News

Islam merupakan agama yang penuh dengan kasih sayang, oleh sebab itu seorang muslim itu identik dengan kebaikan. Rasulullah memisalkan seorang muslim itu bagaikan lebah. Rasulullah bersabda : “Perumpamaan seorang Mukmin seperti lebah, apabila ia makan maka ia akan memakan suatu yang baik. Dan jika ia mengeluarkan sesuatu, ia pun akan mengeluarkan sesuatu yang baik. Dan jika ia hinggap pada sebuah dahan untuk menghisap madu ia tidak mematahkannya.” (HR. Al-Baihaqi). Yuk kita simak artikel tentang Setiap Perbuatan Baik Adalah Sedekah.

Setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh seorang muslim itu terhitung sebagai sedekah. Rasulullah bersabda : “Setiap perbuatan baik adalah sedekah” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, untuk bersedekah tidak perlu menunggu hingga kita kaya. Tapi, setiap orang itu bisa bersedekah dengan kadarnya masing-masing. Allah tidak melihat banyaknya harta yang kita keluarkan untuk bersedekah, namun Allah melihat keikhlasan kita dalam bersedekah.

Setiap Perbuatan Baik Adalah Sedekah

Bentuk sedekah yang disebutkan dalam hadits

Sedekah yang kita ketahui secara umum adalah berhubungan dengan uang maupun harta. Namun, karena setiap perbuatan baik itu dihitung sedekah, maka sedekah tidak hanya terpaku oleh suatu yang berbentuk pemberian material saja. Rasulullah menyebutkannya dalam beberapa hadits, hal-hal yang dihitung sebagai sedekah. Antara lain :

  1. Rasulullah bersabda : “Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit. (1) Kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah. (2) Kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah. (3) Setiap langkah kakimu menuju tempat shalat juga dihitung sedekah. (4) Dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim).
  2. Rasulullah bersabda : “(5) Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau berbuat ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah.(6) Engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah.(7) Engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedeka.Menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan merupakan sedekah. (8) Dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi).
  3. Rasulullah bersabda : (9) “Perkataan yang baik adalah sedekah” (HR. Bukhari dan Muslim).
  4. Rasulullah bersabda : “Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri. (10) Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan menjadi shadaqah.” (HR. Ibnu Majah).

Jika kita urutkan dari 4 hadits tersebut, terdapat 10 macam perbuatan yang merupakan sedekah. Yaitu :

(1). Mendamaikan dua orang yang berselisih,

(2). Menolong seseorang naik/turun dari kendaraannya, atau menaik/turunkan barang bawaannya,

(3). Langkah kaki menuju masjid,

(4). Menyingkirkan duri dan batu dari jalan,

(5). Senyum kepada saudara,

(6). Menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat,

(7). Menuntun orang yang penglihatannya buruk,

(8). Menuang air dari ember kita ke ember teman,

(9). Perkataan yang baik,

(10). Menafkahi diri sendiri, keluarga, anak, dan pembantu.

Sahabat, segala perbuatan baik itu merupakan sedekah seperti yang disebutkan dalam hadits. Rasulullah bersabda : “Setiap perbuatan baik adalah sedekah” (HR. Bukhari). Namun secara rinci, Rasulullah menyebutkan 10 hal tersebut yang merupakan sedekah. Maknanya adalah, sedekah bukanlah suatu yang rumit, tapi merupakan hal yang sangat sederhana.

Baca Juga : Sedekah Yang Paling Utama

Sahabat, oleh karena itu lah, selagi kita masih diberikan kesempatan hidup di dunia ini. Maka, marilah kita isi dengan perbuata-perbuatan baik dan juga bersedekah. jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal karena tidak bersedekah selagi hidup di dunia. Dalam Al-Qur’an disebutkan, Mereka berkata,”Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematianku) sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih” (Qs. Al-Munafiqun : 10).

