News

Sahabat dermawan, di tengah-tengah wabah virus corona yang sedang berlangsung saat ini, kita dianjurkan menjaga kesehatan. Antara lain dengan memperbanyak minum air, berjemur untuk mencukupi kebutuhan akan sinar matahari, dan menjaga pola tidur dan pola makan.

Juga salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan tidak meniup minuman ketika masih panas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas. (HR. Ahmad 1907, Tirmidzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth). 

Rasulullah SAW menganjurkan jangan meniup minuman panas karena ini merupakan hal yang tidak menyehatkan. Selain itu, hal ini juga merupakan adab yang buruk.

Mengapa demikian?

Secara teori ilmiah, apabila kita meniup atau menghembuskan udara ke minuman, kita akan mengeluarkan Karbon Dioksida (CO2), yang apabila CO2 ini bercampur dengan air (H2O), akan menjadi H2CO3 (Asam Asetat), yaitu sama dengan cuka, sehingga menyebabkan minuman itu bersifat asam. Minuman yang bersifat terlalu asam tidak baik untuk tubuh.  

Bila kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama maka  dapat merusak kinerja ginjal serta dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Tidak hanya itu, Ketika kita mengeluarkan udara saat meniup, maka yang keluar tidak hanya gas karbon dioksida (CO2). Mulut juga dapat mengeluarkan partikel berbahaya yang bersarang di dalamnya dan akan berbahaya jika tercampur ke minuman.

BACA JUGA : Berbagi Semangat Sehat di Tengah Pandemi Virus Corona

Misalnya seperti, sisa-sisa makanan yang telah membusuk di mulut sehingga menyebabkan bau mulut yang tidak sedap dan akan menempel pada minuman tersebut. Ini menyebabkan minuman itu menjadi kotor. Selain itu, partikel itu dapat berupa mikroorganisme. Tanpa kita sadari, di dalam mulut terdapat berbagai macam mikroorganisme berupa bakteri dan virus. Mikroorganisme tersebut dapat bersifat baik  ( Mutualisme ) dan bersifat jahat ( Pathogen ).

Jika minuman tersebut sudah terkontaminasi oleh mikroorganisme jahat ( Pathogen ), maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit bagi tubuh kita. Hal itulah, yang juga menyebabkan tubuh kita mudah terserang oleh penyakit. Selain itu, hikmah larangan ini juga merupakan adab seorang muslim. Karena dikhawatirkan ada sesuatu yang jatuh dari mulut dan dapat mengotori air minum. 

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa,”Meniup minuman dapat menyebabkan air itu menjadi berbau tidak sedap karena ada kotoran yang jatuh dari mulut orang yang meniup. Sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama Ketika terjadi bau mulut. Maka kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu. Karena itulah Rasulullah SAW menggabungkan antara larangan bernafas di dalam gelas dengan larangan meniup isi gelas”.

Dikarenakan Rasulullah SAW tidak memperbolehkan kita dalam meniup minuman yang panas, maka solusinya adalah menggunakan kipas untuk mendinginkan minuman. Ini diperbolehkan dengan syarat, kipas yang digunakan tidak berdebu atau kotor. Bila kipas tidak ada atau tidak memungkinkan, lebih baik menunggu minuman tersebut dingin dengan sendirinya. Sehingga kita dapat merasakan berkahnya minuman yang telah dingin.

BACA JUGA : Bergerak Bersama Hadapi & Lawan Corona

Sahabat Dermawan, kita sebagai umat islam sebaiknya dapat menjalani sunnah Rasulullah SAW dengan menghindari meniup minuman yang masih panas. Selain berpengaruh terhadap kesehatan, hal ini merupakan adab yang kurang baik.

Yuk Sahabat Dermawan, jaga kesehatan kita dengan tidak meniup minuman ketika masih panas dan tidak bernafas didalam gelas. 

Semoga dengan menjalani Anjuran Jangan Meniup Minuman Panas yang di perintahkan oleh Rasulullah SAW ini, Allah menjauhkan kita dari segala jenis penyakit. Aamiin…

Sahabat dermawan, dalam hitungan beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Sudah semestinya umat menyambutnya dengan sukacita. Penuh persiapan, baik fisik maupun non-fisik.

Ramadhan yang sebentar lagi akan kita masuki ini bisa jadi adalah Ramadhan terakhir dari sisa hidup kita. Karena umur tidak ada yang menjamin apakah kita masih hidup beberapa tahun lagi, atau bahkan kita akan dipanggil-Nya dalam hitungan hari saja ke depan.

Karenanya, kita wajib mengambil momentum Ramadhan kali ini dengan melakukan ibadah seoptimal mungkin. Bulan suci Ramadhan adalah saat-saat yang tepat mengambil kesempatan beribadah itu.

Umat Muslim sudah mulai untuk mempersiapkan diri menyambut bulan ramadhan. Seperti yang diketahui bahwa ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan dilipat gandakan. Maka dari itu, umat Islam berusaha untuk melakukan ibadah semaksimal mungkin.

