News

Selamatkan hati dari sifat ujub dan terlena

Kak, yuk kita selamatkan hati dari sifat ujub dan terlena. Sebelumnya, yuk kita sama-sama baca uraian berikut ini.

Kak, seorang muslim hendaknya waspada terhadap sikap berbangga diri (ujub) dan terlena (terperdaya). Imam Al-Ghazali berkata, “Ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah.”

Sifat ujub ini disebabkan karena banyak hal, seperti memiliki harta yang banyak, memiliki ilmu yang luas memiliki kekuasaan, dan semisalnya. Itu semua adalah sebab perhiasan dunia, yang membuatnya sombong dan berbangga diri. Dia merasa bahwa segala yang dicapainya adalah sebab kehebatannya, padahal itu semua kekuasaan Allah.

Selamatkan hati dari sifat ujub dan terlena

Dalam sejarah, orang yang memiliki sifat ujub ini adalah Qarun. Ceritanya diabadikan dalam Al-Qur’an. Allah berfirman :

“Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: ‘Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri’.(QS. Al-Qashash : 76).

Qarun berkata: ‘Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku’. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” .(QS. Al-Qashash : 78).

Baca Juga : Selamatkan Hati dengan Lima Perkara

 

Berapa banyak kenikmatan yang berbalik menjadi bencana, disebabkan ujub dan terlena. Kemuliaan menjadi kehinaan. Kekuatan menjadi kelemahan, maka cukuplah keduanya sebagai penyakit yang berbahaya. Cukuplah keduanya sebagai perusak pelakunya, karena itu seorang muslim harus senantiasa waspada dari keduanya.

Allah berfirman : “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah.” (QS. Al-Infithar : 6).

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan m bercerai-berai.”(QS. At-Taubah : 25).

 Rasulullah bersabda : “Ada tiga perkara yang membinasakan adalah : (1). Kebakhilan dan kerakusan yang ditaati (2). Hawa nafsu yang diikuti, dan (3). Seseorang yang membanggakan diri sendiri.” (HR. Thabrani).

Setiap kita akan terjerumus pada suatu perbuatan salah ataupun kita sudah terjerumus dalamnya. Maka untuk meninggalkan perbuatan itu, kita harus membaca ancaman Allah terhadap perbuatan tersebut.  Orang yang ujub dengan amal-amalnya, makaa Allah tidak akan terima amal-amalnya. Rasulullah bersabda : “Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji sawi.” (HR. Muslim).

Tidak ada gunanya untuk membanggakan diri. Sebab itu menjadikan niat kita riya karena manusia. Segala pujian yang datangnya dari makhluk, tidak memberi manfaat kecuali sedikit. Maka jangan berbangga diri karena sedikit pujian yang kita terima.

Sebagian ulama salaf mengatakan. “Jadikanlah dirimu terkenal dilangit, maka seluruh yang di dunia mengenal mu. dan janganlah kamu jadikan dirimu terkenal di dunia, dan kamu asing dilangit. Sehingga kamu terasingkan di dunia.”

Kak, yuk kita berusaha untuk selamatkan hati dari sifat ujub dan terlena. Semoga Allah jauhkan kedua sifat buruk itu dari diri kita. Aamiin…

Manfaat Tumbuhan Akar Kucing Bagi Kesehatan

Ternyata ada lho tumbuhan yang disebut tumbuhan akar kucing. Apa saja Manfaat tumbuhan akar kucing bagi kesehatan? Yuk simak penjelasan seputar tumbuhan akar kucing berikut ini.

Kak, tahukah bahwa ada tumbuhan yang disebut sebagai tumbuhan akar kucing. Tumbuhan akar kucing ini termasuk tumbuhan liar yang mudah ditemukan di Indonesia. Biasanya tumbuhan akar kucing ini tumbuh di pinggir jalan, hutan, dan tempat-tempat lembab.

Tumbuhan akar kucing ini tumbuh tegak, dengan tinggi 25-50 cm, memiliki cabang-cabang, dengan akar serabut yang kasar. sekilas hampir seperti tumbuhan kangkung, namun dengan batang yang keras. Daunnya lancip di ujung dan bergerigi di bagian pinggirnya. Tumbuhan ini bisa diperbanyak dengan menanam biji yang dihasilkannya.

Kenapa disebut tumbuhan akar kucing?

Tumbuhan ini disebut tumbuhan akar kucing sebab kucing suka dengan akar tumbuhan ini. Jika kakak tidak percaya, coba bicarakan beberapa tumbuhan akar kucing ini di depan rumah misalnya. Pasti jika kucing melihat akar tumbuhan ini, kucing akan segera menghampirinya dan menggigit-gigit akarnya.Menurut para pakar akar dari tumbuhan ini memiliki senyawa yang merupakan bahan alami untuk melancarkan pencernaan kucing.

