News

Inilah Adab Bertamu

Saat ini kita telah terlalu lama berada dalam masa pandemi ini. Belum ada yang tahu dengan pasti kapan pandemi ini akan benar-benar berakhir. Masyarakat yang dihimbau untuk menjaga jarak dan tetap dirumah, sebagian telah merasa jenuh. Bahkan pada Hari Raya yang lalu kita tidak dapat untuk bertemu dengan keluarga secara langsung. Maka ini artikel tentang Inilah Adab Bertamu agar kita bisa menerapakan bertamu dengan baik.

Semakin lama masa PSBB ini berlangsung maka pasti makin banyak orang yang melanggarnya. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa dipisahkan berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain.

Kita semua berharap masa pandemi ini segera berakhir, agar kita dapat bersilaturahmi dengan kaum kerabat. Sebelum itu, kita harus mengetahui bagaimana Adab Bertamu yang diajarkan dalam Islam. Agar ketika pandemi ini berakhir, kita dapat mengunjungi kaum kerabat kita dengan penuh adab dan sopan santun.

Inilah Adab Bertamu

Sebagai seorang muslim, kita harus memperhatikan adab-adab untuk setiap hal. Untuk itu, yuk kita pelajari dan amalkan inilah adab bertamu yang diajarkan dalam Islam berikut ini.

Berikut Adalah Adab Bertamu :

  • Mengetuk pintu ketika bertamu

Ketika kita bertamu, kita harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Dalam keadaan pintu yang tertutup maupun sedang terbuka. Kita juga haru mengetuk pintu dengan sopan, tidak terlalu keras. Karena mengetuk pintu itu seperti meminta izin kepada tuan rumah untuk bertamu.

Ketika kita meminta izin kita harus sopan agar tuan rumah pun ridha dengan kedatangan kita. Rasulullah mengajarkan kita untuk tidak mengetuk pintu lebih dari 3 kali. Rasulullah bersabda : “Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Mengucap salam ketika bertemu dan bertamu

Ketika kita bertamu, kita harus mengucapkan salam dan meminta izin untuk masuk kerumahnya. Dalam sebuah hadits diceritakan, “Dari Kildah bin Al-Hanbal, bahwa dia masuk ke rumah Rasulullah tanpa mengucap salam dan meminta izin, maka beliau SAW pun bersabda, Kembalilah, ucapkan Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Mungkin pemilik rumah tidak dapat mendengar suara ketuk pintu, kita harus mengucap salam sebagai tanda bahwa kita sedang bertamu. Dengan mengucapkan salam, tuan rumah pun mungkin bisa mengenali kita dari suara, sehingga tidak khawatir bahwa kita adalah orang asing.

  • Tidak menghadap tepat kedepan pintu

“Adalah Rasulullah SAW jika mendatangi suatu pintu dan akan meminta izin, beliau tidak menghadap ke arah pintu. Akan tetapi beliau berada di sebelah kiri, atau kanannya. Jika diizinkan beliau baru masuk, jika tidak beliau pun kembali.” (HR Bukhari). Hal ini bertujuan untuk membiarkan tuan rumah untuk bersiap-siap untuk menerima tamu.

  • Tidak melihat isi rumah

Ketika kita bertamu, lalu pintu sedang keadaan terbuka, kita tidak boleh untuk melihat ke isi rumah. Begitu pula ketika kita tidak sedang bertamu dan melewati rumah yang pintunya sedang terbuka. Hal ini tidaklah sopan, Rasulullah bersabda : “Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari)

  • Menunjukkan wajah yang baik ketika bertamu

Ini merupakan sunnah Rasulullah yang perlu kita teladani. Dalam sebuah hadits diceritakan, “Tidak pernah Rasulullah melihatku sejak aku masuk Islam, kata Jarir bin Abdillah. Kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku. Rasulullah juga sering bersabda, ‘Akan masuk dari pintu ini seorang laki-laki beruntung terbaik, dan di wajahnya tersirat keindahan’ maka kemudian masuklah Jarir.” (HR Bukhari)

Baca Juga : Inilah Cara Mudah Masuk Surga

Itulah beberapa adab bertamu yang merupakan sunnah Rasulullah. Bertamu artinya juga menjaga silaturahmi. Salah satu kebaikan seseorang yang menjaga silaturahmi adalah Allah panjangkan umurnya. Orang yang bertamu juga akan mendapatkan sebuah tempat tinggal di surga.

Rasulullah bersabda : “Apabila seseorang menjenguk saudaranya atau mengunjunginya, maka Allah berkata kepadanya, berbahagialah dan beruntunglah perjalananmu dan kamu telah membangun tempat tinggal di surga.” (HR. Tirmidzi).

Semoga Allah cepat usaikan pandemi ini, agar kita dapat bertemu dengan kaum kerabat kita untuk saling bersilaturahmi. Aamiin…

Share it on