Griya Yatim & Dhuafa

English EN Indonesian ID

Hikmah Keempat Mengeluarkan Zakat: “Zakat Media Mensucikan Jiwa”

Griya Yatim Dhuafa

Donasiberkah.id– Zakat itu bukan mesin pencuci harta haram, zakat bukan money loundring. Zakat tidak berfungsi sebagai pembersihkan harta yang haram agar menajdi halal. Sebaliknya, harta  yang tidak halal justru hukumnya haram untuk dizakati. Yang benar adalah bahwa zakat itu berfungsi untuk membersihkan diri dan jiwa orang yang melakukannya. Orang dapat mensucikan jiwa dan membersihkan hatinya dengan cara menunaikan zakat.

Hal itu ditegaskan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam firman-Nya :

 

“Ambillah sedekah (zakat) dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan diri mereka”. (QS. At-Taubah :103).

Ayat ini tidak mengatakan bahwa harta zakat  berfungsi untuk mensucikan harta yang kita miliki,  sebab harta yang kita miliki itu seharusnya memang sudah suci, karena kita dapat dengan jalan yang halal. Yang dimaksud di dalam ayat ini adalah disucikannya diri dan jiwa kita dengan cara berzakat. Kesucian jiwa bukan didapat dengan hanya merenung atau bengong, tetapi sifat bakhil dan kikirnya malah dominan. Orang suci bukanlah orang pergi bertapa di puncak gunung sambil menyembah roh halus minta kekuatan gahib.

 Baca Juga: Zakat Hasil Harta

Orang suci juga bukan orang yang kemana-mana membawa batu-batu tasbih lalu diputar-putar seolah-olah dia selalu ingat dan berdzikir kepada Allah. Tidak demikian!  Orang yang suci jiwanya itu adalah justru orang yang murah hati, gemar berbagi serta mudah membantu orang lain dengan harta yang dimilikinya.

Kemudian hal yang menjadikan jiwa kita menjadi suci adalah tatkala seuntai doa yang kita terima pasca kita menunaikan zakat kepada amil. Sebagaimana bunyi:

{وَصَلِّ عَلَيْهِمْ}

dan berdoalah untuk mereka. (At-Taubah: 103)

Imam Ibnu Katsir menerangkan: “Maksudnya, berdoalah untuk mereka dan mohonkanlah ampunan buat mereka (orang-orang yang menunaikan zakat).

Water splash isolated on white background

Imam Muslim di dalam kitab Sahih-nya telah meriwayatkan melalui Abdullah ibnu Abu Aufa yang mengatakan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam apabila menerima zakat dari suatu kaum, maka beliau berdoa untuk mereka. Lalu datanglah ayahku (perawi) dengan membawa zakatnya, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa:

“اللَّهُمَّ صَل عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى”

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Abu Aufa.

Di dalam hadis lain disebutkan bahwa seorang wanita berkata, “Wahai Rasulullah, mendoalah untuk diriku dan suamiku.” Maka Rasulullah Saw berdoa:

“صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكِ، وَعَلَى زَوْجِكِ”

“Semoga Allah merahmati dirimu juga suamimu.”

Demikianlah uraian hikmah keempat dari syariat zakat ini, sehingga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam memberikan doa kepada setiap Sahabat yang menunaikan zakat, agar terlimpah rahmat (kasih sayang Allah subhanahu Wa Ta’ala).

Yuk sahabat, sucikan jiwa kita dengan rutin tunaikan zakat, karena di setiap zakat yang kita keluarkan, terdapat air yang mensucikan jiwa kita dari kekotoran dan limpahan rahmat dariNya.

Yuk tunaikan zakat melalui link gambar di bawah ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

55 views
English EN Indonesian ID