Griya Yatim & Dhuafa

Mutiara Hikmah Dari Samudera Syariat : Zakat, Infaq dan Sedekah

Saudara sekalian. Dalam lembar-lembar kehidupan. Kita pun terlahir sebagai orang yang beriman. Lalu di kemudian hari dengan mantap memilih jalan keimanan. Yang kita yakini sebagai jalan kebenaran. Suatu jalan yang menuntut kita dengan sikap penyerahan. Menyerahkan harta, jiwa, raga yang tertuang dalam ketaatan. Tema hidup kita adalah pengorbanan dan ketaatan. Untuk mencapai ke suatu muara; Rahmat Allah dan keridhaan.

Saudaraku dalam naungan Aqidah Islamiyah, iman kita akan terasa begitu mentah, tanpa adanya  pengorbanan dari harta yang tercurah, yang mungkin kita peroleh dengan tenaga dan rasa lelah, namun harta dan jiwa yang kita miliki harus kita padukan untuk menopang bahtera da’wah dan ibadah, sehingga dengan komposisi jiwa dan harta yang tersilah, menghantarkan kita kepada kesepakatan dengan Allah dalam akad muamalah; “Gunakan harta dan jiwamu untuk perjuangan, Aku tukar itu dengan jannah”.

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ´Adn. Itulah keberuntungan yang besar”. (QS. As-Shaff 61 Ayat: 10-12).

Dalam kesempatan nasihat-menasehati ini, saya pun ingin memaparkan beberapa mutiara hikmah yang terkandung dari samudera syariat pengeluaran harta seperti; Zakat, infaq dan sedekah. Semoga setiap kita bisa memetik hikmahnya, dan hikmahnya bisa menghantarkan kita meraih Ridho-Nya.

Hikmah Pertama: Membentengi Harta

Ketahui 3 Syarat Utama Agar Sedekah Kita Diterima Allah SWT - Blog Aksiamal

Apa yang pertama kali dipikirkan oleh seorang yang sukses memiliki harta yang cukup banyak? Tentunya bagaimana cara menjaga harta itu agar tidak dicuri atau diserobot orang. Karena itulah rumah-rumah mewah yang harganya milyaran pasti dijaga oleh segerombolan satpam yang bertampang angker. Tidak cukup hanya satpam, pagar rumah pun dipasangi sekian banyak kamera CCTV agar bisa terpantau 24 jam.

Kalau perlu, pagar rumah itu dialiri arus listrik, biar kalau ada maling yang iseng-iseng menyentuhnya langsung mati kaku berdiri. Kadang anjing-anjing herder yang tidak ramah masih diperbantukan untuk menjaga rumah itu. Siapa pun orang yang dianggapnya asing, pasti akan digong-gong dengan galak.

Namun sekeras apapun harta dijaga, kalau Allah SWT mau mengambilnya, tentu dengan sangat mudah diambilnya. Lebih mudah bagi Allah untuk membuat seorang yang kaya raya tiba-tiba mendadak jatuh miskin dalam hitungan detik. Kalau Allah perintahkan kepada salah satu makhluk-Nya, misalnya lempeng bumi, untuk bergeser, sehingga tanah di atasnya sontak bergoyang ria, ludeslah harta itu dalam hitungan detik.

Gempa Bumi Taiwan, Gedung-Gedung yang Miring Mulai Dihancurkan

Sejarah gempa bumi sepanjang masa yang melanda umat manusia telah memberi pelajaran berharga buat kita, bahwa seaman apapun kita menjaga harta, pasti tidak akan pernah luput dari kehilangan dan kerusakan.

Lalu dengan apa kita bisa menjaga harta kita itu? Percaya tidak percaya, caranya justru dengan: dikeluarkan zakatnya bagi yang mampu dan telah mencapai nishab, atau ditunaikan infaqnya sebagai penopang ibadah dan ukhuwah, atau bersedekah sebagai bukti keimanan. 

Rasulullah ﷺ bersabda: “Bentengi harta-harta kalian dengan zakat” (HR. At-Thabrani).

Juga dalam hadits, “Tidaklah musnah harta yang ada di daratan atau di lautan kecuali oleh sebab tidak dikeluarkan zakatnya”. (HR. At-Thabrani).

Atau kabar Rasulullah ﷺ bagaimana cara untuk menangkal bencana, ”Bersegeralah kalian untuk mengeluarkan sedekah, karena sungguh bencana tak dapat melewati sedekah“ (HR Thabrani).

Gunakan hartamu untuk Allah, maka Allah akan menjaga hartamu, dan Allahlah sebaik-baiknya penjaga.

Hikmah Kedua: Zakat, Infaq, Sedekah; Teman Saat Hidup dan Teman Saat Mati

Hidayah Itu Indah dan Datang Tanpa Direncana

Jika pun ada cara untuk membawa mati harta walau manusia telah wafat, maka cara itu adalah dengan mengolah harta menjadi amal, yang tentunya bisa kita aplikasikan dengan: Zakat, Infak dan sedekah. Ada hadits populer yang mungkin kita pernah mendengarnya, dan pasti kita akan merasakan kondisi itu.

Dari Anas Bin Malik R.a. Rasulullah bersabda:

Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah mengingat kembali hadits ini, kini tinggal bagaimana caranya kita tetap langgeng berteman dengan zakat, infaq dan sedekah  hingga usia kita khatam.

Hidayah Hanya Milik Allah, Kita Tak Punya Kuasa Mengubah Seseorang -  Islampos

Jangan sampai, penyesalan yang akan kita rasakan saat tidak menjadikan zakat, infaq, dan sedekah sebagai teman dalam kehidupan, seperti penyesalan si fulan dalam Al-Qur’an:

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10).

Waktu dan kesempatan pun masih diberikan, sehingga harta masih bisa kita infakkan, masih bisa disedekahkan, masih bisa digunakan untuk menopang perjuangan, lagi dan lagi kita diingatkan;

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 254).

Hikmah Ketiga: Meraih Kesembuhan

Doa Untuk Orang Tua Sakit: Bacaan Latin dan Artinya

Rasulullah bersabda: “Sembuhkan orang sakit di antara kalian dengan bersedekah” (HR. At-Thabrani)

Ternyata Rasulullah langsung yang merekomendasikan bahwa banyak memberi sedekah, atau zakat maupun infaq itu bisa menyembuhkan penyakit. Dan cara ini merupakan bentuk tawassul yang dibenarkan dalam syariah Islam, yaitu bertawassul dengan amal shalih. Tawasul yang dituntun langsung oleh sang uswah dan  sumber hidup orang beriman (Al-Qur’an; lihat surah Al-Ma’idah 5 ayat: 35) dan tentunya tawasul yang menggiring kita ke sisi taqwa.

