Griya Yatim & Dhuafa

Al makarih dan As syahwat

admin

Sahabat dermawan, bulan Ramadhan telah beranjak pergi dan kita tidak tau apakah kita dapat bertemu dengan Ramadhan selanjutnya. Cara terbaik untuk mengenang bulan Ramadhan yang baru saja kita lewati adalah dengan mempertahankan amal ibadah kita dan meningkatkannya hingga kita bertemu dengan bulan Ramadhan lagi. Karena pada dasarnya kita sedang menuju akhirat, kita harus membekali diri kita dengan amal ibadah yang baik, agar kita termasuk orang yang dimasukkan ke surganya Allah. inilah Al makarih dan As syahwat yang perlu diketahui.

Surga adalah hal yang di inginkan oleh setiap makhluk. Allah menjanjikan surga untuk orang-orang yang bertakwa. Syarat untuk masuk surga hanyalah beriman dan bertakwan kepada Allah. Tapi, surga itu dipenuhi oleh hal-hal yang dibenci oleh jiwa manusia atau yang disebut juga Al makarih. Jadi, Al makarih adalah hal-hal yang di benci oleh jiwa manusia yaitu seperti ketakwaan dan ketundukan terhadap aturan Allah.

Al makarih dan As syahwat

Namun hanya hati kita yang dapat mengendalikan jiwa dan memaksa agar jiwa ini tunduk dan taat kepada Allah. Sebagai mana sabda Rasulullah mengenai hati, “Sesungguhnya di dalam jasad (badan) terdapat segumpal daging, jika ia bagus maka seluruh jasadnya bagus. Dan jika rusak maka seluruh jasadnya pun rusak. Ketahuilah Segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim). Jika hati kita bersih dan kuat terhadap godaan nafsu maka diri kita akan selamat, baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk menguatkan hati hanyalah dengan memperkuat keimanan kita kepada Allah. Dengan keimanan yang kokoh, kita dapat menundukkan jiwa kita dan menjadi jiwa yang dapat mencintai hal-hal yang ada di surga atau Al makarih.

Dengan memperkuat keimanan kita, kita juga dapat mengendalikan jiwa kita dari hal-hal yang disukainya dan menghindari siksa api neraka. Sebab, neraka itu dipenuhi dengan hal-hal yang dicintai oleh jiwa kita, atau disebut dengan As syahwat.

Yang artinya neraka itu diliputi dengan nafsu-nafsu yang cenderung dengan kejelekan, seperti zina, korupsi, mabuk dan lainnya. Jika seseorang mengikuti dan terjerumus kedalam nafsu syahwatnya, maka dia semakin menjauh dari surga dan juga semakin dekat dengan neraka.

Jalan-jalan menuju neraka itu adalah hal yang merupakan kenikmatan dunia semata. Dengan begitu kita harus menjauhi As syahwat dan menolak kehendak jiwa kita yang suka terhadap As syahwat tersebut.

Baca Juga : Tetap Istiqomah selepas Bulan Ramadhan

Rasulullah bersabda mengenai Al makarih dan As Syahwat, “Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”. (HR. Muslim).

Cara agar kita dapat mengendalikan jiwa kita adalah dengan mengkokohkan hati kita dengan keimanan kepada Allah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah, kita harus memperbanyak amal dan ibadah kita.

Kita telah dilatih selama satu bulan penuh ketika Ramadhan untuk meningkatkan keimanan juga ketakwaan kita. Kita harus mempertahankan dan meningkatkan keimanan itu selepas bulan Ramadhan. Sahabat, jangan sampai amal ibadah kita terputus ketika kita keluar dari bulan Ramadhan. Jangan berhenti untuk berbuat baik.

Selain itu kita harus menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat, karena perbuatan maksiat dapat menghapus kebaikan-kebaikan kita dan juga dapat mengurangi keimanan kita. Rasulullah bersabda : “Keimanan itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat”.

Di bulan syawal yaitu bulan peningkatan, Yuk Sahabat kita jauhi segala bentuk maksiat karena dapat mengurangi menjerumuskan kita kedalam neraka. Dan juga terus tingkatkan amal ibadah kita, perbanyak sedekah, agar kita termasuk orang-orang yang di masukkan kedalam surganya Allah Subanahu Wata’ala. 

78 views