Griya Yatim & Dhuafa

Keberkahan Dalam Zakat

Griya Yatim Dhuafa

Donasiberkah.id – Zakat memiliki 3 makna yang berhubungan dengan makna keberkahan. Berikut makna-makna zakat yang mengandung banyak keberkahan bagi siapa yang menunaikannya.

At-Thohuru

Waterfall on the Mountain Stream located in Misty Forest Waterfall on the Mountain Stream in the Forest ~60Mpix Pano River stock pictures, royalty-free photos & images

Yang pertama ialah At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan Zakat karena Allah SWT dan bukan karena ingin dipuji manusia.

Allah SWT akan membersihkan dan mensucikan baik hartanya maupun jiwanya. Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Al-Barakah

Growing plants stock photo

Makna Kedua, zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup.

Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih. sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yag hakikatnya zakat itu sendiri berfungsi untuk membersihkan dan mensucika.

Baca Juga : Apakah Harta yang Tak Dizakati Hukumnya Bisa Haram?

An-Numuw

Tree in spring stock photo

Ketiga, zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya (dengan izin Allah SWT) akan selalu terus tumbuh dan berkembang. Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajiban zakatnya.

Selama ini orang menunaikan zakat, ikhlas karena Allah SWT, tidak pernah banyak ada masalah dalam harta ataupun usahanya. Sebaliknya orang yang menunaikan zakat ikhlas karena Allah SWT, jumlah yang dikeluarkan akan semakin bertambah besar. Itulah bukti bahwa zakat sebenarnya tidak mengurangi harta kita akan tetapi sebaliknya, akan membesarkan harta kita.

Secara logika berpikirnya manusia, dengan membayar zakat maka harta kita akan berkurang, namun beda dengan perhitungannya Allah SWT. Menurut ilmu Allah SWT yang Maha Pemberi rizki, zakat yang kita keluarkan tidak mengurangi harta kita bahkan menambah harta kita dengan berlipat ganda. Menurut Al-Qur’an surat Ar Rum ayat 39 yang berbunyi:

وَمَآ اٰتَيْتُمْ مِّنْ رِّبًا لِّيَرْبُوَا۟ فِيْٓ اَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُوْا عِنْدَ اللّٰهِ ۚوَمَآ اٰتَيْتُمْ مِّنْ زَكٰوةٍ تُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُضْعِفُوْنَ

Artinya: “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah SWT. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah SWT, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)”.

Wallahu ‘alamu bis showab.

Maukah sahabat jadi bagian dari pensejahtera anak-anak yatim dan dhuafa? Yuk tunaikan zakat, infaq-sedekah maupun wakaf di link kebaikan di bawah ini:

98 views
English EN Indonesian ID