Manfaat tumbuhan akar kucing bagi kesehatan

Manfaat Tumbuhan Akar Kucing Bagi Kesehatan

Tumbuhan akar kucing ini juga dimanfaatkan sebagai obat herbal. Tumbuhan dengan nama latin Acalypha indica L ini mengandung alkaloid, acalphine dan asam galat yang berguna untuk kesehatan. Tumbuhan akar kucing sering kali digunakan sebagai obat herbal untuk meredakan asam urat dan rematik.

Tumbuhan akar kucing mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Bukan hanya pada bagian akarnya saja, namun hampir seluruh bagian tumbuhan ini mulai dari akar, daun, batang, dan biji pun memiliki khasiat bagi tubuh. Tumbuhan ini merupakan alternatif yang baik untuk kakak yang tidak suka mengkonsumsi obat kimia. Selain manjur, tumbuhan akar kucing ini tidak memiliki efek samping.

Tumbuhan akar kucing bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti : rematik sendi, menurunkan asam urat, dan permasalahan pencernaan. Karena baik untuk pencernaan, maka beberapa hewan karnivora termasuk kucing, kadang memiliki insting untuk membuat keadaan perutnya lebih baik dan mencari obat alami untuk itu.

 

Cara mengambil khasiat dari tumbuhan akar kucing

Cara kita untuk mengambil khasiat dari tumbuhan akar kucing ini adalah dengan merebus tumbuhan ini, dari akar hingga daunnya. Tumbuhan yang direbus boleh dikeringkan (dijemur) terlebih dahulu, tidak dikeringkan pun tak masalah. Rebus 3-5 tumbuhan akar kucing dengan air kira-kira 3 gelas. Rebus hingga air berubah warna, agak kecoklatan. Lalu minum airnya segelas, untuk satu dosis. Cukup minum 2-3 gelas saja perhari.

Baca Juga : Pohon Korejat Untuk Pengobatan Herbal

Banyak juga orang yang telah mengolah tumbuhan akar kucing ini menjadi obat tablet, ataupun kapsul. Dengan cara mengekstrak tumbuhan akar kucing ini, sehingga dapat diambil zat-zat yang bermanfaatnya. Ekstrak akar kucing pun sudah dikenal dimasyarakat, dan mudah ditemukan di toko-toko herbal.

Efek samping

Mengkonsumsi akar kucing secara berlebihan dapat menurunkan tekanan darah. Bagi penderita tekanan darah rendah, sebaiknya mengurangi pengkonsumsian tumbuhan akar kucing. Beberapa kejadian juga membuktikan bahwa mengkonsumsi tumbuhan akar kucing ini dapat menyebabkan diare dan alergi. Namun, ini tidak dialami oleh kebanyakan orang.

Kak, itulah Manfaat Tumbuhan Akar Kucing Bagi Kesehatan. Semoga dengan informasi tersebut, kita dapat mengambil manfaat dari tumbuhan akar kucing ini. Sebab, tanaman akar kucing ini sering dianggap sebagai jenis tumbuhan pengganggu. Dari pada membuangnya begitu saja, yuk kita ambil khasiatnya.

Empat Kekuatan Umat Yang Perlu dibangun

Sahabat, ternyata ada Empat Kekuatan Umat Yang Perlu Dibangun dalam umat islam ini. Yaitu Aqidah, Akhlak, Ilmu pengetahuan, dan persaudaraan. Yuk kita simak penjelasannya…

Hari Raya Idul Adha merupakan Hari Kemenangan yang besar bagi umat muslim di seluruh dunia. Namun tahun ini, kita berjumpa pada hari yang bahagia ini dengan keadaan yang kurang baik. Bencana Covid-19 yang melanda seluruh negeri ini, mengakibatkan berbagai macam kemunduran. Terlebih dalam hal ekonomi masyarakat.

Setiap keadaan yang kurang baik, jangan menjadikan umat ini semakin melemah. Paling tidak, terdapat empat kekuatan yang harus dibangun pada umat islam ini. Agar kita bisa mengatasi berbagai macam keadaan, musibah, dan cobaan. Juga untuk membangun kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Lima kekuatan tersebut antara lain :

1. Aqidah

Aqidah, iman atau tauhid kepada Allah. Membangun dan memperkuat aqidah merupakan kunci kokohnya umat islam. Nabi Ibrahim memberi teladan pada kita, Allah berfirman : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja….” (QS. Al-Mumtahanah : 4).

Aqidah yang kuat akan menjadikan seorang muslim memiliki kepribadian yang tegas. Tidak melakukan hal yang diluar dari syariat Allah. Itulah yang membuatnya menjadi manusia yang menakjubkan.

