Griya Yatim & Dhuafa

Amal-amal Berpahala Jariyah Dalam Islam

Griya Yatim Dhuafa

Donasiberkah.id – Islam mengenal amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus. Orang yang melakukan amalan jariyah semasa hidupnya akan mendapatkan pahala meski telah meninggal. Sebagai manusia kita dihadapkan dengan terbatasnya usia hidup, yang memang hakikatnya dunia ini bersifat sementara dan diperuntukkan untuk mencari amal sebanyak-banyaknya.

Maka dari itu dalam Islam ada amalan ‘booster’ yang jika kita lakukan pahalanya akan terus mengalir bahkan di saat pelaku amal itu meninggal.

Amal jariyah disebutkan dalam hadits yang diceritakan Abu Hurairah RA,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR Muslim).

The Muslim child prays in the mosque, the little boy prays to God, Peace and love in the holy month of Ramadan. Ramadan Kareem,The Muslim boy prays in the mosque, the little boy prays to God,Peace and love in the holy month of Ramadan,lifestyle concept Muslim boy praying stock pictures, royalty-free photos & images

Baca Juga : Keutamaan Menyayangi dan Menyantuni Anak Yatim dalam Islam

Ahmad Syarifuddin dalam bukunya Mendidik Anak: Membaca, Menulis, dan Mencintai Al-Quran menjelaskan, amalan dengan pahala yan terus mengalir tidak terbatas pada tiga perkara tersebut.

Ada amalan lain yang turut terikat karena sifatnya yang situasional, berikut haditsnya,

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

“Sesungguhnya amal dan kebajikan yang dapat menyusul orang mukmin setelah dia meninggal dunia di antaranya yaitu: ilmu yang disebarkan, anak sholeh yang dia tinggalkan, mushaf Al-Quran yang dia wariskan, masjid yang dibangunnya, rumah tinggal pagi perantau yang dia bangun, sungai yang dia alirkan (irigasi), dan sedekah harta yang dikeluarkannya saat sehat dan hidup. Seluruh amal dan kebajikan ini akan menyusul orang mukmin sepeninggalannya dari dunia.” (HR Ibnu Majah).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, setidaknya ada 7 amal yang termasuk amal jariyah. Berikut haditsnya,

سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوَ غَرَسَ نَخْلًا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Artinya: “Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu agama, (2) orang yang mengalirkan sungai (yang mati) (3) orang yang membuat sumur, (4) orang yang menanam kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang memberi mushaf Al-Qur’an, dan (7) orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat.” (HR Baihaqi).

Karst mountains and river Li in Guilin/Guangxi region of China Sun beams on a misty morning on karst mountains and river Li in Guilin/Guangxi region of China beauty river stock pictures, royalty-free photos & images

Atas dasar hadits tersebut, as-Suyuthi menyebut setidaknya ada 10 amal yang termasuk kategori amal jariyah. 10 amal tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Ilmu-ilmu yang disebarkan.

2. Doa anak muslim.

3. Menanam pohon.

4. Sedekah jariyah.

5. Mewariskan mushaf.

6. Mengawal tapal batas pertahanan (jihad) seperti pesantren, taman pendidikan Al-Qur’an, majelis ilmu dll.

7. Menggali sumur atau membuat irigasi.

8. Membangun rumah inap untuk perantau.

9. Membangun tempat dzikir.

10. Mengajarkan (mendidik) Al-Quranul Karim.

Amalan-amalan di atas adalah amalan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain, baik semasa hidup maupun sudah meninggal dunia. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR Ath-Thabrani).

Sahabat hikmah, itulah beberapa contoh amal jariyah. Kelak amalan tersebut akan mendatangkan pahala yang terus mengalir tanpa putus.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, infaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

102 views
English EN Indonesian ID