Griya Yatim & Dhuafa

Jadilah Hamba Allah Yang Bersyukur

Sahabat, syukur merupakan sikap kita dalam menerima nikmat dari Allah. Dalam bahasa Indonesia, syukur memiliki arti yang sepadan dengan rasa terima kasih. Namun makna kata bersyukur itu lebih kepada berterima kasih kepada Allah atas segala nikmatNya. Syukurnya seseorang hamba itu terdiri dari tiga rukun. Antara lain, (1) Secara batin mengakui nikmat itu datangnya dari Allah, (2) Secara lisan mengucapkannya, dan (3) Menjadikannya sarana untuk taat kepada Allah. Maka dari itu, syukur melibatkan hati, lisan, dan juga tubuh sekaligus. Jadi yuk Jadilah Hamba Allah Yang Bersyukur.

Allah membagi manusia menjadi 2 (dua), yaitu orang-orang yang bersyukur, dan orang-orang yang kufur. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafur.” (Al-Insan : 3). Allah telah memberikan petunjukNya dengan mengutus para Rasul, sebagian dari mereka beriman dan juga sebagian dari mereka mengingkarinya.

Menjadi hamba yang bersyukur merupakan pengikat atau sebab bertambahnya nikmat yang Allah berikan. Allah berfirman : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS. Ibrahim : 7).

Jadilah Hamba Allah Yang Bersyukur

Syukur itu berkaitan erat dengan penambahan nikmat yang Allah berikan, namun hanya sedikit dari hamba Allah yang pandai bersyukur. Allah berfirman : “…Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” (QS. Saba’ : 13).

Hamba Pandai Bersyukur

Sahabat, oleh karena itu kita harus menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur, karena syukur itu merupakan sifat terpuji yang dimiliki para Rasul. Allah berfirman : “(Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur” (QS. Al-Isra : 3). Dalam ayat yang lain, Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. (QS. An-Nahl : 120-121).

Dalam suatu hadits shahih, ditanyakan kepada Rasulullah : mengapa engkau solat hingga begitu lama ya Rasulullah, bahkan dosa-dosamu telah diampuni baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah pun menjawab : Tidak pastaskah aku menjadi hamba yang bersykur? (HR. Bukhari). Hal tersebut menjelaskan bahwa dalam bersyukur, kita harus mengiringinya dengan perbuatan yang mencerminkan rasa syukur kita kepada Allah.

Syukur merupakan perbuatan yang sangat mulia. Ketika Iblis mengetahuinya, dia berkata : “kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf : 17).

Baca Juga : Yuk Kita Menjadi Seseorang yang Bersyukur

Sahabat, Marilah kita menjadi hamba yang bersyukur terhadap segala macam nikmat yang Allah berikan. Ketika Allah memberikan nikmat berupa harta pada kita, maka kita bersedekah sebagai perbuatan yang menunjukkan rasa syukur kita terhadap nikmat tersebut. Begitu pula ketika kita diberikan nikmat

Sahabat, bagaimana sih agar kita menjadi hamba yang bersyukur? Orang yang selalu pandai bersyukur senantiasa menisbatkan setiap nikmat yang didapatnya karena tas izin Allah shubhanu wa ta’ala. Ia senantiasa menyadari bahwa hanya atas takdir dan rahmat Allah semata lah nikmat tersebut bisa di peroleh.

Mengenal Allah juga merupakan cara hambanya, menjadi hamba yang selalu bersyukur. Seperti inilah yang akan mendekatkan seorang hamba kepada RabbNya. Yang akan memancing kecintaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap hamba-Nya, lalu mengabulkan setiap do’a dan permintaannya, menyelamatkannya dari setiap  penderitaan dan menjaganya dari ketakutan. Oleh karena itu, kenalilah Allah di waktu tenang, niscaya Allah akan mengenalimu di waktu susah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang”. (HR. Timidzi)

Ia mengetahui karunia Allah subhanahu wa ta’ala sehingga ia mengenal Allah subhanhu wa ta’ala dengan sesungguhnya, mentaati segala perintah, menjauhi larangan-Nya, menjaga batasan-batasan dan hak-hak-Nya. Ia senantiasa mementingkan kenikmatan akhirat dan berpaling dari rayuan hawa nafsu. Ia memilih Allah subhanahu wa ta’ala dan menggunakan setiap nikmat yang diberikan kepadanya dalam keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala. Ia senantiasa memohon kepada Allah agar ia terpelihara dari kesalahan, dan senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka datangnya dari Allah.”(QS. An-Nahl : 53)

Sahabat, Yuk Jadilah Hamba Allah Yang Bersyukur, semoga kita selalu menjadi hamba-hamba yang selalu bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top