Rasulullah bersabda : “Menakjubkan urusan orang beriman, sesungguhnya semua urusannya baik baginya dan tidak ada yang demikian itu bagi seseorang selain bagi seorang mukmin. Kalau ia memeperoleh kesenangan ia bersyukur dan itu baik baginya. Kalau ia tertimapa kesusahan, ia sabar dan itu baik baginya.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Empat Kekuatan Umat Yang perlu dibangun

2. Akhlak mulia

Kondisi masyarakat islam masa ini sangat memprihatinkan. Yaitu disebabkan akhlak yang buruk telah melekat pada kebanyakan anak muda zaman sekarang. Jika tidak cepat diatasi, cepat atau lambat, bukanlah hanya menghancurkan dirinya sendiri melainkan juga menghancurkan umat islam.

Maka dari itu, kita harus melanjutkan tujuan mulai Rasulullah untuk memperbaiki akhlak manusia. Seorang ulama berkata, “Suatu bangsa akan kekal selama berakhlak, bila akhlak telah lenyap, maka lenyaplah bangsa itu.” Jadi, memperbaiki akhalak umat merupakan tujuan yang besar untuk menghindari kehancuran.

3. Ilmu pengetahuan

Di masa yang semakin modern ini, umat islam tidak boleh untuk tertinggal dalam hal ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi umat muslim. Menuntut ilmu bukanlah hanya sekedar untuk mencapai gelar yang tinggi, ataupun pekerjaan yang bagus. Namun, digunakan untuk kebaikan, dan untuk kemenangan islam.

Terutama ilmu tentang agama. Di zaman ini, ilmu agama sudah semakin memudar di kalangan para remaja. Mereka mengikuti perbuatan-perbuatan, yang mereka tidak memiliki ilmu didalamnya, dan itu dilarang oleh Allah. Allah berfirman : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang agama. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra : 36).

Baca Juga : Kisah Sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

4. Persaudaraan

Ikatan persaudaraan sesama muslim atau disebut ukhuwah islamiyyah. Hal ini harus dibangun di kalangan umat islam agar tidak terjadi perpecahan didalamnya. Sebab, perpecahan merupakan alasan utama dalam kebinasaan umat.

Allah berfirman : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran : 103).

Sahabat, itulah Empat Kekuatan Umat Yang Perlu Dibangun. Yuk bersama kita bangun keempat hal tersebut, agar umat islam menjadi umat yang kuat. Semoga Allah selalu memberikan hidayahnya kepada kita semua. Aamiin…

Manfaatkan Lima Perkara Sebelum Lima Perkara Menimpamu

Kak kita harus terus ingat untuk Manfaatkan Lima Perkara Sebelum Lima Perkara Menimpamu. Apa saja lima perkara tersebut? Berikut penjelasannya…

Kak, kehidupan kita ini hanya sebentar. Tanpa kita sadari, waktu pun terus berjalan, tak bisa dihentikan dan tak bisa diulang. Maka dari itu, Hasan Al Bashri rahimahullah berkata : “Dunia itu hanya memiliki tiga hari : (1). Hari kemarin, yang tak akan terulang (2). Hari esok, yang belum tentu menemuinya, dan (3). Hari ini, itulah yang menjadi milikmu, maka isilah dengan amalan”.

Karena hari esok adalah belum tentu, kita harus manfaatkan hari ini untuk mencapai berbagai macam kebaikan. Kebaikan sekecil apapun pasti Allah balas. Allah berfirman : “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah : 7).

Seorang mukmin itu harus mengisi waktu di tiap-tiap harinya dengan kebaikan. Jangan pernah menunda-nunda sesuatu, sebab menunda itu sia-sia. Rasulullah pun bersabda : “Menunda-nunda amal shalih itu salah satu tentara iblis yang penting. Betapa banyak orang yang tertipu karenanya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam kitabnya Qashr Amal).

Menunda-nunda itu tercela, oleh karena itu Rasulullah pun mengingatkan kita untuk manfaatkan lima perkara, sebelum lima perkara menimpa kita. Rasulullah bersabda : “Jagalah lima hal sebelum lima hal. (1) Mudamu sebelum datang masa tuamu, (2) sehatmu sebelum datang masa sakitmu, (3) waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, (4) kayamu sebelum miskinmu, (5) hidupmu sebelum matimu.” (HR. Hakim, dengan sanad yang sahih).

Manfaatkan Lima Perkara Sebelum Lima Perkara Menimpamu

1. Manfaatkan masa muda, sebelum datang masa tua

Kak, barangsiapa yang menjaga agama Allah pada usia muda, maka Allah akan menjaganya saat usianya semakin menua dan kekuatannya semakin melemah. Allah subhanahu wa ta’ala akan menjaga pendengaran, penglihatan dan akal pikirannya. Allah akan memuliakannya pada hari kiamat dengan memberi naungan, pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya.