Hal-hal yang Dapat Dipersiapkan Sebelumnya Datangnya Bulan Suci Ramadhan1441 :

Berbagai persiapan dilakukan umat Islam dalam menyambut Ramadhan. Tidak hanya persiapan materi yang disiapkan , melainkan persiapan meningkatkan keimanan kita  juga diperlukan menuju bulan Ramadhan. Kebanyakan orang hanya berfokus pada persediaan makanan, pakaian, dan juga fisik, namun melupakan meningkatkan keimanan jauh lebih penting.

Berikut ada beberapa hal yang dapat dipersiapkan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1441h ini:

  • Perbanyak Doa dan Amalan

Berdoa kepada Allah SWT sudah menjadi kewajiban bagi para umat muslim. Menjelang Ramadhan kita senantiasa berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Selain berdoa, kita juga perlu memperbanyak amalan kebaikan. Kebaikan kecil dapat kita lakukan secara sederhana, mulai dari memberikan makanan, bersedekah uang, atau berbagi dengan donasi, serta berbagi ke anak yatim dan dhuafa.

  • Bertaubat

Bertaubat adalah salah satu hal yang perlu dilakukan sebelum bulan puasa datang. Manusia tentunya tidak luput dari kesalahan dan dosa. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk bertaubat dan meminta ampunan Allah SWT. Dengan memohon ampunan Allah, kita akan mendapatkan ketenangan batin sehingga akan lebih lancar dalam menjalankan ibadah puasa nantinya. Bertaubat dalam hal ini bukan hanya dalam lisan, namun juga harus dibuktikan dengan perbuatan dan tidak akan melakukan dosa tersebut lagi.

Baca Juga : SUJUD, TAWAKAL SEORANG HAMBA MENGHINDARI WABAH VIRUS CORONA

  • Menguatkan Niat

Ibadah yang sempurna adalah ibadah dengan ikhlas dan tulus. Sebelum bulan Ramadhan datang, kita perlu memantapkan niat untuk menjalankan ibadah karena allah dengan ikhlas dan hanya untuk mencari ridho Allah semata, tanpa ada niatan yang lainnya. Fokuskan tujuan ibadah hanya untuk menghadap Allah SWT.

  • Lakukan Ibadah Sunnah Sebanyak Mungkin

Hal yang dapat kita persiapkan adalah memperbanyak ibadah sunnah. Tidak ada salahnya kita melatih diri dengan melaksanakan shalat sunnah atau puasa sunnah. Dengan melakukan ibadah sunnah seperti puasa senin kami, kita dapat berlatih agar nantinya di bulan puasa Ramadhan kita telah memiliki bekal untuk menjalaninya dengan baik.

  • Memperbanyak Membaca Al Quran

Membaca Al Quran tidak hanya mendapatkan pahala serta kebaikan, tetapi juga mendatangkan ketenangan hati dan pikiran. Dengan begitu, kita dapat menyambut datangnya bulan puasa dengan hati dan pikiran yang lebih baik.

  • Memperdalam Ilmu Agama

Persiapan lain yang dapat dilakukan menuju datangnya awal puasa Ramadhan adalah dengan membaca dan mempelajari ilmu agama lebih dalam lagi. Luangkan waktu sejenak untuk menimba ilmu agama, sehingga kita bisa lebih memahami makna dan keutamaan dari ibadah yang kita lakukan. Dengan mengetahui hal tersebut, kita akan menjadi terpacu dan lebih bersemangat untuk melakukan berbagai ibadah sesuai petunjuk Allah SWT.

  • Membayar Puasa Sebelumnya

Sebelum memasuki awal puasa Ramadhan, kita diwajibkan untuk mengganti (qadha) hutang puasa di Ramadhan sebelumnya. Puasa yang kita tinggalkan pada bulan Ramadhan wajib diganti, kecuali bagi orang lanjut usia yang bisa menggantinya dengan membayar fidyah. Terdapat beberapa golongan yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan, mereka adalah orang yang sakit, musafir, dan wanita yang sedang haid dan nifas. Ketiga golongan tersebut harus membayarkan puasa Ramadhan yang mereka tinggalkan, seperti tertulis dalam ayat berikut:

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

Demikianlah beberapa hal dapat kita persiapkan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Dengan melakukan beberapa kegiatan di atas, diharapkan kita dapat memulai awal puasa Ramadhan dengan hati dan pikiran yang tenang sehingga ibadah bulan Ramadhan dapat terlaksana secara sempurna.

Minum merupakan kebutuhan manusia yang paling penting. Secara teori, orang normal pada umumnya hanya dapat bertahan hidup selama 3-4 hari, jika tidak minum sama sekali. Namun dalam dunia nyata, dehidrasi dapat terjadi lebih cepat sehingga tidak tepat seperti teori tersebut. Manusia dapat bertahan hidup lebih lama jika orang tersebut tidak makan, dibanding dengan orang tersebut tidak minum. Ini membuktikan bahwa tubuh kita sangat memerlukan cairan agar dapat berfungsi dengan baik. Jika kekurangan cairan, maka akan terjadi kegagalan sistem dalam tubuh. Air putih juga merupakan salah satu dari sistem kekebalan tubuh, karena dapat melarutkan zat-zat yang bersifat racun bagi tubuh.

