Griya Yatim & Dhuafa

Mengenal Arti Kedewasaan

Donasiberkah.id – Menghadapi usia tua adalah keniscayaan. Tetapi, menjadi sosok yang dewasa adalah pilihan.

Tak sedikit orang yang mapan dari segi umur, tapi belum memiliki kepribadian yang matang. Usia memang bukan jaminan dan tolok ukur kedewasaan seseorang. Tak mudah menjadi dewasa. Butuh proses panjang dan tahapan. Apa dan bagaimana kedewasaan itu telah dikupas dalam deretan buku motivasi ataupun psikologi.

Prof Ahmad Hasan dalam artikelnya yang berjudul “Samat ar Rajulah fi al- Islam” mengatakan, sedikit sekali para penulis ataupun peneliti yang mencoba membahasnya dari perspektif Islam. Dalam makalahnya itu, ia berupaya menjabarkan pemaknaan kedewasaan dan kriterianya menurut kacamata Islam. Seperti apakah pembacaannya atas kedewasaan?

Menurut dia, rajulah atau kedewasaan bukan identitas yang berdiri sendiri, tetapi merupakan sifat yang bisa dimiliki oleh siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Kata rajul dalam Al-Quran memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Adakalanya, bermakna laki-laki sesuai dengan arti dasarnya. Ini seperti ayat 7 dan 12 surah an-Nisa’.

Kadang pula, kata rajulah yang di maksudkan itu berarti sifat-sifat bagi sosok pribadi yang dewasa dan matang. Sebut saja ayat ke-109 surah Yusuf. Kata rijal itu merupakan representasi sebuah kesempurnaan dan kekuatan yang dimiliki oleh seorang pria. Sifat para pembesar yang memegang tampuk risalah dan menyerahkan hidup mereka untuk menyampaikan wahyu. Ini seperti ayat 23 Surah al-Ahzab.

Pada intinya, kata Prof Hasan, mereka yang menelusuri definisi rajulah atau kedewasaan dalam Al-Quran dan sunnah akan mendapati satu kesimpulan, yaitu orang yang laik menyandang sifat dewasa baik dari golongan Adam atau Hawa ialah mereka yang hidup taat dan mengimplementasikan taqwa dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Teladan Rasulullah ﷺ dalam Mendidik Anak

Ini terdapat di surah al-Hujurat ayat 13. Hadits Abu Hurairah juga menyebut demikian. Sebaik-baik manusia ialah mereka yang bertakwa. Ini berarti, takwa dalam pemaknaan yang luas bisa dijadikan sebagai tolok ukur kedewasaan seseorang.

Kematangan emosi 

Alzheimer's Alzheimer’s memory loss due to Dementia and brain disease with the abstract medical icon of a human head and neurology research as a 3D illustration. emotional maturity stock pictures, royalty-free photos & images

Atas dasar inilah, Prof Hasan mengatakan, hakikat kedewasaan seseorang adalah kematangan emosional yang tercermin dalam setiap perbuatannya. Dewasa bukan proses rekayasa, melainkan hasil capaian dari rentetan tahapan.

Ini penting. Acapkali, seseorang memaksakan diri ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa ia telah dewasa. Padahal, pada saat bersamaan, justru tindakannya itu merusak esensi kedewasaan.

Ia mencontohkan, kedewasaan bukan berarti egoisme dalam diri. Proses pencarian seseorang terkadang menghentikannya dalam satu titik bahwa inilah jati diri yang sebenarnya. Terkadang malah memaksakan orang lain agar mengikuti keinginan dan pola pikirnya. Sikap seperti ini tidak benar.

Bukan termasuk dewasa jika ia bersifat keras kepala dan angkuh, sekalipun ia dalam posisi salah. Kedewasaan bukan berarti tidak berani menarik ucapan, keputusan, dan prinsipnya saat ia keliru.

Screaming Man Image is placed on separate layer. Background easy to remove if needed. angry stock illustrations

Bersikap keras bukan pula cermin dewasa. Dewasa tidak mesti jauh dari sikap lembut. Justru kedewasaan muncul dari sikap arif dan bijaksana. Menghadapi masalah apa pun dan saat berinteraksi dengan siapa pun. Apalagi, mengukur kedewasaan dari keberanian merokok. “Jelas salah kaprah,” katanya. Karena itu, kedewasaan bukan suatu kamuflase, melainkan buah dari kematangan spiritual dan mental seseorang.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, infaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Khutbah Berlansung

 

Donasiberkah.id – Shalat Jumat merupakan kewajiban bagi tiap Muslim khususnya kaum laki-laki yang sudah akil balig dan tidak sedang dalam perjalanan atau musafir.

Muslim dianjurkan untuk bersegera mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat Jumat. Mereka juga diperintahkan untuk menghentikan sementara jual beli dan meninggalkan urusan duniawi jika seruan sholat Jumat sudah dikumandangkan. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. Al Jumuah:9).

Selain anjuran bersegera ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat, ada beberapa larangan yang dilakukan saat sedang mendengarkan khutbah Jum’at. Berikut beberapa pelanggaran yang sering dilakukan kaum muslimin ketika jumatan.

1. Berbicara saat khatib sedang khutbah

Kelas XI: Khutbah, Tabligh, Dakwah - Cuma Berbagi

Khotbah merupakan rangkaian salat Jumat yang harus ada dan didengarkan dengan seksama. Namun, pada kenyataannya masih sering kita jumpai ada beberapa jemaah yang saling berbicara padahal khotbah sedang berlangsung.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila engkau berkata kepada temanmu dan imam sedang berkhotbah pada hari Jumat, ‘diamlah’. Sesungguhnya engkau telah melakukan kesia-siaan,” (HR. Bukhari & Muslim).

الَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ رَحِمَهُ اللَّهُ: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَير، عَنْ مُجَالِدٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ تَكَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ، فَهُوَ كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا، وَالَّذِي يَقُولُ لَهُ “أنصت”، ليس له جمعة

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, dari Mujalid, dari Asy-Syabi, dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Barang siapa yang berbicara pada hari Jumat, padahal imam sedang berkhotbah, maka perumpamaannya sama dengan keledai yang memikul kitab-kitab yang tebal. Dan orang yang berkata kepadanya, “Diamlah!” Maka tiada (pahala) Jumat baginya.

Diriwayatkan juga oleh Muslim, Ahmad, Malik, Abu Dawud dan an-Nasai dengan redaksi masing-masing) Karena perkataan sia-sia semestinya tidak keluar dari mulut seorang muslim, apa lagi saat ibadah Jumat seperti ini. Karena khutbah Jumat itu setara dengan dua rokaat. Jadi jika lalai dari mendengarkannya, maka seakan kita lalai dari dua reka’at shalat kita.