Rasulullah memberikan nasehat kepada Ibnu Abbas, anak pamannya yang masih belia. Agar ia menggunakan masa mudanya untuk hal-hal bermanfaat. Terlebih pemuda adalah harapan ummat dan bangsa, diatas pundak merekalah masa depan kegemilangan.

2. Manfaatkan kesehatan, sebelum datang penyakit

Kesehatan merupakan nikmat Allah yang membuat kebanyakan manusia tertipu. Rasulullah bersabda : “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari). Selagi kita sehat, kita harus memaksimalkan diri untuk beramal shalih. Karena ketika Allah angkat kesehatan kita, kita tidak bisa lagi beraktifitas dan beramal shalih secara maksimal.

3. Manfaatkan waktu luang, sebelum datang waktu sibuk

Disebutkan dalam hadits sebelumnya, Rasulullah bersabda : “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari). Waktu luang itu harus kita gunakan dengan optimal. Gunakan untuk beristirahat, beribadah, dan beramal shalih. Karena ketika sudah datang sebuah kesibukan. Kita tidak lagi memiliki cukup waktu untuk beramal shalih secara maksimal.

Baca juga : Manfaatkan Waktu Untuk Kebaikan

4. Manfaatkan kekayaan, sebelum datang kemiskinan

Kekayaan yang kini kita miliki mesti kita gunakan dalam jalan kebaikan.Yakni dengan bersedekah, berinfaq, wakaf, dan amal shalih lainnya. Jangan hanya gunakan uang yang kita miliki sebagai pemuas nafsu saja. Sebab, ketika telah datang kemiskinan padamu, maka tidak bisa lagi kita untuk banyak beramal seperti disaat kita kaya.

5. Manfaatkan hidup, sebelum datang kematian

Hidup di dunia ini hanya sekali, dan hanya sebentar saja. Maka kita harus jadikan hidup yang hanya sebentar ini sebagai sarana kita memperbanyak pahala di sisi Allah. Sebab, ketika telah datang kematian. Maka terputus semua pahala kecuali 3 hal, yaitu (1) Amal jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat, dan (3) Doa anak yang shalih. Maka selagi kita hidup, yuk kita wujudkan ketiga hal tersebut untuk tabungan kita diakhirat kelak.

Kak, manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara menimpamu. Dengan demikian Insya Allah kita akan mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat. Aamiin…

Hikmah Sejarah, Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Yuk Kak, kita ambil hikmah kisah sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Berikut uraiannya…

Bulan Zulhijjah ini merupakan bulan yang memiliki berbagai macam keutamaan. Diawali dengan 10 hari pertama pada bulan Zulhijjah, hingga puncaknya pada pelaksanaan ibadah haji, dan juga diteruskan dengan 3 hari tasyrik. Puncak keutamaan pada bulan Zulhijjah adalah ibadah haji, namun bagi kita yang terhalang untuk melakasanakan ibadah haji, puncak dari bulan Zulhijjah itu adalah Hari Raya Idul Adha yang dilanjut dengan penyembelihan hewan qurban.

Sejarah singkat syariat qurban

Sejarah syariat qurban berawal pada kisah Nabi Ibrahim dengan putranya, yakni Nabi Ismail. Kisah ini Allah abadikan dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 100 hingga 105. Maka, dalam kisah inilah tedapat pengajaran yang mendalam hikmahnya.

Nabi Ismail adalah anak yang sangat didambakan oleh Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim berdoa, “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang shalih.” (QS. As-Saffat : 100). Kemudian Allah kabulkan doanya, “Maka kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).” (QS. As-Saffat : 101).

Seiring waktu pun, Nabi Ismail tumbuh dewasa. Hingga sewaktu ketika, Nabi Ibrahim mendapatkan sebuah mimpi, yang dalam mimpinya itu Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya tercinta. Kemudian, dengan penuh ketaatan kepada Allah, Nabi Ibrahim menyampaikan tentang mimpinya. “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu…” (QS. As-Saffat : 102).

Hikmah Sejarah, Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Lalu dengan penuh kesabaran dan ketaatan pula, Nabi Ismail menjawab, “Dia (Ismail) menjawab, Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. As-Saffat : 102). Maka, dengan penuh kesabaran, Nabi Ibrahim pun bersiap untuk menyembelih putranya yang telah ia dambakan.

Maka yang terjadi selanjutnya, “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. As-Saffat : 103-105).

Ketika digerakkan pisau tersebut oleh Nabi Ibrahim, maka atas seizin Allah yang tersembelih adalah seekor domba yang besar. Demikian Allah beri balasan kepada mereka yang berbuat baik dan taat kepada Allah.