Allah ta’ala berfirman : “Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar kami menghidupkan dengan air itu negeri ( tanah ) yang mati dan agar kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk kami, binatang – binatang ternak dan manusia yang banyak”. ( Qs. Al – Furqon : 48 – 50 ). Semua ciptaan Allah ta’ala hakikatnya memiliki manfaat untuk manusia termasuk juga air.

Baca Juga : PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN PSIKOLOGIS SAAT PANDEMI WABAH VIRUS CORONA

Air merupakan salah satu sumber daya terpenting bagi keberlangsungan semua makhluk di bumi. Terkhusus pada manusia, air menjadi satu kebutuhan vital sehari-hari yang mewujud dalam bentuk air minum atau air putih. Tak heran jika sejak kecil kita sudah diajarkan dan diberitahu bahwa meminum air putih itu baik untuk kesehatan tubuh.

Dalam masa pandemi wabah virus corona saat ini, kita harus selalu menjaga kebersihan dan juga kesehatan. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan, kita dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih.   

Inilah manfaat minum air putih untuk kesehatan Di tengah wabah virus corona

Beberapa Manfaat Minum Air Putih Bagi Tubuh :

  •  Untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh, sehingga tubuh tidak dehidrasi dan menyebabkan gangguan pada fungsi pencernaan dan penyerapan makanan.
  • Membantu memberikan asupan energi pada otot-otot, dan juga melumasi persendian sehingga tidak memicu kelelahan pada otot.
  • Membantu dalam menyeimbangkan asupan kalori bagi tubuh. Meminum air putih juga sangat membantu pada proses diet dan mencegah kenaikan berat badan.
  • Agar kulit tidak kering dan berkerut
  • Membantu proses pencernaan sisa-sisa metabolisme. Banyak minum air putih dapat menjaga kesehatan ginjal.

Kebutuhan cairan pada tubuh kita harus terpenuhi. Minimal adalah 2 Liter perhari. Jangan sampai tidak, karena tubuh kita ini 60-70% berupa air, Sehingga jika kita kekurangan air maka akan sangat rentan terkena penyakit karena darah yang mengental maupun penyebab lainnya.

Dalam upaya hidup sehat ditengah-tengah wabah virus corona ini, kita harus banyak berolahraga, berjemur, dan juga banyak minum air putih.

Tips Untuk Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Berikut ini beberapa Tips Untuk Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh kita ditengah-tengah wabah virus corona. Sahabat Yuk Simak..

  • Cobalah untuk terbiasa dengan meminum air putih setelah makan dan ketika makan cemilan. Bukannya meminum minuman yang mengandung soda, karena soda tidak baik untuk tubuh.
  • Sediakanlah gelas atau botol yang berisi air minum di dekat kita, agar lebih mudah.
  • Jangan pernah lupa untuk membawa botol air minum ketika akan pergi keluar rumah.
  • Makan buah-buahan yang banyak mengandung air. Misalnya : melon dan semangka.
  • Jangan pernah menunda untuk minum ketika sudah merasa haus, karena haus merupakan bentuk dari dehidrasi ringan.

Sahabat Dermawan, Setelah kita mengetahui betapa pentingnya minum air putih, kita jangan sampai tidak memenuhi kebutuhan cairan harian kita. Agar kita tetap sehat walaupun ditengah-tengah pandemi virus corona ini.

Allah adalah Rabb yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih. Jika kita menghitung seberapa banyak nikmat yang Allah telah berikan kepada kita, maka kita tidak akan berhenti untuk menghitungnya. Sebab nikmat yang telah Allah berikan kepada kita tidak akan bisa dihitung. Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 18 yang artinya : “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan dapat menghitung jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun dan Maha Penyayang”.

Sebagai hamba Allah yang beriman, kita harus mempercayai bahwa segala yang kita miliki adalah merupakan kemurahan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Sehingga kita harus selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. 

Dan ketika kita bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan kepada kita, niscaya Allah akan tambahkan nikmat-Nya kepada kita.  Allah berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya : “…Jika kamu bersyukur maka pasti Aku akan menambahkan nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu ingkar maka sungguh azab-Ku amatlah pedih”.

Oleh karena itu, bersyukur merupakan suatu kewajiban bagi kita, bersyukur juga akan membawa keberkahan bagi nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Rasulullah bersabda “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” (HR. Muslim no.7692).