2. Bermain HP

Main HP Ketika Khutbah – Thayyibah

Lantas bagaimana dengan hukum main handphone (HP) saat khutbah Jumat berlangsung?

Pendapat pertama, Imam Hanafi, Maliki, Hambali dan Auza’I mengatakan bahwa wajib hukumnya mendegarkan khutbah Jumat. Pendapat ini juga pendapat sahabat Utsman bin Affan, Abdullah bin Umar dan Ibnu Mas’ud.

Mereka bersikeras mengatakan ini, mengingat pentingnya mendengarkan khutbah, sehingga Imam Abu Hanifah mengatakan: “Semua hal yang diharamkan ketika sholat, haram juga dilakukan ketika sedang mendengarkan khutbah”.

Semisal makan, minum, ngobrol, bertasbih, menjawab salam, bercanda. Apalagi sampai main-main dengan HP . Jika bertasbih saja mereka menganggap hal ini tidak boleh dilakukan ketika khutbah, apa lagi untuk perkara HP.

Allah Subhanahu Wata’ala:

وإذا قرئ القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون

“Dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”. (Qs. Al-A’rof 7 ayat 204).

Sudah bisa dipastikan bahwa dalam khutbah Jumat itu pasti ada ayat Alquran, karena itu tidak layak bagi jama’ah untuk main-main ketika khotib sedang berkhutbah. Hadits Nabi Muhammad ﷺ :

إذا قلت لصاحبك يوم الجمعة أنصت والإمام يخطب فقد لغوت

Artinya: “Jika engkau berkata kepada temanmu pada hari jum’at, ‘diam dan perhatikanlah’, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. Al-Bukhari).

Baca Juga : Ada Pasar Surga di Hari Jumat  Ini Kabar Rasulullah ﷺ

3. Melangkahi Pundak Orang Lain

Significance of Jumu'ah khutbah in Islam | Print Version

 

Larangan ini ditujukan bagi orang yang terlambat datang ke masjid saat khatib sedang berkhutbah lalu melihat ada celah di shaf dan berupaya melewati pundak orang lain untuk menempati celah yang kosong tersebut.

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَخَطَّى رِقَابَ النَّاسِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ اتُّخِذَ جِسْرًا إِلَى جَهَنَّمَ

“Barangsiapa di hari jum’at melangkahi pundak orang lain, maka akan dibuatkan baginya jembatan ke jahannam”. (HR. ibnumajah).

 

Namun, jika melewati pundak orang lain sebelum khatib naik mimbar untuk khutbah maka dibolehkan.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَجَعَلَ يَتَخَطَّى النَّاسَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْلِسْ فَقَدْ آذَيْتَ وَآنَيْتَ

dari Jabir bin Abdullah berkata, “Seorang laki-laki masuk masjid pada hari jum’at sementara Rasulullah ﷺ berkhutbah. Laki-laki itu melangkahi orang-orang hingga Rasulullah ﷺ bersabda: “Duduk! Sungguh engkau telah terlambat dan menyakiti (orang lain). “

4. Duduk sambil memeluk lutut ‘Ihtiba’

Jangan Duduk Sambil Memeluk Lutut

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ

Artinya: “Rasulullah ﷺ melarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud).

Imam Nawawi mengatakan larangan duduk memeluk lutut saat mendengarkan khutbah agar tetap terjaga dan tidak tidur. Wallahu A’lam Bishshawab.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, infaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

 

 

 

Bagaimana Al-Qur’an Bisa Mudah Dihafal?

Donasiberkah.id- Tidak satu pun kitab atau buku di dunia yang paling banyak dihafal manusia selain Al-Qur’an. Miliaran manusia telah menghafalnya sejak ia diturunkan hingga hari ini.

Inilah sebuah mukjizat abadi yang terus berkelanjutan hingga akhir zaman. Pertolongan Allah SWT yang membuat Alquran begitu digemari untuk dibaca serta mudah untuk dihafalkan.

Kaum muslimin di seluruh dunia pasti pernah menghafal Al-Qur’an di dada & pikiran mereka, baik seluruhnya atau sebagian saja. Minimal surat Al-Fatihah dan sejenisnya mereka hafalkan.

Hingga andai satu kalimat, atau kata, huruf maupun harakat dari Alquran berubah, maka banyak muslimin yang mengetahuinya sebab Alquran telah meresap pada diri mereka.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, 

”Sesungguhnya, Kami-lah yang menurunkan Alquran dan Kami pula yang menjaganya.” (Qs. Al Hijr 15 ayat : 9).

The Holy Quran Vector Vector Art & Graphics | freevector.com

Karena itu, banyak umat Islam, termasuk di zaman Rasulullah ﷺ, yang hafal Alquran. Dan terus sepert itu bahkan hingga saat ini, dengan adanya umat yang hafal Alquran, Alquran pun akan senantiasa terjaga hingga akhir zaman. 

Inilah salah satu mukjizat Alquran yang membuat ia mudah dihafal, keindahan sastra Alquran mampu merangkum keluasan makna dengan kalimat singkat dan lugas hingga mudah diucapkan, dipahami dan dihafalkan.

Contohnya adalah surat Al Ikhlas yang berbicara tentang konsep ketuhanan. Alquran dengan tegas dan lugas merangkum konsep theologi yang amat singkat & tegas. Padahal banyak buku lain membahasnya dengan ratusan bahkan ribuan halaman yang terkadang masih sulit dimengerti. Namun dalam kesederhanaan konsep tapi sarat makna, surat yang ringkas ini berhasil mengubah pedoman hidup manusia tentang ketuhanan. Lebih lagi, surat ini amat mudah dihafalkan.

22,487 Quran Illustrations & Clip Art - iStock

Alasan kedua mengapa Alquran mudah dihafalkan, sebab hampir 80% struktur kalimat Alquran adalah pengulangan. Contohnya seperti: Innallaha alaa kulli syai’in qadiir… Wa aqiimus shalata wa aatuz zakah…

Dua kalimat tersebut dan banyak kalimat Alquran lainnya terjadi berulang di banyak tempat. Meski diulang berkali-kali, namun ia sarat makna & ajaran yang tidak abai akan konteks dan esensi.

Bacalah surat Al-Qamar pada ayat 17, 22, 32 dan 40! Allah SWT menyatakan bahwa Alquran telah dimudahkan untuk dihafal. 

Holy Quran Wallpapers - Top Free Holy Quran Backgrounds - WallpaperAccess

Dalam empat ayat tersebut, bunyi dan redaksinya persis sama; yaitu tentang kemudahan menghafal Alquran. Empat ayat berulang ini menjadi sugesti positif bagi manusia yang merenunginya bahwa Alquran memang sungguh mudah untuk dihafal.