Dan yang terpenting adalah dengan berzakat, infak dan sedekah, kita bisa menghilangkan penyakit bernama ‘kikir’, yang merupakan penyakit hati yang bisa menyebabkan pengidapnya jika tidak disembuhkan akan mendapatkan siksaan di akhirat. Sebagaimana FirmanNya:

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 180).

Penutup

Tetesan Air · Foto Stok Gratis

Itulah tiga benua hikmah yang saya ringkas menjadi tiga tetes poin untuk kita di kesempatan ini, tentunya masih banyak sekali hikmah yang terkandung dari samudera zakat, infaq dan sedekah yang tentunya tidak mungkin cukup kita arungi untuk dipaparkan dalam artikel yang singkat dan sederhana ini. Pada akhirnya kepada Allah lah kita meminta taufiq dan pertolonganNya, agar kita bisa menjalankan fragmen ibadah harta ini dalam kehidupan kita yang singkat ini. Dengan harta dan jiwa kami berjuang, dengan pertolonganMu kami menang (dalam surga). Wassalam.

Maukah sahabat jadi tetangga Rasulullah ﷺ untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, infaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Manfaat dan Keutamaan-Keutamaan Bersedekah (Bagian Dua)

Donasiberkah.id- Dalam Islam, sedekah lebih luas dari zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berkaitan dengan materil seperti menyumbangkan harta, tapi sedekah juga mencakup segala amal atau perbuatan baik. Oleh karena itu, manfaat sedekah akan dirasakan oleh lebih banyak orang.

Sedekah merupakan bukti iman dan ketaatan manusia pada Allah SWT karena tidak dapat dipaksakan, yang merupakan panggilan hati untuk melakukannya dengan ikhlas dan dapat menyenangkan hati orang lain.

Karena tidak terikat dengan aturan dan waktu, sedekah bisa dilakukan di mana pun, kapan pun dan dengan menggunakan apapun. Rasulullah ﷺ bersabda: “Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu,” (HR Bukhari).

Baca Juga : Manfaat dan Keutamaan Bersedekah (Bagian Satu)

Manfaat Sedekah (Bagian Kedua)

Allah SWT sangat menyukai orang yang senang bersedekah. Bentuk sedekah juga beragam. Selain dengan harta, seseorang dapat bersedekah dalam bentuk ibadah lainnya, seperti menafkahi keluarga, mengajarkan ilmu, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, ada banyak manfaat sedekah yang dijanjikan oleh Allah SWT sebagai balasan atas perbuatan baik bagi seseorang yang bersedekah. Beberapa di antaranya yakni:

7. Amalan yang Tak Terputus

7 Jalan Lurus Terpanjang di Dunia | Saking Panjangnya Bikin Bosen!

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu: shodaqoh jariyah, anak yang sholeh yang memohonkan ampunan untuknya (Ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna setelahnya,”.

Meski kecil, bersedekan akan menjadi amalan yang tak terputus. Dan ini akan menolong seseorang di akhirat yang dapat menambahkan pahala dan menyelamatkannya dari api neraka.

8. Pembuka Pintu Rezeki

Door Opened Light Stock Photo - Download Image Now - iStock

Manfaat sedekah lainnya adalah dapat membuka pintu rezeki. Karena pada dasarnya dalam Islam, memberi itu bukan berkurang akan tetapi Allah SWT tambahkan kembali meski bukan berupa materi, namun akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak dikira sebelumnya.

Mengenai pintu reseki lewat sedekah, hal tersebut dijelaskan dalam beberapa hadis, seperti saat Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis Riwayat Baihaqi: “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu dengan mengeluarkan sedekah,”.

Bersedakah dengan ikhlas dan suka cita tentunya akan menjadi amalan yang dicintai oleh Allah SWT.

9. Terhindar dari Bahaya

gelas pecah, potongan, tajam, berbahaya, bahan kaca, merapatkan,  transparan, masih hidup | Piqsels

Selain berpahala, sedekah juga dapat bermanfaat sebagai penolak bala dan menahan musibah dan kejahatan bagi seseorang yang sering mengamalkannya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda: “Bersegeralah untuk bersedekah, karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah,”.

Dalam hadis lainnya, Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Asshodaqotu tasuddu sab’iina baaban minas suu-I,” artinya: “Sedekah itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan,”.

10. Dapat Memperpanjang Usia

Tips Masa Tua Sehat dan Bahagia - VOA-ISLAM.COM

Sedekah juga dipercaya dapat memperpanjang usia seseorang. Hal ini karena kualitas hidup seseorang akan meningkat jika sering melakukan sedekah, salah satunya sering merasakan hati yang tenang dan bahagia saat melakukannya.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri,” (HR Thabrani).

11. Melipat Gandakan Pahala

Photo Wheat Nature Ear botany Closeup 1920x1080

Balasan bersedekah yang paling utama adalah mendapatkan pahala. Setelah melakukan sedekah, pahala dan rezeki yang dimiliki juga akan dilipat gandakan. Mengenai hal ini, dalam Alquran Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 261).

12. Mencegah Kematian yang Jelek (Su’ul Khatimah)

Wallpaper Gambar Pemandangan Alam | Seputar Semarang

Ibnul Qoyyim mengatakan: “Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah bala’ sampai penggemar maksiat pun terjaga dari bala’ karena rajin bersedekah, menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati dan menyebabkan hati yakin dan baik sangka kepada Allah,” (Uddah ash-Shabirin hlm 490).

Ini adalah salah satu dari banyaknya manfaat sedekah bagi orang yang menyedekahkan hartanya.

Tentunya tidak ada yang ingin mendapatkan kematian yang mengenaskan. Dengan bersedah, bisa menjadi salah satu ikhtiar untuk menghindarinya.

Berbagai manfaat sedekah ini tentukan akan didapatkan bagi orang yang suka bersedekah. Amalkan amalan shalih ini untuk mendapatkanya, bahkan dengan satu senyuman tulus kepada sesama.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Manfaat dan Keutamaan Bersedekah (Bagian Satu)

Donasiberkah.id- Dalam Islam, sedekah lebih luas dari zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berkaitan dengan materil seperti menyumbangkan harta, tapi sedekah juga mencakup segala amal atau perbuatan baik. Oleh karena itu, manfaat sedekah akan dirasakan oleh lebih banyak orang.

Sedekah merupakan bukti iman dan ketaatan manusia pada Allah SWT karena tidak dapat dipaksakan, yang merupakan panggilan hati untuk melakukannya dengan ikhlas dan dapat menyenangkan hati orang lain.

Karena tidak terikat dengan aturan dan waktu, sedekah bisa dilakukan di mana pun, kapan pun dan dengan menggunakan apapun. Rasulullah ﷺ bersabda: “Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu,” (HR Bukhari).

