Griya Yatim & Dhuafa

Cara Mendidik Anak Dengan Keteladanan

Donasiberkah – Kak, keteladan dalam pendidikan adalah cara yang sangat efektif, dengan cara ini insya Allah dapat berhasil dalam mempersiapkan anak dari segi akhlak, mental dan sosialnya. Hal ini dikarenakan pendidikan adalah panutan atau idola dalam pandangan mereka. Inilah artikel cara mendidik anak dengan keteladanan.

Anak Akan Merekam dan Akan Meniru

Setiap anak akan meniru atau mengikuti tingkah laku pendidiknya baik meniru akhlaknya dan juga keseharian nya. Dari sinilah keteladanan menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada baik buruknya anak. Jika pendidik atau orang tua adalah seseorang yang selalu jujur dan amanah. Maka anak akan tumbuh dalam kejujuran dan sikap yang selalu amanah. Namun, jika pendidik atau orang tua adalah seseorang yang pendusta dan khianat, maka anak tumbuh dalam kebiasaan dusta.

Kak, memang setiap anak memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi orang baik. Namun potensi tersebut tidak akan terwujudkan bila si anak belum melihat orang tuanya atau pendidiknya memberikan contoh dalam hal kebaikan. Memberikan pengajaran kepada anak sangatlah mudah, namun sangatlah sulit untuk mengikutinya ketika ia melihat bahwa orang yang memberikan pelajaran tidak mempraktekkan apa yang diajarkannya.

Cara Mendidik Anak Dengan Keteladanan
Cara Mendidik Anak Dengan Keteladanan

Keteladanan Orang Tua

Mendidik  anak haruslah dimulai dari orang tua. Ini karena hubungan sosial yang paling pertama seorang anak adalah dengan kedua orang tuanya. Pendidikan nonformal ini secara tidak langsung adalah yang paling tepat untuk membangun karakter anak berdasarkan nilai agama, moral, sosial, dan budaya.

Setiap orang tua harus menjadi keteladanan yang baik, sehingga dapat di contoh oleh anaknya. Karena itu, keteladanan adalah salah satu kunci dari pendidikan dalam membentuk karakter si anak. 

Orang tua harus bisa memberikan contoh yang benar kepada putra putrinya mengenai cara berbicara, bersikap, berpikir, dan melakukan berbagai tindakan di dalam memberikan contoh. Kebiasaan yang disaksikan dan dialami seorang anak dari orang tuanya secara langsung maupun tidak langsung akan terekam dalam pikiran, bahkan sangat mungkin akan diikuti oleh anak-anak.

Tentunya, sebagai orang tua atau pendidik hanya bisa berusaha sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya. Hasilnya akan tetap bergantung pada anak itu sendiri. Namun ungkapan bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati. Hasilnya perlu menjadi motivasi bagi para orang tua untuk menciptakan generasi terbaik bagi keluarga, agama, dan negara

English EN Indonesian ID
Scroll to Top