Griya Yatim & Dhuafa

Bijak Dalam Membagi Waktu

Sahabat dermawan, islam mengajarkan kita bahwa menghargai waktu adalah hal yang lebih utama. Dikarenakan waktu sangat berharga dan tidak dapat terulang Kembali. Akan tetapi sebagian dari kita masih sering mensia-siakan waktu yang kita miliki selama hidup di dunia ini, dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Kita sebagai umat muslim harus bijak dalam membagi waktu.

Mungkin sebagian dari kita masih ada yang berpikiran, nanti saja, kalau sudah menjelang tua baru memperbaiki ibadah kepada Allah. Biasanya orang tersebut menunda amal kebaikan karena lebih mengutamakan dunia dan tidak mementingkan akhirat. Contohnya, karena kesibukan segala aktifitas urusan dunia, seseorang jadi sering menunda-nunda kewajiban amal ibadah atau amal kebaikan.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Demi waktu, sesungguhnya manusia dalam keadaan kerugian, kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.” (QS. Al-Asr : 1 – 3). Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menegur (memberikan peringatan) kepada manusia. Karena Allah telah memberikan salah satu nikmatNya, yaitu waktu (kesempatan) yang harusnya ia pergunakan sisa-sisa waktunya untuk mencari bekal untuk kehidupannya  yang kelak.

Bijak Dalam Membagi Waktu

Sahabat, kita tidak bisa memastikan bahwa kita akan dapat hidup sampai tua nanti. Bisa saja kematian mendatangi kita disaat kita masih muda belia. Lalu mengapa kita harus menunda-nunda amal ibadah dan kebaikan?

Ketahuilah kak, setiap tarikan nafas yang kita hirup, setiap detik yang kita lewati sebenarnya sangat singkat. Karena itu sangatlah merugi apabila kita menjalaninya dengan sesuatu yang tidak berharga dan tidak bermanfaat.  Kita sia-sia kan waktu dan kesempatan hidup di dunia ini, dengan melakukan hal-hal yang tidak membawa kemaslahatan dunia akhirat kita.

Kak, “Tiada suatu nafas yang terlepas dari diri kita, melainkan di situ pula ada takdir Allah yang berlaku atas diri kita.” Karena itu, hendaklah kita selalu menjaganya, agar dalam setiap nafas kita, selalu kita upayakan dengan sekuat tenaga agar tetap berada dalam keimanan dan ketaatan padaNya. Serta berdoa agar dijauhkan dari maksiat dan perbuatan dosa. 

Kak, banyak sekali diantara kita orang yang membuang-buang waktunya hanya untuk hal-hal yang tidak berguna. Dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa yang  mereka perbuat telah mensia-siakan waktu yang tidak akan mungkin kembali lagi. Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :  “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr : 18)

Baca Juga : Manfaatkan Waktu Untuk Kebaikan

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad)

Membiarkan waktu terbuang begitu saja dengan anggapan esok masih ada waktu, merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu. Padahal waktu tidak pernah datang untuk kedua kalinya dan tidak pernah terulang kembali.

Yuk sahabat dermawan, kita coba untuk lebih bijak dalam membagi waktu. Jangan sampai waktu yang kita lewati menjadi alasan penyesalan kita di akhirat kelak. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memudahkan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik. Aamiin…

English EN Indonesian ID
Scroll to Top