Baca Juga : Pemenuhan Pangan Anak Penghafal Qur’an

Bila Allah telah menyatakan tentag kemudahan menghafal Al-Quran, lalu apa alasan dan hambatan bagi mereka yang sulit untuk menghafalnya?.

Abdullah bin Ummi Maktum adalah seorang sahabat Rasulullah ﷺ. Syekh Kisyk adalah seorang dai terkenal asal Mesir. Keduanya buta tidak bisa melihat, namun mampu menghafal Alquran. Abdullah bin Abbas R.a. adalah sahabat Rasul ﷺ, Muhammad bin Idris As-Syafi’I adalah seorang imam mazhab. Husein Taba’I adalah doktor cilik dari Iran. Ketiganya mampu hafal Al-Qur’an di usia belia.

Alquran Braille - Yayasan Raudlatul Makfufin

Umar bin Khattab R.a. tadinya seorang musyrik. Namun hatinya luluh saat mendengar surat Thaha yang dibacakan. Ia pun masuk Islam dan menghafal Al-Quran.

Nah, bila mereka yang buta mampu menghafal Alquran, lalu apa alasan kita yang melihat dengan terang? Anak kecil saja mampu, bagaimana usaha kita yang sudah cukup berusia.

Bila seorang musyrik tertarik dengan Islam karena keindahan Alquran, lalu bagamaina kedudukan Alquran di hati kita?

Ayo hafalkan Alquran, hidupmu niscaya bercahaya.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa Penghaal Al-Qur’an? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Kiat-kiat Sholat Khusyuk Seperti Rasulullah ﷺ

Donasiberkah.id- Sholat khusyuk adalah salah satu hal yang menjadi impian bagi setiap ummat muslim. Khusyuk adalah bersungguh-sungguh, keikhlasan hati, fokus dan berserah diri kepada Allah SWT. Sedangkan Ibnu Abbas menerangkan bahwa khusyuk mempunyai arti khidmat dan penuh takut.

Khidmat dan penuh takut disini menandakan bahwa dalam sholat semua orang muslim menghadap Allah SWT. secara penuh, dan tidak boleh tergesa-gesa atau main-main dalam sholat.

Sholat yang khusu merupakan ciri amalan orang yang akan mewarisi surga firdaus. Sebagaimana yang Allah kabarkan dalam Al-Qur’an mengenai ciri-ciri orang yang beriman:

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴿ ٢

(yaitu) orang-orang yang khusyu´ dalam sembahyangnya, (Q.S. Al-Mu’minun 23 Ayat : 1-11).

Dalam menggapai sikap khusyuk dalam sholat tentu ada cara dan tipsnya. Selain beruntung dan menghadirkan hati yang ikhlas dan tenang untuk Allah, mereka yang khusyuk juga akan mendapatkan kenikmatan ibadah yang tidak akan membebani dalam menjalankannya.

Imam Al-Ghozali dalam Kitabnya yang berjudul Bidayatul Hidayah menyampaikan beberapa tips dan cara agar ala Rasulullah agar bisa khusyuk dalam menjalankan ibadah sholat.

BIDAYATUL HIDAYAH - Penerbit Khatulistiwa

Memenuhi Adab Sholat sebagai Cara Sholat Khusyuk

Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha, Lengkap dengan Bacaan Doa dan Keutamaannya  - Tribunnews.com Mobile

Apabila seorang muslim yang sudah membersihkan diri dari najis dan kotoran yang ada di pakaian, badan, serta tempat sholat, juga sudah menutup aurat dari batas pusar sampai dengkul, maka berdiri dan menghadap ke arah kiblat dengan kaki yang lurus, tapi tidak dirapatkan dan dalam sikap yang tegak.

Kemudian dapat membaca Surah An-Naas untuk berlindung diri dari godaan setan yang terkutuk.

Sholat khusyuk adalah salah satu hal yang menjadi impian bagi setiap ummat muslim. Khusyuk adalah bersungguh-sungguh, keikhlasan hati, fokus dan berserah diri kepada Allah SWT. Sedangkan Ibnu Abbas menerangkan bahwa khusyuk mempunyai arti khidmat dan penuh takut.

Khidmat dan penuh takut disini menandakan bahwa dalam sholat semua orang muslim menghadap Allah SWT secara penuh, dan tidak boleh tergesa-gesa atau main-main dalam sholat.

Sholat juga menjadi pembeda antara orang mukmin (kaum yang taat) dan kuffaro. Sesuai firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Q.S. Al-Baqarah Ayat : 45).

Dalam menggapai sikap khusyuk dalam sholat tentu ada cara dan tipsnya. Selain beruntung dan menghadirkan hati yang ikhlas dan tenang untuk Allah, mereka yang khusyuk juga akan mendapatkan kenikmatan ibadah yang tidak akan membebani dalam menjalankannya.

Imam Al-Ghozali dalam Kitabnya yang berjudul Bidayatul Hidayah menyampaikan beberapa tips dan cara agar ala Rasulullah agar bisa khusyuk dalam menjalankan ibadah sholat.

Baca Juga : Saatnya Kita Sholat Berjamaah Bersama Keluarga

Buang Segala Rasa Was-Was dan Bisikan Agar Dapat Sholat Khusyuk

Big Informatics Gallery: Godaan Syaitan saat Shalat

Godaan dalam menjalankan ibadah sholat adalah pikiran dan bisikan-bisikan yang ada. Seorang muslim agar sholatnya khusyuk wajib memperhatikan kepada siapa yang akan dihadap dan bermunajat sekarang yaitu kepada Allah SWT. Seorang muslim hendaknya malu dan berserah diri dengan hati yang damai dan ikhlas.

Sembahlah Allah SWT Seakan Kamu Melihat-Nya

Sholat Wallpaper Hd

Sadalah para muslim bahwa Allah SWT dapat mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di dalam dirimu dan di isi hatimu Allah SWT akan mengetahui semua itu. Perlu diingat bahwa Allah hanya akan menerima ibadah sholatmu sesuai kadar ketundukan, kekhusyukan, dan ketawaduan.

Agar khusyuk dan bersungguh-sungguh, sembahlah Allah dalam sholatmu yang seakan-akan kamu melihat-Nya, walaupun dirimu tidak melihat-Nya tapi Allah SWT sesungguhnya Dia Melihatmu.