Manfaat Sedekah

Allah SWT sangat menyukai orang yang senang bersedekah. Bentuk sedekah juga beragam. Selain dengan harta, seseorang dapat bersedekah dalam bentuk ibadah lainnya, seperti menafkahi keluarga, mengajarkan ilmu, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, ada banyak manfaat sedekah yang dijanjikan oleh Allah SWT sebagai balasan atas perbuatan baik bagi seseorang yang bersedekah. Beberapa di antaranya yakni:

1. Dapat Menghapus Dosa

Rasulullah ﷺ memberikan contoh salah satu manfaat sedekah dalam sebuah hadis. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api,” (HR Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).

Diampuninya dosa karena bersedekah tentu harus dibarengi dengan taubat atas dosa yang dilakukan.

Setelah hal tersebut dilakukan dengan baik, maka tinggal berserah diri kepada Allah SWT atas segala amalan baik yang dilakukan, termasuk sedekah.

2. Memberi Keberkahan pada Harta

Proses Pembentukan Embun - READS | A Blog by Widiani

Jika dihitung secara matematika, mengeluarkan sesuatu berarti akan mengurangi sesuatu. Namun itu tidak berlaku saat bersedekah.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya,” (HR Muslim).

Sebagai salah satu manfaat sedekah, salam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup dua hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya.

Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah. Ini bisa dirasakan salah satunya oleh indra dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya,”.

3. Menjadi Bukti Keimanan

Retornous A La Nature! • Klik Hijau

Manfaat sedekah bukan hanya akan dirasakan oleh penerima, tapi orang yang bersedekah pun merasakannya.

Sebab, sedekah bisa menjadi amalan yang menunjukkan rasa syukur bagi seseorang. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah adalah bukti,” (HR Muslim).

Ada beberapa penjelasan mengenai ini. Salah satunya dari imam An-yang Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya),”.

4. Mencegah Pedagang Dalam Berbuat Maksiat

Professional Cultural Photography: Traditional Markets in Bali

Berdagang bukan hanya proses jual beli. Di dalamnya juga ada sedekah yang harus dikeluarkan.

Selain akan memberikan perasaan lega karena telah berbagi, hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ mencegah pedagang berbuat maksiat adalah salah satu dari manfaat sedekah yang bisa dirasakan.

Mengenai hal ini, Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir alam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah,” (HR Tirmidzi no 1208, ia berkata hadis ini ‘Hasan Shahih’).

Baca Juga : Efek Sedekah Bagi Psikologi Seseorang 

5. Merasakan Kebahagiaan dan Kelapangan

L'eau dans la nature | Centre d'information sur l'eau

Rasulullah ﷺ memberikan contoh mengenai orang yang dermawan dengan orang yang pelit dalam sebuah hadis, beliau bersabda: “Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya.

Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443).

Dan hal ini tentu pernah dirasakan bagi orang-orang yang suka bersedekah. Saat melakukannya ada rasa senang, bangga, dada yang lapang setelah memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan. Bersedekah juga dapat menciptakan ketenangan hati.

6. Pahala Sedekah akan Terus Berkembang

Tree Wallpapers - Top Free Tree Backgrounds - WallpaperAccess

Pahala sedekah walaupun hanya sedikit, akan terus berkembang hingga menjadi besar. Apalagi jika sudah menjadi rutinitas dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Seperti menabung, manfaat sedekah ini akan terasa karena pahala yang mengalir. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud,” (HR At-Tirmidzi).

Berikut Keutamaan Bersedekan di Bulan Ramadhan Halaman all - Kompas.com

Demikianlah Manfaat Sedekah Bagian Satu, semoga Allah melunakkan hati kita untuk bisa berbagi dan melakukan ibadah sedekah ini. Aamiin.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Kekeliruan Memahami Zakat (Bagian Tiga) “Mewajibkan Zakat di Luar Ketentuan”

Donasiberkah.id- Menarik untuk diamati perilaku masyarakat Indonesia yang mengalami keterpelesetan dalam masalah zakat. Istilah keterpelesetan ini sebenarnya hanya sebuah penghalusan saja, padahal yang terjadi sebenarnya adalah kekeliruan, yang terkadang sampai ke level yang fatal. Bab ini dikutip dari Seri Fiqih Kehidupan Bagian 4, yang dikhususkan mengenai prihara Zakat, Penulis susun berdasarkan pengamatan sehari-hari dari fenomena yang berkembang di tengah umat Islam. Kekeliruan Memahami zakat bagian tiga.

Mewajibkan Zakat di Luar Ketentuan

Sungguh luarbiasa rekayasa-rekayasa yang sering dibuat dalam rangka menarik dana dari masyarakat, sampai-sampai harus menciptakan zakat jadi-jadian, yang sama sekali tidak pernah diperintahkan, demi sekedar untuk menyedot dana segar dari umat Islam, dengan mengatas-namakan zakat.

Misalnya muncul istilah zakat haji, zakat dapat warisan, zakat jual tanah, rumah, kendaraan, zakat ketika mendapat hadiah, uang kaget dan sejenisnya.

a. Rekayasa Zakat Haji

327 WNI di Arab Saudi Ikut Ibadah Haji Tahun Ini

Sungguh terlalu beberapa oknum di Dirjen Haji Kementerian Agama Republik Indonesia yang telah melakukan berbagai pungutan liar dengan mengatasnamakan zakat.

Ada beberapa kasus memalukan. Misalnya di Jakarta, setiap jemaah dipungut Rp. 300 ribu untuk infaq, meskipun tidak wajib tapi kenyataannya infaq itu dipungut berdasarkan surat edaran gubernur. Bila rata-rata tiap jemaah dipungut Rp. 300 ribu dikalikan jumlah jemaah haji tahun ini sekitar 210 ribu maka nilainya mencapai Rp. 63 miliar. Kalau dihitung sudah berlangsung puluhan tahun maka angkanya bisa trilyunan rupiah.

Baca Juga : Kekeliruan Memahami Zakat (Bagian Dua) “Dua Akad”

Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Marhus Umar membenarkan adanya pungutan infaq itu. Dia menyebutkan infaq sebesar Rp. 300 ribu merupakan kesepakatan Forum Komunikasi KBIH. Uang infaq yang sudah terkumpul disetorkan ke Kankemenag dan selanjutnya disetor kepada Bazis.

 

Abdul Karim, Direktur Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama menyatakan pemungutan infaq Rp. 300 ribu kepada setiap calhaj merupakan anjuran bukan suatu kewajiban. Jadi pungutan itu bukan zakat melainkan infaq. Namun pada kenyataannya, bukan hanya infaq tapi juga zakat sebesar 2,5 persen bagi calhaj yang belum membayar zakat.

b. Rekayasa Zakat Atas Harta Warisan

Tata Cara Pembagian Waris - Sripoku.com

Zakat yang seringkali ditagih adalah zakat pada saat pembagian warisan. Mungkin karena para ahli waris itu sedang banyak uang, maka tiba-tiba muncul rekayasa dari pihak yang tidak bertanggung-jawab, yaitu adanya kewajiban zakat atas harta yang dibagi warisan.