Baca Juga : Kisah Pemberani, Zubair bin Awwam

Hikmah Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Allah menjadikan kisah tersebut terdapat dalam Al-Qur’an sebagai pengajaran bagi umat islam. Dalam kisah tersebut, kita dapat memetik beberapa hikmah. Antara lain :

  1. Yakin bahwa setiap perintah Allah itu adalah sebuah kebaikan

Meskipun Nabi Ismail adalah putra yang telah lama Nabi Ibrahim dambakan. Namun ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri pun, Nabi Ibrahim tidak sedikitpun mempertanyakan perintah Allah. Maka setiap kewajiban yang telah Allah perintahkan pada diri kita, harus kita laksanakan, sebab itu pasti sebuah kebaikan. Dan kebaikan itu tidak untuk Allah, melainkan untuk diri sendiri.

Allah berfirman : “Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik kepada dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat keburukan berarti keburukan itu bagi dirimu sendiri…” (QS. Al-Isra : 7).

  1. Sabar atas perintah Allah

Perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail itu sangat berat bagi Nabi Ibrahim dan juga Nabi Ismail. Namun, mereka menjalankan perintah Allah dengan penuh kesabaran dan ketaatan. Jadi, ketika perintah Allah itu mungkin terasa berat untuk kita, maka kita harus bersabar. Sebab Allah berfirman : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS. Al-Baqarah : 286).

 Itulah Hikmah Sejarah, Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Semoga Bermanfaat…

Beberapa Cara Detoksifikasi Racun Dari Tubuh

Ini lho Kak, Beberapa Cara Detoksifikasi Racun dari Tubuh. Yuk simak…

Kak, setiap hari tubuh kita terpapar oleh racun, baik dari luar dan dalam tubuh kita. Untuk itu, detoksifikasi diperlukan untuk membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Tubuh perlu beristirahat sebentar untuk membersihkan dirinya. Mengeluarkan racun-racun dalam tubuh disebut juga dengan proses Detoksifikasi.

Detoksifikasi dapat berlangsung secara alami, tanpa berbagai macam tindakan dari luar. Yang sangat mempengaruhi proses detoksifikasi adalah sistem imunitas tubuh kita.

Namun ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membantu proses detoksifikasi (mengeluarkan racun dari tubuh). Diantaranya, yuk kak kita baca.⠀

  1. Puasa

Pada saat puasa, kita tidak minum dan makan selama beberapa jam. Waktu itu dapat dimanfaatkan oleh tubuh untuk pembersihan diri dan juga untuk beristirahat sejenak. Ini merupakan kesempatan tubuh untuk mengatur ulang fungsinya, pemulihan, dan penyegaran.

  1. Minum air lebih banyak

Saat minum, sebenarnya tidak hanya melepas dahaga, tetapi juga membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Racun itu merupakan senyawa yang terlarut oleh air (terlepas sulit atau tidaknya untuk terlarut), Sehingga mengkonsumsi air dapat mengeluarkan racun-racun yang terlarut oleh air. Jika kita ingin menjalani proses detoksifikasi dengan air, maka kita perlu menambah konsumsi air setiap harinya.

  1. Cukup Tidur

Tidur yang cukup membantu tubuh dalam mengurangi racun yang terbentuk dalam tubuh, karena saat tidur organ-organ dalam tubuh tidak bekerja sekeras saat bangun. Saat kita tertidur, sistem imunitas tubuh bekerja secara maksimal. Sehingga wajar saja ketika orang sakit, disarankan untuk beristirahat yang cukup agar cepat sembuh.

Beberapa Cara Detoksifikasi Racun Dari Tubuh

Makanan yang membantu detoksifikasi

Selain beberapa cara tersebut, proses detoksifikasi juga dapat dibantu dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang bersifat anti racun, maupun memperkuat sistem imunitas.

Konsumsi lebih banyak sayur dan buah juga membantu proses detoksifikasi. Dengan lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari, kita juga dapat membantu mengeluarkan racun dari tubuh, karena kandungan serat dalam sayuran dan buah-buahan dapat membantu tubuh menghilangkan racun. sayur dan buah mengandung banyak zat-zat penting yang dapat membantu fungsi tubuh.

Untuk lebih memaksimalkan detoksifikasi yang kakak lakukan, sangat disarankan untuk mengkonsumsi beberapa makanan berikut ini :

  1. Minum Susu

Untuk mengurangi racun dalam tubuh kita, kita diharuskan banyak minum. Sebab, dengan demikian racun-racun dalam tubuh kita ikut terlarut dengan air yang kita minum. Menurut para ahli, susu lebih berfungsi lebih baik dalam melarutkan racun-racun dalam tubuh kita daripada air putih. Susu pun memperlancar saluran pencernaan.

