Griya Yatim & Dhuafa

Akhlak Yang Utama

Akhlak merupakan hal yang melekat pada diri setiap manusia. Jadi akhlak merupakan perangai yang dilakukan manusia tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Ada perangai yang baik dan juga yang buruk. Oleh karena itu, terdapat dua macam akhlak, yaitu akhlak mazmumah atau akhlak yang buruk, dan juga akhlak karimah atau akhlak yang baik. Akhlak seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu yang paling mempengaruhinya adalah lingkungan pergaulan,sehingga Akhlak Yang Utama.

Permisalan Teman yang Baik dan Buruk

Rasulullah bersabda : “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, kita harus memilah teman yang kita pergauli. Dalam Al-Qur’an disebutkan orang-orang yang merupakan teman terbaik. Allah berfirman : “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shidiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa : 69).

Akhlak Yang Utama

Dengan berteman dengan orang-orang yang disebutkan pada ayat tersebut, kita juga akan mendapat kebaikan dan dapat membentuk akhlak yang baik dalam diri kita. Hanya akhlak karimah-lah yang harusnya ada pada diri seorang muslim. Karena seorang mukmin itu diibaratkan seperti lebah, yaitu selalu ada kebaikan pada dirinya.

Baca Juga : Inilah Cara Mudah Masuk Surga

Rasulullah bersabda : “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya perumpamaan mukmin itu bagaikan lebah yang selalu memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik. Ia hinggap (di ranting) namun tidak membuatnya patah dan rusak.” (HR. Ahmad).

Muslim itu harus memiliki akhlak yang mulia

Kemuliaan manusia terdapat pada akhlaknya, oleh karena itu seorang muslim itu harus memiliki akhlak yang mulia. Rasulullah bersabda : “Ya Uqbah, maukah akmu kuberitahukan tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Yaitu menghubungi orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberi orang yang menahan pemberiannya padamu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu.” (HR. Hakim).

Akhlak yang utama itu menjalin hubungan dengan orang yang memutuskannya. Karena memutus silaturahmi merupakan suatu perbuatan yang buruk. Rasulullah bersabda : “Tidak masuk surga orang yang memutuskan, yaitu memutuskan silaturahmi.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Jangan menjadi sombong, dan kikir.

Allah berfirman : Allah berfirman : “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali-Imran : 180).

Seseorang dengan akhlak yang utama adalah pemaaf. Memaafkan seseorang yang telah berbuat aniaya kepada kita merupakan hal yang berat. Terlebih lagi ketika kita memiliki kesempatan untuk membalasnya. Kita harus meyakini bahwa kebersamaan Allah bersama dengan orang-orang yang sabar,.

Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153).

Sahabat, kita harus berteman dengan orang-orang yang baik karena efek dari pergaulan itu sangat besar. Dengan berteman dengan orang yang memiliki akhlak yang mulia, kita juga akan memiliki akhlak yang mulia.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top