Griya Yatim & Dhuafa

Inilah Adab Bercanda Dalam Islam

Sahabat Dermawan, bercanda memang telah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Tidak peduli seberapa tinggi jabatannya atau setua apakah ia, hampir setiap orang pernah bercanda dengan keluarga, teman atau bahkan orang yang baru dikenalnya. Yuk kita simak Inilah Adab Bercanda Dalam Islam.

Dalam Islam, interaksi antara individu memiliki batasan tertentu yang mesti dipahami. Termasuk soal bercanda pun ada adabnya. Apa sajakah itu? Simak selengkapnya berikut ini.

Inilah Adab Bercanda Dalam Islam yang perlu kamu ketahui,diantaranya yaitu :

Inilah Adab Bercanda Dalam Islam

 

  • Tidak Berbohong atau Berdusta

 

Apabila seorang bercanda dengan kedustaan, ia telah keluar dari batasan mubah (boleh) kepada keharaman. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Celakalah orang yang bercerita lalu berdusta untuk membuat tawa manusia, celakalah ia, celakalah ia,” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim dari Mu’awiyah bin Haidah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah menyatakannya hasan dalam Shahih al-Jami’).

 

  • Tidak Tertawa Berlebihan

 

Dalam bercanda juga dilarang untuk tertawa secara berlebihan hingga menimbulkan suara yang keras dan kebisingan tersendiri. Larangan tertawa berlebihan dalam Islam. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Janganlah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.” (Shahih Al Jami’ no. 7435, dari Abu Hurairah)

 

  • Tidak Bercanda dengan Ayat-ayat Al-Quran

 

Tidaklah diperkenankan seseorang bermain-main dengan ayat-ayat Al-Quran. Sehingga mengakibat kan bisa merendahkan ayat-ayat suci Al-Quran yang mulia.

Sedangkan ayat-ayat Al-Quran adalah firman Allah. Lalu bagaimana apabila mempermainkan firman-firman Allah? maka sama saja dengan mempermainkan yang pencipta alam semesta ini.

 

  • Tidak Mengolok-olok Lewat Candaan

 

Cukuplah satu firman Allah dalam Al-Quran ini sebagai dalil larangan mengolok-olok walaupun lewat candaan sehingga mengakibat kan adanya permusuhan dan pertengkaran antar sesama.

Baca Juga : Tanamkanlah Akhlak Pada Anak sejak Dini

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah beriman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim,” (QS. Al-Hujarat : 11).

Itulah ulasan tentang adab bercanda dalam Islam yang perlu diketahui. Semoga kita termasuk hamba yang memiliki sifat orang yang bertakwa sehingga bisa senantiasa melakukan berbagai perbuatan dengan menjadikan sudut pandang Islam sebagai pertimbangannya. Aamiin.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top