Padahal dalam ilmu faraidh sama sekali tidak dikenal kewajiban atas ahli waris untuk membayar zakat. Kalau pun ada anjuran untuk mengeluarkan harta, namanya bukan zakat, melainkan sedekah yang sifatnya uang kerahiman yang sifatnya hanya anjuran.

وإِذَا حضر الْقِسمةَ أُولُواْ الْقُربى والْيتامى والْمساكِين فَارزقُوهم منه

“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik”. (QS. An-Nisa’ : 8).

c. Rekayasa Zakat Hadiah

14 Rekomendasi Hadiah Rp 50 Ribuan Ini Cocok untuk Kamu yang Punya Dana  Terbatas (2019)

Rekayasa zakat yang lain lagi adalah zakat atas penerimaan hadiah, yang sering diidentikkan dengan zakat atas harta rikaz. Padahal hadiah bukan rikaz dan begitu juga sebaliknya.

Sayangnya, kewajiban membayar zakat atas mereka yang menerima hadiah sudah terlanjur dipopulerkan oleh pihakpihak yang tidak bertanggung-jawab, padahal tidak ada dalil yang qath’i atas hal itu. Namun fatwa yang kurang punya dasar itu kemudian dicopy-paste begitu saja, tanpa pernah dilakukan penelitian mendalam atas masyru’iyahnya. Maka jadilah satu nama cabang zakatbaru, yaitu zakat atas uang hadiah, undian, bonus, THR dan sejenisnya.

Sudah merupakan kelaziman di negeri kita, pada tiap kesempatan datangnya hari raya Idul-fithr, para majikan dan pimpinan perusahaan akan membagikan hadiah khusus, yang disebut Tunjangan Hari Raya (THR). Namun ada saja pihak-pihak yang mewajibkan THR ini untuk dikeluarkan zakatnya, dengan menganggapnya sebagai bagian dari zakat rikaz, atau zakat hasil temuan.

d. Rekayasa Zakat Atas Penjualan Barang Berharga

Gun Portable Pistol Password Aman Keamanan Kotak Pistol Brankas Kotak  Penyimpanan Perhiasan Pistol Barang Berharga Uang Aman|money safe|money  securingmoney password - AliExpress

Rekayasa zakat yang lainnya adalah zakat atas uang yang diterima karena seseorang telah menjual harta bendanya, baik berupa tanah, rumah, kendaraan dan lain sebagainya.

Entah siapa yang memulai dan bertanggung-jawab atas tersebarnya rekayasa zakat yang satu ini, namun terlanjur muncul pemahaman di tengah masyarakat bahwa siapa saja yang menjual barang-barang berharga, maka atasnya diwajibkan untuk membayar zakat.

Jadi ketika seseorang jual tanah, dia kena zakat. Pembelinya pun kena zakat. Dan selama memiliki tanah, juga ada zakatnya. Mobil dan sepeda motor pun demikian juga, membelinya kena zakat, menjualnya kena zakat, sekedar memilikinya pun kena zakat juga. Lama-lama, parkir mobil, makan di restoran, menginap di hotel dan naik pesawat pun kena zakat.

Luas Lahan Persawahan Turun - Bisnis.com

Kalau dipikir-pikir, paham seperti ini agaknya sangat dipengaruhi oleh gaya orang-orang pajak, yang inti akidah mereka adalah bagaimana menyedot dana dari masyarakat sebesar-besarnya. Logika pajak pun dipakai dalam logika zakat, sampai ada istilah potensi zakat, bahkan target penerimaan zakat.

Masalah dasar pensyariatannya sudah tidak penting lagi bagi mereka, pokoknya trend omset dan penerimaan dana zakat dari umat harus naik, karena sudah ditargetkan sedemikian rupa oleh pimpinannya. Kalau perlu menggunakan istilah zakat, maka tanpa malu-malu dipakailah istilah zakat, biar orang merasa bahwa pajak ini adalah kewajiban agama.

Warga Menghitung Uang Rupiah, Foto 3 #942722 - Tribunnews.com Mobile

Paham ini jelas-jelas merupakan rekayasa atas zakat yang tidak punya dasar masyru’iyah, baik dari Al-Quran maupun dari As-Sunnah, bahkan tidak ada contoh nyatanya sepanjang 14 abad lamanya, sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ sampai zaman nabi palsu.

Sederhaannya, istilah target penerimaan zakat, tidak dikenal di masa Rasulullah ﷺ Kalau pun Abu Bakar AshShiddiq radhiyallahuanhu memerangi orang yang tidak bayar zakat, karena mereka mengingkari kewajiban zakat, padahal sebelumnya mereka adalah pembayar zakat yang setia di masa Rasulullah ﷺ. Wallahu ‘alamu bis Showab.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Kekeliruan Memahami Zakat (Bagian Dua) “Dua Akad”

 

 

Donasiberkah.id- Menarik untuk diamati perilaku masyarakat Indonesia yang mengalami keterpelesetan dalam masalah zakat. Istilah keterpelesetan ini sebenarnya hanya sebuah penghalusan saja, padahal yang terjadi sebenarnya adalah kekeliruan, yang terkadang sampai ke level yang fatal. Bab ini sengaja Penulis susun berdasarkan pengamatan sehari-hari dari fenomena yang berkembang di tengah umat Islam. Kekeliruan Memahami zakat bagian dua.

B. Terlalu Meluaskan Zakat

Gambar Orang Meneropong - My Blog

Di sisi yang lain, juga ada kecenderungan yang kedua dan agak berlebihan dalam memandang kewajiban zakat. Titik kesalahannya adalah meluas-luaskan kewajiban berzakat, sampai hal-hal yang bukan termasuk kewajiban zakat pun, akhirnya diseret-seret agar jadi zakat.

Fenomena ini memang seiring dengan sudah semakin sadarnya umat Islam, khususnya di perkotaan, untuk berzakat. Kesadaran ini mirip dengan geliat semangat yang tidak terbendung berangkat pergi haji ke Baitullah, yang setiap tahunnya selalu berlimpah, bahkan sampai harus menyogok kanan kiri untuk mendapatkan kuota.

Untuk ibadah zakat, semangat yang sedemikian besar itu tentu amat menggembirakan, sehingga kalau sampai bermunculan ratusan bahkan ribuan lembaga yang ingin ikut menyerok ikan di waduk zakat ini, rasanya bukan hal yang aneh lagi. Prinsipnya dimana ada gula, disitu ada semut. Dimana ada ikan, disitulah para pemancing ikan akan berkerumun.