Baca Juga : SUJUD, TAWAKAL SEORANG HAMBA MENGHINDARI WABAH VIRUS CORONA

Kebanyakan manusia lalai ketika Allah berikan nikmat kepadanya, kemudian lupa bahwa segala yang dimilikinya akan di pertanggung jawabkannya di akhirat kelak. Rasulullah bersabda : “Kedua kaki seorang hamba tidaklah berpindah pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai umurnya, dimanakah ia habiskan; ilmunya, dimanakah ia amalkan; hartanya, bagaimana cara ia mendapatkannya dan ia infakkan; dan mengenai badannya, di manakah usangnya.” (HR. At-Tirmidzi, shahih).

Inilah Nikmat Allah yang terabaikan di Tengah Wabah Virus Corona

Dari sekian banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita, ada 2 nikmat Allah yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia. Diantaranya adalah nikmat sehat dan nikmat waktu luang. Sebagaimana sabda Rasulullah : “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

Banyak sekali manusia yang telah diberikan nikmat sehat oleh Allah, namun kesehatannya itu tidak digunakan untuk taat kepada Allah, melainkan untuk bermaksiat. Sementara itu, banyak saudara kita yang memiliki banyak kekurangan dan juga sedang sakit, namun tetap ingat untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan selalu bersyukur. Semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang ingkar kepada-Nya.

Juga lebih banyak lagi orang yang menyia-nyiakan waktu luangnya.  Meskipun mereka menyadari bahwasanya waktu terus berjalan tanpa bisa untuk diulang. Namun masih banyak manusia yang melakukan hal-hal yang sama sekali tidak ada faedahnya. Maka yang ditunggunya hanyalah penyesalan terhadap umurnya yang telah terbuang.

Sahabat Dermawan, Ditengah-tengah wabah virus corona yang sedang berlangsung ini, barulah kita menyadari bahwa banyak nikmat Allah yang telah kita lalaikan. Diantaranya adalah nikmat sehat dan waktu luang, di tengah pandemi virus corona yang telah mengglobal ini, banyak negara yang melakukan sistem lockdown dan mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan aktivitasnya dari rumah masing-masing. Maka, alangkah baiknya jika kita memanfaatkan waktu luang dan kesehatan kita ini untuk sesuatu yang bermanfaat, dan tidak lupa untuk selalu beribadah kepada Allah.

Saatnya mengamalkan syukur nikmat kita dengan membantu sesama terutama kepada anak yatim yang membutuhkan di asrama rumah yatim dengan donasi online di donasiberkah.id

Sebagai makhluk ciptaan Allah, kita dalam menjalani kehidupan ini hanyalah di perintahkan untuk beribadah kepada Allah saja. Sebagaimana Tertera dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaku”. Sehingga itulah tujuan kita hidup di dunia ini.

Sahabat Dermawan, beribadah kepada Allah menurut sebagian ulama merupakan puncak dari rasa tunduk, rasa kecintaan, dan rasa takut. Imam Ibnu Katsir menuliskan dalam Tafsir al-Qur’an al ‘Azhim [1/34], “Menurut pengertian syari’at ibadah itu adalah suatu ungkapan yang memadukan antara kesempurnaan rasa cinta, ketundukan, dan rasa takut.” .

Dalam beribadah kepada Allah, kita harus memenuhi 3 syarat agar amal ibadah kita menjadi benar dan diterima disisi Allah, yaitu Ikhlas, Ittiba’, dan Aqidah yang benar.

Dalam beribadah dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah, kita juga selalu mendapatkan ujian-ujian yang menghampiri kita.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 214 yang artinya : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqarah: 214)

Seperti pada masa pandemi virus corona saat ini. Ini merupakan salah satu cobaan yang harus kita hadapi. Dengan adanya wabah virus corona saat ini, kita tidak lagi dapat beribadah seperti biasanya, kita juga terus dibuat khawatir dengan adanya penyebaran wabah virus corona ini.

Baca juga : Pentingnya Menjaga Kesehatan Psikologis Saat Pandemi Wabah Virus Corona

Sebagai orang yang beriman, kita harus percaya bahwa semua ini adalah ujian dari Allah, untuk mengetahui mana hambanya yang bertakwa dan terus istiqomah meski dalam masa pandemi virus corona saat ini.

Allah berfirman dalam surat At-Taghabun ayat 11 yang artinya : “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Dalam keadaan yang mengkhawatirkan seperti saat ini, hendaklah kita memohon pertolongan hanya kepada Allah saja. Karena dalam surat Ali-Imran ayat 173 disebutkan : “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung”.

Dalam surat Al-Fatihah ayat 5 juga disebutkan : “hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”.

Jadi, jangan sampai kita meminta pertolongan (berdoa) kepada selain Allah, karena itu semua tidak akan memberikan kita manfaat sedikitpun.

Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 106 yang artinya : “Dan janganlah kamu berdoa kepada apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim”.

Yuk Sahabat Dermawan, Kita sama-sama berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala, meminta agar Allah segera angkat wabah virus corona ini dan dilindungi dari virus corona.

Serta kita harus tetap sabar dengan adanya cobaan ini, karena Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 45 yang artinya : “Dan mohonlah petolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”.