Sahabat, Yuk kita segerakan bersedekah…

Sahabat, ketahuilah bahwa harta itu sebenarnya milik Allah sedangkan manusia hanya memegang amanah atau pinjaman dariNya, Allah-lah pemilik langit dan bumi beserta isinya, karena Dia yang menciptakannya. Allah berfirman : “Dan kepunyaannya (Allah) apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi…”  (QS An-Najm: 31).Banyak orang tidak menyadari pada persoalan ini, kenapa ada sebagian orang menjadi bakhil atau kikir karena mereka menyangka harta benda yang dimilikinya itu didapat dari hasil jerih payahnya, hasil dari kepandaianya dan sebagainya, seperti halnya Qarun. Maka dari pada itu Jangan Menjadi Bakhil ya sahabat.

Jangan Menjadi Bakhil

Qarun memiliki harta yang sangat berlimpah yang disimpan dalam gudang-gudang. Begitu banyaknya hartanya, beberapa ulama berpendapat bahwa butuh 60 keledai untuk bisa mengangkut semua kunci dari setiap gudang penyimpanan hartanya, padahal setiap kunci tidak lebih besar dari satu jari manusia. “Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta ? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” (QS. Al-Qashash : 78).

Maka dengan kesombongannya itulah, Allah menenggelamkan Qarun dan segala kekayaannya. Tidak ada yang di dapatinya dari kekayaannya dan juga ke kikirannya kecuali azab Allah. Itulah akhir dari orang-orang yang sombong dan juga bakhil. 

Allah berfirman : “Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (QS. Muhammad : 38).

Bakhil merupakan salah satu dari penyakit hati yang bersumber dari kesombongan dan keinginan yang egois. Yaitu keinginan untuk menyenangkan diri secara berlebihan. Cara untuk mengobati penyakit bakhil ini adalah dengan bersedekah. Dengan bersedekah kita dapat mencairkan hati yang keras. Dan yang paling penting adalah meyakini bahwa kebakhilan itu merupakan hal yang buruk bagi diri kita. Jangan sekali-kali menganggap bahwa kebakhilan itu suatu yang baik.

Baca Juga : Jangan Seperti Tsalabah

Allah berfirman : “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali-Imran : 180).

Yuk Sahabat kita perbanyak sedekah agar kita terjaga dari sifat bakhil dan termasuk orang-orang yang beruntung. Allah berfirman : “Dan barangsiapa yang dipelihara dari kebakhilan dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr : 9). Sedekah merupakan bentuk ikhtiar kita dari menghindari sifat bakhil ini.

Sahabat, jadi bakhil merugi atau beruntung? Melihat keterangan diatas tentu memilih bakhil akan menyisakan kerugian, Maka Jangan Menjadi Bakhil ya. semoga Allah melindungi kita darinya, aamiin

Pendidikan agama bagi seorang anak merupakan hal yang penting karena bekal bagi kehidupan mereka nantinya. Al Qur’an merupakan kitab umat Islam dimana kita harus bisa membaca dan mempelajarinya. Maka Anak Asuh Produktif Belajar Mengaji di Asrama untuk menerapkan pentingnya pendidikan agama sejak dini.

Pendidikan agama bagi anak misalnya dengan cara mendatangkan guru mengaji Al Qur’an. Alasan mengapa harus mengajarkan anak-anak ngaji adalah untuk memberikan cara belajar Iqra & Al Qur’an pada anak dengan baik dan benar. Mengenalkan iqra & Al Qur’an pada anak dapat dimulai sejak anak pada usia lima sampai dengan enam tahun.

Anak Asuh Produktif Belajar Mengaji di Asrama

          (Foto Dok. Anak Asuh Produktif Belajar Mengaji di Asrama)

Ternyata belajar mengaji sejak kecil itu lebih baik daripada baru mulai belajar mengaji saat sudah dewasa. Saat masih kecil, daya ingat otak lebih baik sehingga akan cepat untuk menangkap sebuah materi. Daya otak tersebut juga akan lebih cepat menangkap bila dibiasakan untuk menghafal. Ketika kecil otak kita belum terbebani pikiran yang banyak sehingga akan lebih mudah untuk menghafal, apalagi untuk menghafal Al Qur’an.

Alhamdulillah Griya Yatim & Dhuafa hadir untuk mengajarkan anak-anak asuh binaan belajar iqra & Al Qur’an sejak dini agar bisa menjadi anak sholeh dan sholeha dan taat beribadah, Insya Allah..