Persembahkan Hati Penuh Ketenangan

Ini 10 Jenis Sholat Yang Tidak Diterima Allah - Islampos

Jika hati dan pikiran kamu belum bisa tenang sepenuhnya, maka kamu belum mengenal mengenai keagungan Allah SWT. Hadirkanlah sikap yang tenang dan merasa malu kepada Allah SWT. Berserah dirilah, karena sesungguhnya orang yang khusyuk dalam menjalankan sholat adalah orang yang tenang dan selalu merasa rendah di hadapan Allah SWT.

Perbanyak Istighfar, Jika Hati Masih Lalai Terhadap-Nya

Halaman Unduh untuk Pin On Wrath In The Ashes 1001 Arabian Nights

Apabila dirimu dapat khusyuk jika dilihat oleh seorang hamba yang hina, sementara dirimu tidak mengetahui bahwa Allah SWT melihatmu dan tidak takut pada keagungan-Nya, betapa hina dan durhaka perbuatan itu. Maka jika seorang muslim yang sadar akan keagungan Allah SWT, maka selalu ucapkan istigfar dan merenunglah,  dan terhindar hati yang lalai dan lupa saat menyembah Allah SWT. Karena sholat itu adalah ibadah yang akan menghadap Allah secara langsung.

Kemudian Imam Al-Ghozali juga memberikan suatu nasihat, jika hatimu sudah tenang dan hadir, maka jangan lupa untuk mengucapkan seruan iqamah jika dirimu melaksanakan sholat secara munfarid atau sendirian. Tapi, jika dirimu melaksanakan sholat dengan berjamaah bersama yang lain, hendaknya dirimu melakukan seruan adzan dan kemudian melakukan seruan iqamah. 

Demikian tips dan cara sholat khusyuk yang dilakukan oleh Rasulullah saat disebutkan oleh Imam Al-Ghozali di bukunya. Hendaknya memang seorang mukmin harus melaksanakan sholat lima waktu secara baik dan benar serta khusyuk, karena bertujuan sebagai menyembah Allah SWT yang telah memberikan segala kenikmatan yang diberikan kepada kita semua.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Sejarah Hari Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Donasiberkah.id- Guru merupakan seseorang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, saat kecil mungkin kita diajarkan cara membaca, mengeja, menulis yang baik dan benar, tak lupa disampaikan oleh mereka budi pekerti, karena memang peran mereka selain mengajar juga adalah seorang pendidik.

Hingga kini, kita tidak bisa menjadi seperti kita yang saat ini, kecuali di dalamnya terdapat bekas jasa seorang guru, itulah mereka, super hero di dunia nyata, pahlawan tanpa tanda jasa.

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru..

Namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku..

Semua Baktimu akan kuukir di dalam sanubariku..

Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu..

(Sartono: Hymne Guru)

Selamat Hari Guru Nasional! Lirik lagu Hymne Guru di atas tentu tak asing di telinga anak-anak Indonesia sampai sekarang. Dari tingkat TK sampai SMA, lagu ciptaan Sartono tersebut tak pernah terlewat, khususnya ketika acara wisuda siswa. Hari ini, 25 Oktober 2021, diperingati sebagai Hari Guru Nasional yang juga bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sejarah Hari Guru Nasional

Flat teachers' day landing page template Free Vector

Peringatan Hari Guru secara resmi ditetapkan pada 1994 melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional.

Karena pentingnya peran guru, tak heran Sartono menggambarkannya dengan “pelita dalam kegelapan” dan “embun penyejuk dalam kehausan”. Menjelang peringatan Hari Guru pertama kali, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Wardiman Djojonegoro, menyebut segala prestasi dalam pendidikan tak lepas dari seorang guru.

Mengutip pemberitaan Harian Kompas, 25 November 1994, Wardiman mengatakan, guru merupakan kunci utama pembangunan sumber daya manusia dan menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat sekitar. Pemilihan Hari Guru Nasional yang bertepatan dengan ulang tahun PGRI ini dipandang sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru. Sebelum berganti nama, organisasi guru tersebut dinamakan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

wardiman djojonegoro - DATATEMPO

PGHB sendiri merupakan organisasi yang mewadahi perjuangan para guru pribumi di zaman Belanda dengan beranggotakan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah.

Umumnya, para guru yang tergabung dalam PGHB bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Tujuan berdirinya organisasi tersebut untuk mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Pada 1932, nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).

 Saat zaman pendudukan Jepang, PGI dilarang melakukan berbagai aktiivtas karena adanya larangan segala jenis organisasi. Setelah Indonesia merdeka, diadakan Kongres Guru Indonesia pada 24-25 November 1945 di Surakarta. Dalam kongres tersebut, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru di Indonesia.

Tema Hari Guru Nasional 2021

People holding rubber heart Free Photo

Tahun ini, Hari Guru Nasional 2021 bertemakan “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

Itulah teladan seorang guru, ketika mereka mengajar dengan hati, maka murid-muridnya akan tumbuh menjadi patriot-patrio kebaikan di masa mendatang, terimakasih untuk semua Guru yang sudah membawa cahaya dan arah dalam hidup kami.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

Keutamaan Belajar Bahasa Arab Bersama Asrama Pamulang

Donasiberkah.id- Alhamdulillah, adik-adik kita yang shalihah Asrama Pamulang berkesempatan belajar Bahasa Arab dengan Kaka Donatur yang berbaik hati, semoga ilmu yang telah diberikan menjadi amal jariyah yah ka, Aamiin.

Kenapa mesti belajar bahasa Arab? Apa manfaatnya? Sahabat mulia Umar bin Khattab juga menyuruh kita untuk belajar bahasa Arab, karena Bahasa Arab adalah bagian dari agama kita. Beliau berkata,

تعلموا العربية فإنها من دينكم

“Pelajarilah oleh kalian bahasa Arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian.”

Al-Qur’an kita hadir dengan Bahasa Arab, maka langkah untuk memahami Kitab suci kita adalah belajar bahasa Arab.

Walau kita bukan orang Arab, namun manfaatnya cukup besar jika kita mau mempelajari bahasa Arab.

Ini beberapa alasan kenapa kita mesti luangkan waktu untuk belajar bahasa Arab.

Pertama:

al-quran-wallpaper-quran-tafsir - Rumah KitaB

Keutamaan bahasa Arab amatlah jelas karena bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an Al-Karim. Cukup alasan inilah yang jadi alasan besar kenapa kita harus mempelajari bahasa Arab. Keistimewaan bahasa Arab disebutkan dalam Al-Qur’an lebih dari sepuluh tempat, di antaranya pada ayat,

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ . قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 27-28).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

اللِّسَانُ العَرَبِي شِعَارُ الإِسْلاَمِ وَأَهْلِهِ

“Bahasa Arab adalah syi’ar Islam dan syi’ar kaum muslimin.” Disebutkan dalam Iqtidha’ Shirath Al-Mustaqim.

