News

Kenikmatan yang membawa diri kepada kekufuran

Kenikmatan yang membawa diri kepada kekufuran

Kak, kenikmatan yang Allah berikan juga bisa merupakan suatu cobaan dari Allah. Sebab, kenikmatan yang membawa diri kepada kekufuran.

Kenikmatan merupakan suatu pemberian yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada hambaNya. Dengan pemberian itu apakah hambaNya mau bersyukur apa malah kufur (lupa kepadaNya).

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya : 35). Bahwa Allah akan menguji yang namanya manusia dengan sebuah kesusahan (bencana) dan kesenangan (kenikmatan).

Kenikmatan yang membawa diri kepada kekufuran

Sebagaimana Allah juga menjelaskan di dalam ayat yang lain : “Adapun manusia apabila Rabb-nya mengujinya lalu dia dimuliakanNya dan diberiNya kesenangan, dia akan berkata, ‘Rabbku telah memuliakanku.’ Adapun apabila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya, dia berkata, ‘Rabbku menghinakanku.’ Sekali-kali tidak (demikian).” (QS. Al-Fajr : 15-17).

Didalam ayat tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala menguji hambaNya dengan memberikan kemuliaan, nikmat, dan rezeki, sebagaimana pula Allah subhanahu wa ta’ala mengujinya dengan menyempitkan rezeki.

Kak, jika setelah Allah berikan nikmat yang begitu banyak, kita tidak mau bersyukur, atau malah menjadikan diri kita kufur. Maka siap-siaplah Allah akan mendatangkan sebuah azab (bencana). Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatNya) maka pasti azab sangat berat.” (QS. Ibrahim : 7).

Baca Juga : Mensyukuri nikmat dengan berbagi

Sebagaimana Allah telah memberikan kenikmatan kepada kaum-kaum terdahulu. Yakni Allah telah memberikan  kenikmatan, tetapi ia malah mengkufuri nikmat tersebut. Sebagaimana kisah kaum Saba’ kak, bagaimana Allah Azza wa Jalla mencabut kenikmatan lalu di ganti dengan azab, dikarenakan kekufuran mereka terhadap nikmat yang telah diberikan Allah Azza wa Jalla. 

Sebagaimana Allah berfirman : Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu: dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan), ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerah kan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepadaNya!’ (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun.” (Saba : 15).

Tetapi mereka lupa dengan pemberian dari Allah yang membuat mereka lalai dan lupa bersyukur, sehingga Allah Azza wa Jalla memberikan azab terhadap kaum tersebut. 

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Tetapi mereka berpaling, maka Kami datang kan kepada mereka banjir yang besar. Dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit. Pohon atsl dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan adzab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS. Saba : 16-17).

Yuk kak, jadilah hamba yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Dengan kita pandai bersyukur maka Allah akan menambah nikmatnya, sebagaimana Allah berfirman : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu….” (QS. Ibrahim : 7). Dan Allah pasti akan membalas kepada orang yang pandai bersyukur, Allah berfirman : “Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (QS. Ali Imran : 145).

Kak, syukur merupakan kunci keselamatan dari kenikmatan yang membawa diri kepada kekufuran. Oleh karena itu, jangan lupa untuk bersyukur ya kak.

Share it on