Baca Juga : Hikmah Pertama Mengeluarkan Zakat Allah Akan Menjaga Harta Kita

Namun sayangnya, semangat berzakat ini seringkali terjebak dengan berbagai kekeliruan. Tentu menjadi tugas kita semua untuk meluruskannya, agar jangan sampai syariat Islam ini mengalami penyimpangan. Di antara sekian banyak kekeliruan di tengah umat Islam dalam memahami syariat zakat adalah :

1. Menyamakan Zakat Dengan Pajak

 

 

 

 

Kesahalan yang teramat fatal dalam memposisikan zakat di antaranya adalah menganggap zakat sama dengan pajak. Atau Mengakadkan pajak sekaligus zakat. Memang sekilas ada beberapa titik kesamaan, namun dibandingkan dengan perbedaan antara zakat dan pajak, perbedaan itu sangat besar ibarat jurang yang menganga. Perbedaan yang asasi antara zakat dan pajak, sebagaimana Penulis terangkan pada bab sebelumnya dari buku ini dapat kita lihat pada tabel berikut :

Perbedaan Zakat dan Pajak

Arti Nama
Zakat : bersih, bertambah dan berkembang
Pajak : Utang, Pajak Upeti

Dasar Hukum
Zakat : Al-Qur’an dan As Sunnah
Pajak : Undang-undang suatu negara

Nishab & Tarif
Zakat : Ditentukan Allah dan bersifat mutlak
Pajak : Ditentukan oleh Negara yang bersifat relatif Nishab zakat memiliki ukuran tetap sedangkan pajak berubah-ubah sesuai dengan neraca anggaran negara.

Sifat
Zakat : Kewajiban bersifat tetap dan terus menerus
Pajak : Kewajiban sesuai dengan kebutuhan dan dapat dihilangkan.

Subyek
Zakat : Muslim
Pajak : Semua warga negara

Obyek Alokasi Penerima
Zakat : Alokasi Penerima
Hanya untuk 8 golongan
Pajak : Untuk dana pembangunan dan anggaran rutin

Harta yang Dikenakan
Zakat : Harta produktif
Pajak : Semua Harta

Ijab Kabul
Zakat : Disyaratkan
Pajak : Tidak Disyaratkan

Imbalan
Zakat : Pahala dari Allah dan janji keberkahan harta
Pajak : Tersedianya barang dan jasa publik

Sanksi
Zakat : Dari Allah
Pajak : Dari Negara

Motivasi Pembayaran
Zakat : Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ketaatan dan ketakutan pada negara dan sanksinya
Pajak : Ada pembayaran pajak dimungkinkan adanya manipulasi besarnya jumlah harta wajib pajak dan hal ini tidak terjadi pada zakat

Perhitungan
Zakat : Dipercayakan kepada Muzaki dan dapat juga dengan bantu amil zakat
Pajak : Selalu menggunakan jasa akuntan pajak

Tentu pandangan untuk menyamakan posisi zakat dengan pajak adalah pandangan yang perlu diluruskan, agar tidak menjadi sebuah preseden buruk.

Logika dan doktrin pajak 180 derajat berbeda dengan logika dan doktrin zakat. Keduanya tidak mungkin digabungkan, karena ada begitu banyak esensi yang berbeda. Dimana perbedaan itu memang telah sejak awal ditetapkan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

Kesempurnaan al-Qur'an dan as-Sunnah - MAKALAH NIH

Sayangnya, berbagai ijtihad yang sekarang berkembang, cenderung ingin memposisikan zakat seolah-olah pungutan pajak. Ciri utamanya adalah mengotak-atik dalil sedemikian rupa, agar bisa semakin banyak jenis harta yang bisa ditarik zakatnya. Atau yang banyak terjadi adalah dualisme akad, seseorang membayar pajak sekaligus diniatkan juga berzakat, hal ini tidak diterima mengingat pajak dan zakat adalah dua hal yang berbeda.

Maka yang terjadi adalah kerancuan semata. Contoh kecil saja, dalam logika pajak, bila seseorang menerima sejumlah uang, misalnya hasil dari menjual rumah, maka orang itu harus bayar pajak. Demikian juga, ketika ada orang membeli rumah, dia pun kena pajak. Tidak jual dan tidak beli rumah pun, dia kena pajak juga, yaitu Pajak Bumi dan Bangunan.

Sedangkan di dalam logika zakat, ketika seseorang menjual rumah, tidak ada kewajiban membayar zakat. Demikian juga bagi orang yang membeli rumah, dia pun tidak wajib membayar zakat. Dan orang yang tidak menjual atau memberi rumah, juga tidak wajib membayar zakat. Namun ketika rumahnya disewakan, uang hasil penyewaan itulah yang terkena zakat.

House Images | Free Vectors, Stock Photos & PSD

Ketika ada upaya agar orang yang menjual rumah harus bayar zakat, atau yang membeli rumah juga kena zakat, jelas sekali ini adalah upaya ‘pemerkosaan’ syariat zakat dengan logika pajak. Dan ini sebuah penyimpangan hukum agama yang perlu diluruskan kembali. Wallahu A’lam.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Kekeliruan Memahami Zakat (Bagian Satu) “Terlalu Menyempitkan Lingkup Zakat”

Donasiberkah.id- Menarik untuk diamati perilaku masyarakat Indonesia yang mengalami keterpelesetan dalam masalah zakat. Istilah keterpelesetan ini sebenarnya hanya sebuah penghalusan saja, padahal yang terjadi sebenarnya adalah kekeliruan, yang terkadang sampai ke level yang fatal. Bab ini sengaja Penulis susun berdasarkan pengamatan sehari-hari dari fenomena yang berkembang di tengah umat Islam.

A. Terlalu Menyempitkan Zakat

See the source image

Ada dua keadaan yang bisa kita simpulkan dari fenomena masyarakat yang termasuk pada kecenderungan pertama ini. Pertama, masih begitu besarnya jumlah umat Islam yang tidak sadar adanya kewajiban berzakat. Kedua, masih besarnya pemahaman bahwa zakat itu hanya sebatas zakat fithr saja, sehingga kalau pun umat ini membayar zakat, ramainya hanya di bulan Ramadhan saja.

1. Tidak Mau Berzakat

Image result for sifat kikir

Kecenderungan paling umum yang sejak dahulu telah melanda umat Islam adalah kecenderungan tidak membayar zakat. Seolah-olah kewajiban beragama hanya sebatas melaksanakan ritual shalat dan upacara-upacara semacam maulid, berdzikir, selametan, kenduri, tahlilan, dan sejenisnya.

