News

Agar Puasa Tidak Sekedar Lapar dan Haus

Kini kita telah berada di tengah-tengah bulan Ramadhan, yaitu bulan yang penuh keistimewaan. Pada bulan Ramadhan ini setiap amal ibadah kita menjadi lebih istimewa. Salah satu yang menjadi keistimewaan bulan Ramadhan adalah perintah untuk menjalani ibadah puasa selama 1 bulan penuh. Maka jangan sampai di bulan Ramadhan agar puasa tidak sekedar lapar dan haus

Puasa adalah menahan diri kita dari haus, lapar, dan juga hal-hal yang membatalkannya. Imam al-Ghazali membedakan puasa menjadi tiga tingkatan berdasarkan praktiknya, yaitu puasa umum, khusus, dan khususnya-khusus (khususil khusus).

Agar Puasa Tidak Sekedar Lapar dan HausPuasa umum yaitu menahan perut dan kemaluan untuk memenuhi kebutuhan syahwat. Upaya yang berlawanan dari itu adalah tergolong pembatal puasa umum ini.

Puasa khusus yaitu menahan seluruh tubuh dan indera kita dari perbuatan maksiat. Melakukan perbuatan maksiat  akan menjadi pembatal puasa khusus ini.

Puasa khususnya-khusus yaitu menjaga pikiran dan hati kita tetap hanya mengingat Allah dan tidak lagi memikirkan hal duniawi, jika terlintas pikiran selain Allah maka batal puasa ini.

Hal tersebut adalah macam-macam puasa dan pembatalnya. Namun,ada yang harus lebih kita waspadai. Yaitu ketika puasa kita tidak batal namun semua pahalanya gugur, sehingga kita tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga saja. Hal ini di sampaikan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam : “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut melainkan hanya rasa lapar dan dahaga”. (HR Ath Thabrani ).

Baca Juga : Berbagi Hidangan Berbuka Puasa pada Ojek Online

Terdapat 5 hal yang dapat merusak pahala puasa kita, Rasulullah bersabda : “ Ada lima perbuatan yang merusak pahala puasa, yaitu berbohong, menggunjing, mengadu domba, bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain, Rasulullah juga bersabda : “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya maka Allah tidak butuh ketika dia meninggalkan makannya dan minumnya”. (HR. Bukhari)

Sahabat, kita pastinya tidak ingin puasa yang kita lakukan selama sebulan penuh hanya menghasilkan lapar dan dahaga saja. Nah sahabat, agar hal demikian tidak terjadi pada diri kita, Maka kita harus menghindari lima hal ini sebagaimana kita menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa.Dan hal yang paling penting adalah kembali luruskan niat dan tujuan kita berpuasa.

Niat puasa semata-mata hanya untuk Allah Subhanahu wata’ala, dan sejatinya tujuan puasa ialah agar menjadi orang yang bertakwa dan di terima puasanya di sisi Allah. Dengan tercapainya tujuan dari puasa maka kita akan menjadi muslim yang lebih baik ketika kita meninggalkan bulan Ramadhan

Selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, kita juga harus menghindari hal-hal yang dapat merusak pahala puasa kita. Maka sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu memberi nasehat : “Jika engkau berpuasa, hendaknya telinga, mata, dan lisanmu juga berpuasa dari berbuat dusta dan dosa, dan janganlah mengganggu tetangga..”.

Rasulullah mengajarkan kita untuk bersabar dan menahan diri dari berkata keji, Rasulullah bersabda : ”Apabila kalian dihari puasa kalian janganlah berkata keji dan mengumpat, apabila ada yang mencela kalian atau memerangi kalian, maka katakan aku sedang berpuasa” (Muttafaq alaih).

Sahabat dermawan, kesempatan bertemu Ramadhan tahun ini harus kita niatkan untuk menjadi Ramadhan terbaik kita, karena kita tidak tahu apakah akan dipertemukan lagi pada bulan Ramadhan di tahun selanjutnya, Agar puasa kita tidak hanya sekedar menahan haus dan lapar saja. Maka dari pada itu ayo kita perbaiki terus amalan di bulan Ramadhan ini agar terus menjadi lebih baik lagi.

Share it on