Semangat betul adik-adik kecil kita ini, anak-anak asuh binaan Griya Yatim & Dhuafa (GYD) cabang asrama Suryo, menjelang maghrib mereka tetap dengan rutinitas belajarnya. Semoga semangat belajar mereka menjadikan mereka menjadi anak-anak yang shalih.

Baca Juga : Anak Asuh Tadarus Al-Quran Bersama

Inilah pendidikan Islam sejak dini yang sering diremehkan oleh kebanyakan orang tua zaman sekarang yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mereka lupa tanggung jawab yang besar, yaitu pendidikan belajar ngaji sehingga banyak anak-anak yang sudah dewasa belum bisa baca Al Qur’an.

Yuk, ajarkan anak kita mengaji sejak usia dini! Karena meningat bahwa pendidikan agama islam seperti belajar membaca iqra dan Al-Qur’an sangat penting diterapkan sejak dini ya.

Semoga dukungan sahabat dermawan menjadi sedekah jariyah di akhirat kelak aamiin⠀

Saat ini kita telah terlalu lama berada dalam masa pandemi ini. Belum ada yang tahu dengan pasti kapan pandemi ini akan benar-benar berakhir. Masyarakat yang dihimbau untuk menjaga jarak dan tetap dirumah, sebagian telah merasa jenuh. Bahkan pada Hari Raya yang lalu kita tidak dapat untuk bertemu dengan keluarga secara langsung. Maka ini artikel tentang Inilah Adab Bertamu agar kita bisa menerapakan bertamu dengan baik.

Semakin lama masa PSBB ini berlangsung maka pasti makin banyak orang yang melanggarnya. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa dipisahkan berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain.

Kita semua berharap masa pandemi ini segera berakhir, agar kita dapat bersilaturahmi dengan kaum kerabat. Sebelum itu, kita harus mengetahui bagaimana Adab Bertamu yang diajarkan dalam Islam. Agar ketika pandemi ini berakhir, kita dapat mengunjungi kaum kerabat kita dengan penuh adab dan sopan santun.

Inilah Adab Bertamu

Sebagai seorang muslim, kita harus memperhatikan adab-adab untuk setiap hal. Untuk itu, yuk kita pelajari dan amalkan inilah adab bertamu yang diajarkan dalam Islam berikut ini.

Berikut Adalah Adab Bertamu :

  • Mengetuk pintu ketika bertamu

Ketika kita bertamu, kita harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Dalam keadaan pintu yang tertutup maupun sedang terbuka. Kita juga haru mengetuk pintu dengan sopan, tidak terlalu keras. Karena mengetuk pintu itu seperti meminta izin kepada tuan rumah untuk bertamu.

Ketika kita meminta izin kita harus sopan agar tuan rumah pun ridha dengan kedatangan kita. Rasulullah mengajarkan kita untuk tidak mengetuk pintu lebih dari 3 kali. Rasulullah bersabda : “Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Mengucap salam ketika bertemu dan bertamu

Ketika kita bertamu, kita harus mengucapkan salam dan meminta izin untuk masuk kerumahnya. Dalam sebuah hadits diceritakan, “Dari Kildah bin Al-Hanbal, bahwa dia masuk ke rumah Rasulullah tanpa mengucap salam dan meminta izin, maka beliau SAW pun bersabda, Kembalilah, ucapkan Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Mungkin pemilik rumah tidak dapat mendengar suara ketuk pintu, kita harus mengucap salam sebagai tanda bahwa kita sedang bertamu. Dengan mengucapkan salam, tuan rumah pun mungkin bisa mengenali kita dari suara, sehingga tidak khawatir bahwa kita adalah orang asing.

  • Tidak menghadap tepat kedepan pintu

“Adalah Rasulullah SAW jika mendatangi suatu pintu dan akan meminta izin, beliau tidak menghadap ke arah pintu. Akan tetapi beliau berada di sebelah kiri, atau kanannya. Jika diizinkan beliau baru masuk, jika tidak beliau pun kembali.” (HR Bukhari). Hal ini bertujuan untuk membiarkan tuan rumah untuk bersiap-siap untuk menerima tamu.