Padahal zakat justru merupakan bagian dari rukun Islam yang bila diingkari kewajibannya, bisa beresiko gugurnya status keislaman.

Di masa kepemimpinan Abu Bakar ash-shiddiq radhiyallahuanhu sudah mulai ada gerakan yang mengingkari zakat. Oleh Abu Bakar, gerakan ini dianggap sebagai sebuah kekufuran yang diperangi secara tegas.

Awalnya para shahabat pun memandang bahwa kaum yang tidak mau bayar zakat sepeninggal Rasulullah itu tidak perlu dibunuh atau tidak perlu diperangi. Namun Abu Bakar melihat kasus itu lebih dalam dan menemukan bahwa pangkal persoalannya bukan semata-mata curang atau menghindar, melainkan sudah sampai kepada level pengingkaran adanya syariat zakat itu sendiri.

Hal itu dijelaskan di dalam hadits berikut ini :

Dari Abi Hurairah radhiyallahuanhu bahwa ketika Rasulullah wafat dan Abu Bakar menjadi khalifah, sebagian orang orang arab menjadi kafir. Umar bertanya,”Mengapa Anda memerangi mereka? Padahal Rasulullah telah bersabda,”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan La Ilaaha Illallah, yang telah mengucapkannya maka terlindung dariku harta dan jiwanya dan hisabnya kepada Allah SWT ?”. Abu Bakar menjawab,”

“Demi Allah, aku pasti memerangi mereka yang membedakan antara shalat dan zakat. Sebab zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka menolak membayar seekor kambing muda yang dahulu pernah dibayarkannya kepada Rasulullah pastilah aku perangi”.

Umar berkata,”Demi Allah, hal ini tidak lain karena Allah SWT telah melapangkan dada Abu Bakar dan baru aku tahu bahwa hal itu adalah benar”. (HR. Bukhari Muslim Abu daud Tirmizi Nasai Ahmad).

2. Terbatas Hanya Zakat Fitrah

See the source image

Kalau pun keudian muncul gejala mulai gemar berzakat, ternyata zakat itu sekedar zakat fithr yang dibayarkan setahun sekali hanya di bulan Ramadhan. Kalau hanya zakat fithr, orang kaya raya dengan orang miskin yang berpenghasilan pas-pasan, nyaris mengeluarkan nilai yang relatif sama besarnya, yaitu pada kisaran 15 s/d 20-an ribu rupiah saja.

Bukan bermaksud menafikan zakat fithr, tetapi gejala kekeliruan paham bahwa zakat hanya sebatas zakat fithr saja, adalah gejala yang amat mengkhawatirkan. Sebab di luar zakat fithr, masih ada begitu banyak kewajiban zakat yang harus ditunaikan, terkait dengan jenis kekayaan, nishab dan haul yang telah ditetapkan.

Uang tabungan di bank, serta emas atau perak timbunan, adalah dua jenis kekayaan yang wajib dikeluarkan zakatnya, meski hanya disimpan. Malah justru karena hanya disimpan itulah jadi terkena kewajiban zakat. Sebab emas dan uang yang disimpan itu sama dengan dengan ditimbum, sebagaimana firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿ ٣٤﴾

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ ﴿ ٣٥﴾

“pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (QS. At-Taubah [9] Ayat : 34-35).

Demikian juga dengan harta berbentuk komoditas yang dimiliki dan distok untuk diperdagangkan, apabila nilainya melebihi nisab dan haul, tentu ada kewajiban zakat atasnya yang wajib dibayarkan. Di negeri kita ini, ada jutaan pedagang yang belum pernah membayar zakat, entah karena tidak tahu atau memang tidak mau tahu.

Hewan ternak jenis tertentu, bila jumlahnya telah melebihi nisab dan telah dimiliki minimal selama masa setahun (qamariyah), ada kewajiban zakatnya. Sementara ada jutaan rakyat yang memiliki hewan-hewan ternak, justru tidak pernah tahu kalau ternaknya itu wajib dikeluarkan zakatnya.

Dan hasil panen petani jenis tanaman tertentu, bila jumlahnya melebihi nisab, tentu ada kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya. Namun negeri dengan mayoritas penduduk yang berpenghasilan dari bercocok tanam, nyaris sama sekali tidak tahu urusan zakat atas hasil panennya. Padahal mereka rajin ibadah, puasa, bahkan rutin mengadakan selametan, syukuran, kaulan, hajatan, santunan, yang hukumnya sunnah. Sementara zakat yang fardhu ‘ain hukumnya serta bagian dari rukun Islam, sama sekali tidak dicolek.

See the source image

Dan masih banyak lagi jenis kekayaan yang terkena kewajiban zakat, sesuai dengan jenis, kriteria, ketentuan dan hitungan yang telah ditetapkan syariah Islam. Namun sayangnya, masih begitu banyak umat Islam yang terlalu awam dengan kewajiban zakat, sehingga semua kekayaan itu nyaris sama sekali tidak tersentuh keberkahan zakat.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Mengenal Zakat Ma’din (Pertambangan)

 

 

Donasiberkah.id- Selain zakat pertanian dan zakat Penghasilan, dalam Islam terdapat pula zakat pertabangan. Yuk kita peljari jenis zakat yang satu ini.

A. Pengertian

Produksi Tambang Bawah Tanah Freeport Indonesia Mulai Tumbuh - Ekonomi  Bisnis.com

1. Secara Bahasa istilah ma’din (adalah bentuk mufrad (tunggal) dari ma’adin (di dalam kamus diartikan:

موضِع استِخراجِ الْجوهرِ مِن ذَهبٍ ونحوِهِ

Tempat dikeluarkannya perhiasan baik berupa emas atau yang lainnya.

2. Sedangkan secara istilah fiqih, ma’din sering didefinisikan oleh para ulama, diantaranya oleh Al-Buhuty :

كُل ما تولَّد فِي الأَْرضِ مِن غَيرِ جِنسِها لَيس نباتا

Semua harta yang terkandung di dalam tanah yang bukan jenis tanah dan bukan tumbuhan. Maksudnya ma’din adalah benda atau barang berharga dari hasil tambang yang di dapat dari dalam tanah.

Rahasia Alam Semesta: Dari Mana Asal Emas yang Ada di Bumi?

B. Yang Termasuk Ma’din

See the source image

Ketika menetapkan benda apa saja yang termasuk ke dalam kategori ma’din yang terkena kewajiban zakat dan benda apa saja yang tidak terkena kewajiban zakat, para ulama sedikit berbeda pendapat.

