Griya Yatim & Dhuafa

Jangan Menjadi Orang-orang yang Menyesal

Manusia itu hidup dengan tujuan utama mengumpulkan bekal untuk kehidupannya di akhirat. dan anyak sekali manusia yang melenceng dari tujuan awal mereka. Mereka malahan hidup di dunia untuk mengumpulkan harta benda. Mereka menyombongkannya padahal kehidupan dunia hanyalah permainan. Yuk kita simak artikel tentang Jangan Menjadi Orang-orang yang Menyesal.

Allah berfirman : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash : 77).

Kehidupan dunia hanyalah permainan

Allah berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid : 20).

Jangan Menjadi Orang-orang yang Menyesal

Jangan Menjadi Orang-orang yang Menyesal

Dalam Al-Qur’an disebutkan beberapa macam orang-orang yang menyesal karena membuang kehidupan dunianya untuk senda gurau saja. Yang pertama adalah orang-orang yang tidak beriman, mereka berkata : “…Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Rabbku.” (QS. Al-Kahfi : 42). Mereka menyesal karena telah mempersekutukan Allah dengan hal-hal yang bahkan tidak dapat memberikan pertolongan padanya.

Yang kedua adalah karena tidak mengikuti jalan Rasulullah. Allah berfirman : “…Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” (QS Al-Furqon: 27). Maka kita harus menegakkan sunnah-sunnah Rasulullah agar kita tidak termasuk orang yang menyesal di akhirat kelak.

Yang ketiga dan yang paling menjerumuskan adalah penyesalan karena salah dalam pergaulan. Ini sering terjadi pada zaman ini, dimana pergaulan bebas dimana-mana. Orang-orang itu akan menyesal dan berkata, “…Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).” (QS. Al-Furqan : 28)

Yang kelima adalah orang-orang yang tidak mengerjakan amal shalih ketika masih berada di dunia. Mereka berkata, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.” (QS Al-Fajr : 24).

Lalu yang keenam adalah orang-orang yang tidak sempat bersedekah selagi hidupnya di dunia. Mereka berkata,”Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematianku) sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih” (Qs. Al-Munafiqun : 10).

Baca Juga : Manfaatkan Waktu Untuk Kebaikan

Mengapa ia memilih bersedekah dari sekian banyak amal shalih yang ada? Para ulama menyebutkan karena ia melihat sedemikian dahsyatnya pahala sedekah setelah kematiannya. Seorang yang meninggal, ia akan melihat pahala sedekahnya yang mampu menghapus dosanya. Rasulullah bersabda : “Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api”. (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, An-Nasa’i).

Sedekah juga dapat memadamkan murkaNya dan mencegah dari kematian yang buruk. Rasulullah bersabda “Sesungguhnya sedekah memadamkan murka Allah dan mencegah kematian yang buruk”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban). Rasulullah juga pernah bersabda : “Wahai Aisyah, berlindunglah dari siksa api neraka walau dengan sebutir kurma” (HR. Ahmad).

Sahabat, penyesalan itu selalu datangnya terlambat. Jangan sampai kita mengikuti jejak mereka yang menyesali perbuatannya di dunia. Mari senantiasa kita terus berdoa kepadaNya, agar kiranya Allah menanamkan dalam diri kita akhlak yang gemar bersedekah. Aamiin…

English EN Indonesian ID
Scroll to Top