Griya Yatim & Dhuafa

Yuk Jangan Mencela Hujan ya

Sahabat Dermawan, hujan merupakan suatu perkara yang sangatlah penting bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Tapi sangat disayangkan sekali, setiap orang yang sudah mengetahui bahwa hujan merupakan nikmat dari Allah Ta’ala. Namun, ketika hujan dirasa mengganggu aktivitasnya, timbullah kata-kata celaan, “Aduh!! hujan lagi, hujan lagi”. Yuk dari sekarang Jangan Mencela Hujan ya.

Kak, ketahuilah bahwa ketika kita mencela makhluk Allah sama saja kita mencela sang Penciptanya. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Manusia menyakiti Aku, dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Akulah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti” (HR. Bukhari).

Jangan Mencela Hujan

Intinya, mencela hujan tidaklah terlepas dari hal yang amat terlarang, karena itu sama saja orang yang mencela hujan sama juga mencela Pencipta hujan yaitu Allah Ta’ala. Ini juga menunjukkan ketidak sabaran pada diri orang yang mencela. Kak, sudah seharusnya kita menjaga lisan ini selalu dijaga. Jangan sampai kita mengeluarkan kata-kata yang dapat membuat Allah murka. Seharusnya yang kita lakukan adalah banyak bersyukur kepadaNya.

Padahal hujan juga memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup, khususnya kepada manusia. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kami kamu akan dikeluarkan (dari kubur).” (QS. Az-Zuknruf : 11).

Hujan Bentuk Kasih Sayang Allah

Allah menurunkan hujan adalah sebuah bentuk kasih sayangNya kepada hambaNya. Agar manusia gembira dengan datangnya hujan, tetapi banyak juga yang malah kurang bersyukur dengan datangnya hujan bahkan mencela nikmat yang Allah telah turunkan.

Perlu diketahui bahwa setiap yang seseorang ucapkan, baik yang bernilai dosa atau tidak bernilai dosa dan pahala, semua akan masuk dalam catatan malaikat. Allah Ta’ala berfirman : ”Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf : 18).

Baca Juga : Hujan, Rahmat Allah dari Langit

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda : “Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia fikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah difikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahanam.” (HR. Bukhari).

Oleh karenanya kak, kita mesti hati-hati dalam berucap. Semoga Allah berikan kemampuan untuk menjaga lidah kita dari ucapan yang tidak baik.

English EN Indonesian ID
Scroll to Top