Griya Yatim & Dhuafa

Dosa – Dosa Yang Dianggap Biasa 

Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa
                                           Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa

Donasiberkah.org Sahabat dermawan, pada setiap Kehidupan manusia kita harus mengetahui bahwa sesungguhnya manusia itu  tidak dapat lepas dari perbuatan dosa dan kesalahan.  Baik yang tidak disengaja atau bahkan ada yang melakukannya dengan sengaja. Meskipun demikian, Allah Subhanahu wa ta’ala selalu memerintahkan umat manusia untuk berusaha menjauhi segala perbuatan dosa atau kemaksiatan. Dan tidak menyepelekan kemaksiatan sekalipun itu adalah dosa kecil. Maka cara yang Allah berikan kepada umatnya adalah dengan bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. 

Baca Juga :  Jangan Pernah Menyepelekan Dosa

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi no.2499)

Kenapa Allah SWT memerintahkan umatnya untuk selalu bertaubat ?

Sesungguhnya  Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk paling sempurna diantara semua makhluk ciptaannya. Allah telah megkhususkan manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Sedangkan iblis tidak menerimanya dan bersumpah akan menyesatkan manusia dari jalan Allah sampai datangnya hari kiamat.

Sebagaimana firman Allah : “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna. Di bandingkan kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Isra’ : 70)

Dalam ayat lain Allah berfirman : Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalanmu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf : 16 – 17)

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia musuh. Karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir : 6)

Baca Juga : Konsisten Dalam Kebaikan

Dengan demikian itu kewajiban setiap manusia terhadap dosa adalah : Mempelajarinya, Membencinya, dan Berkomitmen untuk meninggalkannya. Karena banyak diantara hamba Allah berbuat dosa tetapi tidak pernah menyadari bahwa dirinya telah melakukan dosa. Maka hal ini menurut para ulama merupakan suatu musibah karena si pelaku tidak menyadari atas perbuatan dosanya.

Seiring bertambah majunya kehidupan manusia di dunia yang seakan tiada batas. maka akan semakin memberi kemudahan bagi “musuh manusia (setan)” untuk menjerumuskan. Hingga melakukan berbagai macam dosa yang tidak mereka sadari. Karena sudah dianggap sebagai suatu hal yang “biasa”.

Maka dari itu diantara manusia ada yang menganggap dosa kecil sebagai hal yang biasa  diantaranya yaitu :

Musik

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda : “Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari no.5590)

Dalam hadits lain, Rasulullah mengatakan bahwa “musik adalah anak-anak panah beracunnya syaitan”.

Dari Abu Malik Al-Asy’ari : Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda : “Sungguh, akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr. Mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi”. (HR. Ibnu Majah & Ibnu Hibban)

Kenapa musik termasuk ke dalam maksiat? Karena kalimat atau perkataan di dalamnya dapat menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa sepengetahuan mereka. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan “Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan, dan mengamalkan isi Al-Qur’an”. Karena Al-Qur’an dan nyanyian bagaikan air dan minyak yang selamanya tidak mungkin Bersatu dalam satu hati karena keduanya saling bertolak belakang.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita berusaha menjauhkan diri dari musik dan nyanyian. Terutama yang isinya tidak mengingatkan kita akan keagungan Allah dan malah menjauhkan diri kita dari mengingat dan menyebut namanya.

Baca Juga : Hal Yang Menghambat Untuk Berbuat Baik

Khalwah atau Khalwat dan Pacaran

Ketika laki-laki dan perempuan berdua-duaan dengan yang bukan mahram. Bisa dipastikan bahwa mereka memiliki hubungan yang namanya “Pacaran”, dan semua kegiatan yang dilakukan tertuju pada perzinaan. Sedang Allah SWT melarang hambanya, bahkan untuk sekadar mendekati zina. 

Allah berfirman : “Dan janganlah kamu mendekati zina; zina itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ : 32)

Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu berkata  dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam, Beliau bersabda : “Telah ditentukan atas anak Adam (manusia) bagian zinanya yang tidak dapat dihindarinya : Zina kedua mata adalah melihat (yang diharamkan), zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan), zina lisan adalah berbicara (yang diharamkan), zina tangan adalah dengan meraba atau memegang (yang diharamkan/ wanita yang bukan mahram), zina kaki adalah melangkah (ke tempat yang haram), dan zina hati adalah menginginkan dan berangan-angan, lalu semua itu dibenarkan (direalisasikan) atau didustakan (tidak direalisasikan) oleh kemaluannya.”(HR. Bukhari no.6243 & Muslim no.2657).