Semoga kita semua dapat di pertemukan kembali pada bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. dan dapat beribadah seperti tahun-tahun sebelumnya.   

“…Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”  (QS. Al Baqarah: 214).

Kesehatan Fisik berbanding lurus dengan kesehatan Psikologis. Menjaga kesehatan psikologis dengan selalu berpikiran positif, termasuk langkah penting untuk mencegah dan menangkal wabah virus Corona (Covid-19) masuk ke dalam tubuh.

Namun, di tengah wabah virus ini, sangat penting bagi kita agar dapat menjaga pikiran selalu positif.

Berikut 6 Tips menjaga kesehatan Psikologis yang dirangkum dari berbagai sumber :

  1. Memilah sumber informasi

Jangan sampai kita termakan atau bahkan ikut menyebarkan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Jika memang ingin mengetahui kabar tentang wabah virus corona, carilah sumber-sumber terpercaya seperti situs WHO ( Badan Kesehatan Dunia ), Kementerian Kesehatan, maupun situs – situs  Pemerintahan Daerah.

  1. Manfaatkan teknologi untuk mempererat silaturahmi

Pemerintah sudah menghimbau agar kita sebisa mungkin menghindari kontak fisik atau Physical Distancing. Salah satunya, dengan berdiam atau beraktivitas di dalam rumah. Jangan keluar rumah kalau tak ada keperluan mendesak.

Teknologi juga dianjurkan untuk mereka yang melakukan sistem kerja di rumah atau Work from Home (WFH). Nah, jika sudah begini, diharapkan penularan virus Covid-19 dapat segera terputus.

3) Diam di rumah, tapi tetaplah aktif

Berdiam diri di rumah bukan berarti kita tidak bisa beraktivitas. Sebisa mungkin, buatlah kegiatan yang bisa membuat tubuh serta pikiran nyaman.

Kita bisa membaca buku, menonton film atau konten positif lainnya melalui televisi dan internet. Atau bisa pula mendengarkan musik, bahkan menulis cerita. Dan jangan lupa, selama berada di rumah, konsumsi makanan sehat dan seimbang serta minum air putih yang cukup. Perhatikan juga durasi tidur dan lakukan olahraga ringan untuk menambah kekuatan daya tahan tubuh.

BACA JUGA : Pola Hidup Sehat Agar Terhindar dari Wabah Virus Corona

  1. Aktif berkomunikasi dengan Keluarga

Bagi Anda yang sedang mengalami hal ini, cobalah bangun komunikasi dengan orang-orang yang Anda percaya. Jalin komunikasi dengan keluarga, orangtua maupun teman dekat. Ungkapkan perasaan dan kerisauan hati Anda tentang kondisi sebenarnya.

  1. Bersikaplah Empati, jangan Diskriminasi

Dalam setiap komunikasi baik secara langsung maupun lewat media sosial, sebaiknya kita tidak mengaitkan wabah virus Covid-19 ini dengan etis atau negara tertentu. Wabah virus corona adalah ujian kita bersama.

Kita harus memberi dukungan kepada mereka, baik itu orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan maupun yang positif virus corona dan yang telah sembuh dari virus tersebut.

  1. Tetap tenang, jangan panik

Menghadapi kondisi itu, kita jangan ikut-ikutan panik apalagi sampai ketakutan karena sikap seperti itu akan sangat mengganggu kekuatan daya tahan tubuh.

Jika kita tetap bersikap tenang menghadapi Pandemi wabah virus corona, percayalah, itu bukan hanya membawa dampak positif bagi diri sendiri tapi juga lingkungan sekitar kita.

Meski demikian, kita juga harus tetap waspada. Jaga kesehatan, upayakan lingkungan tempat tinggal selalu bersih.

Penyebaran wabah virus corona ini terus meluas. Di Indonesia telah terdapat 3418 kasus virus corona, 2956 diantaranya telah dinyatakan positif. 222 telah dinyatakan sembuh sedangkan 240 lainnya telah meninggal ( Data 4 April 2020 ). Dan data kasus ini terus meningkat tiap harinya. Oleh karena itu, kita harus serius dalam menanggapi pandemi wabah virus corona ini. Dengan cara apa? Yaitu dengan selalu menjaga kesehatan, kebersihan, dan juga selalu berdoa kepada Allah agar di jauhi dari wabah virus corona ini.

Untuk menekan angka ini, diterapkannya social distancing, Work From Home, Learn From Home, dan juga banyak dilakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan dan di fasilitas umum.

Sahabat Dermawan, perlu diketahui bahwa virus Corona ditularkan melalui droplet atau percikan cairan yang keluar dari mulut atau hidung seseorang yang terinfeksi. Sehingga tidak aman untuk bersentuhan dengan benda-benda yang terbuka karena khawatir telah terinfeksi virus corona.