  1. Bawang putih

Dalam bawang putih, terkandung senyawa yang disebut dengan senyawa allicin. Senyawa allicin inilah yang dapat membersihkan dan menyaring racun dalam tubuh. Konsumsi bawang putih secara langsung (tidak dimasak) bisa merangsang hati memproduksi enzim yang dapat mendetoks hati. Enzim tersebut dapat memecah racun, sehingga lebih mudah terlarut. Jadi, konsumsi bawang putih juga dapat membantu detoksifikasi.

  1. Pisang

Memakan makanan yang kaya akan vitami B6, B12, B Folat, dapat meningkatkan kemampuan detoksifikasi tubuh. Hal ini disebabkan kandungan tersebut membantu sistem pencernaan, fungsi sel, dan metabolisme tubuh. Pisang merupakan makanan yang kaya akan nutrisi yang diperlukan untuk proses detoksifikasi.

Baca Juga : Manfaat Minyak Kelapa untuk Kesehatan

Kak, mungkin itu beberapa cara yang dapat dicoba bagi kamu yang merasa ingin melakukan proses detoksifikasi racun dalam tubuh secara sederhana. Proses detoksifikasi juga disarankan bagi kakak yang sedang dalam program diet, untuk mengeluarkan lemak jahat pada tubuh.

 

Kak,Fastabiqul Khairat adalah suatu konsep yang memotivasi umat Islam untuk segera melakukan suatu kebajikan yang mendorong kepada kebaikan serta mendapat ridha Allah, sebagaimana Allah berfirman : Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). (QS. Al-Baqarah : 148) Yuk Jadikan Fastabiqul Khairat Menjadi Jalan Hidupku.

Maka berusahalah untuk melakukannya dengan kualitas terbaik (ahsanu ‘amala) dan terus menerus. Dalam fastabiqul khairat, berarti semua harus direncanakan, disiapkan dan di-azamkan serta diiringi dengan doa agar Allah Ta’ala memberikan kemudahan.

Apa yang harus kita segerakan dalam fastabiqul khairat?

Fastabiqul Khairat Menjadi Jalan Hidupku

Rasulullah bersabda: “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah sebelum kalian mati,bersegeralah beramal shalih sebelum kalian sibuk,dan sambuglah kallian dengan Rabb kalian dengan memperbanyak dzikir kepadanya-Nya,banyak sedekah dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Niscaya kalian akan di beri rizki,di tolong dan di cukupi.Ketahuilah sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kalian shalat jum’at…”

1. Bersegera dalam bertaubat sebelum ajal mendatang

Kak, kehidupan yang kita lalui itu tidak akan selamanya melainkan sebentar, oleh sebab itu di dunia ini, kita tidak selalu benar melainkan banyak sekali kesalahan yang kita lakukan baik kepada manusia maupun kepada Allah. Nabi Muhammad saja yang sudah di jamin masuk surga setiap harinya selalu bertaubat kepada Allah, sebagaimana Nabi bersabda : “Demi Allah, sesungguhnya Aku beristighfar (memohon ampun) kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR.Al-Bukhari).

Dan Allah juga berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)…”. (QS. At-Tahrim : 8). Dan di dalam surah Ali Imran Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133).

2.Bersegeralah beramal shalih sebelum sibuk

Kak, di dalam melakukan amalan kebaikan jangan pernah ditunda. Kenapa tidak boleh ditunda? karena waktu tidak pernah terulang, oleh karena itu kita harus bersegera dalam melakukan kebaikan selagi Allah masih memberi kesempatan. Sebagaiman Nabi bersabda:Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah).”

3. Memperbanyak dzikir kepada Allah

Dengan kakak banyak mengingat Allah, Allah pun akan ingat kepada kakak sebagaiman Allah berfirman: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 152).

Dan di dalam Surah Al-Baqarah : 186: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Oleh karena itu kak, kita harus selalu ingat kepada Allah agar ketika kakak meminta sesuatu langsung Allah ijabah.

4. Allah mewajibkan shalat jum’at

Allah telah memerintahkan kita untuk melaksanakan shalat jum’at. Sebagaimana Allah berfirman : Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah : 9).

Baca Juga : Manfaatkan Waktu Untuk Kebaikan

Oleh karena itu, kita mesti menyegerakan untuk shalat jum’at dan meninggalkan segala aktifitas yang sedang kita lakukan.

5. besedekah baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan

Bersedekah itu tidak akan pernah mengurangi hartamu, melainkan akan melipatgandakannya. Rasulullah bersabda : “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” Bersedekah pun harus disegerakan, jangan menunda-nunda untuk bersedekah dengan alasan apapun. Sebab, kita tidak tahu kapan musibah akan menimpa diri kita. Dengan menyegerakan bersedekah pun kita bisa menghindari musibah. Rasulullah bersabda : “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (HR. Baihaqi).