1. Mazhab Al-Hanafiyah

See the source image

Mazhab Al-Hanafiyah menyebutkan bahwa ma’din itu terdiri dari tiga jenis benda. Pertama, benda-benda yang bisa dibentuk dengan cara dilelehkan atau dicairkan dengan api, seperti besi, emas, kuningan, tembaga dan sejenisnya. Kedua, yang berwujud benda cair bernilai ekonomis yang dikeluarkan dari dalam bumi seperti minyak bumi dan aspal. Menurut mazhab ini, jenis yang kedua ini tidak ada kewajiban zakat atasnya. Ketiga, yang bukan termasuk kategori pertama dan kedua, seperti permata, batu rubi, mutiara, fairuz, celak kapur, gips, dan yang lainnya.

2. Mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah

Kitab Ulama yang Hangus Dibakar Istrinya - Alif.ID

Sedangkan mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah membagi barang yang termasuk ke dalam kategori ma’din ini menjadi dua.

Pertama adalah ma’din zhahir, yaitu barang tambang yang keluar dari dalam bumi tanpa memerlukan proses panjang langsung bisa dimanfaatkan, seperti minyak bumi dan belerang.

Kedua adalah ma’din bathini yaitu barang tambang yang keluar dari dalam bumi, namun belum bisa langsung bermanfaat kecuali setelah melalui proses pengolahan yang panjang. Misalnya emas, perak, besi, tembaga dan sebagainya. Kedua mazhab ini sepakat dalam istilah ma’din, namun tidak sepakat pada penetapan jenis ma’din yang manakah yang wajib dizakati.

Dalam pandangan mazhab Asy-Syafi’iyah, jenis ma’din yang wajib dikeluarkan zakatnya terbatas hanya pada dua benda, yaitu emas dan perak saja. Itu pun tidak berlaku manakala jumlahnya tidak mencapai nisab, yaitu minimal seberat 85 gram. Sedangkan dalam pandangan mazhab Al-Hanabilah, semua jenis ma’din di atas itu mewajibkan zakat, tanpa dibeda-bedakan. Mazhab ini menggunakan ayat Al-Quran Al-Kariem dalam makna yang umum, yaitu :

يا أَيها الَّذِين آمنوا أَنفِقُوا مِن طَيباتِ ما كَسبتم ومِما أَخرجنا لَكُم مِن الأَرض

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu”. (QS. At-Taubah : 34).

Demikianlah Zakat Ma’din (Pertambangan) yang bisa kami paparkan semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang syariat zakat.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Berbahagialah Menjadi Muzakki

Donasiberkah.id- Berbahagialah jika Anda termasuk bagian orang-orang yang wajib zakat, karena faktanya tidak setiap muslim bisa menjadi Muzakki (orang yang berzakat). Tentu yang dimaksud bangga di sini bukanlah berkonotasi negatif, seperti ‘ujub, bangga diri, atau bahkan menganggap diri lebih tinggi di atas orang lain. Akan tetapi bangga yang dimaksudkan adalah berbangga karena mendapat kesempatan dari Allah untuk menyempurnakan rukun Islam, Alhamdulillah.

Kalau Anda telah memenuhi kriteria sebagai seorang Muzakki, artinya Anda telah memperoleh kenikmatan lebih besar daripada kaum muslim lainnya. Mengapa bisa demikian? Karena tidak sembarangan orang bisa menjadi Muzakki.

Ada 2 hal yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang Muzakki, yakni: NISAB & HAUL.

Apa itu Nisab ?

NISAB adalah standar minimum jumlah harta. Seorang MUZAKI haruslah memiliki harta minimal sejumlah nisab.

Jumlah nisab berbeda-beda tergantung jenis hartanya, apakah berupa hewan ternak, perkebunan, barang dagangan, atau emas dan perak.

"time is money" background design Free Vector

Jika memakai standar emas, jumlah NISABnya adalah 85 gram emas murni, asumsi harga emas Rp 586.000 per gram, berarti jumlah NISAB sekitar Rp 49.810.000,-

Atau, NISAB perak adalah sejumlah 595 gram, jika asumsi harga perak Rp 10.900 per gram, maka jumlah NISAB sekitar Rp 6.485.000,-

Baca Juga: Seputar Zakat Profesi : Bagian Tiga Pembagian Jenis Zakat Penghasilan Menurut Ulama

Kalau harta yang Anda miliki jumlahnya di bawah nisab zakat tersebut, berarti Anda belum bisa menjadi Muzakki. Sedih sekali bukan?.

Jika ada seseorang yang punya harta sejumlah nisab tersebut, belum tentu juga ia telah menjadi seorang yang wajib mengeluarkan zakat, mengapa? Karena ada satu syarat lagi yang harus dipenuhi, yakni HAUL.

Apa itu Haul?

Hand with pen mark calendar Free Vector

HAUL adalah berlalunya masa 12 bulan (1 tahun) sejak harta yang dimiliki mencapai nisab, baik menurut tahun Qomariah ataupun Syamsiah dengan memperhatikan perbedaan jumlah harinya.

Ketika Anda memiliki uang tabungan atau simpanan sebesar Lima puluh juta Rupiah di bulan Ramadhan tahun ini, artinya jumlah harta tersebut sudah mencapai NISAB zakat, tapi Anda perlu tunggu selama 1 tahun terlebih dahulu jumlah tabungan tersebut, pastikan jumlahnya meningkat jangan sampai berkurang, barulah setelah syarat HAUL 1 tahun terpenuhi, bulan Ramadhan tahun berikutnya Anda bisa keluarkan zakatnya sebesar 2,5%.

Tidak semua muslim bisa menjalankan ibadah zakat ini, berbahagialah untuk kamu yang mempunyai harta di takaran nisab dan haul satu tahun, kamu adalah muzakki dan bisa menjalankn rukun Islam yang ke empat.

Kita juga mendoakan agar saudara-saudara muslim kita baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, agar bisa menunaikan zakat, karena zakat adalah ketaatan,dan ketaatan akan mendatangkan kebahagiaan, berbahagialah !.

Yuk sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Zakat Emas dan Perak

 

Donasiberkah.id- Emas dan perak termasuk jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, meskipun hanya disimpan saja. Justru karena disimpan atau ditimbun itulah malah terkena zakat. Dan Emas dan perak yang dikenakan tidak terkena zakat, Emas dan perak ini berbeda dengan jenis harta lainnya seperti rumah, kendaraan, tanah dan seterusnya, yang kalau dimiliki, disimpan atau ditimbun, tidak ada kewajiban zakat.

A. Pengertian

1. Emas

Wallpaper emas batangan HD unduh gratis | Wallpaperbetter

Emas adalah sejenis barang tambang yang dalam bahasa Arab disebut ad-dzahab. Secara ilmiyah, emas adalah bagian dari unsur-unsur kimia yang telah dikenal umat manusia sejak kuno. Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: ‘aurum’) dan nomor atom 79. Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.

2. Perak

Mana yang Lebih Untung, Investasi Perak atau Investasi Emas?

