News

Anak asuh tetap produktif belajar dan lakukan Physical Distancing

Pandemi virus corona (Covid-19) sekarang ini sudah banyak menyebar dimana-mana membuat masyarakat resah akan kemunculannya, terlebih lagi semakin hari semakin banyak berita tentang bertambahnya status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tersebar di wilayah  Indonesia. Maka daripada itu untuk menjaga agar tidak tertular dengan covid-19 kita dihimbau pemerintah untuk melakukan Physical Distancing.

Lantas, Apa itu Physical Distancing? Physical Distancing / pembatasan jarak fisik adalah upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus Corona dan mencegah Covid-19.

Berdasarkan data pemerintah, per tanggal 8/April/2020 Pukul 13:37 WIB ada 221 pasien Covid-19 meninggal dunia dan 204 pasien Covid-19 yang sembuh, Sehingga jaga jarak atau physical distancing hari ini menjadi salah satu program yang diterapkan oleh pemerintah di dalam upaya mengurangi penyebaran virus corona. Karena virus corona bisa menular melalui cairan yang keluar dari mulut misalkan air liur, bersin, batuk dan lain sebagainya.

Begitu pula yang dilakukan oleh seluruh anak asuh binaan GYD di dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dianjurkan untuk tetap jaga jarak dan tidak keluar rumah.

“Tetap jaga jarak dan tidak keluar bila tidak ada urusan yang penting, menjadi prioritas kami dalam menjaga anak-anak asuh binaan kami” ujar Bapak Heri selaku Kepala Divisi Keasramaan.

Proses belajar-mengajar di sekolah dihentikan sementara dan siswa-siswi diimbau belajar di rumah guna mencegah dan menekan laju penularan virus, terutama di lingkungan sekolah.

Seperti yang dilansir Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana mengatakan “Terdapat beberapa daerah yang telah menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah. Untuk itu pihaknya mengimbau para pendidik dapat menghadirkan belajar yang menyenangkan dari rumah bagi siswa”.

Maka pada kondisi saat ini, pengurus griya yatim dan dhuafa membuat pembelajaran yang menarik agar anak asuh bisa tetap produktif belajar di asrama.

“Kami berusaha membuat pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk diterapkan kepada anak asuh belajar di asrama, agar tidak jenuh dan tetap produktif belajar nya” ujar Pak Agus setelah mengajar anak asuh.

Mudah-mudahan dengan menerapkan belajar yang menyenangkan bisa membuat anak asuh semangat belajar dan bisa meningkatkan kreatifitas serta prestasi belajarnya.

Semoga dengan mentaati himbauan pemerintah kita semua bisa terhindar dari virus corona yang saat ini sedang merebak. Aamiin.

Baca Juga :

Share it on