Griya Yatim & Dhuafa

Jangan Jadikan Corona Sebagai Penunda Kebaikan

Sahabat Dermawan, semua musibah  ini sudah ditulis oleh Allah Ta’ala, karena itu janganlah kita berputus asa terhadap apa yang menimpah pada kita. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Surah Al-Hadid: 22-23)

Allah menjadikan semua hal-hal baik itu mudah untuk dilakukan. Mungkin saja kita dihadapkan oleh suatu kesulitan dalam beramal, namun itu memanglah keniscayaan bagi orang-orang yang beriman. Allah pun sudah menyampaikan bahwa selalu ada kemudahan setelah kesulitan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-insyirah : 5).

Tapi banyak sekali orang-orang yang membuat-buat alasan untuk menunda-nunda kebaikan bahkan ada pula orang yang membuat-buat alasan untuk menghindari perbuatan baik. Ini berkenaan dengan apa yang telah Rasulullah katakan, “Surga itu dipenuhi dengan perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi oleh perkara-perkara yang disukai syahwat (hawa nafsu)” (HR. Muslim).

Jangan Jadikan Corona Sebagai Penunda Kebaikan

Di masa pandemi ini, tidak sedikit orang yang beralasan berdasarkan corona untuk menunda bahkan menghindari berbuat kebaikan. Hal yang seperti itu merupakan hal yang sangat buruk. Maka jangan sekali-kali kita menjadikan corona sebagai penunda kebaikan. Tetapi jadikanlah ujian ini untuk kita berfikir dan merenungi akan hikmah dan pelajaran berharga di balik setiap ujian yang datang.

Menghadapi setiap ujian itu dengan sebentuk kesadaran akan kekuasaan Allah Ta’ala, dan pemaknaan ketidakberdayaan kita pada titik klimaks, dengan ujian tersebut menjadi wahana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ajang untuk kita menambah amal shalih kak. Dengan pengertian ini konsekuensinya setiap yang diuji dengan berbagai macam kesulitan dan kesusahan, sikap sabar menjadi penguat kepribadian kita kak.

Baca Juga : Tawakal di Tengah Wabah Virus Corona

Yuk kak, dengan adanya corona ini kita mestinya menyadari bahwa umur manusia itu benar-benar tidak bisa diduga. Jika kita menunda kebaikan sebab corona, maka kita pun akan merugi sebab menunda kebaikan.

Yuk kak kita segerakan berbuat baik, Insya Allah, kita akan diberikan kemudahan oleh Allah Ta’ala. Aamiin.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top