News

Keberkahan Harta Terletak Pada Zakat

Setiap orang pasti mendapatkan rezeki yang telah Allah tetapkan. Berbagai macam rezeki yang telah Allah berikan. Setiap rezeki yang Allah telah Allah berikan akan bernilai berkah jika kita sisihkan sebagiannya untuk zakat. Sebab, keberkahan harta terletak pada zakat yang kita tunaikan.

Mengapa demikian? Yuk simak penjelasannya…

Makna kata “berkah”

Kata berkah dalam bahasa indonesia diambil dari bahasa arab dengan asal kata barokah. Dalam kamus bahasa arab karya Ibnu Mandhur, kata barokah ini memiliki arti “berkembang dan bertambah baik.” atau juga diartikan “kebahagiaan hidup”.

Berkah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata berkah berarti “Karunia Rabb yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.” Menurut istilah kata berkah menunjukkan makna “kebaikan dalam kehidupan seseorang”.

Imam An-Nawawi menjelaskan arti kata berkah dalam karyanya, Syarh Shahih Muslim. Disebutkan bahwa kata berkah atau barokah memiliki dua arti, (1) Tumbuh, berkembang, atau bertambah. (2) Kebaikan yang berkesinambungan.

Jadi, kata berkah atau barokah ini artinya berkembang dan bertambah baiknya suatu hal. Oleh karena itu, sesuatu akan bernilai berkah jika terus berkembang dan bertambah baik. Tidak dapat disebut berkah sesuatu yang tidak terus berkembang dan bertambah baik. Definisi ini berlaku pada setiap hal. Termasuk harta, anak, dan nikmat Allah yang lainnya.

Bagaimana cara meraih berkah?

Keberkahan Harta Terletak Pada Zakat

Berkah atau barokah sering digunakan dalam berbagai macam doa. Yang secara umum maknanya memohon kepada Allah untuk memberkahi sesuatu. Misal pada lafadz salam, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh. Arti lafadz salam tersebut adalah “salam (keselamatan) untukmu dan semoga Allah merahmati dan memberkahi mu.”

Maksud kata memberkahi artinya memohon agar Allah menjadikan apa-apa yang ada pada dirinya itu berkah (bertambah baik dan berkembang).   

Kata berkah memiliki derivasi kata, yaitu tabarruk. Kata tabarruk ini artinya “mencari berkah”. Maksudnya yaitu mencari tambahan kebaikan. Tentu yang dapat meberikan keberkahan hanyalah Allah, sebab itulah kita berdoa. Namun ikhtiar pun tidak boleh dilupakan.

Allah berfirman : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim : 7).

Dalam ayat tersebut disebutkan syarat agar Allah menambahkan nikmatNya, yaitu bersyukur. Cara untuk meraih keberkahan adalah dengan bersyukur. Bersyukur pun beragam pengamalannya, mengucap Alhamdulillah pun termasuk bersyukur.

Baca Juga : Bersihkan Harta Kita dari Hak Orang Lain

Namun, syukur yang diikuti dengan hal konkrit lebih utama. Misal dengan menunaikan zakat dan bersedekah. Atau dengan menyembelih aqiqah untuk anak. Berbeda dengan aqiqah zakat memang merupakan kewajiban, yang artinya bersyukur itu merupakan kewajiban juga. Ini menandakan syukur yang diikuti dengan hal konkrit lebih utama.

Keberkahan harta terletak pada zakat

Selain bermakna “mensucikan”, zakat juga memiliki arti “tumbuh dan berkembang” sama halnya dengan berkah. Zakat merupakan harta yang kita keluarkan dan dapat tumbuh juga berkembang. Harta itu akan menjadi manfaat bagi orang lain, dan akan dilipatgandakan oleh Allah, itulah yang dimaknakan tumbuh dan berkembang.

Ibnu Taimiyyah berkata: “Orang yang berzakat sejatinya sedang membersihkan jiwanya (dari sifat kikir dan sombong), dan harta yang disedekahkan/dizakatkan sifatnya membersihkan, dan bertumbuh dikemudian hari.”

Keberkahan pada harta kita juga dapat menjadikan hidup kita pun lebih berkah. Oleh karena itu, jangan enggan untuk menunaikan zakat dan juga bersedekah.

Yuk kak, tunaikan kewajiban dari sebagian harta kita dengan zakat di Laznas Griya Yatim & Dhuafa. Semoga Allah berikan keberkahan pada hidup kita. Aamiin…

Share it on