  • Tidak melihat isi rumah

Ketika kita bertamu, lalu pintu sedang keadaan terbuka, kita tidak boleh untuk melihat ke isi rumah. Begitu pula ketika kita tidak sedang bertamu dan melewati rumah yang pintunya sedang terbuka. Hal ini tidaklah sopan, Rasulullah bersabda : “Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari)

  • Menunjukkan wajah yang baik ketika bertamu

Ini merupakan sunnah Rasulullah yang perlu kita teladani. Dalam sebuah hadits diceritakan, “Tidak pernah Rasulullah melihatku sejak aku masuk Islam, kata Jarir bin Abdillah. Kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku. Rasulullah juga sering bersabda, ‘Akan masuk dari pintu ini seorang laki-laki beruntung terbaik, dan di wajahnya tersirat keindahan’ maka kemudian masuklah Jarir.” (HR Bukhari)

Baca Juga : Inilah Cara Mudah Masuk Surga

Itulah beberapa adab bertamu yang merupakan sunnah Rasulullah. Bertamu artinya juga menjaga silaturahmi. Salah satu kebaikan seseorang yang menjaga silaturahmi adalah Allah panjangkan umurnya. Orang yang bertamu juga akan mendapatkan sebuah tempat tinggal di surga.

Rasulullah bersabda : “Apabila seseorang menjenguk saudaranya atau mengunjunginya, maka Allah berkata kepadanya, berbahagialah dan beruntunglah perjalananmu dan kamu telah membangun tempat tinggal di surga.” (HR. Tirmidzi).

Semoga Allah cepat usaikan pandemi ini, agar kita dapat bertemu dengan kaum kerabat kita untuk saling bersilaturahmi. Aamiin…

Sahabat, menyambut bulan Syawal tetap semangat ya, bulan Ramadhan memang telah beranjak pergi, tetapi amal shalih yang sudah kita kerjakan jangan sampai berhenti. Banyak amal shalih di bulan Ramadhan yang sudah kita kerjakan, seperti berpuasa, membaca Al-Quran, shalat tahajud dan menjaga kebersihan seperti menyapu dan menyiram tumbuhan.

Karena meskipun kita telah melewati bulan Ramadhan, tapi kita masih belum benar-benar melewati masa pandemi virus corona ini. Sehingga menjaga kebersihan di lingkungan sekitar merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan. Untuk mencegah segala macam penyakit yang dapat disebabkan oleh tumpukan-tumpukan sampah yang mengotori lingkungan kita.

Anak Asuh Aktif Membersihkan Asrama

Nah sahabat, anak-anak asuh binaan Griya Yatim & Dhuafa (GYD) cabang Cilegon 2 Temu Putih ini, sedang bersemangat bersama-sama bersih-bersih lingkungan asrama. Mereka belum bisa mudik untuk bertemu dengan keluarganya di kampung. Dan juga mereka belum bisa pergi sekolah bertemu dengan teman-temannya karena adanya pandemi ini. Untuk itulah mereka mencoba untuk tetap produktif dengan melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan asrama.

Ini adalah hasil dari pendidikan yang diterapkan di asrama Griya Yatim & Dhuafa, mereka diajarkan untuk menjalankan sunnah Rasulullah dan juga memaknai hadits-hadits Nabi. Mereka sangat mengerti bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Maka dengan menjaga kebersihan di sekitar mereka, maka mereka telah menjaga keimanannya juga. Dan juga mereka sangat mengerti dengan kegiatan bersih-bersih ini, mereka tidak melalaikan 2 nikmat yang telah Allah berikan.

Yaitu nikmat yang disebutkan pada sabda Rasulullah : “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari). Mereka menggunakan kesehatan dan juga waktu luangnya untuk hal-hal yang sangat bermanfaat bagi diri mereka, dan juga lingkungan sekitarnya.

Di bulan syawal yang merupakan bulan peningkatan ini, yuk sahabat kita bantu untuk meningkatkan semangat adik-adik kita agar dapat terus berbuat baik dan selalu melakukan hal-hal yang bermanfaat. Dengan cara kunjungi dan klik www.donasiberkah.id atau kunjungi kemudahan membantu dengan cara kunjungi dan klik https://kitabisa.com/panganyatimdandhuafa.

