Griya Yatim & Dhuafa

Bantu Perjuangan Lansia Hidup Sebatang Kara

Griya Yatim Dhuafa
Bantu Perjuangan Lansia Hidup Sebatang Kara
                      Bantu Perjuangan Lansia Hidup Sebatang Kara

Donasiberkah – Kak, betapa sulitnya berjuang sendiri di masa senjanya, hidup sebatang kara yang harus berjuang demi kebutuhan sehari-harinya. Nenek Aisyah (88 th) adalah salah satu dari Lansia dhuafa yang tinggal sebatang kara. Suaminya telah meninggal dunia dan tidak memiliki keturunan. Inilah artikel bantu perjuangan lansia hidup sebatang kara, yuk kita simak.

Tinggal di Rumah Yang Sederhana

 Nenek Aisyah tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana yang terletak di daerah Cisauk, Banten. Dengan kondisi tubuhnya yang sudah melemah dan keriput, ia harus berjuang seorang diri demi melanjutkan kehidupan sehari-harinya.

Baca Juga : Bantu Nenek Arnah Untuk Memenuhi Kebutuhan Cucunya  

Agar bisa membiayai kebutuhan hidupnya, ia berjualan di rumahnya. Warung kecil-kecilan nenek-lah yang menjadi satu-satunya pemasukan yang ia gunakan untuk sesuap nasi. Karena keterbatasan modal, tak banyak yang dapat ia jual. Hanya beberapa yang ia jual seperti sabun cuci, jajanan anak, minuman, dan kopi.

Dengan penghasilan yang tak lebih dari Rp.30.000/hari, ia gunakan kembali sebagai modalnya berjualan, dan sisanya ia gunakan untuk membeli makan. Namun semenjak pandemi melanda, pendapatan Nenek menurun drastis dikarenakan sekolah anak-anak SD yang biasa menjadi pembeli setianya terpaksa diliburkan.

Raut bahagia menghiasi wajah keriputnya saat ada yang membeli, artinya sang Nenek bisa membeli makan pada hari itu dengan seadanya. Meski seadanya, ia senantiasa bersyukur atas rezeki yang Allah berikan.

“Walaupun nenek cuma makan nasi dengan ikan asin, sudah Alhamdulillah.” Lirih Nenek Aisyah sambil mengambil sesuap nasi di tangannya.

Bantu Perjuangan Lansia Hidup Sebatang Kara
Bantu Perjuangan Lansia Hidup Sebatang Kara

Tubuh Yang Semakin Melemah

Nenek Aisyah sudah senja dan tubuhnya tidak sekuat dulu, bahkan ia sering sakit-sakitan. Bila sakit karena keterbatasan, ia hanya mengkonsumsi obat warung. Terkadang, ia sering meminta tolong kepada tetangganya untuk memijat tubuh rentanya. Hebatnya Nenek Aisyah, meski di tengah banyak keterbatasan, beliau tetap taat beribadah kepada Allah.

Demikianlah sepenggal kisah hebat dari sosok Nenek Aisyah. Tak banyak yang ia dapat lakukan di penghujung usianya. Di tengah keterbatasannya saat ini tak membuat Nenek Aisyah putus asa untuk melanjutkan hidupnya meski hidup sebatang kara. 

“Sesungguhnya termasuk dalam pengagungan terhadap Allah Ta’ala adalah memuliakan orang-orang lanjut usia yang muslim” (HR. Abu Dawud no. 4843. Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2199).

Baca Juga : Yuk Bantu Ibu Romlah Sebagai Tulang Punggung Keluarga

Yuk Bantu Perjuangan Nenek Aisyah

Oleh sebab itu, yuk kita apresiasi perjuangan Nenek Aisyah bersama Laznas Griya Yatim & Dhuafa dengan berdonasi di bawah ini :

35 views