Perak adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ag dan nomor atom 47. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Argentum. Sebuah logam transisi lunak, putih, mengkilap, perak memiliki konduktivitas listrik dan panas tertinggi di seluruh logam dan terdapat di mineral dan dalam bentuk bebas.

Logam ini digunakan dalam koin, perhiasan, peralatan meja, dan fotografi. Perak termasuk logam mulia seperti emas.

3. Emas dan Perak Sebagai Alat Tukar

Emas dalam Islam

Emas (dan juga perak) sejak zaman dahulu adalah logam yang dipilih manusia sebagai alat tukar dalam jual beli, karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan.

Uang yang berbentuk logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut).

Di masa lalu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam. Emas dan perak adalah satu jenis harta yang disebutkan di dalam Al-Quran sangat disukai oleh manusia.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak..” (QS. Ali Imran : 14).

Di masa Rasulullah ﷺ, koin emas dijadikan alat tukar di Kerajaan Romawi dan wilayah jajahannya, sedangkan perak dijadikan alat tukar di Kerajaan Persia dan wilayah yang menjadi jajahannya. Karena negeri Arab ada di antara kedua kerajaan besar itu, dan bangsa Arab aktif berdagang sepanjang tahun, maka kedua logam mulia itu dikenal cukup baik di negeri Arab.

4. Dinar dan Dirham

Dinar Dan Dirham Di Zaman Nabi Adam - Islampos

Koin emas disebut dinar dan koin perak disebut dirham. Kata dinar berasal dari kata “Denarius” (Bahasa Romawi Timur), dan dirham berasal dari kata “Drachma” (Bahasa Persia).

Kemudian bangsa Arab mengadopsinya untuk dijadikan sistem mata uang mereka. Dan sepanjang kehidupannya Nabi ﷺ tidak pernah merekomendasikan perubahan apapun terhadap mata uang, artinya Nabi ﷺ dan para sahabat yang menjadi khalifah sesudahnya membenarkan praktek ini. Perbandingan harga antara keduanya tidak pasti, terkadang 1 : 10 dan terkadang 1 : 12.

Di dalam beberapa hadits ditemukan fakta bahwa Rasulullah ﷺ pernah membeli seekor kambing dengan harga 1 dinar emas. Di masa pemerintahannya, Amriul Mukminin Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu, memberi gambar tambahan bertuliskan alhamdulillah dan dibaliknya bertuliskan Muhammad Rasulullah. Beliau sempat mencetaknya sampai akhir masa jabatannya, namun belum sempat mencetak uang dinar yang lain.

Di masa pemerintahannya, khalifah Abdul Malik bin Marwan mencetak mata uang baru dinar dan dirham di bawah pengawasan pemerintah. Dengan bentuk dan karakteristik pencetakan islami dan penggunaan dinar dan dirham ini berakhir seiring dengan runtuhnya kekhalifahan.

Turki Utsmani pada tahun 1924 bersamaan dengan berakhirnya perang dunia I. Di masa modern ini awalnya emas masih digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa
komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang
dolar Amerika.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Seputar Zakat Profesi : Bagian Tiga Pembagian Jenis Zakat Penghasilan Menurut Ulama

Donasiberkah.id- Sahabat dermawan, sebagai seorang muslim pastinya kita menginginkan, agar harta yang kita peroleh menjadi harta yang mengandung keberkahan, sebagaimana kebanyakan di antara kita berprofesi sebagai mitra usaha yang menerima gaji atau penghasilan, di kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pengetahuan kita perihal seputar zakat penghasilan, yang bersumber dari buku Seri Fiqih Kehidupan Bagian 4 Karya Ahmad Sarwat. Lc, semoga menambah khazanah kita dalam memahami syariat mulia berupa zakat penghasilan.

Pembagian Jenis Al-Mal Al-Mustafad (Zakat Penghasilan) Menurut Ulama

Para ahli fiqih umumnya menyebutkan bahwa sesungguhnya al-mal al-mustafad itu ada tiga macam :

Pertama

Suci Ningrum (sucin5298) - Profile | Pinterest

Harta yang tumbuh dari harta wajib zakat yang dimiliki seseorang. Bila seseorang memiliki harta yang dijadikan barang dagangan, bila nishabnya telah terpenuhi, maka tepat pada hari jatuh tempo satu haul nanti, dia wajib mengeluarkan zakat atas kepemilikan barang dagangan itu.

Lalu di tengah-tengah tahun, ada barang yang terjual dan memberikan keuntungan dari barang dagangan, maka keuntungannya itu merupakan al-mal al-mustafad. Demikian juga bila seseorang memiliki hewan ternak yang telah memenuhi nishab sehingga bila nanti tepat dimiliki satu haul, dia wajib mengeluarkan zakat atas ternak itu. Lalu ternyata di tengah-tengah tahun, ada dari ternak-ternaknya itu yang lahir, sehingga jumlah ternaknya bertambah, maka harta itu disebut al-mal al-mustafad.

Baca Juga : Mengenal Zakat Profesi: Bagian Satu Pengertian dan Pensyariatan

Kedua

Dua Penerima Bagian Pasti Sepertiga dalam Warisan dan Syaratnya | Islam NU  Online

Harta yang sejenis dengan harta wajib zakat yang dimiliki seseorang, namun tidak tumbuh darinya. Misalnya harta yang diperoleh dari pembelian, hadiah, dan warisan.

Ketiga

35 Fakta Menarik tentang Unta yang Perlu Anda Ketahui » Pengetahuan Umum  Populer

Harta yang berbeda jenis dengan harta wajib zakat yang dimiliki seseorang. Sejumlah unta yang baru dibeli, atau diterima sebagai hadiah, atau didapat lewat warisan dari orang tua, dan harta itu sudah mencapai nishab, maka harta itu termasuk al-mal al-mustafad (zakat Penghasilan).

Al-Qaradawi mengatakan bahwa jenis yang ketiga itu di masa sekarang adalah penghasilan, upah, gaji dan fee. Menurut beliau semua jenis pemasukan itu wajib dikeluarkan zakatnya langsung ketika diterima, tanpa harus menunggu masa kepemilikan selama satu haul. Namun beliau mensyaratkan harta itu harus memenuhi nishab dan telah melebihi kebutuhan pokok. Selain itu juga beliau memastikan bahwa harta itu harus dikeluarkan dulu untuk membayar hutang bila memang pemiliknya punya hutang.

Menurut beliau, pendapatnya ini merupakan pendapat Ibn ‘Abbas, Ibn Mas’ud, dan Mu’awiyyah dari kalangan sahabat, ‘Umar ibn ‘Abdul’aziz, az-Zuhri, Hasan, Makhul, Ja’far ash-Shadiq, dan Dawud azh-Zhahiri.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

English EN Indonesian ID