Griya Yatim & Dhuafa

Iman, Ikhtiar dan Istiqomah

Allah itu Maha Kaya. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah milikNya . Allah berfirman : “Dan kepunyaannya (Allah) apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi…”  (QS An-Najm: 31). Allah telah menetapkan rezeki untuk setiap makhluknya. Oleh karena itu, setiap makhluk Allah telah mendapatkan rezekinya masing-masing. Terdapat 3 langkah agar kita mendapatkan ridho Allah dan tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi. Yaitu Iman, ikhtiar, dan Istiqomah.

Iman

Allah adalah Rabb yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah. Allah menambahkan nikmat dan rezekiNya kepada makhlukNya yang Dia kehendaki. Yaitu orang-orang yang bersyukur. Allah berfirman : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS. Ibrahim : 7). Syukur itu merupakan sebab penambahan nikmat yang Allah berikan, namun hanya sedikit dari hamba Allah yang pandai bersyukur. Allah berfirman : “…Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba’ : 13).

Iman, Ikhtiar dan Istiqomah

Ikhtiar

Lalu, Allah juga menambahkan nikmat dan rezekinya kepada orang-orang yang senantiasa berikhtiar. Ikhtiar adalah berusaha dengan segenap kemampuannya untuk mendapatkan nikmat Allah. Meskipun Allah telah menetapkan nikmat yang diterima makhlukNya, namun kita juga diwajibkan untuk berikhtiar.  Seseorang tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali apa yang telah diusahakannya. Allah berfirman : “Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya” (QS. An-Najm: 39).

Namun sebelum kita berikhtiar, kita harus memiliki iman dalam diri kita. Kita harus yakin bahwa Allah adalah Rabb semesta alam. Kita harus meyakini bahwa segala yang kita usahakan akan dibalas dengan hal yang lebih baik. Ketika kita tidak beriman maka kita tidak memiliki keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang kita lakukan akan mendapat balasannya. Jika kita belum mendapatkan hasil dari ikhtiar yang kita lakukan, maka kita harus melihat diri kita. Adakah dosa yang kita perbuat sehingga Allah belum memberikan kita hasil dari ikhtiar yang kita lakukan.

Istiqomah

Selagi kita memperbaiki diri, jangan sampai kita berhenti untuk berikhtiar. Istiqomah merupakan suatu komitmen untuk mencapai tujuan. Kita mesti tetap istiqomah dalam hal-hal yang sedang kita jalani agar kita dapat mencapai tujuan kita. Istiqomah merupakan bagian dari keimanan. Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabbku Allah kemudian mereka istiqomah, maka mereka tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak pula bersedih.” (QS. Al-Ahqaf : 13).

Yuk sahabat, kita beristiqomah di jalan Allah. Dalam Al-Qur’an terdapat doa agar kita tetap istiqomah. “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran : 8).

Baca Juga : Istiqomah Untuk Mencapai Ridha Allah

Kita harus senantiasa beristiqomah, sehingga kita tidak perlu mengkhawatirkan hasil dari ikhtiar yang kita lakukan. Keimanan yang kita miliki, Ikhtiar yang sungguh-sungguh, dan juga senantiasa beristiqomah, lalu di tambah dengan doa yang kita panjatkan. Maka kita akan mendapatkan ridho dan balasan yang akan Allah berikan berupa tambahan nikmatNya.

Maka Iman, Ikhtiar, dan Istiqomah adalah 3 hal yang tidak dapat dipisahkan. Untuk mencapai suatu tujuan dalam kehidupan, 3 hal inilah yang harus kita lakukan. Sahabat, semoga kita dapat mengamalkan 3 hal tersebut agar kita dapat mencapai tujuan kita, salah satu tujuannya yaitu ridho Allah Subhanahu Wata’ala.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top