Waktu bertahan wabah virus Corona di permukaan benda

Lalu bagaimana dengan benda-benda yang terkontaminasi oleh droplet atau percikan dari seseorang yang telah terinfeksi?. Beberapa para ahli virologi  melakukan penelitian terkait seberapa lama wabah virus corona dapat bertahan di permukaan benda-benda. Berikut beberapa waktu bertahan virus Corona dipermukaan benda-benda:

  1. Kaca

Virus Corona dapat bertahan hidup dikaca kurang lebih selama 5 hari. Maka dari itu kita perlu sering-sering membersihkan benda-benda yang terbuat dari kaca.

  1. Plastik dan baja

Virus Corona dapat bertahan dipermukaan plastik dan baja sekitar 72 jam atau setara dengan 2-3 hari. 

  • Tembaga 

Dikutip dari New York dan USA Today virus Corona dapat bertahan hidup dipermukaan yang terbuat dari tembaga kurang lebih 4 jam.

  • Udara

Ini masih dalam penelitian, sementara Dr. Vincent Munster seorang ahli virologi dari Nation Institute of Allergy and Infectious Disease menyebut virus ini dapat bertahan sekitar 10-30 menit di udara. Namun ada pula yang menyebut dapat bertahan sampai 3 jam.

  • Kertas

Virus ini dapat bertahan hidup di kertas selama kurun waktu 4-5 hari sejak disentuh oleh orang yang membawa virus tersebut. 

  • Kayu

Berbeda dengan alumunium, besi dan sarung tangan, virus corona dapat hidup lebih lama di kayu, dengan rentang waktu yang lebih lama yaitu berkisar 4 hari sejak tersentuh.

  • Aluminium

Pada benda yang terbuat dari alumunium, virus ini dapat bertahan hidup selama 2-8 jam.

  • Sarung tangan operasi

Sarung tangan yang banyak digunakan oleh tenaga ahli kesehatan ini dapat disinggahi oleh virus corona selama kurang lebih 8 jam.

Demikianlah beberapa jenis benda yang dapat disinggahi virus Corona, dengan mengetahui  hal tersebut kita bisa menjadi lebih waspada, sehingga alangkah baiknya jika kita membersihkan benda-benda tersebut menggunakan cairan pembersih yang mengandung  desinfektan setidaknya dua kali sehari atau sesuai intensitas barang tersebut digunakan. Kecuali barang yang terbuat dari kain, kita bisa membersihkannya dengan cara mencuci. 

Selain itu kita juga dianjurkan untuk menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan air dan sabun ataupun dengan menggunakan Hand Sanitizer. Juga menggunakan masker ketika sakit atau sedang berada di keramaian, menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam ketika bersin, serta beraktifitas dirumah kecuali ada keperluan yang mendesak. Dengan melakukan hal-hal tersebut kita dapat memutus rantai penyebaran wabah virus corona.

Jadi Sahabat Dermawan, tetap terus berikhtiar dan juga bersabar dengan situasi yang terjadi di Indonesia saat ini. Lalu, jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah agar senantiasa melindungi kita dari wabah virus corona ini.

Pada saat ini, pandemi wabah virus corona terus menyebar ke setiap daerah di Indonesia dan juga dunia. Peranan kita sebagai warga negara Indonesia dalam ikut serta melawan pandemi virus corona ini adalah mengikuti kebijakan pemerintah, yaitu himbauan kepada seluruh masyarakat untuk belajar dan bekerja dari rumah.

Kebijakan ini berdampak kepada setiap lapisan masyarakat di Indonesia, terutama para pekerja yang mengharuskannya keluar rumah agar bisa mencari nafkah untuk keluarganya. Sehingga pendapatannya berkurang drastis karena adanya kebijakan ini.

Dengan jumlah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap harinya, membuat mereka tertekan dengan nasib mereka esok hari. Diantara nya para pekerja yang terdampak oleh wabah virus corona ini adalah tukang ojek, sopir angkot, pedagang kaki lima dan beberapa yang lainnya.

Baca Juga : Bantuan Sembako Untuk Sopir Angkot 

Kondisi seperti ini cukup mencemaskan masyarakat, terutama keluarga yang masih memiliki anak bayi. Mereka khawatir dengan kebutuhan gizi anak nya, akankah kebutuhan gizi anak-anak nya yang masih bayi tercukupi atau tidak. Karena harga susu bayi yang terbilang cukup mahal, dan juga kondisi yang seperti ini, mereka tidak mampu lagi membeli susu untuk bayi nya.

Meskipun dengan kondisi seperti saat ini, sebagian dari mereka masih tetap pergi dengan membahayakan nyawanya untuk mencari nafkah yang hasil nya masih belum pasti. Tidak ada lagi rasa khawatir melainkan hanya kekhawatiran tentang nasib keluarganya di hari esok.

“ Iya mas, sekarang mah pendapatan jadi makin dikit “ ucap salah seorang kepala keluarga yang di temui Relawan Griya Yatim & Dhuafa.

Di dalam keadaan inilah, Kami mengajak, Mari Sahabat Dermawan kita bantu mereka dengan segala kelebihan yang kita miliki, agar kita dapat menghilangkan kecemasan mereka terhadap kebutuhan gizi anak-anaknya.

