Griya Yatim & Dhuafa

Inilah Hasad yang Diperbolehkan

Sahabat, perkara hati itu merupakan perkara ghaib sebagaimana perkara ruhani dan juga nafs. Apa yang ada dalam hati kita ini, bahkan diri kita sendiri pun belum tentu mengetahuinya dengan pasti. Namun hanya Allah yang mengetahuinya dengan pasti. Apa yang kita rasakan dalam hati itu bermacam-macam, dari hal yang baik dan juga hal yang buruk. Ternyata Inilah Hasad yang Diperbolehkan.

Dalam diri manusia tertanam sifat-sifat yang sudah pasti ada. Allah berfirman : “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” (QS. Al-Ma’arij : 19-22). Namun, kita harus mengendalikan sifat-sifat buruk yang ada pada diri kita. Sehingga tidak keluar dari diri kita. Begitu juga dengan sifat hasad yang ada pada diri setiap manusia, namun jangan sampai kita mengeluarkan sifat tersebut dan menjadikannya penyakit dalam hati.

Apa itu hasad ?

Inilah Hasad yang Diperbolehkan

Hasad merupakan salah satu bentuk dari penyakit hati yang sangat berbahaya. Penyakit ini meracuni hati agar benci terhadap rezeki yang orang lain dapatkan. Seseorang yang terjangkit penyakit hasad dalam hatinya, akan mencoba untuk menghalangi datangnya rezeki seseorang. Dan jika penyakit itu sudah semakin parah, dia akan mencoba untuk menghilangkan atau mencuri rezeki atau kebahagiaan yang ada pada orang lain.

Penyakit hasad itu berasal dari aqidah yang rusak. Ketika dia membenci orang yang mendapatkan rezeki, secara tidak langsung dia juga membenci Allah yang telah memberikan rezeki kepada orang tersebut. Dia tidak percaya bahwa Allah telah mengatur rezeki setiap makhluknya dengan adil. Aqidah yang rusak akan menimbulkan akhlak yang buruk, salah satu nya adalah hasad.

Penyakit hasad dapat menimbulkan penyakit lainnya

Ketika seseorang sudah terjangkit penyakit hasad dalam hatinya. Maka, akan timbul penyakit-penyakit lainnya seperti sombong dan hasud. Sombong itu berawal dari hasad. Seperti yang telah dikisahkan dalam Al-Qur’an yaitu kisah iblis dan Nabi Adam. “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah : 34).

Iblis merasa iri dan dengki karena Allah memerintahkan seluruh penduduk langit untuk bersujud kepada Nabi Adam, bukan kepada dirinya. Lalu Iblis pun menolak perintah Allah seraya menyombongkan diri dan berkata, “Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. Al-A’raf : 12).

Baca Juga : Selamatkan Hati dengan Lima Perkara

Maka, dikarenakan kesombongannya, Iblis di usir dari surga. Lalu, karena hasad yang ada dalam hatinya, Iblis tidak senang jika Nabi Adam mendapatkan kenikmatan dengan tinggal di dalam surga, sedangkan dia telah diusir. Maka, Iblis pun bersumpah untuk menghasud manusia agar lalai dari perintah Allah. Iblis berkata, “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya” (QS. Shad : 82). Itulah akhir dari hal yang diawali oleh hasad. Hasad akan menimbulkan keburukan-keburukan lainnya.

Hasad yang diperbolehkan

Terdapat 2 golongan manusia yang kita boleh iri kepadanya. Rasulullah bersabda : “Tidak boleh ada rasa iri dengki kecuali kepada dua orang, yakni orang yang diberikan Allah harta, lalu ia membelanjakannya dalam kebenaran dan orang yang diberikan Allah suatu hikmah (ilmu), lalu ia menerapkannya dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). 2 golongan tersebut antara lain :

1.       Orang kaya yang gemar bersedekah

Makhluk itu tanggungan Allah, sedang yang paling dicintai Allah adalah makhlukNya yang paling memberi manfaat kepada mahklukNya yang lain. Tidak diragukan lagi bahwa dua golongan ini adalah paling membawa manfaat terhadap sesama.

Firman Allah : “Orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS.Al-Baqarah : 262).

2. Orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya

Jika kita tidak memiliki harta yang cukup untuk membantu orang lain. Kita bisa membantu orang lain dengan mengajarkan ilmu yang kita miliki. Sehingga menjadi orang berilmu yang dapat membawa manfaat dengan ilmunya.

Inilah Hasad yang Diperbolehkan, Hasad ini bisa menjadi penyakit yang sangat berbahaya bagi hati, namun juga bisa menjadi motivasi kita untuk menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain. Semoga Allah hindarkan hati kita dari segala macam penyakit hati, termasuk penyakit hasad. Aamiin…

English EN Indonesian ID
Scroll to Top