Griya Yatim & Dhuafa

Begini Cara Menghitung Zakat Penghasilan, Yuk Tunaikan

Donasiberkah.id – Sahabat Dermawan, menunaikan zakat merupakan kewajiban bagi setiap individu bagi setiap orang Islam. Berzakat juga menjadi salah satu rukun Islam, yang dimana menuntut (mengharuskan) seseorang untuk menyisihkan sebagian dari penghasilannya. Sebab dengan kita mengeluarkannya untuk berzakat, maka harta itu sebagai pembersih. Inilah artikel begini cara menghitung zakat penghasilan, yuk tunaikan.

Sebagaimana Allah TA’ala berfirman : “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui” (QS. At-Taubah : 103).

Kak, sebelum melaksanakn kewajiban kita untuk menunaikan zakat sebagai rukun Islam. Maka kita harus mengetahui apa itu zakat penghasilan dan juga bagaimana cara untuk menghitung besaran kewajiban zakat yang harus kita tunaikan. 

Baca Juga : Inilah Jenis Harta yang Wajib Dizakatkan

 Apakah Zakat Penghasilan Itu?

Kak, zakat Penghasilan (profesi) merupakan zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang telah kita peroleh, namun harus mencapai nishabnya terlebih dahulu. Zakat ini dikeluarkan apabila kita menerima penghasilan (gaji). Zakat penghasilan yang harus kita keluarkan adalah 2,5% dari hasil penghasilan ketika kita mendapatkan penghasilan.

Begini Cara Menghitung Zakat penghasilan, Yuk Tunaikan
Begini Cara Menghitung Zakat penghasilan, Yuk Tunaikan

Siapa Sajakah Yang Wajib Untuk menunaikan zakat penghasilan

Kak, penghasilan merupakan setiap pendapatan berupa gaji yang didapatkan dengan cara yang baik dan juga halal. Mereka itu seperti para pejabat Negara, pegawai maupun karyawan. Apabila telah mencapai nishabnya, maka wajib untuk mengeluarkan zakat penghasilan. Kak, jadi Bagi umat muslim yang sudah berpenghasilan baik sedikit maupun banyak, maka zakat profesi sangat penting untuk segera ditunaikan.

Mengapa Zakat Penghasilan Wajib Ditunaikan

Kak, ahwa semua penghasilan yang telah didapat melalui profesi tertentu wajib untuk menunaikan zakat, terutama jika telah mencapai nisab. Hal tersebut tentu didasarkan pada ketentuan Al-Qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua harta untuk dikeluarkan zakatnya.

Baca Juga : Jenis-Jenis Zakat, Syarat Serta Tata Cara Dalam Perhitungannya

Kapan Penghasilan Kita Sudah Mencapai Nishab

Kak, perlu kita ketahui di dalam melaksanakan zakat penghasilan harus mengenal yang namanya dengan nisab. Nah, ketentuan di atas dinyatakan bahwa wajib bagi setiap profesi untuk menunaikan zakat jika sudah mencapai nisabnya. Lalu kapankah penghasilan kita dikatakan sudah mencapai nisabnya.

Kak, saat ini senilai 522 kg beras. Jika jumlah harta yang ia dapatkan  lebih dari jumlah nisab maka diwajibkan membayar zakat penghasilan. Sedangkan jika harta yang didapatkan dari hasil kerjanya kurang maka tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat.  Sebagai contoh, harga 1 kg beras saat ini kurang lebih Rp 11.000 sehingga besar nishab adalah Rp 5.742.000 juta. Dengan demikian misalnya Pak Alan menerima gaji sebesar Rp 6.000.000 per bulan, maka dirinya wajib untuk mengeluarkan zakat penghasilan.

Tempat Untuk Menunaikan Zakat Penghasilan

Sahabat, untuk memudahkan dalam menunaikan zakat, Laznas Griya Yatim & Dhuafa menerima dan juga menyalurkan zakat yang kakak keluarkan kepada mereka yang berhak untuk menerimanya. Semoga Allah membalas dan juga menerima harta yang kakak zakatkan. Yuk, tunaikan zakat melalui Donasi Online di Donasiberkah.id. Aamiin. Jadi ini artikel tentang cara menghitung zakat penghasilan, yuk kita tunaikan zakat tersebut.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top