News

Anak Asuh Griya Yatim & Dhuafa Tadarus Al-Quran

Sahabat, bulan Syawal adalah bulan peningkatan, minimal mempertahankan kebaikan yang sudah kita lakukan di bulan sebelumnya. Alhamdulillah Anak Asuh Griya Yatim & Dhuafa Tadarus Al-Quran.

Inilah keistimewaan bulan Syawal yang paling utama. Syawal adalah bulan “peningkatan” kualitas dan kuantitas ibadah. Syawal sendiri, secara harfiyah, artinya “peningkatan”, yakni peningkatan ibadah sebagai hasil training selama bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan ini, bukannya malah menurun atau kembali ke “watak” semula yang jauh dari Islam.

Anak Asuh Griya Yatim & Dhuafa Tadarus Al-Quran

               (Foto Dok. Anak Asuh Griya Yatim & Dhuafa Tadarus Al-Quran)

Nah sahabat, menjelang bulan Syawal ini, adik-adik kecil kita, anak-anak asuh binaan Griya Yatim & Dhuafa (GYD) cabang Cileungsi – Bogor, pagi-pagi seperti biasanya membaca doa dan dzikir pagi nih sahabat.

Inilah makna terpenting bulan Syawal. Setelah Ramadhan berlalu, pada bulan Syawal-lah “pembuktian” berhasil-tidaknya ibadah Ramadhan, utamanya puasa, yang bertujuan meraih derajat takwa.

Baca Juga : Anak asuh Produktif Olahraga Pagi

Menyibukkan diri dengan membaca Alquran al-Karim di bulan Syawal termasuk ibadah yang paling utama dan merupakan salah satu sarana yang paling utama untuk  mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengharap ridha-Nya, memperoleh keutamaan  dan pahala-Nya. Sebab, Alquran adalah kalamullah dan merupakan asas Islam yang diturunkan kepada Rasul termulia, untuk umat terbaik yang pernah dilahirkan kepada umat manusia dengan syariat yang paling utama, paling mudah, paling luhur, dan paling sempurna, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,” (Qs. Fâthir [35]: 29).

Jika tujuan itu tercapai, sudah tentu seorang Muslim menjadi lebih baik kehidupannya, lebih shalih perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu’ ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun setelah Ramadhan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Yuk sahabat semua, terus berbuat baik, lelah hari ini, insya Allah esok kita memetik kebahagiaan.

Share it on