Griya Yatim & Dhuafa

Berapa Gaji yang Harus Disisihkan untuk Zakat, Infaq, dan Sedekah?

Donasiberkah.id – Kak, mengeluarkan harta kepada lembaga atau kepada orang yang membutuhkan,merupakan salah satu cara Allah yang diberikan kepada hambaNya untuk meraih pahala yang sangat besar. Agar aktifitas kerja kita semakin maksimal, jangan lupa untuk menyisihkan harta melalui zakat, infaq, dan sedekah. Maka yuk kita simak artikel mengenai berapa gaji yang harus disisihkan untuk zakat, infaq, dan sedekah?

Namun banyaknya kebutuhan yang di keluarkan di setiap bulannya, membuat orang enggan untuk melaksanakan amalan tersebut. Maka dari itu, sangatlah dibutuhkan pengaturan keuangan yang tepat agar pemasukanmu bisa memenuhi semua keperluan di setiap bulannya. Nah, salah satunya untuk menunaikan sebagian dari harta kita dengan berzakat, infaq, dan juga  sedekah. Supaya makin mudah, kamu bisa menyisihkan hartamu dengan metode seperti ini :

Zakat

Zakat merupakan harta yang wajib untuk kita tunaikan oleh setiap umat Islam yang akan diberikan kepada golongan yang berhak untuk menerimanya. Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam. Oleh sebab itu, hukum mengeluarkan zakat adalah wajib bagi tiap Muslim yang memenuhi syarat-syarat dan juga telah mencapai nishabnya. Zakat sendiri terbagi menjadi dua, yakni zakat fitrah dan zakat maal (harta).

Nah, zakat fitrah adalah zakat yang biasanya  kita tunaikan di bulan Ramadhan atau menjelang Hari Raya.  Besaran zakat fitrah yang dibayarkan setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter makanan pokok dari daerah yang bersangkutan. Di daerah Indonesia, biasanya kita mengeluarkan  zakat fitrah berupa beras. Jika harga beras saat ini berada di kisaran Rp 11 ribu per kilogram, maka dana yang harus dikeluarkan untuk membayar zakat fitrah kisaran sebesar Rp30 ribu.

Berapa Gaji Yang Harus Disishkan Untuk zakat, Infaq, Dan sedekah?
          Berapa Gaji Yang Harus Disishkan Untuk zakat, Infaq, Dan Sedekah?

Sedangkan zakat maal (harta) adalah zakat harta. Adapun beberapa jenis zakat maal antara lain seperti zakat emas, perak, zakat pertanian dan perkebunan, zakat perniagaan, zakat peternakan dan pertambangan, serta zakat pendapatan. Nah, zakat maal hanya diperuntukkan kepada  orang yang telah mencapai nisabnya. Untuk menghitung zakat pendapatan, sebagai berikut perhitungannya :

Rumus nisab zakat pendapatan: 520 x harga beras di pasaran per kilogram. Jika pendapatan yang dimiliki telah mencapai nisab, artinya ia wajib mengeluarkan zakat. Nilai zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 persen dari total penghasilan.

Misalnya Pak As’ad memiliki gaji bulanan sebesar Rp7 juta per bulan. Harga beras per kilogram di pasaran yang biasa dikonsumsi Rio adalah Rp12 ribu per kilogram, sehingga nisab zakat maal Rio adalah Rp6.240.000. Karena penghasilan Rio sebesar Rp7 juta per bulan dan di atas nisab, artinya Rio harus membayar zakat maal sebesar Rp175 ribu per bulan.

Apabila kamu mempunyai harta lain berupa emas, perak, binatang ternak, hasil pertanian, maka kamu harus menghitung lagi nisabnya. Masing-masing harta memiliki rumus nisab yang berbeda-beda. Apabila mencapai nisab, maka jangan lupa untuk menyisihkan 2,5% dari total hartamu.  

Zakat pendapatan: Rp175 ribu

Infaq dan Sedekah

Jika zakat wajib hukumnya untuk mereka yang dianggap mampu dan telah mencapai nisabnya. Maka Infaq dan sedekah sangatlah berbeda. Infaq dan sedekah hukumnya sunnah, artinya tidak wajib dikeluarkan namun sangat dianjurkan untuk keberkahan harta. Penerima infaq dan sedekah tidak harus ada syarat yang mengkhususkan. Siapa saja bisa berhak untuk  menerimanya termasuk di dalam keluarga sendiri.

Yuk Kak, tunaikan zakat, infaq, dan juga sedekah di Laznas Griya Yatim & Dhuafa. Insya Allah setiap harta yang kakak sisihkan akan di catat sebagai amalan yang akan menolong pada hari kiamat. Aamiin. Jadi itulah artikel mengenai berapa gaji yang harus kita sisihkan untuk zakat, infaq dan sedekah? Semoga bermanfaat.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top