Griya Yatim & Dhuafa

Bantuan Sembako untuk Pemulung

Di bulan Ramadhan ini, kita harus menjadikan diri kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi, sebagai bentuk syukur kita kepada Allah karena telah dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Kita tidak pernah tahu apakah kita akan dipertemukan lagi pada Ramadhan selanjutnya, maka sekarang inilah waktu yang paling tepat untuk mendekat kan diri kepada Allah dan memperbanyak perbuatan baik. Salah Satunya kita dapat berbagi sembako untuk pemulung yang penghasilanya tidak seberapa.

Meskipun Ramadhan kali ini sedikit berbeda dari Ramadhan yang sebelumnya dikarenakan adanya wabah virus corona. Bulan Ramadhan adalah bulan berbagi, fakta bahwa Ramadhan ini berbeda dari Ramadhan sebelumnya jangan dijadikan sebagai alasan kita untuk menurunkan semangat berbagi kita. Justru sebaliknya, karena lebih banyak orang yang membutuhkan pertolongan maka kita juga harus meningkatkan semangat berbagi kita.

Berbagai dengan sesama tidak akan mengurangi harta kita justru menambah kemuliaan kita, Rasulullah bersabda : “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Allah Swt. akan menambah kemuliaan kepada hamba-hamba-Nya yang pemaaf. Dan bagi hamba yang tawadhu’ karena Allah Swt., Allah Swt. akan mengangkat (derajatnya).” (HR. Muslim) .

Baca Juga : Bantuan Sembako kepada Masyarakat

Untuk menjadi pribadi yag lebih baik lagi di bulan Ramadhan ini, bersedekah adalah salah satu cara yang paling baik. Karena dengan bersedekah kita dapat membantu sesama di tengah-tengah wabah virus corona ini.

Bantuan Sembako untuk Pemulung

Laznas Griya Yatim & Dhuafa terus berbagi untuk sesama. Kali ini, dalam program Bantuan Sembako untuk Pemulung, Laznas Griya Yatim & Dhuafa bergerak untuk membantu mereka yang membutuhkan terutama para pemulung yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Beliau adalah Pak Dani, seorang kakek berusia 61 tahun yang terpaksa harus tetap keluar rumah ditengah situasi berjarak seperti sekarang ini untuk mencari nafkah, beliau tinggal sederhana di Gunung Sindur Jawa Barat.

Beliau mengais rejeki dengan mencari barang-barang bekas yang bisa dijual kembali dengan harga Rp. 10.000 – Rp. 20.000. Bukan karena tidak takut akan wabah yang setiap saat mengancam, tetapi karena kebutuhan beliau harus tetap keluar rumah.

Sahabat dermawan, diluar sana banyak yang mengalami nasib serupa seperti halnya Pak Dani. Dengan bantuan yang sahabat berikan, dapat meringankan beban yang mereka tanggung dan mengembalikan senyuman mereka.

Sahabat dermawan semoga kita semua sehat, diberi kekuatan dan nikmat rezeki, dengan itulah kita juga tetap bisa Menebar Kebaikan dengan segala hal yang Allah titipkan.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top