Dengan alasan inilah kenapa para ulama menggolongkan Pacaran sebelum menikah hukumnya haram, karena tanpa sadar melalui pacaran, pasangan yang belum halal secara agama akan berkhalwat, atau melakukan zina hati, zina tangan, dan sebagainya. Seperti yang dijelaskan hadits di atas. Oleh karena itu, sebisa mungkin dihindari agar seseorang tidak jatuh ke dalam maksiat dan dosa.

Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa
        Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa

Meninggalkan Shalat

Dari Buraidah radiyallahu anhu berkata Nabi Shallallahu alaihi wasallam  bersabda : “Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi no.2621)

Seorang tabi’in bernama “Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata, “Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memandang kufur karena meninggalkan amal, kecuali shalat.” (HR. Tirmidzi no.2622)

Riba

Allah berfirman : “Orang-orang yang maka (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya terserah kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275)

Dari Jabir bin “Abdillah radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam  melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (peminjam), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya”. Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama (dalam melakukan yang haram).” (HR. Muslim no.1598)

Oleh sebab itu tinggalkan dan jauhilah sesuatu yang ada sangkut pautnya dengan riba.

Baca Juga : Lawan Hawa Nafsumu

Ghibah

Menurut agama Islam Ghibah (menggunjing) termasuk dosa besar, yang mana menyebutkan kejelekan orang lain di saat ia tidak ada saat pembicaraan. Bahkan dikatakan dalam kitab Majma’ Al Anhar (bab 2: hlm 552) bahwa : “segala sesuatu yang ada maksud untuk mengghibah termasuk dalam ghibah dan hukumnya haram.” 

Hukum ghibah itu diharamkan berdasarkan kesepakatan ulama. Yaitu membeberkan aib orang lain, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-olok, menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim sedang ia tidak menyukainya, dan lain-lain. 

Nabi Shalulahu alaihi wa sallam menjelaskan makna ghibah melalui sebuah hadits : “Tahukah kalian apakah ghibah itu?”. Mereka menjawab: “Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya”, ditanyakan: “Bagaimana halnya jika apa yang saya katakan itu (memang) terdapat pada saudaraku?”. Beliau menjawab: “Jika apa yang kamu katakan itu terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah), dan jika tidak terdapat padanya, maka engkau telah berdusta padanya.” (HR. Muslim)

Allah Subhanahu wa ta’ala menggambarkan ghibah dengan sesuatu yang kotor dan menjijikkan, Oleh karenanya, alangkah lebih baik kita menjauhkan diri dari hal-hal yang menjurus ke dalam ghibah dan lebih baik diam daripada berkata-kata yang hanya menimbulkan dosa.Riya’

Riya’ 

Sifat riya adalah sifat yang menampakkan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain. Jadi, riya’ berarti melakukan amalan tidak ikhlas karena Allah karena yang dicari adalah pandanan, sanjungan, dan pujian manusia, bukan balasan murni di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Allah berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS.Al-Baqarah : 264)

Hutang Yang Tidak Dibayar

Dari Abdillah bin ’Amr bin Al Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)

Baca Juga : Sedekah Penambah Pahala dan Penghapus Dosa

Yuk, menjadi manusia yang lebih baik

Nah yang demikian  itulah dosa yang sering dianggap remeh dan banyak dikerjakan oleh manusia zaman sekarang. Selain faktor peluang diikuti oleh umat/pengikutnya, dosa kecil yang dilakukan oleh seorang tokoh/ulama juga berpotensi membawa opini dan citra negatif terhadap Islam. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan atas hamba yang beriman, kita semua, untuk bertaqwa kepada Allah serta takut kepada-Nya dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangannya, berupa maksiat dan dosa yang tercela, sekecil apapun juga. 

Somoga kita terhindar dari dosa besar dan kecil dengan mulai tindakan preventif salah satunya adalah tidak menyepelekan dosa kecil. Semoga Allah selalu memudahkan kita untuk melaksanakan kebaikan dan menghindarkan kita dari setiap dosa.

Donasi Sekarang Griya yatim
            Donasi Sekarang Griya yatim
English EN Indonesian ID
Scroll to Top