Baca Juga : Manfaat Istighfar Apabila Dilakukan Setiap Hari

Kedua:

Background Alquran - Gambar Islami

Dengan mempelajari bahasa Arab lebih mudah dalam menghafalkan, memahami, mengajarkan dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Dengan modal bahasa Arab akan mudah pula dalam memahami hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menghafalkan, menjelaskan serta mengamalkannya.

Ketiga:

Kenapa Harus Menguasai Ilmu Nahwu Shorof?

Orang yang paham bahasa Arab, terutama paham kaedah-kaedah dalam ilmu nahwu akan semakin mudah memahami Islam daripada yang tidak mempelajarinya sama sekali. Apalagi jika tugas seseorang sebagai penyampai dakwah, menjadi seorang da’i, kyai atau ustadz, tentu lebih urgent lagi mempelajarinya agar mudah memberikan pemahaman agama yang benar pada orang banyak.

Keempat:

Orang yang paham bahasa Arab akan mudah menggali ilmu dari ulama secara langsung atau membaca berbagai karya ulama yang sudah banyak tersebar hingga saat ini. Sedangkan yang tidak paham bahasa Arab hanya bisa mengandalkan kitab terjemahan dan itu sifatnya terbatas.

Kelima:

Pencinta Seni Kaligrafi di Era Milenial Menurun – Masjiduna.com

Bahasa Arab itu bahasa yang lembut dan lebih mengenakkan hati, serta menentramkan jiwa.

Ibnu Katsir saat menjelaskan surat Yusuf ayat kedua menyatakan,

لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس

“Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas (kosakatanya), dan paling banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa.”

Keenam:

 

Karena Bahasa Arab adalah bahasa yang paling mulia.

Ibnu Katsir rahimahullah juga menyatakan,

فلهذا أنزلَ أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة أشرف الملائكة، وكان ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرف شهور السنة وهو رمضان، فكمل من كل الوجوه

“Karena Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan pada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Dari berbagai sisi itu, kita bisa menilai bagaimanakah mulianya kitab suci Al-Qur’an.”

Oleh karena itu Allah nyatakan tentang bahasa Arab,

إِنَّا أَنزلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf Ayat: 2).

Ketujuh:

Bahasa Arab Jembatan Antar Peradaban

Bahasa Arab adalah bahasa yang lurus, mudah dipahami dan mudah digunakan sebagai hukum bagi manusia.

Allah menyatakan sendiri,

قُرْآَنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“(Ialah) Al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 28).

Dalam ayat lain disebutkan,

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)

“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara Ayat: 192-195).

Sebagaimana disebutkan dalam Zaad Al-Masiir karya Ibnul Jauzi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab yaitu bahasanya orang Quraisy yang setiap orang mudah memahaminya.

Juga dalam ayat lain disebutkan,

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا

“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab.” (QS. Ar-Ra’du: 37).

Disebutkan dalam Tafsir Al-Jalalain, bahasa Arab digunakan sebagai hukum di tengah-tengah manusia. Dalam Zaad Al-Masiir disebutkan bahwa bahasa Arab bisa digunakan untuk menerangkan hukum-hukum yang wajib.

Translate Bahasa Arab | Blog Ling-go

Masih tak tergerak hati Anda untuk mempelajari bahasa yang paling mulia dan dicintai oleh Allah?.

Semoga Allah mudahkan untuk mempelajari bahasa Arab. Ihrish ‘ala maa yanfa’uk, semangatlah dalam hal yang manfaat untukmu.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

7 Peristiwa Hari Jumat dalam Islam, Diciptakannya Nabi Adam Hingga Hari Kiamat

Donasiberkah.id- Hari Jumat dalam Islam mempunyai keistimewaan dibandingkan hari lain. Sejumlah peristiwa besar terjadi pada hari Jumat. Salah satunya diwajibkannya sholat Jumat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al Jumuah: 9-10).

Ibnu Katsir menerangkan bahwa sesungguhnya hari Jumat dinamakan Jumu’ah karena berakar dari kata al-jam’u, mengingat kaum muslim melakukan perkumpulan untuk setiap tujuh harinya sebanyak sekali di dalam masjid-masjid yang besar.

Rasulullah Shallallhu’alaihi Wa Sallam Bersabda:

“Allah menyesatkan orang-orang sebelum kita dari hari Jumat, maka bagi orang-orang Yahudi hari Sabtu, dan bagi orang-orang Nasrani hari Ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan menunjuki kita kepada hari Jumat, dan Allah menjadikan hari Jumat, hari Sabtu, dan hari Ahad (berurutan). Demikian pula kelak di hari kiamat, mereka mengikut kepada kita. Kita adalah orang-orang yang terakhir dari kalangan penduduk dunia, tetapi yang paling pertama mendapat peradilan-Nya di antara sesamanya kelak di hari kiamat sebelum semua makhluk”. (HR. Bukhori).

Berikut 7 Peristiwa Hari Jumat dalam Islam:

1. Diciptakan Semua Makhluk

galaksi.jpg | A simple Pharmacist

Pada hari Jumat semua makhluk telah sempurna diciptakan, dan sesungguhnya hari Jumat itu merupakan hari keenam dari tahun yang Allah menciptakan padanya langit dan bumi.

2. Diciptakan Nabi Adam A’laihi Salam

Nabi Adam, Manusia Pertama Yang Diutus Allah - Bewaramulia.com

Allah menciptakan manusia pertama yakni Adam as pada hari Jumat.

“Ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqarah: 30).

Baca Juga: Keutamaan-Keutamaan Hari Jumat

3. Nabi Adam Diturunkan ke Bumi

Wallpaper HD: Indah, Hutan, Pemandangan, Hd, Wallpaper, Desktop, Lebar | fashionsista.co

 

Nabi Adam dan istrinya Siti Hawa diturunkan ke bumi dari surga lantaran melanggar perintah Allah yakni memakan buah khuldi. Peristiwa itu terjadi pada hari Jumat dan termaktub dalam Alquran, Surat Al-Baqarah ayat 36: “Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

4. Terjadinya Hari Kiamat

Apa Itu Kiamat Kubra: Pengertian, Tanda & Ciri-Cirinya dalam Islam

“Hari Kiamat pasti akan terjadi. Namun, kapan waktunya hanya Allah yang mengetahui. Meski demikian, melalui rasul-Nya, Allah memberitahukan bahwa hari pembalasan atau hari akhir itu akan terjadi pada hari Jumat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda: “Pada hari itu (Jumat) Kiamat akan terjadi dan tak ada binatang melata satu pun kecuali mereka menunggu pada hari Jumat sejak shubuh sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari Kiamat kecuali jin dan manusia”. (HR. Abu Daud).

