Griya Yatim & Dhuafa

Inilah Cara Aman dan Sehat Untuk Minum-minuman Masih Panas

Sahabat dermawan, di tengah-tengah wabah virus corona yang sedang berlangsung saat ini, kita dianjurkan menjaga kesehatan. Antara lain dengan memperbanyak minum air, berjemur untuk mencukupi kebutuhan akan sinar matahari, dan menjaga pola tidur dan pola makan.

Juga salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan tidak meniup minuman ketika masih panas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas. (HR. Ahmad 1907, Tirmidzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth). 

Rasulullah SAW menganjurkan jangan meniup minuman panas karena ini merupakan hal yang tidak menyehatkan. Selain itu, hal ini juga merupakan adab yang buruk.

Mengapa demikian?

Secara teori ilmiah, apabila kita meniup atau menghembuskan udara ke minuman, kita akan mengeluarkan Karbon Dioksida (CO2), yang apabila CO2 ini bercampur dengan air (H2O), akan menjadi H2CO3 (Asam Asetat), yaitu sama dengan cuka, sehingga menyebabkan minuman itu bersifat asam. Minuman yang bersifat terlalu asam tidak baik untuk tubuh.  

Bila kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama maka  dapat merusak kinerja ginjal serta dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Tidak hanya itu, Ketika kita mengeluarkan udara saat meniup, maka yang keluar tidak hanya gas karbon dioksida (CO2). Mulut juga dapat mengeluarkan partikel berbahaya yang bersarang di dalamnya dan akan berbahaya jika tercampur ke minuman.

BACA JUGA : Berbagi Semangat Sehat di Tengah Pandemi Virus Corona

Misalnya seperti, sisa-sisa makanan yang telah membusuk di mulut sehingga menyebabkan bau mulut yang tidak sedap dan akan menempel pada minuman tersebut. Ini menyebabkan minuman itu menjadi kotor. Selain itu, partikel itu dapat berupa mikroorganisme. Tanpa kita sadari, di dalam mulut terdapat berbagai macam mikroorganisme berupa bakteri dan virus. Mikroorganisme tersebut dapat bersifat baik  ( Mutualisme ) dan bersifat jahat ( Pathogen ).

Jika minuman tersebut sudah terkontaminasi oleh mikroorganisme jahat ( Pathogen ), maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit bagi tubuh kita. Hal itulah, yang juga menyebabkan tubuh kita mudah terserang oleh penyakit. Selain itu, hikmah larangan ini juga merupakan adab seorang muslim. Karena dikhawatirkan ada sesuatu yang jatuh dari mulut dan dapat mengotori air minum. 

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa,”Meniup minuman dapat menyebabkan air itu menjadi berbau tidak sedap karena ada kotoran yang jatuh dari mulut orang yang meniup. Sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama Ketika terjadi bau mulut. Maka kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dengan minuman itu. Karena itulah Rasulullah SAW menggabungkan antara larangan bernafas di dalam gelas dengan larangan meniup isi gelas”.

Dikarenakan Rasulullah SAW tidak memperbolehkan kita dalam meniup minuman yang panas, maka solusinya adalah menggunakan kipas untuk mendinginkan minuman. Ini diperbolehkan dengan syarat, kipas yang digunakan tidak berdebu atau kotor. Bila kipas tidak ada atau tidak memungkinkan, lebih baik menunggu minuman tersebut dingin dengan sendirinya. Sehingga kita dapat merasakan berkahnya minuman yang telah dingin.

BACA JUGA : Bergerak Bersama Hadapi & Lawan Corona

Sahabat Dermawan, kita sebagai umat islam sebaiknya dapat menjalani sunnah Rasulullah SAW dengan menghindari meniup minuman yang masih panas. Selain berpengaruh terhadap kesehatan, hal ini merupakan adab yang kurang baik.

Yuk Sahabat Dermawan, jaga kesehatan kita dengan tidak meniup minuman ketika masih panas dan tidak bernafas didalam gelas. 

Semoga dengan menjalani Anjuran Jangan Meniup Minuman Panas yang di perintahkan oleh Rasulullah SAW ini, Allah menjauhkan kita dari segala jenis penyakit. Aamiin…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English EN Indonesian ID
Scroll to Top