Griya Yatim & Dhuafa

Bersabarlah dengan Kesabaran yang Baik

Dalam kehidupan kita, kita selalu dihadapi oleh ujian. Ujian datang dengan bentuk yang berbeda-beda, terkadang ujian itu berupa kenikmatan dunia yang membuat kita lalai dalam menjalankan perintah Allah. Namun, terkadang juga ujian itu berupa suatu kesulitan dalam hidup, seperti kemiskinan, penyakit, bencana alam dan lainnya yang sulit kita prediksi.

Ujian merupakan salah satu bentuk cinta Allah kepada kita. Jadi jangan cemas ketika mendapat ujian. Rasulullah bersabda : “Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Segala sesuatu yang terjadi padanya semua merupakan kebaikan. Ini terjadi hanya pada orang mukmin. Jika mendapat sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Jika mendapat keburukan dia bersabar, maka itu juga kebaikan baginya“ (H.R Muslim).

Ujian-ujian yang Allah berikan adalah sebagai cara kita menebus dosa kita dan menaikkan derajat kita. Rasulullah bersabda : “Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Bersabarlah dengan Kesabaran yang Baik

Allah memberikan ujian ini untuk menguji siapa diantara hambaNya yang paling bertakwa. Apakah  ia bersyukur ketika diberi nikmat, Apakah ia tetap bertawakal dan juga bersabar ketika ditimpa musibah.

Baca Juga : INILAH CARA MENGHINDARI MUSIBAH DENGAN BERSEDEKAH

Dalam keadaan wabah virus corona yang telah menyebar ke semua daerah, kita sebagai orang yang beriman, mesti percaya bahwa virus corona ini merupakan makhluk Allah yang juga sebagai ujian bagi kita. Allah berfirman : “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka belum diuji?” (QS. Al-Ankabut : 2).

Jadi kita harus menyikapi nya dengan penuh kesabaran. Kesabaran yang bagaimana? dalam surat Al-Maarij ayat 5 disebutkan “Maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik.”. 

Kesabaran yang baik itu adalah kesabaran yang tidak ada kesedihan dan juga keluh kesah terhadap keadaan tersebut. Kesabaran dalam keadaan yang sempit merupakan ladang pahala bagi kita, Allah berfirman : “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala buat mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10).

Sebagai seorang  hamba, kita hanya bisa berserah diri kepada Allah atas segala ketetapan-Nya. Haram bagi seorang hamba untuk mencela takdir yang telah Allah tetapkan. Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing. 

Dan ingatlah bahwa Allah tidak akan memberikan beban yang tidak dapat ditanggung oleh hambanya. Allah berfirman : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…..”. (QS. Al-Baqarah : 286)

Bersabar sangat berkaitan dengan bertawakkal kepada Allah. Bertawakkal adalah tetap bersandar hanya kepada Allah, hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan atas keadaan kita. Jika kita bersandar kepada selain Allah, maka pertolongan Allah akan semakin jauh. Dalam bertawakkal kita juga perlu berikhtiar, ikhtiar yang ikhlas hanya karena Allah.

Perkara ini bukanlah perkara yang mudah, karena pada hakikatnya hidup ini adalah untuk bersabar dan bertakwa kepada Allah. Semoga Allah berikan kita kesabaran terhadap setiap perkara dalam hidup kita, baik itu dalam kesabaran dalam ketaatan kita, kesabaran dalam menjauhi maksiat kepada-Nya, dan juga kesabaran terhadap takdir yang telah Allah tetapkan khusus nya pada keadaan pandemi virus corona ini.

Semoga Allah berikan pertolongan kepada kita dalam masa pandemi corona ini. Aamiin…

English EN Indonesian ID
Scroll to Top