Sahabat, bulan Syawal adalah bulan peningkatan, minimal mempertahankan kebaikan yang sudah kita lakukan di bulan sebelumnya. Alhamdulillah Anak Asuh Griya Yatim & Dhuafa Tadarus Al-Quran.

Inilah keistimewaan bulan Syawal yang paling utama. Syawal adalah bulan “peningkatan” kualitas dan kuantitas ibadah. Syawal sendiri, secara harfiyah, artinya “peningkatan”, yakni peningkatan ibadah sebagai hasil training selama bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan ini, bukannya malah menurun atau kembali ke “watak” semula yang jauh dari Islam.

Anak Asuh Griya Yatim & Dhuafa Tadarus Al-Quran

               (Foto Dok. Anak Asuh Griya Yatim & Dhuafa Tadarus Al-Quran)

Nah sahabat, menjelang bulan Syawal ini, adik-adik kecil kita, anak-anak asuh binaan Griya Yatim & Dhuafa (GYD) cabang Cileungsi – Bogor, pagi-pagi seperti biasanya membaca doa dan dzikir pagi nih sahabat.

Inilah makna terpenting bulan Syawal. Setelah Ramadhan berlalu, pada bulan Syawal-lah “pembuktian” berhasil-tidaknya ibadah Ramadhan, utamanya puasa, yang bertujuan meraih derajat takwa.

Baca Juga : Anak asuh Produktif Olahraga Pagi

Menyibukkan diri dengan membaca Alquran al-Karim di bulan Syawal termasuk ibadah yang paling utama dan merupakan salah satu sarana yang paling utama untuk  mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengharap ridha-Nya, memperoleh keutamaan  dan pahala-Nya. Sebab, Alquran adalah kalamullah dan merupakan asas Islam yang diturunkan kepada Rasul termulia, untuk umat terbaik yang pernah dilahirkan kepada umat manusia dengan syariat yang paling utama, paling mudah, paling luhur, dan paling sempurna, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,” (Qs. Fâthir [35]: 29).

Jika tujuan itu tercapai, sudah tentu seorang Muslim menjadi lebih baik kehidupannya, lebih shalih perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu’ ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun setelah Ramadhan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Yuk sahabat semua, terus berbuat baik, lelah hari ini, insya Allah esok kita memetik kebahagiaan.

Wabah virus corona masih belum juga mereda. Dampaknya masih terus dirasakan sehingga makin banyak orang yang terdampak karena wabah virus corona, ini juga sangat berdampak pada para pekerja yang pekerjaannya terhalangi wabah virus corona. Seperti para pengendara ojek, mereka kesulitan untuk mendapatkan orderan. Dengan berbagi hidangan berbuka puasa dengan mereka dapat mengembalikan senyum mereka.

Di tengah-tengah bulan Ramadhan ini, cukup sulit bagi kita untuk tetap beraktivitas ketika sedang berpuasa. Terlebih lagi para pekerja kasar yang memerlukan banyak tenaga, seperti para tukang bangunan, pemulung, para pengendara ojek dan lainnya. Mereka bekerja dengan penuh semangat untuk menafkahi keluarga mereka.

Berbagi Hidangan Berbuka untuk Pengendara Ojek

Misalnya para pengendara ojek. Alih-alih menghindari wabah virus corona, di tengah wabah virus corona ini mereka mempertaruhkan nyawa nya untuk pergi mencari rezeki yang belum pasti. Dikarenakan situasi wabah virus corona yang masih juga belum mereda, para pengendara ojek pun ikut terkena dampaknya.

Baca Juga : Berbagi Hidangan Berbuka Puasa Kepada Lansia

Di bulan Ramadhan ini, dimana suasana nya di penuhi oleh kebersamaan dan semangat berbagi. Kita harus ikut berpartisipasi untuk membantu mereka yang terdampak wabah virus corona. Mereka yang kesulitan untuk mendapatkan makanan untuk berbuka puasa, dan khawatir dengan keadaan keluarganya di esok hari.

Yuk sahabat, kita bantu mereka untuk bisa lebih menikmati keberkahan dari bulan Ramadhan ini, dengan berbagi panganan berbuka untuk para pengendara ojek.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya.” (HR. Muslim).

