Griya Yatim & Dhuafa

Anjuran untuk Puasa Syawal

admin

Setelah melalui Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan Hari Raya, kini kita memasuki bulan syawal. Bulan Syawal merupakan bulan peningkatan. Artinya semua semangat ibadah kita dibulan Ramadhan tidak boleh menurun, tapi justru meningkat selepas kita meninggalkan bulan Ramadhan. Jika tadinya di bulan Ramadhan kita giat membaca Al-Qur’an dan mendirikan solat-solat sunnah, Kebiasaan tersebut jangan sampai meluntur ketika kita meninggalkan bulan Ramadhan. Begitu pula kebiasaan kita untuk bersedekah, ketika kita masuk ke dalam bulan syawal seharusnya sedekah kita juga meningkat.

Bulan Syawal merupakan bulan peningkatan, yaitu meningkatnya keimanan kita setelah kita dilatih di bulan Ramadhan. Namun, menjaga keimanan tetap meningkat itu sangatlah sulit. Terlebih lagi ketika kita meninggalkan bulan Ramadhan maka setan-setan kembali dilepaskan dari belenggunya. Sehingga yang kita hadapi sesuai bulan Ramadhan ini bukanlah nafsu kita saja namun juga godaan-godaan setan.

Anjuran untuk Puasa Syawal

Rasulullah juga bersabda : “Iman itu bertambah dan berkurang” (HR. Ahamad). Ketika kita di bulan Ramadhan kita berusaha untuk meningkatkan keimanan kita dengan berpuasa dan bersedekah. Ketika kita sampai pada bulan Syawal yang merupakan bulan peningkatan, kita juga harus meningkatkan keimanan kita. Setidaknya iman yang telah kita latih dibulan Ramadhan tidak langsung menurun ketika meninggalkan bulan Ramadhan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan dan juga mempertahankan keimanan kita agar tidak langsung menurun, kita di anjurkan untuk melaksanakan puasa syawal.

Puasa syawal merupakan tanda meningkatnya keimanan kita pada bulan syawal yang merupakan bulan peningkatan. Puasa syawal hukumnya sunnah, namun memiliki keutamaan yang sangat sangat besar. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang telah berpuasa Ramadhan dan kemudian dia mengikutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti orang yang berpuasa selama satu tahun.” (HR Muslim). Jadi, dengan berpuasa 1 bulan ditambah 6 hari, kita mendapat keutamaan seperti berpuasa 1 tahun penuh.

Baca Juga : Inilah Ucapan Idul Fitri

Seperti yang disebutkan dalam hadits diatas, puasa sunnah syawal itu adalah berpuasa selama 6 hari di bulan syawal. Puasa syawal di lakukan secara berturut-turut 6 hari setelah Hari Raya, namun ada juga yang berpendapat bahwa puasa Syawal adalah puasa selama 6 hari selagi masih di bulan Syawal, tidak berurutan tidak apa-apa. Namun, puasa syawal adalah puasa sunnah, jadi jika kita memiliki hutang puasa di bulan Ramadhan, membayar hutang adalah hal yang di prioritaskan.

Berpuasa adalah cara yang paling tepat untuk meningkatkan keeimanan kita. Karena dengan berpuasa kita dapat menjaga diri kita dari hal-hal negatif. Berpuasa juga memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah doanya dijabah Allah, Rasulullah bersabda : Rasulullah bersabda, “Ada tiga golongan yang tidak ditolak doanya,  orang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang dizalimi.” (Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Berpuasa juga merupakan perisai bagi keimanan kita, perisai dari kemaksiatan dan juga perisa dari api neraka. Menurut Ibnu Rajab al-Hambali, keutamaan puasa enam hari pada Syawal antara lain menggenapkan pahala puasa Ramadhan menjadi setahun penuh. Selain itu, kedudukan puasa sunah pada Sya’ban dan Syawal ter hadap puasa Ramadhan untuk menutupi kekurangan yang mungkin terjadi pada pelaksanaan puasa Ramadhan.

Sahabat dermawan dibulan ‘peningkatan’ ini, yuk kita tingkatkan keimanan kita dengan memperbanyak sedekah. Dan juga mari kita amalkan puasa syawal ini untuk meningkatkan dan menyempurnakan keimanan kita di bulan ‘peningkatan’ ini.

40 views