News

Kerja dan Rezeki yang Halal

Bekerja merupakan tuntutan setiap orang, terutama orang dewasa. Bekerja dengan tujuan memenuhi kebutuhan harian. Kebanyakan orang bekerja sangat giat, hingga lupa untuk beribadah. Padahal dia bekerja untuk mencari rezeki Allah. Hanya Allah lah yang memberikannya rezeki, bukan hanya sebab kerja keras dan ilmunya. yuk artikel tentang Kerja dan Rezeki yang Halal ini agar bisa terapkan.

Allah telah menjamin rezeki setiap makhlukNya. Allah berfriman : : “Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya” (QS. Hud : 6). Allah telah menjamin bahwa setiap makhluk yang Allah ciptakan akan mendapatkan rezeki. Namun, setiap makhluk juga berbeda-beda kadar rezekinya tergantung amal shalih dan usahanya. Maka, meskipun telah Allah jamin rezeki bagi kita, kita tetap harus berikhtiar dan berdoa.

Kewajiban mencari rezeki yang halal

Kerja dan Rezeki yang Halal

Allah mensyariatkan kepada manusia untuk mencari rezeki yang halal. Allah berfirman : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah : 168).

Sahabat dermawan, setiap muslim harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya dan kebutuhan yang lainnya. Bekerja merupakan bentuk ikhtiar kita  untuk mendapat rezeki Allah. Firman Allah : “Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (QS. An-Naba : 11).

Rasulullah bersabda : “Mencari (harta) yang halal adalah wajib bagi setiap Muslim.” (HR. At-Thabrani). Rezeki yang wajib di ikhtiarkan merupakan rezeki yang halal. Banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan, bisa berdagang atau berniaga, dan yang terpenting adalah pekerjaan yang menghasilkan rezeki yang halal, tidak dihasilkan dari perbuatan maksiat kepada Allah.

Pada sebuah riwayat disebutkan, “Seseorang bertanya pada Rasulullah. ‘Penghasilan apakah yang paling baik ?’ Beliau menjawab : ‘Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua penghasilan yang mabrur (diterima di sisi Allah).’” (Shahih Lighairihi, HR. Al Hakim. Shahih At-Targhib : 2/141 no. 1688). “Barangsiapa di waktu sore merasa lelah lantaran pekerjaan tangannya (mencari nafkah) maka disaat itu diampuni dosa baginya.” (HR. Thabrani).

Rezeki yang halal hanya berasal dari pekerjaan yang halal juga. Karena manusia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali yang telah diusahakannya. Allah berfirman : “Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya” (QS. An-Najm : 39). Maka pekerjaan seorang muslim itu mesti pekerjaan yang halal dan baik. Pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang tidak menyalahi syariat islam.

Harta akan diminta pertanggungjawabannya

Harta yang kita miliki, akan diminta pertanggungjawabannya. Rasulullah bersabda : “Tidak akan beranjak kaki seorang hamba dari tempat berdirinya dihadapan Allah pada hari kiamat sebelum dia ditanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmu bagaimana diamalkan, tentang harta bagaimana cara memperoleh dan kemana dibelanjakan, dan yang terakhir yaitu tentang jasmani untuk apa dipergunakan.” (HR. At-Tirmidzi).

Pada zaman ini, tidak sedikit manusia yang hanya memperdulikan kekayaannya, tidak peduli itu haram maupun tidak. Ini telah dikabarkan oleh Rasulullah, Rasulullah bersabda : “Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli apa yang dia ambil, apakah dari hasil yang halal atau yang haram.” (Shahih, HR. Al-Bukhari ). Padahal rezeki yang halal itu lebih mudah didapat dibandingkan yang haram.

Rezeki yang halal menjadi sebuah kewajiban untuk mengupayakannya, karena disinilah nilai keberkahannya. Karena harta halal adalah keberkahan bagi mukmin, sehingga ketika mereka menikmati harta itu, tidak menjadi sumber masalah ketika di akhirat nanti. Ayo sahabat, Kerja dan Rezeki yang Halal, kita bersemangat dalam bekerja dan menjemput rezeki yang halal, agar menjadi keberkahan untuk kita dan keluarga. Aamiin

Share it on