Oleh karena itu kak,  Yuk jadikan Fastabiqul Khairat Menjadi Jalan Hidupku selagi kita memiliki kelapangan untuk bersedekah, sudah semestinya kita tidak menunda-nundanya. Yuk ka bersedekah dengan cara klik tombol dibawah ini.

Kak, kesuksesan adalah impian setiap orang. Namun setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang kesuksesan. Ada yang mengartikan kesuksesan dengan banyaknya harta, karir yang cemerlang, pendidikan yang tinggi, dan sukses hanya sebatas ukuran dunia saja. Dalam Islam kesuksesan yang hakiki merupakan kesuksesan di dunia dan di akhirat kelak. Meraih sukses sudah diajarkan oleh Islam. Sebagaimana disebutkan dalam ayat dan hadits. Sukses Itu Mudah Inilah Kuncinya, yuk kita simak kunci utama berikut ini.

Ada 5 kunci utama yang memudahkan kita meraih sukses, diantaranya yaitu :

Pertama : Bertakwa (Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya) serta tawakkal. Allah Ta’ala berfirman : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 2-3).

Sukses Itu Mudah, Inilah Kuncinya

Dari Ibnu ‘Abbas, ia menafsirkan ayat “Allah akan mengadakan baginya jalan keluar” yaitu dengan takwa, Allah akan menyelematkannya dari kesulitan di dunia dan akhirat.” (Lihat Tafsir Al Qurthubi, 18: 159).

Kedua : Miliki ilmunya. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Rasulullah bersabda : “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah). Oleh karena itu, diwajibkannya orang muslim. Menuntut ilmu adalah salah satu sarana menuju kesuksesan. Karena hasil dari yang digapai oleh orang yang memiliki ilmu dan orang yang tidak memiliki ilmu. Dalam firman Allah pun disebutkan, “Katakanlah, ‘Samakah orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu?’” (QS. Az-Zumar : 9).

Tidak itu saja kak dengan menuntut ilmu itu, Allah mengangkat derajat seseorang, sehingga orang yang berilmu itu lebih tinggi derajatnya. Allah berfirman : “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah : 11).

Ketiga : Berbakti pada orangtua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang suka untuk dipanjangkan umur dan ditambahkan rizkinya, maka berbaktilah pada orang tua dan sambunglah tali silaturahmi (dengan kerabat).” (HR. Ahmad). Jika kita menjadi anak yang berbakti pasti akan dimudahkan dalam berbagai urusan dan kesuksesan. Karena hal ini pun telah dibuktikan oleh para ulama di masa silam.

Keempat : Rajin memperbanyak do’a. Dengan do’a segala urusan dan kesuksesan pun mudah diraih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah dan Engkau yang menjadikan kesedihan (kesusahan) menjadi mudah jika Engkau kehendaki.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Suni).

Kelima : Sedekah. Sedekah bisa mengantarkan kepada kesuksesan. Bukannya mengurangi harta, tapi bersedekah itu melipatgandakan harta.

Allah berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 261).

Dalam hadits Rasulullah pun disebutkan, “Maka siapa yang memperbanyak pemberian kepada orang lain, niscaya Allah memperbanyak baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.”  (HR. Ad-Daruquthni).

Baca Juga : Inilah 3 Kunci Hidup Sukses

Dalam bersedekah, tidak masalah meskipun sedikit. Karena Allah tidak melihat seberapa besar yang kamu keluarkan, melainkan Allah melihat keikhlasan didalamnya.

Ibnu Katsir berkata : “Betapa pun sedikit apa yang kamu infakkan dari apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan apa yang diperbolehkanNya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits ..” (Tafsir Ibnu Katsir).

Insya Allah, dengan artikel berjudul Sukses Itu Mudah Inilah Kuncinya. Yuk kak, kita segerakan bersedekah. Karena sedekah itu merupakan kunci kesuksesan, di dunia maupun di akhirat.

Syukur adalah kewajiban seorang hamba kepada Rabbnya. Allah berfirman “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS. Luqman : 12). Yuk kita Mensyukuri nikmat dengan berbagi ya.

Karena di dalam kehidupan kita sehari hari dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi Allah selalu memberikan nikmat. Nikmat Allah banyak sehingga kalau kita mau menghitungnya tak akan sanggup dan tak akan bisa kita menghitung nikmat Allah.Diantaranya yaitu Nikmat Iman,Nikmat Islam dan Nikmat Riski yang Allah berikan kepada kak sehingga kakak dapat menafkahi keluarga. 