Relawan Griya Yatim & Dhuafa mengungkapkan, bahwa membantu keluarga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayinya tersebut GYD  memberikan bantuan berupa beberapa paket susu bayi. Ini diharapkan dapat membantu meringankan beban yang dipikul oleh mereka.

Oleh karena itu, dalam rangka membantu masyarakat yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari, Laznas Griya Yatim & Dhuafa mengadakan program Bantuan Susu Bayi bagi mereka yang memiliki anak bayi, agar bayi kebutuhan gizi bayi tersebut terpenuhi dan tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat. Program ini juga merupakan program lanjutan dari Sebar Gizi Nusantara Griya Yatim & Dhuafa  yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.

Baca Juga : Sebar Gizi Nusantara

Sahabat Dermawan, Mari bersama dengan Griya Yatim & Dhuafa kita bantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Terutama di kondisi seperti saat ini, dimana banyak keluarga yang terdampak oleh wabah virus corona sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya. Mari bersama kita ringankan beban mereka dengan program Bantuan Susu Bayi ini.

Yuk, Sahabat Dermawan ikut berdonasi di donasiberkah.id, untuk membantu masyarakat  yang terdampak oleh wabah virus corona. Dengan bantuan yang Sahabat berikan, Insyaa Allah akan membantu meringankan beban ratusan orang yang sedang mengalami kesusahan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya.

Dan kita juga harus terus dan terus berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Agar wabah virus corona ini cepat di angkat oleh-Nya, dan kita pun bisa beraktifitas seperti sebelumnya, Aamiin…

Yuk simak sahabat dermawan, sama – sama kita ketahui bahwa saat hidung kurang sehat, itu cukup mengganggu aktifitas indera kita yang lainnya sehingga aktivitas kita sehari – hari menjadi kurang maksimal.

Insya Allah dengan menjaga Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, salah satunya dalam hal Istinsyaq dan Istintsar. hidup sehat dan bugar apalagi di tengah pandemi wabah virus corona saat ini.

Lantas, Apa itu Istinsyaq dan Istintsar ?

Istinsyaq adalah menghirup air dengan hidung hingga dalam, sehingga terasa air masuk kedalam/pangkal hidung, sedangkan mengeluarkan air dengan kuat dari hidung itu disebut sebagai istintsar. Untuk pemula atau orang yang baru mencoba, di awal akan terasa perih, jika sudah terbiasa maka tidak lagi sakit atau perih seperti pertama kali, tapi sebaliknya menjadi nyaman dan sehat.

Sebagaimana dua hadits yang diriwayatkan dari Laqith bin Shabirah yang artinya “Sempurnakanlah dalam berwudlu usaplah sela-sela jari dan beristinsyaqlah (hisap lah air ke dalam hidung dalam-dalam) kecuali jika engkau sedang berpuasa” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-NasaI, dan Ibnu Majah). 

Dan hadits yang diriwayatkan dari Humran yang menyampaikan tentang Sahabat Ustman Radhiyallahu ‘anhu yang menjelaskan bagaimana Beliau berwudhu sesuai wudhunya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dengan membasuh kedua telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan Istinyaq (menghisap air dengan hidung) dan Istintsar (menghembuskannya) ( HR. Muttafaqun Alaihi ).

Bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menekankan untuk melakukan istintsar setiap saat ketika bangun tidur ( HR Muttafaqun alaihi ).

Seorang dokter dari bagian THT Fakultas Kedokteran Universitas Alexandria Mesir yang bernama Prof. Dr. Syahathah telah memberikan keterangannya, bahwa dengan melakukan Istinsyaq dan Istintsar kita dapat membersihkan rongga  hidung dari kuman-kuman dan mengeluarkan kuman tersebut sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi di hidung dan terjauhi dari penyakit pernapasan.

Baca Juga : Pola Hidup Sehat Agar Selamat Dari Wabah Virus Corona

Istinsyaq dan Istintsar sangat bermanfaat untuk membersihkan hidung dari lendir dan kotoran-kotoran yang ada pada rongga hidung dan apa yang ada di sepanjang salurannya. Analisis Ilmu Kedokteran, elah menganalisisnya dengan melihat anatomis,  fisiologis hidung dan saluran pernapasan hingga ke bagian pangkal hidung tersebut.

Pada Ilmu kedokteran modern, terutama Ilmu Penyakit Telinga Hidung dan Tenggorok (THT). Istinsyaq dan Istintsar telah diakui sebagai salah satu prosedur yang bagus untuk membersihkan hidung dan rongga sinus dengan melakukan irigasi saluran hidung (nasal irrigation atau nasal lavage). Kita dalam melakukan analisis terhadap nasal irrigation, tentang indikasi, manfaat, dan prosedurnya yang benar, sehingga kita dapat melihat analogi kesamaan dengan Istinsyaq dan Istintsar dalam sunnah.

