Griya Yatim & Dhuafa

Enam Pokok Pendidikan Anak

Anak-anak adalah seorang penerus bangsa. Pendidikan yang tepat harus diberikan pada anak-anak agar memiliki karakter dan kepribadian yang baik. Pendidikan yang harus ditanamkan kepada anak-anak adalah pendidikan islam. Dimana dalam proses pendidikannya terdapat enam pokok pendidikan anak.

Ada banyak isyarat di dalam Al-Qur’an yang harus diperhatikan oleh setiap muslim tentang pokok-pokok pendidikan anak. Salah satunya kisah tentang Luqman as. yang berhasil dalam mendidik anaknya. Cara Luqman as. dalam mendidik anaknya menjadi dasar yang mesti diterapkan oleh setiap muslim untuk mendidik anaknya.

Enam Pokok Pendidikan Anak

Enam pokok pendidikan anak yang Luqman as. antara lain :  

  1.       Menanamkan tauhid, Iman atau aqidah yang mantap

Tauhid harus ditanamkan sejak dini. Seseorang yang sempurna tauhidnya akan memiliki akhlak yang mulia, Rasulullah bersabda : “Mukmin yang sempurna imannya, bagus akhlaknya.” (HR. Tirmidzi). Menanamkan tauhid merupakan cara Luqman as. untuk mendidik anaknya. Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’.” (QS. Luqman : 13).

  1.       Berbuat baik kepada orang tua

Allah memberikan kita perintah agar berbuat baik kepada kedua orang tua. Allah berfirman : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orangtuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka akan Aku beritahukkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman : 14-15).

Kita harus selalu hormat kepada orang tua kita. Baik dalam perbuatan dan perkatan. Di depan atau di belakangnya.  Terlebih lagi ketika orang tua kita sudah lanjut usia. Bahkan Allah melarang kita berkata ‘ah’ kepada orang tua kita.

Baca Juga : Sedekah untuk Pendidikan Yatim & Dhuafa

Allah berfirman : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Isra : 23).

  1.       Rasa tanggung jawab

Setiap hal yang manusia perbuat di dunia pasti akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Allah berfirman : “…Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Isra : 36). Dengan menanamkan rasa tanggungjawab pada anak di usia dini, mereka akan tumbuh menjadi seseorang yang dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

  1.       Membiasakan shalat

Kebiasaan untuk mendirikan shalat harus di tanamkan sejak kecil. Allah memfirmankan nasihat Luqman as. pada anaknya : “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”  (QS. Luqman : 17)

  1.       Mencontohkan untuk menyeru kepada amar ma’ruf dan nahi munkar

Rasulullah bersabda : “Barangsiapa melihat kemungkaran , hendaklah dia mencegah dengan tangannya, bila tidak mampu hendaknya dia mencegah dengan lisannya, bila tidak mampu juga, hendaknya dia mencegahnya dengan hatinya, itulah selmah-lemahnya iman.” (HR. Muslim). Mencontohkan untuk menyeru kepada amar ma’ruf dan nahi munkar kepada anak bertujuan agar dia mengikutinya. Ketika dia menyeru untuk amar ma’ruf dan nahi munkar, dia memiliki tanggung jawab untuk melakukannya terlebih dulu.

  1.       Menanamkan sifat sabar

Dengan bersabar, kita dapat menghadapi segala macam cobaan yang Allah berikan. Menanamkan kesabaran pada anak membuatnya menjadi pribadi yang kuat dan dapat menghadapi segala macam ujian hidup ketika kelak dewasa. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153).

Enam pokok pendidikan ini telah diterapkan untuk anak-anak di asrama Griya Yatim & Dhuafa. Yuk sahabat, kita bantu didik anak-anak kita ini sebagaimana Luqman as. mendidik anaknya. Dengan cara berdonasi di donasiberkah.id agar mereka dapat menjadi masa depan islam yang makmur.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top