5. Dikumpulkanya Kedua Orang Tua

Wahai Ayah dan Ibu, Bekali Anakmu dengan Iman dan ilmu - VOA-ISLAM.COM

Hari Jumat merupakan hari di mana Allah SWT menghimpunkan kedua orang tua sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

“Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Ubaidah ibnu Humaid, dari Mansur, dari Abu Ma’syar, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Qursa’ Ad-Dabbi, telah menceritakan kepada kami Salman, bahwa Abul Qasim Saw. pernah bersabda, “Hai Salman, apakah hari Jumat itu?” Salman menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Maka Rasulullah Saw. bersabda: Hari Jumat itu adalah hari yang padanya Allah menghimpunkan kedua orang tuamu, atau orang tuamu.

6. Perintah Shalat Jumat

Kasus Covid-19 Membludak, MUI Minta Salat Jumat Diganti Salat Dzuhur di Rumah

Bagi kaum laki-laki, salat Jumat menjadi kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan. Apabila telah meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali maka tergolong orang yang fasik. Selain itu, bagi kaum muslimin disunnahkan juga menyegerakan pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Al-Jumuah ayat 9 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. Al Jumuah:9).

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jumat adalah kewajiban bagi setiap Muslim secara jamaah kecuali empat orang. Hamba sahaya yang dimiliki, perempuan, anak kecil dan orang sakit”. (HR. Abu Daud). 7. Waktu Mustajab Hari Jumat merupakan waktu yang tepat untuk berdoa. Karena di hari itu doa-doa umat Islam yang beriman akan dikabulkan. Seperti diriwayatkan dalam sebuah hadits, “Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jumat lalu ia bersabda, Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR. Bukhari no. 935 dan Muslim no. 852, dari sahabat Abu Hurairah).

Demikian kejadian-kejadian penting yang terjadi di hari Jumat, semoga kita bisa menjadikan hari yang telah Allah amanahkan kepada kia ini, untuk beribadah secara khusu. Aamiin.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa? Mari berdonasi di link kebaikan di bawah ini:

Aqiqah: Hadiah di Hari Lahir “Waktu Penyelenggaraan Aqiqah”

 

Donasiberkah.idDi kesempatan kali ini penulis mau memaparkan sedikit hal mengenai aqiqah, aqiqah merupakan tanda syukur kita kepada Allah karena telah telah menganugrahi sepasang suami-istri seorang anak, aqiqah merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam:

Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (HR.Bukhari).

Berikut pembahasn “Waktu Pelaksanaan Aqiqah” semoga bermanfaat:

Aqiqah Disunnahkan Dilaksanakan Pada Hari Ketujuh. 

Hal ini berdasarkan hadits,

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى 

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.”

(HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Baca Juga: Inilah Kewajiban Terhadap Anak

Apa Hikmah Aqiqah Dilaksanakan Pada Hari Ketujuh?

Murid Asy Syaukani, Shidiq Hasan Khon rahimahullah menerangkan, “Sudah semestinya ada selang waktu antara kelahiran dan waktu aqiqah. Pada awal kelahiran tentu saja keluarga disibukkan untuk merawat si ibu dan bayi. Sehingga ketika itu, janganlah mereka dibebani lagi dengan kesibukan yang lain. Dan tentu ketika itu mencari kambing juga butuh usaha. Seandainya aqiqah disyariatkan di hari pertama kelahiran sungguh ini sangat menyulitkan. Hari ketujuhlah hari yang cukup lapang untuk pelaksanaan aqiqah.”

Dari Waktu Kapan Dihitung Hari Ketujuh?

Soal K13 Kelas 1 SD Tema 1 Diriku Subtema 2 Tubuhku Dan Kunci Jawaban - Bimbel Brilian

Disebutkan dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah,

وذهب جمهور الفقهاء إلى أنّ يوم الولادة يحسب من السّبعة ، ولا تحسب اللّيلة إن ولد ليلاً ، بل يحسب اليوم الّذي يليها

Mayoritas ulama pakar fiqih berpandangan bahwa waktu siang pada hari kelahiran adalah awal hitungan tujuh hari. Sedangkan waktu malam tidaklah jadi hitungan jika bayi tersebut dilahirkan malam, namun yang jadi hitungan hari berikutnya.” Barangkali yang dijadikan dalil adalah hadits berikut ini,

تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ

“Disembelih baginya pada hari ketujuh.” Hari yang dimaksudkan adalah siang hari.

Misalnya ada bayi yang lahir pada hari Senin (21/06), pukul enam pagi, maka hitungan hari ketujuh sudah mulai dihitung pada hari Senin. Sehingga aqiqah bayi tersebut dilaksanakan pada hari Ahad (27/06).

Kenali Berbagai Perkembangan Bayi Baru Lahir - Alodokter

Jika bayi tersebut lahir pada hari Senin (21/06), pukul enam sore, maka hitungan awalnya tidak dimulai dari hari Senin, namun dari hari Selasa keesokan harinya. Sehingga aqiqah bayi tersebut pada hari Senin (28/06). Semoga bisa memahami contoh yang diberikan ini.

Bagaimana Jika Aqiqah tidak Bisa Dilaksanakan Pada Hari Ketujuh?

Portrait of young asian muslim girl looked happy, thinking and looking up, having good idea. half body portrait against blue background with copy space Premium Photo

Dalam masalah ini terdapat silang pendapat di antara para ulama.

Menurut ulama Syafi’iyah dan Hambali, waktu aqiqah dimulai dari kelahiran. Tidak sah aqiqah sebelumnya dan cuma dianggap sembelihan biasa.

Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah, waktu aqiqah adalah pada hari ketujuh dan tidak boleh sebelumnya.

Ulama Malikiyah pun membatasi bahwa aqiqah sudah gugur setelah hari ketujuh. Sedangkan ulama Syafi’iyah membolehkan aqiqah sebelum usia baligh, dan ini menjadi kewajiban sang ayah.

Sedangkan ulama Hambali berpendapat bahwa jika aqiqah tidak dilaksanakan pada hari ketujuh, maka disunnahkan dilaksanakan pada hari keempat belas. Jika tidak sempat lagi pada hari tersebut, boleh dilaksanakan pada hari keduapuluh satu. Sebagaimana hal ini diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Adapun ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa aqiqah tidaklah dianggap luput jika diakhirkan waktunya. Akan tetapi, dianjurkan aqiqah tidaklah dilahirkan hingga usia baligh. Jika telah baligh belum juga diaqiqahi, maka aqiqahnya itu gugur dan si anak boleh memilih untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.

