News

Hal Yang Diminta Pertanggung Jawabannya

Sebagai orang yang beriman, kita mempercayai bahwa kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sementara, maka kita perlu mempersiapakan hal yang diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak.. Dan kehidupan di akhiratlah kehidupan yang sebenarnya.

Allah berfirman : “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”. (QS. Al-‘Ankabut : 64). Oleh karena itu, di dunia yang sementara ini, kita harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal diakhirat.

Bekal yang kita persiapkan berupa amal dan ibadah kita selama kita hidup di dunia. Allah menciptakan jin dan manusia dengan tujuan hanya untuk menyembah dan taat kepada Allah. Allah berfirman : “Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat : 56). Oleh karena itu, setiap hal yang kita lakukan di dunia ini pasti akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat.

Semua hal yang kita lakukan pasti akan dimintai pertanggung jawabanya karena kita hidup dan mati karena Allah. Maka ketika kita diberikan kehidupan maka kita harus mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah pada hari kiamat kelak. Tidak akan ada satupun yang terlewat dari setiap tingkah laku kita di dunia, karena Allah Maha Mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi.

Begitu juga dengan indera kita, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Allah berfirman : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (AQS. Al-Isra` : 36).

Ada 4 hal yang akan dipertangguangjawabkan oleh manusia di akhirat kelak, Rasulullah bersabda : “Tidak akan beranjak kaki seorang hamba dari tempat berdirinya dihadapan Allah pada hari kiamat sebelum dia ditanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmu bagaimana diamalkan, tentang harta bagaimana cara memperoleh dan kemana dibelanjakan, dan yang terakhir yaitu tentang jasmani untuk apa dipergunakan.”

Baca Juga : Jangan Mencela Waktu 

Yang pertama dimintai pertanggung jawabannya adalah tentang umurnya, untuk apa dia menghabiskannya. Maka celaka bagi orang yang diberi umur yang panjang oleh Allah namun hanya digunakan untuk kehidupan dunia saja dan tidak mementingkan akhirat sedikitpun. Mereka diberi umur yang panjang namun tidak digunakannya untuk beribadah kepada Allah.

Yang kedua adalah tentang ilmu bagaimana dia mengamalkannya, maka akan celaka bagi orang-orang yang memiliki pengetahuan tapi tidak mengajarkannya kepada orang lain. Orang yang mengetahui suatu hal itu salah, namun masih dia lakukan meskipun dia tahu itu salah. Celaka juga orang yang menyimpan kebaikan ilmunya hanya untuk dirinya sendiri, membiarkan temannya tersesat padahal dia tahu jalannya. Dan yang paling celaka adalah orang yang tahu bahwa ilmunya akan dipertanggungjawabkan tapi tidak juga dia amalkan kepada kebaikan.

Ketiga adalah tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan kemana dia belanjakan. Oleh sebab itu, setiap diri kita harus betul-betul memastikan dengan cermat sumber harta yang kita dapat, dan cermat pula dalam hal mengeluarkan (membelanjakannya). Dalam hal membelanjakan harta, yang terbaik adalah membelanjakannya di jalan Allah seperti untuk zakat, infak, sedekah, wakaf, menyantuni anak-anak yatim & dhuafa dan orang miskin agar kelak di akhirat, Allah ridho atas kita. Sahabat dermawan. Alangkah bahagianya di akhirat kelak, kita tercatat sebagai hambaNya yang dermawan. Terlebih doa dari orang yang kita bantu, terus mengalir kepada kita.

Yang terakhir yaitu untuk apa tubuh ini kita gunakan, apakah untuk berjuang menegakkan jalan Allah, ataukah hanya untuk bersenang-senang di dunia ini. Celaka orang yang menggunakan tubuh nya hanya untuk maksiat. Yaitu orang yang dilalaikan oleh gemerlapnya dunia, padahal dia mengetahui bahwa dunia ini hanya sementara.

Sahabat, janganlah sampai kita termasuk orang-orang yang celaka. Maka dari itu, kita harus menggunakan segala yang telah Allah berikan kepada kita di jalan kebaikan.

Semoga Allah selalu memberikan kita petunjukNya dan menjadikan kita orang yang sabar dan tawakkal kepadaNya. Aamiin…

Share it on