News

Jangan Menjadi Bakhil

Sahabat, ketahuilah bahwa harta itu sebenarnya milik Allah sedangkan manusia hanya memegang amanah atau pinjaman dariNya, Allah-lah pemilik langit dan bumi beserta isinya, karena Dia yang menciptakannya. Allah berfirman : “Dan kepunyaannya (Allah) apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi…”  (QS An-Najm: 31).Banyak orang tidak menyadari pada persoalan ini, kenapa ada sebagian orang menjadi bakhil atau kikir karena mereka menyangka harta benda yang dimilikinya itu didapat dari hasil jerih payahnya, hasil dari kepandaianya dan sebagainya, seperti halnya Qarun. Maka dari pada itu Jangan Menjadi Bakhil ya sahabat.

Jangan Menjadi Bakhil

Qarun memiliki harta yang sangat berlimpah yang disimpan dalam gudang-gudang. Begitu banyaknya hartanya, beberapa ulama berpendapat bahwa butuh 60 keledai untuk bisa mengangkut semua kunci dari setiap gudang penyimpanan hartanya, padahal setiap kunci tidak lebih besar dari satu jari manusia. “Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta ? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” (QS. Al-Qashash : 78).

Maka dengan kesombongannya itulah, Allah menenggelamkan Qarun dan segala kekayaannya. Tidak ada yang di dapatinya dari kekayaannya dan juga ke kikirannya kecuali azab Allah. Itulah akhir dari orang-orang yang sombong dan juga bakhil. 

Allah berfirman : “Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (QS. Muhammad : 38).

Bakhil merupakan salah satu dari penyakit hati yang bersumber dari kesombongan dan keinginan yang egois. Yaitu keinginan untuk menyenangkan diri secara berlebihan. Cara untuk mengobati penyakit bakhil ini adalah dengan bersedekah. Dengan bersedekah kita dapat mencairkan hati yang keras. Dan yang paling penting adalah meyakini bahwa kebakhilan itu merupakan hal yang buruk bagi diri kita. Jangan sekali-kali menganggap bahwa kebakhilan itu suatu yang baik.

Baca Juga : Jangan Seperti Tsalabah

Allah berfirman : “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali-Imran : 180).

Yuk Sahabat kita perbanyak sedekah agar kita terjaga dari sifat bakhil dan termasuk orang-orang yang beruntung. Allah berfirman : “Dan barangsiapa yang dipelihara dari kebakhilan dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr : 9). Sedekah merupakan bentuk ikhtiar kita dari menghindari sifat bakhil ini.

Sahabat, jadi bakhil merugi atau beruntung? Melihat keterangan diatas tentu memilih bakhil akan menyisakan kerugian, Maka Jangan Menjadi Bakhil ya. semoga Allah melindungi kita darinya, aamiin

Share it on