Griya Yatim & Dhuafa

Jangan Keliru Dalam Mendidik Anak

admin

Anak-anak itu harus mendapatkan pendidikan yang tepat. Pendidikan yang ditanamkan pada anak-anak itu dapat dengan mudah membekas dalam dirinya. Menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik pada anak-anak itu penting, karena akan sulit untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik ketika anak sudah dewasa. Oleh karena itu, jangan keliru dalam mendidik anak. Sebab hal itu akan sangat berpengaruh terhadap masa depannya kelak. Semoga Jangan Keliru Dalam Mendidik Anak.

Kekeliruan dalam cara mendidik anak itu sering terjadi. Sehingga muncul sifat-sifat yang tidak diinginkan dan juga kebiasaan-kebiasaan buruk. Terdapat beberapa kekeliruan orang tua dalam mendidik anaknya. Misal, terlalu mengekang atau memaksakan keinginan kita kepada anak kita secara berlebihan. Dengan demikian, anak akan menjadi jenuh, muncul beban pikiran yang berlebihan, dan sebagainya.

Memberikan pendidikan pada anak-anak kecil itu harus dengan cara yang lemah lembut. Sehingga anak mau melakukan sesuatu dengan kemauannya sendiri, tidak terpaksa. Hal yang dilakukan dengan kemauan sendiri akan melakukan hal dengan senang. Sebaliknya jika terpaksa, maka anak akan cepat jenuh dan lelah.

Jangan melarang anak-anak dari bermain

Ada orang tua yang melarang anak-anak nya bermain, dan harus terus belajar. Hal ini adalah kesalahan dalam mendidik. Anak anak itu tidak masalah dibiarkan bermain. Karena anak-anak itu perlu juga untuk merehatkan diri dari kelelahan. Dan hal yang tak kalah penting yaitu, dengan bermain anak-anak dapat belajar untk bersosialisasi.

Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan : “Usai keluar dari sekolah, sang anak hendaknya diizinkan untuk bermain dengan mainan yang disukainya untuk merekatkan diri dari kelelahan belajar di sekolah. Sebab, melarang anak bermain dan hanya disuruh belajar terus, akan menjenuhkan pikirannya, memadamkan kecerdasannya, dan membuat masa kecilnya kurang bahagia. Anak yang tidak boleh bermain pada akhirnya akan berontak dari tekanan itu dengan berbagai macam cara.” (Ihya Ulumuddin 3/163)

Pentingnya pengawasan dari orang tua

Sahabat, bagi anak kecil, bermain sama halnya dengan pekerjaan untuk orang dewasa. Anak yang aktif dan memiliki kesehatan jasmani tidak akan dapat duduk manis walau sesaat. Kamu akan melihatnya mencari-cari apa pun yang terlihat olehnya, lalu membolak-balikkannya atau meletakkannya di mulut. Potret keadaan seperti itulah harus adanya peran orang tua dalam mengarahkan anak-anak mereka untuk menghindari permainan yang membahayakan.

Sedini mungkin mereka dikenalkan dengan permainan yang melatih pola pikir, kesehatan jasmani bahkan orang tua mempunyai hak memilihkan permainan yang sekiranya si anak merasa bahagia dan senang. Sahabat, jagalah tumbuh kembang anak-anak kita sebagai bentuk syukur atas anugerah anak, sebab waktu itu cepat berlalu, tidak akan terasa oleh kita tiba-tiba mereka sudah tumbuh dewasa dan mengalami banyak perubahan baik fisik, mental dan psikologis.

Baca Juga : Anak Asuh Produktif Lakukan Olahraga Pagi

Bermain, belajar, ibadah, semua itu ada porsinya masing-masing untuk anak-anak. Inilah peran orang tua untuk mengatur porsi yang tepat untuk pendidikan anaknya. Jangan sampai salah satunya menghilang karena tiga hal itu sangat penting. Bermain itu penting, namun jangan biarkan anak-anak terlalu banyak bermain hingga meninggalkan belajar dan ibadah.

Sahabat, kita harus mendidik anak kita dengan baik. Teladan yang patut kita contoh adalah Rasulullah. Rasulullah mendidik anak-anak nya dengan tegas dan penuh kasih sayang. Dan salah satu dari amalan yang tidak terputus adalah doa anak yang shalih. Maka dari itu, kita harus tanamkan pendidikan islam sejak dini. Dengan begitu anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter islami.

36 views