Griya Yatim & Dhuafa

Hubungan Antara Penyakit Hati dengan Fisik

Ruhani dan jasad merupakan hal yang berbeda namun merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Ruhani yang merupakan sumber kehidupan suatu makhluk. Disebut demikian sebab suatu makhluk hanya akan disebut meninggal ketika tidak ada lagi ruh di dalamnya. Selagi terdapat ruh di dalam suatu jasad, tidak dapat disebut meninggal meskipun dalam keadaan tidak berdaya seperti koma. Ruh memerlukan jasad, dan jasad hanyalah sebuah benda jika tidak terdapat ruh di dalamnya.

Salah satu persamaannya, baik ruhani maupun jasad dapat terjangkit suatu penyakit. Penyakit yang menjangkit jasad merupakan penyakit fisik. Dan penyakit yang menjangkit ruhani sering disebut sebagai penyakit hati. Sudah jelas apa yang dimaksud dengan penyakit fisik, termasuk gangguan psikologi. Sedangkan apa yang disebut sebagai penyakit hati ?

Pengertian Penyakit Hati

Hubungan Antara Penyakit Hati dengan Penyakit Fisik

Penyakit hati merupakan penyakit yang berkaitan dengan keistiqomahan seorang hamba. Ketika penyakit ini telah menguasai hati manusia, maka penyakit hati tersebut akan menghalangi seseorang dari hidayah Allah. Hatinya sudah tidak dapat lagi menerima kebenaran, hingga hanya kebatilan yang terdapat dalam hatinya.

Penyakit hati ini meliputi segala sifat negatif yang ada dalam diri kita. Seperti ujub, takabur, hasad, nifaq, futur. Satu saja dari jenis penyakit hati sudah sangat berbahaya bagi keistiqomahan iman seorang hamba. Apalagi jika terdapat berbagai jenis penyakit hati dalam diri seseorang. Oleh karena itu, penyakit hati perlu diwaspadai dan kita harus berusaha untuk menghindarinya.

Baca Juga : Selamatkan Hati dengan Lima Perkara

Penyebab penyakit hati adalah rusaknya akhlak seseorang. Hati yang telah rusak oleh akhlak yang tercela akan menjadikan seseorang jauh dari ketenangan. Dampak lainnya pun akan segera menyusul hingga menyebabkan hati seseorang mati bahkan tanpa disadari oleh dirinya sendiri. Sebelum hati tersebut benar-benar mati, seseorang akan merasakan kebimbangan, ketidakpuasan, ketidaktenangan, ketidaknyamanan, dan ketidaktentraman dalam dirinya. Hal itu sebagai bentuk pertahanan diri yang menolak kebatilan. Sebab fitrahnya sebuah hati adalah cinta akan kebenaran.

Itu yang disebut dengan hati yang berpenyakit, masih merasakan sakitnya meninggalkan kebenaran. Disisi lain, itu merupakan hal yang baik karena itu bukanlah hati yang mati, yang berarti hati tersebut masih bisa diselamatkan. Terdapat hubungan antara penyakit hati dan penyakit fisik. Berikut penjelasannya.

Hubungan Antara Penyakit Hati dengan Penyakit Fisik

Kebimbangan, ketidakpuasan, ketidaktenangan, ketidaknyamanan, dan ketidaktentraman yang disebabkan oleh hati yang sakit akan mendatangkan penyakit fisik pada seseorang. Penyakit hati pada awalnya akan mempengaruhi kebiasaan pola pikir. Hingga akhirnya pola pikir pun akan rusak dan mulai berdampak pada tubuh. Tidak lagi memerdulikan kesehatan tubuhnya, hingga terjadi kemerosotan kesehatan fisik, mental, dan spiritual.

Salah satu contoh penyakit hati adalah iri hati dan dengki. Rasa iri hati yang tinggi terhadap orang lain akan membuat seseorang lebih rentan mengalami berbagai macam penyakit pada dirinya. Ia tidak lagi bisa melihat orang lain dalam kebahagiaan. Hatinya tidak lagi bisa berada dalam ketentraman. Inilah yang akan melahirkan penyakit, seperti stress.

Baca Juga : Menjaga Hati dengan 7 Hal

Stress dapat menimbulkan gangguan psikosomatis. Psikosomatis atau disebut juga penyakit fungsional, merupakan kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan masalah pada fungsi tubuh. Stress merupakan satu faktor yang dapat memicu berbagai penyakit, tergantung dari tingkat stressnya. Stress bisa saja memicu darah tinggi, jantung, stroke dan sebagainya.

Itulah hubungan antara penyakit hati dengan penyakit fisik. Jadi menjauhi penyakit hati, merupakan salah satu sarana untuk menghindari penyakit-penyakit lainnya. Menjauhi penyakit hati akan mampu menjadikan seseorang memperoleh kesehatan jiwa, hingga kita dapat mengendalikan kesehatan fisik, mental, dan spiritual.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top