Dan di dalam nikmat yang Allah berikan kepada kakak ada hak orang lain yang harus dikeluarkan, kak. Sesuai firman Allah : “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyat : 19).

Mensyukuri nikmat dengan berbagi

Mungkin dengan kakak mengeluarkan / berbagi, Allah berikan kemudahan di dalam urusan kakak. Allah akan menambah nikmat yang telah diberikanNya kepada kakak sesuai janji Allah pada Al-Qur’an surat Ibrahim : 7.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Dengan berbagi kita akan mengurangi kesusahannya serta menyenangkan hati seseorang. dan ini adalah salah satu amalan yang dicintai Allah sesuai hadits riwayat Ath Thabrani :

“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat untuk manusia. dan amalan yang paling dicintai Allah adalah kegembiraan yang engkau masukkan ke hati seseorang. atau engkau hilangkan salah satu kesusahannya.”

Apa yang harus kita keluarkan?

  1. Yaitu Harta yang Baik

Allah langsung menjawab apa yang harus kita keluarkan di dalam QS. Al-Baqarah ayat 267, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

  1. Harta yang Di Cintai

Di dalam bersedekah salah satu yang Allah perintahkan adalah yaitu dengan harta yang di cintai. dengan harta yang terbaik itu memiliki manfaat yang luar biasa bagi si penerima serta menyenangkan hatinya.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Ali Imran :92)

Dengan cara inilah rasa syukur kita kepada Allah tersampaikan. Dan dengan sedekah itulah yang merupakan salah satu bekalan yang akan menyelamatkan kita di akhirat kelak. Allah berfirman dalam Al-Baqarah 245, 

Baca Juga : Yuk Kita Menjadi Seseorang yang Bersyukur

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu di kembalikan.”

Alangkah indahnya kak, kita mensyukuri nikmat dari Allah dengan senantiasa Berbagi dengan sesama. Karena sekecil apapun nikmat dariNya, akan lebih nikmat bila kita berbagi.

Yuk kak, Mensyukuri Nikmat Dengan Berbagi bersama Griya Yatim & Dhuafa.

Didalam sebuah syarat diterimanya amalan dengan cara yaitu mengikhlaskan/mengharapkan ridha Allah sesuai firman Allah, “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku : “Bahwa sesungguhnya Rabb kamu itu adalah Rabb yang Esa’. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya”. (QS. Al-Kahfi : 110). Yuk kita simak artikel tentang Sebab Rusaknya Suatu Sedekah, agar kamu paham tentang ini ya ka.

Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam tafsirnya :

“Dua perkara ini merupakan rukun di terimanya suatu amalan. Yaitu, amalan itu harus murni untuk Allah dan sesuai dengan apa yang diajarkan serta dicontohkan Rasulullah.”

Jadi ketika kakak ingin amalan yang kakak keluarkan tidak rusak,  harus diperbaiki dulu niatnya, Kak. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya semua amalan ini terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari).

Sebab Rusaknya Suatu Sedekah

Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah : 246).

Inilah tips agar amalan kita tidak rusak dan tidak termasuk amalan yang sia-sia :

  1. Meluruskan niat

Niat dari setiap amalan itu harus karena Allah. Karena riya termasuk syirik kecil. Rasulullah bersabda : “Sesuatu yang sangat aku takutkan yang akan menimpamu ialah syirik kecil. Rasulullah ditanya tentang apa yang dimaksud dengan syirik kecil itu. maka beliau menjawab yaitu riya.” (HR. Ahmad).

2. Banyak bersyukur kepada Allah

Dengan bersyukur dapat menghindarkan diri kita dari sifat riya. Karena dengan kakak banyak bersyukur kepada Allah,kakak akan sibuk untuk bekalan akhiratari.Nantinya tidak memikirkan pujian orang lain yang hanya sifatnya sementara. Dan dengan banyak bersyukur Allah akan menambah rizki.

3. Sembunyikan amal kebaikan

Cukup diri sendiri dan Allah saja yang tahu amalan yang kita lakukan. Sembunyikanlah amal seperti menyembunyikan aib. Allah berfirman : “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 271).

Rasulullah bersabda : “Seorang lelaki bersedekah, dia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Baca Juga : Inilah 5 Manfaat Sedekah

Orang-orang yang rusak amalannya dikarenakan riya dan haus akan pujian orang lain, hanyalah menipu Allah yang artinya menipu dirinya sendiri. Dan itulah yang disebut orang-orang munafik.

Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa : 142).

Kak, dengan memahami Sebab Rusaknya Suatu Sedekah, kita pun bisa untuk menghindarinya dan mencapai kesempurnaan amal. Yuk, perbaiki amalan kita dengan meluruskan niat. Semoga Allah menerima setiap amalan yang kita lakukan. Aamiin…