Mengenal Tiga Kitab Tafsir Berdasarkan Tartib Nuzuli

Dari perselisihan di atas, penulis sarankan agar aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh, tidak sebelum atau sesudahnya. Lebih baik berpegang dengan waktu yang disepakati oleh para ulama.

Baca Juga : Kegiatan Panen Anggur di Asrama Cibubur

Adapun menyatakan dialihkan pada hari ke-14, 21 dan seterusnya, maka penentuan tanggal semacam ini harus butuh dalil.

Sedangkan menyatakan bahwa aqiqah boleh dilakukan oleh anak itu sendiri ketika ia sudah dewasa sedang ia belum diaqiqahi, maka jika ini berdalil dengan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikatakan mengaqiqahi dirinya ketika dewasa, tidaklah tepat. Alasannya, karena riwayat yang menyebutkan semacam ini lemah dari setiap jalan. Imam Asy Syafi’i sendiri menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah mengaqiqahi dirinya sendiri (ketika dewasa) sebagaimana disebutkan dalam salah satu kitab fiqih Syafi’iyah Kifayatul Akhyar. Wallahu a’lam.

Maukah sahabat jadi bagian dari GYD (Generasi Yang Dermawan) untuk mensejahterakan anak-anak yatim dan dhuafa dengan berdonasi di link kebaikan di bawah ini:

Keutamaan-Keutamaan Hari Jumat

Donasiberkah.id – Bagi umat muslim hari Jumat adalah hari yang baik atau lebih utama dibandingkan hari-hari lainnya. Namun, ternyata ada keistimewaan hari Jumat.

Hal itu berdasarkan beberapa hadist Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan dari beberapa sanad hadist, terkait keistimewaan hari Jumat untuk umat muslim.

Mengutip dari Hadist Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi. Hari Jumat adalah di mana hari Allah menciptakan nabi Adam.

“Sebaik-baik hari yang pada hari itu mata hari terbit adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan. Pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Sunrise over jungle Free Photo

Berikut adalah Keutamaan-Keutamaan Hari Jumat.

1. Ibadah di Hari Jumat Menghapuskan Dosa dalam Sepekan

Lima Amalan Penting, Ini Sunah-sunah pada Hari Jumat

Hal ini disampaikan langsung oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam sabdanya, “Shalat lima waktu, shalat Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antara masa tersebut jika seseorang menjauhi dosa-dosa besar.”

Abu Hurairah mengabarkan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang mandi lalu berangkat Jumat, kemudian mendirikan shalat semampunya, selanjutnya diam mendengarkan khutbah hingga selesai kemudian shalat bersama imam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu hingga Jumat berikutnya dan ditambah tiga hari lagi.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Membaca Al-kahfi Bersama Asrama BSD 2

2. Doa mustajab pada Hari Jumat

Sunat 123 – Doa Walimatul Khitan

Doa yang dipanjatkan pada hari Jumat berpeluang besar dikabulkan oleh Allah. Sebab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda tentang hal ini:

“Sesungguhnya pada hari Jumat itu ada satu saat, tidak ada seseorang yang memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu melainkan Allah pasti akan memberi kepadanya.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).

Dalam riwayat Imam Ahmad diterangkan bahwa waktu tersebut ialah setelah shalat ashar.

Sementara dalam riwayat Muslim dan Abu Daud, waktu mustajab tersebut adalah antara Imam (khatib) duduk di mimbar (untuk khutbah) sampai selesai Shalat Jumat.

Sedangkan, Abu Musa Al-Asy’ari mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda tentang saat mustajabnya doa di hari Jumat:

“Yaitu antara Imam (khatib) duduk—di atas mimbar sampai selesai shalat. (HR. Muslim dan Abu Dawud).

3. Meninggal pada Hari Jumat Dijauhkan dari Fitnah Kubur

Dua Model Kuburan, Mana yang Utama? | Konsultasi Agama dan Tanya Jawab  Pendidikan Islam

Di antara keutamaan dan keistimewaan hari Jumat adalah orang yang meninggal pada malam atau hari Jumat berpeluang besar memperoleh husnul khatimah (akhir kehidupan yang baik) dan dijauhkan dari fitnah kubur.

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma berkata, Rasulullah Saw. bersabda:

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah (pertanyaan) kubur.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Humaid, Abu Ya’la, dan Al-Baihaqi).

4.Shalat Subuh pada Hari Jumat Merupakan Salat Paling Afdhal

8 Keutamaan Melaksanakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid - Madaninews.id

Salat Subuh berjamaah pada hari Jumat merupakan salat paling afdhal yang dilakukan seorang hamba dalam sepekan. Ibnu Umar mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

“Salat paling afdhal di sisi Allah adalah Salat Subuh pada hari Jumat secara berjamaah”. (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan dishahihkan oleh Syekh Al-Albani).

Dan di antara kekhususan Salat Subuh pada hari Jumat adalah disunnahkan membaca surat As-Sajdah pada rakaat pertama dan Surat Al-Insan pada rakaat kedua.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, “Bahwa Nabi Saw. biasa membaca pada shalat subuh di hari Jumat Alif Lam Mim Tanzil [Surat As-Sajdah] dan hal Ata Alal Insani hinum minad Dahr [Al-Insan]”. (HR. Bukhari, No. 851 dan Muslim, No. 880).

Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar, hikmah disunnahkannya membaca dua surat ini pada Jumat subuh, karena kandungan dua surat ini penjelasan tentang penciptaan Adam dan keadaan huru-hara hari kiamat, karena Adam diciptakan pada hari Jumat dan kiamat akan terjadi pada hari Jumat.

4. Sedekah Hari Jumat Dapat Pahala Berlipat Ganda

Thick books isolated on a white surface Free Photo

“Sedekah itu dilipat gandakan pahalanya pada hari Jumat (yakni bila sedekah itu pada hari Jumat maka pahala berlipat ganda dari hari lain.” (HR. Abi Syaibah).

Pelipatgandaan pahala sedekah di hari Jumat disebabkan oleh kemuliaan waktu. Di mana ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu amal dilipatgandakan pahalanya. Di antaranya karena keutamaan waktu dan tempat kapan dan di mana amalan tersebut dilakukan.

Keutamaan sedekah di Hari Jumat dikarenakan ada “gabungan” dua kebaikan itu, sedekah dan hari Jumat, yang sama-sama mulia dan penuh keutamaan.

Hal ini sebagaimana dikatakan Ibnu Qayyim: “Sedekah pada hari itu (Jumat) dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti sedekah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.”