“Alhamdulillah terima kasih  sudah bagi-bagi makanan kepada kami, semoga makin berkah” tutur pengendara ojek.

Yuk Sahabat, bersama Laznas Griya Yatim & Dhuafa (GYD) ikut untuk peduli kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Karena saat ini adalah momen yang paling tepat, maka ayo kita isi bulan Ramadhan ini dengan penuh makna

Semoga mereka yang tetap senantiasa berpuasa di saat melakukan pekerjaan nya yang berat, mendapatkan kedua kegembiraan tersebut. Dan mendapatkan balasan yang lebih baik. Aamiin…

Bantuan Nutrisi Untuk Rs Dr. Moewardi

Sahabat dermawan, semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala. Sampai dengan saat ini, pandemi belum juga ada tanda-tanda penurunan, yang terdampak malah semakin meningkat. Wabah pandemi dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dan dunia. Maka melihat kondisi tersebut Griya Yatim & Dhuafa melakukan bantuan Nutrisi untuk RS Dr. Moewardi

Apa yang dapat kita lakukan adalah menjaga diri dan keluarga kita dari paparan wabah virus corona. Dengan cara tetap menjaga jarak, jika terlalu penting maka tidak perlu untuk pergi keluar rumah dan tetap menjaga kebersihan.

Bantuan Nutrisi untuk RS Dr. Moewardi

Foto Dok. Pemberian Bantuan Nutrisi untuk RS Dr. Moewardi

Dan juga satu peranan yang harus kita lakukan adalah terus membantu para tenaga medis agar mereka dapat berjuang dengan aman. Hal yang bisa kita lakukan adalah memberikan bantuan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan.

“Alhamdulillah bantuan sudah diterima dari rumah sakit smoga bisa bermanfaat untuk para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya” Ujar Petugas Griya Yatim & Dhuafa.

Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menopang perjuangan para tenaga medis. Sebab, mereka adalah orang-orang yang tiap harinya mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan ribuan jiwa yang terdampak oleh wabah virus corona ini.

Baca Juga : Bantuan Hand Sanitizer Untuk Kelurahan Setu

Oleh karena itu, Bersama Lawan Corona terus didengungkan, semua berjuang tidak terkecuali para tenaga medis yang telah memberikan dedikasi terbaiknya untuk kemanusiaan. Laznas Griya Yatim & Dhuafa (GYD), dalam rangka berjuang Bersama Lawan Corona menyalurkan Bantuan Nutrisi untuk RS Dr. Moewardi semoga bantuan Nutrisi ini bisa membantu para tenaga medis di RS Moewardii.

Yuk Sahabat, bersama dengan orang Griya Yatim & Dhuafa bantu para tenaga medis untuk tetap berjuang melawan wabah virus corona ini dengan berdonasi di donasiberkah . Insya allah dengan berdonasi di bulan yang berkah ini pahalanya akan dilipat gandakan. Aamiin..

Pada bulan Ramadhan setiap orang dipenuhi dengan semangat berbagi dan juga kebersamaan. Setiap muslim ingin melihat saudaranya merasakan kegembiraan bulan Ramadhan. Umat muslim menjadi lebih semangat untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan, misalnya dengan berbagi makanan berbuka kepada orang-orang yang kurang mampu.  Inilah mengapa bulan Ramadhan disebut bulan yang istimewa, karena dengan kehadirannya, seluruh umat muslim merasakan kegembiraan dan keberkahan yang luar biasa.

Seluruh masyarakat dari kalangan apapun ikut merasakan keberkahan dan kegembiraan yang di ciptakan oleh bulan Ramadhan ini. Tapi, perlu kita ingat bahwa bulan Ramadhan ini merupakan sarana untuk memperbaiki diri kita menjadi seorang muslim yang lebih baik. Dan yang paling penting adalah menjadikan ampunan Allah sebagai tujuan dari bulan Ramadhan ini. Sebab Rasulullah bersabda : “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” (HR. Ahmad).

