Griya Yatim & Dhuafa

Hati-hati dengan Dunia

Seorang mukmin itu berarti dia telah mengakui bahwa Allah adalah Rabbnya dan Muhammad merupakan rasulnya serta mempercayai adanya hal yang ghaib termasuk hari akhir dan kehidupan akhirat. Seorang mukmin tidak mencari hal lain selain ridha Allah dan bekal untuknya di akhirat. Kehidupan dunia bagi seorang mukmin itu harusnya hanyalah sarana untuk mencapai kehidupan yang kekal. Maka Hati-hati dengan Dunia.

Dunia bisa menjerumuskan ke Neraka

Namun, kita mesti hati-hati dengan dunia sebab didalamnya terdapat kesenangan yang menjerumuskan kita pada neraka. Sahabat, yuk kita perhatikan firman Allah : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Qs. Ali Imran : 14).

Maka patutlah ia menerima ancaman dan siksa yang disediakan Allah subhanahu wa ta’ala. Sahabat, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang terperdaya oleh dunia.

Dunia itu adalah segala sesuatu yang ada di muka bumi berupa benda dan barang yang menarik nafsu syahwat dan kelezatan. Maka segala jenis benda atau barang yang membuat syahwat tertarik dan ingin memilikinya.

Apabila cintanya pada dunia tidak mengenal batas, bahkan sampai melakukan hal yang kurang bahkan tidak baik cara mendapatkannya. Tidak mengindahkan halal haram, kemudian mulai melalaikan perintah Allah dikarenakan sibuk mengurusi dunia, sampai terjerumus ke lembah kemaksiatan dan semua yang diharamkan Allah.

Jika Ingin ditolong oleh Allah

Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian. Adapun orang-orang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad: 7-9).  

Baca Juga : Bahaya Terlalu Mencintai Dunia

Jika kita hati-hati dengan dunia, kita bisa mendapatkan keuntungannya. Yaitu dengan memaksimalkan ibadah kita kepada Allah. Terdapat permisalan yang dalam Al-Qur’an yang menyebutkan penyesalan seseorang dan mengandaikan dia dikembalikan ke dunia.

Misal, Mereka berkata,”Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematianku) sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih” (Qs. Al-Munafiqun : 10).

Kehidupan Dunia hanyalah Permainan

Allah berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid : 20).

Sahabat dermawan, kita harus hati-hati dengan dunia. Karena dunia dapat menjadikan diri kita terlena dengan segala kemewahannya yang fana. Semoga Allah kuatkan iman kita agar dijauhi dari segala macam niat yang melenceng dan semoga kita termasuk orang-orang yang menjadikan dunia hanya sebatas jembatan meraih pahala akhirat dan tempat beramal shalih. Aamiin.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top