampuni” (HR. Imam Bukhari).

Pada keadaan saat ini dimana shalat tarawih berjamaah tidak dilaksanakan lagi di beberapa masjid karena wabah virus corona, kita bisa melakukan shalat tarawih berjamaah bersama keluarga di rumah, bisa juga dilaksanakan sendiri-sendiri.

  1.   Menuntut Ilmu Agama

Pada bulan Ramadhan kita sering melihat di masjid-masjid, banyak orang berkumpul untuk mendengarkan tausiyah sehabis shalat subuh. Menuntut ilmu agama pada bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan dibandingka di bulan-bulan lainnya. Dari Anas bin Malik, Ia mendengar Rasulullah bersabda : “Barangsiapa hadir di majelis ilmu pada bulan Ramadhan maka Allah menulis bagi orang tersebut tiap-tiap jangkahan kakinya sebagai ibadah satu tahun”.

Baca Juga : Inilah Keutamaan Bulan Suci Ramadhan yang Perlu di Ketahui

  1.   Memberi makan orang yang berbuka puasa

Salah satu amalan sunnah yang paling istimewa dibulan Ramadhan adalah memberi makan orang yang berbuka puasa. Amalan ini jarang dilakukan ketika dibulan-bulan yang lain, karena kita jarang bertemu dengan orang yang berpuasa/tidak menyadarinya. Namun tidak demikian pada bulan Ramadhan, Pada bulan Ramadhan setiap orang muslim mestinya berpuasa, kita juga dapat memberi makan kepada banyak orang yang sedang berbuka puasa. Bisa dengan cara menyumbang makanan ke masjid untuk orang-orang berbuka puasa atau pun dengan melakukan sebar takjil untuk memberikan makan orang yang berbuka puasa ditengah perjalanan.

Pahala untuk orang yang memberikan makan orang yang berbuka puasa adalah pahala puasa orang yang diberikan makan tersebut, tanpa mengurangi nya sedikitpun. Raslullah bersabda : “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

  1.   Membayar zakat fitrah

Membayar zakat fitrah adalah amalan wajib yang harus ditunaikan sebelum Ramadhan selesai, atau lebih tepatnya sebelum sholat ied. Zakat fitrah wajib dikeluarkan bagi setiap orang muslim yang merdeka. Dari Ibnu ‘Umar RA ia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju shalat ‘ied.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Dan masih banyak lagi amalan-amalan yang diistimewakan pada bulan Ramadhan, seperti membaca Al-Qur’an, Sedekah, dan yang lainnya. Sahabat dermawan, semoga kita dapat menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, meskipun wabah virus corona semakin mencekam kita harus tetap sabar dan tawakkal menjalani perintah-Nya. Aamiin…