News

Jangan tertukar Masya Allah dan Subhanallah

Sahabat, kita sebagai seorang manusia harus selalu sadar kedudukan kita sebagai seorang hamba. Seorang hamba itu mestinya selalu mengingat Rabbnya. Dalam setiap kegiatan dan lini kehidupan, kita harus selalu mengingat Allah. Mengingat Allah juga disebut dengan berzikir. Yuk Jangan tertukar mengucapkan Masya Allah dan Subhanallah.

Pengertian zikir

Secara umum zikir itu adalah mengingat Allah. Mengingat Allah bisa dalam berbagai bentuk. Namun, seringkali dimaknakan dengan menyebut nama Allah. Lafaz-lafaz zikir yang biasa disbutkan adalah subhanallah, alhamdulillah, Allahuakbar, astagfurullah, masyaallah, dan banyak lainnya. Setidak nya Allah memiliki 99 nama, yang jika kita menyebutkan salahsatunya pun itu termasuk zikir.

Mestinya kita harus selalu berzikir dan mengingat Allah dimana saja dan kapan saja. jika tidak dengan lisan kita, pun dengan hati saja. Sebab, Allah pun Maha Mengetahui.

Jangan tertukar mengucapkan Masya Allah dan Subhanallah

Namun, ucapan seperti astagfirullah, masyaallah, subhanallah, sering kali hanya kita sebut jika dalam suatu situasi saja. Memang tidak masalah, dan hal itu juga tetap dihitung sebagai suatu kebaikan. Tapi yang harus kita pahami adalah makna-makna dari lafaz-lafaz zikir tersebut. Jangan sampai kita mengucapkan lafaz yang tidak tepat dengan situasinya.

Lafaz-lafaz yang sering kali tertukar dalam kondisinya adalah lafaz subhanallah dan juga lafaz masyaallah.

Perbedaan makna masyaallah dan subhanallah

Sahabat dermawan, Masya Allah dan subhanallah sering diucapkan kaum muslim. Tapi kadang suka bingung  apa bedanya Masya Allah dengan subhanallah.

Makna lafadz Masyaallah

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan, “Disyariatkan bagi orang mukmin ketika melihat sesuatu yang membuatnya takjub hendaknya ia mengucapkan ‘Masya Allah’ atau ‘Baarakallahu Fiik’ atau juga ‘Allahumma Baarik Fiihi’ sebagaimana firman Allah Ta’ala : ‘Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “Maa Syaa Allah, Laa Quwwata Illaa Billah” (QS. Al Kahfi: 39)”.

Ayat di atas memberikan gambaran bahwa ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan seperti kebun yang indah, maka ungkapan yang tepat adalah masya-Allah dengan “ma” untuk arti ta’ajjub, atau jika disederhanakan alangkah indahnya kehendak Allah.

jadi, arti masya Allah dalam bahasa Indonesia adalah “Apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi”. Berarti kita harus menyadari dan menetapkan bahwa hal yang menakjubkan tersebut semata-mata terjadi karena kuasa Allah.

Makna lafadz Subhanallah

Nah, bagaimana dengan Subhanallah? Subhanallah berarti Maha suci Allah.

Lafaz zikir yang satu ini selalu kita lafazkan seusai shalat yang disebut juga lafaz tasbih. Seringkali juga, penggunaan lafaz tasbih ini diucapkan ketika melihat sesuatu yang luar biasa. Apakah penggunaannya dalam situasi tersebut sudah tepat?

Baca Juga : Lisan Sebagai Kunci Amalan

Rasulullah mencontohkan untuk melafazkan tasbih ini ketika menyaksikan sesuatu yang tidak semestinya. Jadi, lafaz subhanallah lebih tepat diucapkan ketika melihat atau mendengar keburukan atau hal tidak baik. Seperti yang dicontohkan Rasulullah.

Meskipun demikian, beberapa lafadz zikir dapat digunakan untuk mengekspresikan saat melihat keindahan. Sehingga tidak ada lafal khusus untuk merespon situasi dan kondisi tertentu. Pada dasarnya, semua lafadz zikir dianjurkan umat muslim untuk mengingat kebesaran Allah.

Namun alangkah baiknya untuk melafazkan sesuatu tepat pada tempatnya. Sahabat, mulai sekarang jangan lupa dan tertukar lagi mengucapkan Masya Allah dan subhanallah ya^_^

Share it on