News

Cara mengendalikan dan memadamkan amarah

Marah merupakan salah satu emosi yang terdapat pada setiap manusia. Senang, kecewa, sedih, dan juga termasuk marah, merupakan sebuah emosi yang digunakan untuk mengekspresikan diri. Emosi sangat mempengaruhi tindakan seseorang. Tindakan yang buruk terkadang diciptakan oleh emosi yang tidak terkendali. Salah satu contohnya adalah marah. Inilah Cara mengendalikan dan memadamkan amarah.

Sahabat, Marah bagian dari sifat manusia yang ditanamkan dalam dirinya untuk menjadi ujian baginya. Tidak semuanya tercela. Ada sebagiannya yang terpuji, yaitu marah yang dilakukan karena Allah, karena disebabkan ada aturan Allah yang dilanggar. Sedangkan marah secara umum yang diakibatkan emosi memuncak dalam dada adalah tercela. Nabi mengabarkan marah yang semacam itu hasil dari godaan setan, “Marah itu dari setan.” (HR. Abu Dawud).

Cara mengendalikan emosi

Cara mengendalikan dan memadamkan amarah

Marah itu datangnya dari setan, oleh sebab itu marah seringkali menghasilkan tindakan yang ceroboh, dan juga negatif. Maka sangat penting untuk mengendalikan emosi dalam diri kita agar tindakan yang kita lakukan tidak membuat kita menyesal. Beberapa cara mengendalikan emosi yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut :

  1.       Tetap berpikiran positif

Seringkali, ketika kita berada dalam kondisi yang tidak inginkan, atau tidak sesuai dengan harapan, diri kita ini terlahap oleh pikiran-pikiran negatif. Pikiran-pikiran negatif ini merupakan celah bagi setan untuk menghasut kita. Sehingga muncul emosi-emosi negatif dalam diri kita, yang dapat mengakibatkan tindakan yang salah. Berpikiran positif itu sangat penting, terlebih lagi berpikiran positif terhadap Allah.

  1.       Hindari pemicu amarah

Jika kita tahu bahwa diri kita ini akan marah dalam suatu situasi. Maka kita harus menghindari situasi yang dapat memicu amarah kita. Misal, jika kita merasa kesal ketika mobil terjebak macet. Maka hindarilah bepergian di jam-jam jalanan padat. Atau jika kita tahu sebua pembicaraan akan sampai pada suatu yang membuat kita marah, maka tinggalkan pembicaraan tersebut.

  1.       Mengucap ta’awudz

Untuk menahan emosi-emosi negatid dan bisikan-bisikan setan, disyariatkan juga untuk berdoa, yakni berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk dengan membaca ta’awudz.A’udzu Billahi Minasy Syaithanir Rajiim (Aku berlindung kepada Allah dari syaithan terkutuk)”. Hal ini didasarkan kepada firman Allah Subhanahu : “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf : 200).

Cara memadamkan amarah

Jika diri kita sudah ditelan oleh kemarahan yang tidak bisa kita cegah lagi. Maka kita harus memadamkan amarah tersebut, sebelum diri kita melakukan tindakan-tindakan yang buruk. Cara-cara untuk menghilangkan amarah antara lain :

  1.       Berwudhu

Jika seseorang sedang marah atau dikuasai amarah hendaknya ia memadamankannya dengan berwudhu’. Rasulullah bersabda : “Marah itu dari setan. Ia dicipta dari api. Sesungguhnya api padam dengan air. Jika salah seorang kalian marah hendaknya ia berwudhu.” (HR. Abu Dawud).

  1.       Mengucap istighfar

Jika diri kita sudah tidak bisa menahan amarah lagi, lalu amarah itu keluar dengan bentuk ucapan maupun tindakan yang buruk. Maka hendaklah kita mengucap Astagfirullaha’adzim. Dengan mengucap lafaz istighfar tersebut, amarah dalam diri kita akan meredam.

  1.       Duduk atau berbaring

Jika sedang marah, sebaiknya kita tahan ucapan kita dan duduk atau berbaringlah. Abu Dzar al-Ghifari menyebutkan bahwa Rasulullah bersabda, “Apabila ada di antara kalian yang marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Apabila kemarahan tersebut belum juga reda, berbaringlah.” (HR. Ahmad bin Hanbal).

Sahabat dermawan, Inilah Cara mengendalikan dan memadamkan amarah, marah itu merupakan salah satu sifat yang merusak. Barangsiapa yang dapat menghindari sifat marah ini, maka dia akan terjaga dari berbagai perbuatan yang buruk.

Dalam sebuah riwayat disebutkan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku sebuah amal perbuatan yang dapat memasukkanku ke surga.” Dengan singkat Rasulullah berkata, “Jangan marah, engkau pasti masuk surga.”. Yuk Sahabat, jaga diri kita dari sifat marah.

Share it on