Baca Juga: Jum’at Saatnya Berbagi Untuk Kebaikan Diri 

5.Pahala Senilai Qurban Bagi yang Berangkat Lebih Awal ke Masjid

Rules of Qurban during Eid Adha | Bank Danamon

Abu Hurairah mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah lalu segera pergi ke masjid pada jam yang pertama maka seakan-akan berkurban dengan unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan sapi betina, dan barangsiapa pergi pada jam yang ketiga, maka seakan-akan ia berkurban dengan domba yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang keempat seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi pada jam kelima, maka seakan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar (untuk berkhutbah), maka para Malaikat turut hadir sambil mendengarkan dzikir (nasihat/peringatan).” (HR. Bukhari dan Muslim).

DemikianlahKeutamaan-Keutamaan Hari Jumat semoga kita bisa mengamalkan keutamaan-keutamaanitu. Aamiin.

Yuk Sahabat, kita isi Jumat ini dengan kebaikan agung seperti sedekah, untuk memakmurkan anak-anak yatim dan dhuafa melalui link kebaikan di bawah ini:

Sahabat-sahabat Rasulullah yang Kaya dan Dermawan

Donasiberkah.id– Rasulullah Shallalllahu’alaihi wa sallam semasa hidupnya memiliki sahabat yang setia dari berbagai golongan, termasuk orang-orang kaya yang senantiasa menopang pejuangan islam dari segi harta dan jiwa mereka, harta diartikan oleh mereka sebagai titipan yang harus digunakan untuk kepentingan Islam. Siapa sajakah sahabat itu, berikut urutannya.

1. Abdurrahman bin Auf

Kisah Abdurrahman bin Auf, Orang Kaya yang Tak Lelah Bersedekah
dikenal sebagai Sahabat Nabi SAW yang memiliki keahlian dalam berbisnis. Kebaikannya dikenal oleh para sahabat lewat sifat kedermawanannya.

Usianya 10 tahun lebih muda dari Nabi SAW. dirinya ikut berjuang di jalan Allah berbekal harta dan semngat jiwa. Beliau termasuk dalam golongan as-sabiqunal-awwalun (orang-orang yang pertama kali memeluk Islam) yakni yang kedelapan.

Total kekayaan Abdurrrahman bin Auf saat meninggal disebut sebesar 3.200.000 Dinar. Adapun aset lainnya terdiri atas 100 ekor unta, 100 ekor kuda dan 3.000 ekor kambing.

Abdurrahman bin Auf ini bisa dikategorikan sahaat Nabi yang menempati posisi paling kaya.

2. Az-Zubair bin ‘Awwam

Kisah Sahabat Nabi Zubair bin Awwam, Sang Pengawal Setia Rasulullah

Berikutnya, Az-Zubair bin ‘Awwam yang merupakan keponakan dari Nabi SAW, Shafiyyah binti Abdul Muthallib atau sepupu dari Nabi.

Zubair termasuk dalam golongan as-sabiqunal-awwalun (orang-orang yang pertama kali memeluk Islam), sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Sahabat Rasulullah SAW ini juga dikenal keberaniaannya sebagai orang pertama yang menghunus pedang di jalan Allah saat Islam masih merintis di kota mekah.

Zubair termasuk sahabat yang sangat lihai dalam bertempur sembari menunggangi kuda. Kebanyakan hartanya berupatanah dan rumah, antara lain padang belantara, 11 rumah besar di Madinah, dua di Basrah, dan satu di Kuffah Mesir.

Sebelum wafat, dia berwasiat agar sepertiga hartanya dibagikan kepada cucu-cucunya dan dua pertiga lainnya diberikan kepada ahli waris.

Saat meninggal, harta warisnya sebanyak 38.400.000 Dirham dan wasiatnya sebesar 19.200.000 Dirham, sehingga total mencaoai 57.600.000 Dirham.

Baca Juga: Abdurrahman Bin Auf Sahabat Nabi yang Sangat Dermawan

3. Utsman bin Affan

Utsman bin Affan Membeli Sumur Yahudi – TKIT dan SDIT Insan Mandiri Depok

Sahabat Nabi yang kaya selanjutnya adalah Utsman Bin Afan. Ia sangat dikenal sebagai seorang pedagang sukses yang kaya dan sangat dermawan.

Utsman bin Affan Adalah sahabat sekaligus menantu Nabi SAW. yang pernah menikahi dua anak Nabi, maka dari itu Utsaman dijuluki Dzunnurain (pemilikdua cahaya).

Utsman bin Affan adalah sahabat Nabi yang tidak tanggung-tanggung untuk menginfakkan hartanya untuk kepentingan Islam.

Utsman bin Affan, juga kerap menjadi tempat para sahabat lainnya meminjam uang, dan tak jarang dilunaskan dengan sukarela.

Pada saat itu, kekayaan Utsman bin Affan meliputi 30 juta Dirham, 150.000 Dinar dan 1000 ekor unta.

4. Thalhah bin Ubaidillah

Kisah Sahabat Nabi Thalhah bin Ubaidillah, Bodyguard yang Dijamin Masuk Surga

Sahabat Nabi yang satu ini dijuluki “syahid yang masih berjalan di bumi”. Disebabkan pembelaanya terhadap Nabi dalam perang Uhud ketika ia melindung Nabi dikepung oleh orang-orang Quraisy sehingga jarinya terpotong.

Thalhah memiliki kekayaan berupa uang 2.200.000 Dinar, tanpa tanah ataupun aset. Meski begitu dirinya tetap menyedekahkan sebagian hartanya sebanyak 300.000 Dirham.

5. Sa’ad bin Abi Waqqash

Biografi Sa'ad bin Abi Waqqas - BIOGRAFI TOKOH TERNAMA

Sahabat Rasulullah ini adalah orang yang masuk Islam di usia belia pada usia 17 tahun. Sa’ad bin Abi Waqqash senantiasa mengikuti prtempuran melawan kaum Quraisy yang hendak membunuh Nabi Shallahu’alaihi wa sallam.

Sa’ad bin Abi Waqqash adalah seorang yang ahli dalam menggunakan panah, anak panahnya selalu mengenai sasaran saat dilempakan oleh Sa’ad. Selain jitu dalam menghunuskan anak panah, senjata lainnya yang luarbiasa hebat adalah doa Sa’ad yang senantiasa dikabulkan oeh Allah.

Sebelum wafat, salah satu dari Sahabat Nabi yang kaya ini meninggalkan harta waris sebeasar 250.000 Dirham.

Yuk Sahabat dermawan, kita contoh para sahabat yang menjadkan hartanya untuk kepentingan Islam dan untuk membantu kepada sesama

English EN Indonesian ID