Berbagi Makanan Berbuka untuk Pedagang Asongan dan Pemulung

Oleh karena itu, kita harus memperbanyak amal saleh kita di bulan Ramadhan ini. Karena, disamping mendapatkan pahala yang berlipat ganda, hal tersebut juga merupakan upaya kita dalam mencapai tujuan akhir bulan Ramadhan yaitu ampunan Allah. Di bulan Ramadhan ini salah satu cara untuk mendapatkan ampunan Allah adalah dengan bersedekah. Mengenai sedekah disebutkan dalam hadits : “Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana api dapat dipadamkan dengan air, begitu pula shalat seseorang selepas tengah malam.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973).

Baca Juga : Berbagi Hidangan Berbuka Puasa Kepada Lansia

Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan. Sebagai mana sabda Rasulullah : “Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR. Al-Tirmidzi). Dan bentuk sedekah terbaik di bulan Ramadhan adalah memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa. Amalan ini dapat kita lakukan di bulan Ramadhan, namun sulit diamalkan ketika di bulan-bulan lainnya. Selain itu pahalanya juga sangat besar, Rasulullah bersabda : “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga.” (HR. Tirmidzi, Ibn Majah).

Betapa besarnya pahala bagi mereka yang menyediakan makanan berbuka bagi orang-orang yang berpuasa. Alhamdulillah atas kerjasama Griya Yatim & Dhuafa dan CIMB Niaga Syariah KCP Gading Serpong, terlaksanalah pembagian ifthar (makanan berbuka) untuk saudara-saudara kita para pedagang asongan dan pemulung.

Yuk sahabat, kita amalkan sedikit dari harta yang kita miliki untuk saudara-saudara kita yang membutuhkannya. Semoga Allah senantiasa memberkahi segala niat dan amal baik kita. Aamiiiin.

Di tengah-tengah bulan Ramadhan ini, wabah virus corona masih juga belum mereda. Menurut para ahli, wabah virus corona ini tidak akan benar-benar hilang jika belum ditemukan vaksin untuk mencegah infeksi virus corona ini. Jumlah yang terinfeksi tiap harinya mungkin saja menunjukkan penurunan, namun belum berarti permasalahannya telah terselesaikan. Jadi sebagai bentuk perlawanan kita terhadap wabah virus corona ini adalah tetap menjaga kebersihan dan menjaga jarak.

Karena wabah virus corona yang masih berlanjut ini, terdampak pandemi masih terus meningkat. Ini juga menandakan bahwa masih banyak juga orang yang tidak peduli tentang menjaga jarak, memakai masker, dan menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan diri, terlebih lagi kebersihan tangan, adalah hal yang harus kita perhatikan ketika kita harus berintrakasi dengan orang lain, karena tangan adalah bagian tubuh yang paling sering berinteraksi.

Bantuan Hand Sanitizer untuk Kelurahan Setu

Menjaga kebersihan diri itu mudah, kita cukup mencuci tangan menggunakan sabun setiap kali kita harus berinteraksi. Namun, mencuci tangan dengan menggunakan sabun cukup sulit dilakukan ketika sedang berada di luar, apa lagi bagi pekerja lapangan. Ini karena kita terkadang malas untuk mencari tempat cuci tangan.

Baca Juga : Bantuan Hand Sanitizer Untuk Polsek Cisauk

Tapi selain mencuci tangan menggunakan sabun, kini suda ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan Hand Sanitizer. Hand Sanitizer adalah solusi praktis untuk menjaga diri kita tetap bersih dan terlindungi dari virus corona. Namun karena Hand Sanitizer cukup mahal harganya, ini menjadi masalah untuk orang-orang yang tidak mampu untuk membelinya.

Melihat demikian, Griya Yatim & Dhuafa (GYD) terus marathon sedari awal dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk bersama lawan corona. Alhamdulillah pada kesempatan ini, dalam rangka memutus penyebaran pandemi corona, Griya Yatim & Dhuafa memberikan bantuan Hand Sanitizer kepada Kelurahan Setu.

Semoga bantuan ini bermanfaat untuk jajaran Kelurahan Setu dalam Bersama Lawan Corona. Dan semoga Allah segera mengangkat wabah pandemi corona, agar kita semua dapat beraktivitas normal kembali. Aamiiin yaa Rabbal ‘Alamiiin.