Griya Yatim & Dhuafa

Jadilah Umat Terbaik

Islam merupakan agama yang selamat. Maksudnya adalah Islam merupakan agama yang membawa keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Islam juga merupakan agama yang rahmatan lil’alamin. Yaitu agama yang membawa rahmat kepada seluruh alam semesta, melalui ajarannya dan juga melalui sikap umatnya. Oleh karena itu, umat islam merupakan umat terbaik yang ada di muka bumi.

Allah berfirman : “Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali Imran : 110).

Jadilah Umat Terbaik

Allah menyebutkan bahwa umat terbaik adalah umat yang menyuruh pada kebaikan, dan mencegah pada keburukan, dan beriman kepada Allah. Terdapat beberapa ulama yang berpendapat bahwa yang disebutkan dalam ayat tersebut merupakan syarat untuk menjadi umat terbaik di atas muka bumi. Karena umat terbaik itu sudah semestinya memenuhi ketiga persyaratan tersebut.

Beberapa mufasir menafsirkan ayat tersebut dengan membacanya dari akhir. Jika diurutkan, syarat untuk menjadi umat terbaik adalah; (1) Beriman kepada Allah, (2) Mencegah pada keburukan, dan (3) menyuruh pada kebaikan.

  1.       Beriman kepada Allah

Menanamkan keimanan dan menyebarkan tauhid merupakan tujuan dari setiap rasul yang Allah utus. Oleh karena itu, beriman kepada Allah merupakan sebab diangkatnya derajat seseorang. Allah berfirman : “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu, “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah : 11).

  1.       Mencegah pada keburukan

Mencegah pada keburukan atau sering disebut nahi mungkar merupakan tanda bagi orang yang beriman. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim).

Keburukan dan maksiat bukanlah hal yang tidak diinginkan oleh manusia. Bahkan Rasulullah bersabda : “Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”. (HR. Muslim). Oleh karena itu, suatu keburukan itu harus dicegah, agar tidak menimbulkan murka Allah.

Allah berfirman : “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maidah : 78-79).

  1.       Menyuruh kepada kebaikan

Menyuruh kepada kebaikan merupakan salah satu faktor agar menjadi umat terbaik. Seseorang yang menyuruh orang lain kepada kebaikan sudah semestinya telah melakukan kebaikan tersebut. Allah berfirman : “Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman : 17). Oleh karena itu, berdakwah merupakan kewajiban kita sebagai umat terbaik untuk mengenalkan kebaikan dan mencegah kemungkaran kepada orang lain.

Sahabat, itulah umat terbaik yang dikatakan oleh Allah. Yuk Sahabat, kita amalkan amar ma’ruf nahi mungkar ini agar kita termasuk dalam golongan umat terbaik yang ada di muka bumi.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top