Griya Yatim & Dhuafa

Abdurrahman Bin Auf Sahabat yang Sangat Derawan

Griya Yatim Dhuafa

Donasiberkah.id- Salah seorang Sahabat Nabi ﷺ yang mendapat kabar akan masuk surga adalah `Abdurrahmân bin `Auf bin `Abdi `Auf bin `Abdul Hârits bin Zahrah bin Kilâb bin al-Qurasyi az-Zuhri Abu Muhammad. 

Diilahirkan sepuluh tahun setelah tahun Gajah dan termasuk orang yang terdahulu masuk Islam. Dia berhijrah sebanyak dua kali dan ikut serta dalam perang Badar dan peperangan lainnya.

Saat masih jahiliyah, ia bernama `Abdul Ka`bah atau `Abdu `Amr; kemudian diberi nama `Abdurrahman oleh Rasulullah ﷺ. Ibunya bernama Shafiyah. Sedangkan ayahnya bernama `Auf bin `Abdu `Auf bin `Abdul Hârits bin Zahrah.

Abdurrahmân bin `Auf adalah seorang Sahabat yang sangat dermawan dan yang sangat memperhatikan dakwah Islam, berikut ini adalah sebagian kisahnya:

`Abdurrahman bin Auf pernah menjual tanahnya seharga 40 ribu dinar, kemudian membagi-bagikan uang tersebut kepada para fakir miskin bani Zuhrah, orang-orang yang membutuhkan dan kepada Ummahâtul Mukminin (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Investasi Dinar, Kelebihan, dan Kekurangannya [Plus Tipsnya]

Al-Miswar berkata: “Aku mengantarkan sebagian dari dinar-dinar itu kepada Aisyah Radhiyallahu anhuma. Aisyah dengan sebagian dinar-dinar itu.”

Aisyah berkata: “Siapa yang telah mengirim ini?”

Aku menjawab: “`Abdurrahmân bin Auf”. 

Aisyah berkata lagi: “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah bersabda : “Tidak ada yang menaruh simpati kepada kalian kecuali dia termasuk orang-orang yang sabar. Semoga Allah Azza wa Jalla memberi minum kepada `Abdurrahmân bin Auf dengan minuman surga.”

Telaga Nabi Muhammad SAW di Padang Mashyar - Semua Tentang Islam

Dalam hadits lain disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ memberikan (sesuatu) kepada sekelompok Sahabat Radhiyallahu anhum yang di sana terdapat `Abdurrahmân bin Auf Radhiyallahu anhu ; namun Rasulullah ﷺ tidak memberikan apapun kepadanya. Kemudian `Abdurrahmân Radhiyallahu anhu keluar dengan menangis dan bertemu Umar Radhiyallahu anhu . Umar Radhiyallahu anhu bertanya: “Apa yang membuatmu menangis?.”

Ia menjawab: “Rasulullah ﷺ memberikan sesuatu kepada sekelompok Sahabat, tetapi tidak memberiku apa-apa. Aku khawatir hal itu akibat ada suatu keburukan padaku”.

Kemudian Umar R.a. masuk menemui Rasulullah ﷺ dan menceritakan keluhan Abdurrahmân Radhiyallahu anhu itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab: Aku tidak marah kepadanya, tetapi cukup bagiku untuk mempercayai imannya.”

Keutamaan-Keutamaan Abdurrahmân bin Auf di antaranya: Abdurrahmân bin `Auf walaupun memiliki harta yang banyak dan menginfakkanya di jalan Allah Azza wa Jalla , namun dia selalu mengintrospeksi dirinya. `Abdurrahmân Radhiyallahu anhu pernah mengatakan : “Kami bersama Rasulullah ﷺ diuji dengan kesempitan, namun kami pun bisa bersabar, kemudian kami juga diuji dengan kelapangan setelah Rasulullah ﷺ dan kami pun tidak bisa sabar”.

Belajar Dari Persaudaraan Abdurrahman Bin Auf Dan Sa'ad Bin Rabi' - Islampos

Naufal bin al-Hudzali berkata,

“Dahulu Abdurrahmân bin Auf Radhiyallahu anhu teman bergaul kami. Beliau adalah sebaik-baik teman. Suatu hari dia pulang ke rumahnya dan mandi. Setelah itu dia keluar, ia datang kepada kami dengan membawa wadah makanan berisi roti dan daging, dan kemudian dia menangis. Kami bertanya, “ Wahai Abu Muhammad (panggilan `Abdurrahmân), apa yang menyebabkan kamu menangis?”

Plate with bread and meat Royalty Free Vector Image

Ia menjawab, “Dahulu Rasulullah ﷺ meninggal dunia dalam keadaan beliau dan keluarganya belum kenyang dengan roti syair. Aku tidak melihat kebaikan kita diakhirkan. 

Abdurrahmân bin `Auf Radhiyallahu anhu pernah menyedekahkan separuh hartanya. Setelah itu dia bersedekah lagi sebanqak 40.000 dinar. Kebanyakan harta bendanya diperoleh dari hasil perdagangan.

Ja`far bin Burqan mengatakan, “ Telah sampai kabar kepadaku bahwa `Abdurrahmân bin Auf Radhiyallahu anhu telah memerdekakan 3000 orang.

Imam Bukhâri menyebutkan dalam kitab tarikhnya bahwa `Abdurrahmân pernah memberikan wasiat kepada semua Sahabat yang mengikuti perang badar dengan jumlah 400 dinar. Dan jumlah mereka ketika itu 100 orang.

Utsman meninggal dunia pada tahun 32 H. Dia berumur 72 tahun dan dia dikubur di pemakaman baqi` dan `Utsmân bin Affân Radhiyallahu anhu ikut menyolatkannya.

Demikian selintas kisah tentang seorang Sahabat Nabi ﷺ yang sangat kaya, seorang konglomerat pada jamannya, namun amat sangat dermawan. Semoga menjadi tauladan bagi kita semua.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa seperti Abdurrahman bin auf? Yuk tunaikan zakat, inaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

97 views
English EN Indonesian ID