Griya Yatim & Dhuafa

Hati-hati Makan Jeroan

Sahabat, makan jeroan pasti sangat nikmat, apalagi bila pakai kuah gulai. Namun, kita harus hati-hati makan jeroan karena makanan ini bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Bahaya makan jeroan tidak sedikit, sehingga jangan kita abaikan. Berikut adalah bahaya jeroan dan efek samping yang ditimbulkannya :⠀

1. Penyakit Jantung

Kadar kolesterol yang tinggi dalam jeroan dapat menyumbangkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Ditambah lagi dengan kadar lemak jenuh yang tinggi dalam jeroan.  Tingginya kadar kolesterol dan lemak jenuh dalam tubuh, meningkatkan resiko penyakit jantung.

2. Stroke 

Stroke diakibatkan oleh penyumbatan aliran darah. Karena kadar lemak nya yang tinggi, terlebih lagi lemak nya merupakan lemak jenuh yang sangat tidak baik untuk kesehatan. Tidak hanya penyakit jantung, efek makan jeroan juga bisa memicu risiko stroke karena penyumbatan pembuluh darah yang terdapat di otak

Hati-hati makan jeroan

3. Asam Urat

Tingginya kadar purin yang terdapat dalam jeroan juga berisiko menyebabkan asam urat. Purin dimetabolisme oleh tubuh menjadi zat asam dikeluarkan oleh ginjal melalui urine. ⠀

Namun demikian, jika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, ginjal tidak mampu mengeluarkannya semua. Alhasil, kelebihan asam urat dalam darah akan menumpuk pada jaringan tubuh seperti sendi dan menyebabkan nyeri hebat. 

4. Kelebihan Vitamin A

Bagian jeroan, yaitu hati, sangat kaya akan vitamin A. Kelebihan kadar vitamin A dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan atau hipervitaminosis. Gejalanya berupa mual, muntah, nyeri tulang, dan gangguan penglihatan

Bahaya makan jeroan juga bisa mempengaruhi ibu hamil. Menurut penelitian, ibu hamil yang mengkonsumsi lebih dari 10.000 IU vitamin A per hari dapat beresiko memiliki bayi yang cacat

Baca Juga : Manfaat Tumbuhan Akar Kucing Bagi Kesehatan

5. Jerawat

Efek makan jeroan yang satu ini sangat mengganggu penampilan. Seperti yang diketahui, jeroan sangat tinggi akan kadar lemak jenuh. Makanan yang tinggi lemak jenuh juga dikaitkan dengan kadar insulin yang tinggi. ⠀

Sayangnya, jika kadar tersebut terlalu tinggi di dalam tubuh, maka dapat meningkatkan produksi sebum di kulit wajah. Produksi sebum yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan memicu jerawat

6. Jeroan mengandung banyak racun

Jeroan pada sapi maupun kambing, terutama pada bagian hati. Merupakan bagian yang paling banyak mengandung racun. Sebab, racun-racun yang dimakan pada hewan tersebut, berupa racun pestisida atau yang lainnya. Semuanya disaring oleh hati, sehingga racun yang dimakan pun meninggalkan bekas atau meninggalkan endapan dalam hati

Beberapa kandungan racun dalam jeroan adalah merkuri, timah, arsenik, kromium, kadmium, selenium dan sebagainya. Namun, perlu di ingat, hal ini hanya terjadi jika makanan yang dimakan oleh hewan tersebut tidak terjaga. Jika makanan hewannya terjaga, maka kandungan racun dalam hati tersebut cukup rendah dan baik dikonsumsi.

7. Gangguan pencernaan

Mengkonsumsi jeroan juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan ini disebabkan oleh bakteri yang ada pada jeroan. Namun hal ini hanya terjadi jika proses pengolahan jeroan yang kurang baik. Jika jeroan di olah dengan baik, benar, dan bersih. Bakteri yang terdapat pada jeroan pun akan terbersihkan. Sehingga aman untuk dimakan tanpa menyebabkan gangguan pencernaan.

Sahabat, kita mesti hati-hati makan jeroan. Mulai dari pemilihan jeroannya, hingga proses pengolahannya, harus kita perhatikan dan tidak asal saja. Dengan begitu kita dapat menikmati hidangan jeroan dengan aman, tentu dalam takaran yang tidak berlebihan.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top