Setidaknya, kita melakukan Istinsyaq dan Istintsar dalam sehari minimal adalah 5 kali, yaitu disaat kita berwudhu sebelum sholat wajib. Dan setiap berwudhu kita mengulanginya 3 kali. Inilah yang akan menjauhi kita dari segala macam penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.

Terutama di masa pandemi virus corona ini, orang-orang selalu mencari cara praktis agar dapat menghindari wabah virus corona ini. Istinsyaq dan Istintsar merupakan langkah ikhtiar yang patut kita lakukan.

Yuk, sahabat dermawan, jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah dan ayo kita biasakan ber Istinsyaq dan Istintsar, Agar kita  mendapatkan kesehatan dan terjauhi dari wabah virus corona ini. Juga tentunya kita akan mendapatkan keutamaan mengikuti sunnah Rosululloh Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam.

Sahabat dermawan, tentu ada banyak persoalan dalam hidup dan setiap manusia mempunyai persoalan yang berbeda – beda dalam kehidupannya.

Dalam mencari solusi dan menenangkan diri pun semua berbeda – beda, seperti ada yang rela jauh – jauh pergi ke pantai atau pegunungan, ada yang menyendiri didalam kamar, ada pula rokok menjadi temannya, asyik dengan game onlinenya, berlama – lama dengan HPnya, berkaraoke dan bahkan na’udzubillah ada yang menceburkan dirinya kepada hal – hal negatif dan merusak, seperti Obat – obatan terlarang dan pergi ke klub malam, tetapi bukan ketenangan dan solusi yang didapat malah bertambah masalah yang ada.

Juga ada permasalahan bersama yang perlu kita waspadai, yaitu Wabah Virus Corona. Permasalahan ini tidak bisa kita selesaikan dengan kemampuan kita sendiri. Tentu kita akan membutuhkan bantuan, Maka tidak ada tempat meminta pertolongan yang lebih baik kecuali kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Ikhtiar yang maksimal sebagai sandaran menghadapi Wabah Virus Corona dengan melakukan aktivitas seperti selalu cuci tangan, olah raga, berjemur, dan sebagainya ternyata tidaklah cukup, tetapi juga perlu dilengkapi sandaran berikutnya yaitu dengan ber tawakal kepada Allah SWT.

Sejatinya kita sebagai seorang muslim jika ingin mencari ketenangan hidup dan solusi masalah, harus kembali kepada Sang Khaliq yakni Allah Subhanahu Wat’ala, salah satunya dengan senantiasa bersujud, bukankah Allah Subahanu Wata’ala berfirman : “Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan shalat itu sungguh berat kecuali bagi orang – orang yang khusyuk” (Qs. Al Baqarah ayat 45 ).

Sahabat Dermawan yang dicintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam shalat kita bersujud, di dalam sujud itu, ada ketenangan batin yang luar biasa dan walaupun sujud adalah gerakan sederhana yang sering kita lakukan dalam ibadah shalat, namun maknanya sangat luar biasa.

Baca Juga : Ayo Berdonasi Bersama Lawan Corona

Tahukah Sahabat Dermawan, ternyata sujud adalah saat – saat dimana seorang hamba begitu dekat dengan Penciptanya yaitu Allah Subhanu Wa Ta’ala. Dalam sujud itulah kita memuji-Nya dan berdoa kepadanya.

Nabi Muhammad  Shalallohu ‘alaihi Wasallam bersabda :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: Sedekat – dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa  [HR. Muslim, no. 482].

Apalagi pada kondisi sekarang ini, yakni mewabahnya Virus Corona yang sudah menjadi Pandemi. Wabah Virus Corona ada dimana – mana, di tempat tinggal kita, bahkan seluruh Indonesia dan dunia seakan – akan semua tempat sudah didatangi Virus Corona.

Bersujud kepada Sang Khaliq bukan hanya pada shalat saja, Tetapi kapan saja dan dimana saja. Sujud juga bisa menjadi ekspresi rasa syukur kita kepada-Nya dan juga lambang permohonan kepada-Nya.

Sahabat Dermawan, setelah ikhtiar dipenuhi, maka setelah itu tidak ada tempat berlindung terbaik kecuali kepada Allah Subhanahu Wata’ala, karena dengan menjaga shalat kita terus sujud kepada-Nya dan kita bisa meminta dengan begitu penuh harap kepada-Nya agar setiap masalah pribadi dan keluarga kita serta Wabah Virus Corona segera Allah Subhanahu Wata’ala angkat, aamiin.

Yuk Sahabat Dermawan Perbanyak Sujud, bukan hanya di dalam shalat saja, paling tidak kita harus bersujud ketika selesai berdoa sehabis sholat.  karena saat terdekat kita dengan Allah Rabb Semesta Alam adalah saat kita Sujud kepada-Nya. Dengan begitu kita bisa berdoa dengan lebih khusyu. Dan semoga doa yang kita panjatkan di jabah oleh Allah Subhanahu Wata’ala.